
Wajah France dan Yue mengeras melihat darah segar keluar dari pelipis Collete. Marry, wanita yang di kiss dari jarak jauh oleh Collete berhambur di atas panggung menghampiri Collete lalu membawanya ke ruangan yang berada di belakang panggung.
" Yue, cari tahu apa yang sebenarnya terjadi! " France memerintahkan Yue untuk mengetahui akar permasalahannya.
" Baik tuan" Yue pun segera berlari untuk mencari keterangan. Sedangkan France menunggu di tempat semula sambil memperhatikan sekitar berharap mendapatkan sebuah petunjuk.
" Pelakunya Antonio Tobias, ia di tolak lamaran menikahnya oleh Collete." Kata pria berambut pirang dengan pakaian kasualnya.
" Aku melihatnya tadi, Collete membuang cokelat pemberian Tobias ke tempat sampah. Menyedihkan sekali." Kata pria lain yang duduk tak jauh dari kursi VVIP France.
" Itu semua karena Marry, dia cinta mati dengan Collete. Jangankan wanita seperti Marry, kita saja sudah sangat tergila-gila pada Collete dari debutnya pertama kali." Timpal pria rambut pirang lagi.
" Oh, jadi karena cintanya di tolak hingga menjadi terobsesi." France membatin.
" Tuan, nona Collete adalah seorang femme." Yue membuyarkan lamunan France dan membuka mulutnya tidak percaya akan perkataan Yue barusan. Jika France memang tidak salah mendengar ucapan Yue tadi. Maka Collete adalah seorang lesbian. Femme berarti dalam berpasangan lesbian, Collete berperan sebagai perempuan dalam hubungan tersebut.
" Nona Marry sebagai butchy." Yue menambahkan lagi.
" Dan yang melempar nona Collete dengan gelas wine adalah Antonio Tobias. Tuan Tobias adalah pemilik perusahaan air minum terbesar di negara kita, tuan."
" Ternyata nona Collete di lamar sebelum naik keatas panggung oleh tuan Tobias akan tetapi nona Collete menolak lamaran tersebut dengan mengatakan bahwa dia habis melayani pelanggan di atas ranjang dengan bayaran 3 ratus juta semalam. Lalu tuan Tobias tersulut emosi tapi masih dapat di tahan. Beliau melihat Collete lagi saat peampilannya berakhir dan melempar gelas yang ia pakai untuk minum-minuman keras." Yue berhenti memberikan laporan sambil berusaha membaca raut wajah majikannya.
__ADS_1
" Baiklah, kita pulang. Apa kau sudah mengirimkan bunga lily seperti yang kuminta ?"
" Sudah berada di ruang ganti nona Collete, tuan."
" Baiklah, mari kita pulang." France pulang dari kantornya dengan Yue asistennya tanpa sengaja bertemu dengan Collete yang sedang bernyanyi, hanya menarik saja pikirnya. Ternyata Collete adalah wanita murahan dengan tarif 3 ratus juta. Tarif yang sangat murah bagi France.
Di ruang ganti..
" Dasar pria brngsek! Berani sekali ia mencelakai kekasihku !!" Marry panik melihat darah Collete yang terus mengalir. Sambil membersihkan darah di wajah dan tubuh Collete lalu memakaikan perban sementara untuk menghentikan darahnya. Collete diam saja, karena Collete pernah menerima perlakuan yang lebih buruk daripada apa yang di lakukan oleh Tobias.
Collete sengaja mengatakan perkataan yang membuat Tobias emosi tadi sebab Collete sudah pernah di peringatkan oleh Marry atas para penggemarnya. Bahwa sekali saja Collete menyukai seorang pria atau wanita lain maka Marry tidak akan segan-segan untuk menyiksa Collete dan mengasingkannya.
" Tok tok tok" pintu ruang ganti Collete ada yang mengetuk. Marry berjalan ke arah pintu untuk membuka dan mengetahui siapa yang mengetuk pintu. Saat dibukanya ternyata ada seikat karangan bunga yang menutupi kepala pengantar bunga tersebut.
" Maaf mengganggu anda nona Marry, ada kiriman bunga dari penggemar nona Collete." Kata kurir pegawai Marry.
" Baiklah, letakan saja terserah kau dimana. Aku tidak menyukai bunga sama sekali." Marry mendengus tidak menyukai Collete dapat bunga.
Collete hanya melihat siapa yang memberikan bunga Lily merah muda tersebut. Karena biasanya, penggemarnya memberikan bunga mawar merah. Tapi hari ini dia mendapatkan bunga Lily, di situ tertulis " "Untuk sebagian orang, diam-diam mengagumi seseorang itu menyesakkan. Untuk sebagian lagi itu jadi harapan. Tertanda France Richman". Bunga yang di berikan oleh France hanya di letakan di vas kosong tempat Collete biasa berhias dan ganti baju di bar, sama seperti penggemar lainnya. Lalu Collete mengikuti Marry yang keluar dari ruangan dan pergi menuju rumah sakit untuk mengobati luka Collete.
Di apartmen..
__ADS_1
" Baiklah honey ku sayang.. .kau harus beristirahat. Besok aku akan mengurus Tobias sielan itu." Marry mengecup Collete dengan mesra. Sebagai pemilik klub malam, Marry seorang diri mengurus klubnya sampai terkenal seperti sekarang ini. Marry siap apapun resikonya karena klub malam ini memiliki banyak pegawai yang loyal padanya maka dari itu Marry harus membayar gaji karyawannya tepat waktu. Malam ini karena Tobias, nama baik klubnya pasti akan tercemar. Kepala Collete mulai sakit pada saat ingin tidur, tapi Collete hanya menahannya optimis bahwa sakit kepalanya akan menghilang jika di bawa tidur.
Pagi harinya..
Collete membuka matanya dan berusaha untuk duduk. Ternyata kepalanya masih sakit, Collete berpikir bahwa dia harus minum obat. Sambil memijat-mijat kepalanya karena lemparan gelas dari Tobias semalam. Collete mendapatkan 7 jahitan di dahi. Collete mencari-cari keberadaan Marry. Tapi ternyata Marry tidak ada, mungkin dia membereskan masalah di klubnya.
Collete memutuskan bangun dari ranjang nyamannya dan membuat sarapan menuju dapurnya. Collete mengambil roti, daging asap, keju lalu menuangkan susu ke gelas. Collete duduk dan menikmati sarapan simpelnya sendirian sambil memainkan hpnya. Collete jadi penasaran dengan pemberi seikat bunga lily merah muda semalam. Collete ingat namanya adala France Richman. Setelah mengetik namanya wajah France muncul dengan berbagai penampilan. Mata Collete terbuka lebar ternyata pria yang bernama France sangatlah tampan. Tatapan mata France tajam, tubuhnya sangat atletis, pakaian yang dipakai oleh France bermerk ternama yang mahal semuanya. Saat Collete membaca profil dari France, dia lebih tercengang lagi. France orang terkaya nomor 2 di dunia. Hal tersebut membuat pikiran Collete traveling. Membayangkan dirinya menjadi istri orang kaya raya pastilah sangat bahagia. Orang seperti France Richman mengagumi dirinya rasanya mustahil, pasti France Richman yang lain.
Collete memakan gigitan roti terakhirnya dan menenggak habis susu dalam gelas. Dia tidak memiliki jadwal apa-apa siang hari ini. Jadi Collete berencana untuk pergi ke mall untuk belanja kebutuhannya. Setelah mandi dan bersiap Collete memberikan pesan singkat pada Marry yang isinya dia pergi ke mall sendirian untuk membeli kebutuhannya. Collete ke parkiran apartmen lantai bawah lalu mengendarai mini coopermya.
Sementara itu di kantor France..
" Tuan, Nyonya Tania akan ke kantor pukul 10.00 WIB untuk menemui Anda, tuan" kata Yue.
" Mau apa ibu datang ke mari ?" France penasaran.
" Nyonya pasti ingin membicarakan rencana pernikahan Anda dengan nona Yukiko. "
" Oh, Tuhan. Ibu pantang menyerah rupanya. "
" Baiklah, biarkan ibu datang ". France tidak menyukai wanita yang dijodohkan oleh ibunya tersebut. France tahu bahwa Yukiko hanya menginginkan uangnya saja.
__ADS_1