
" Baik kak. Laporan bulanan kemarin sudah ku rangkumkan untukmu. Saat ini perusahaan aman, tidak ada yang korupsi." Kata Yen yang diminta menyelidiki laporan akhir bulan tim audit.
" Bagus kalau begitu. Tolong angkat saja telponnya jika tuan France yang menelepon." Yue bersandar dan tertidur di sisi mobil.
" Baiklah" Yen kembali fokus menyetir mobilnya menuju kediaman mereka.
Esok paginya...
Collete bangun jam 8 pagi, sinar matahari memaksa masuk lewat celah-celah jendela. Wajah Collete bertambah cantik kala sinar mentari menyentuh wajahnya.
" Beibyy, kau sudah bangun." Kata Marry yang sudah di meja kerjanya sambil berkutat dengan laptop.
" Ada apa? kenapa kau bekerja sepagi ini? Semalam kau pulang jam berapa?" Collete penasaran kenapa Marry sudah berada di depan laptop sepagi ini.
" Semalam adalah pertama kalinya kau tak datang ke klub. Kau tahu apa yang terjadi disana? para penggemarmu pulang. Mereka tidak bersedia menikmati penyanyi lain yang mengambil posisimu. Sungguh gila. Hal ini menyebabkan pendapatan klub jadi menurun drastis. Sedangkan kita harus membayar gadis-gadis penghibur yang datang sebagai freelance semalam. Aku benar-benar pusing. " Kata Marry menjelaskan sedikit keadaan klubnya.
" Aku baru pulang pukul 5 pagi ini, sayang. Maafkan aku, akhir-akhir ini hariku berat sekali." Marry ,mengeluh lagi sambil memijit-mijit keningnya.
" Maafkan aku, nanti malam aku akan datang ke klub." Kata Collete merasa bersalah karena klub sepi tanpanya.
" Hei, apa kau baik-baik saja, sayang ? Aku tidak ingin kau pingsan disana karena kepalamu masih sakit." Marry menghampiri Collete yang duduk di kasur.
" Tentu saja, justru kalau aku tidak bergerak yang berbahaya. Aku akan semakin malas." Collete tersenyum.
" Baiklah. Jangan nakal." Kata Marry lalu mencium kening Collete.
__ADS_1
" Ya. Kita sarapan apa ?" Collete bertanya pada Marry berniat untuk membuatkan sarapan untuknya.
" Aku ingin kopi dan sandwich saja" Marry melanjutkan bekerja dengan laptopnya.
" Baiklah" Collete menuangnkan wine merah lalu menyesapnya. Kemudian Collete menyalakan api hendak menghisap nikotinnya. Mulai bergerak lincah menyiapkan sarapan untuk Marry. Lalu Collete ke bakon apartmennya lagi untuk berjemur sambil minum wine dan merokok.
" Istirahatlah Honey, akan ku gantikan kau di klub hari ini" kata Collete.
" Baiklah kalau begitu sayang. Aku lelah sekali, ingin tidur." Marry mulai memakan sandwichnya.
" Ya, kau butuh istirahat sekali." Collete mengkhawatirkan kesehatan Marry.
Collete menghabiskan wine dan rokoknya dengan cepat, lalu bersiap menuju klub. Marry memperhatikan kebiasaan buruk Collete yang terlalu banyak mengkonsumi wine. Marry berpikir akan sangat merugikan Collete jika meminum wine secara berlebihan. Tapi Marry terlalu lelah untuk menegur Collete atas wine-nya jadi dia mulai tertidur.
" I will stay forever with you as you wish not mine.. " Collete bernyanyi lagi di mobil mini coopernya.
" Hmm.. hmm" suara indah Collete berkicau seperti burung murai batu sangat merdu.
Tanpa macet yang menghalangi laju kendaraannya, Collete sampai klub tepat waktu. " Selamat pagi Collete !" Orang-orang di Klub menyapa Collete. Namanya sudah sangat terkenal di kalangan pegawai klub. Selain terkenal tercantik di klub, Collete juga baik hati. Skandal Collete dan Marry awalnya sangat menggemparkan para pekerja klub. Pasalnya sangat di sayangkan wanita secantik Collete mau berpacaran dengan Marry yang 10 tahun lebih tua darinya. Para pegawai klub lain juga tidak mengetahui usia Collete sebenarnya masih 17 tahun.
" Semuanya, aku ingin kita latihan untuk tarian pembuka malam ini." Collete menepuk-nepuk kan tangannya, mencari perhatian para pekerja klub. Seluruh pekerja klub memperhatikan Collete yang menepuk-nepuk tangannya.
" Aku ingin melihat para wanitaku membawakan tarian pembuka klub kita tersayang ini. Menarilah dengan lincah, jika sakit atau tidak enak badan, laporkan padaku." Collete turun dari panggung mempersilakan 9 wanita naik ke atas pentas.
Collete duduk di kursi penonton yang strategis dengan titik pandangnya. Collete melihat ke 9 wanita cantik itu menari kala musik mulai mendalu-dalu. Gaya nakal mereka yang menari sangatlah menggemaskan, mereka memang di tuntut untuk bergaya centil supaya banyak yang menyukai datang berkunjung ke klub malam ini. Collete yang selalu memperhatikan mereka berlatih sudah sangat hafal dengan gerakan-gerakan tarian pembuka untuk klub malam ini.
__ADS_1
Collete sendiri sangat menghafal semua gerakan tarian dari tiap-tiap lagu yang di bawakan oleh the nine sense tersebut ( kesembilan penari klub). Dari awal jam 08:00 malam hingga jam 05:00 pagi para wanita akan tampil per tim dalam setiap lagu. Tapi di pembukaan dan penutupan klub dalam setiap harinya kesembilan penari harus full tampil 9 orang. Mereka bersembilan tidak menggunakan nama asli, mereka menggunakan nama-nama yang menggoda seperti Sherry, Vermouth, Vodka, Tequila, Baileys, Gin, Campari, Midori dan Limoncello. Kesembilan wanita penari cantik inilah yang akan selalu menghibur pengunjung klub.
" Ok, gadis-gadisku tersayang. Terima kasih atas penampilannya pada latihan kali ini. Aku ingin semuanya tampil giat. Puaskan mataku dengan gerakan tubuh kalian. Tunjukan bahwa kalianlah yang terbaik" sambil mengerlingkan satu mata, Collete tidak berniat menggoda penarinya. Melainkan hanya memberi semangat sebagai "pacar" dari pemilik klub. Para gadis mengangguk, mengerti dengan arahan dari Collete.
" Kita makan siang bersama?" Collete bertanya lagi. Semuanya mengangguk, termasuk bartender, penari latar pria, pemain musik, dan tim bersih-bersih juga bagian keamanan. Collete yang melihat anggukan mereka semua tersadar, bahwa semuanya sudah kelaparan.
" Baiklah, akanku pesankan makanan untuk kita semua makan." Semuanya bersorak, ada yang berterima kasih dan ada juga yang memuji Collete. Bukan hanya kecantikan dan keseksiannya, Collete juga baik hati bagaikan dewi yang turun dari langit. Collete memesankan ayam goreng cepat saji dari restoran depan klub. Jadi para pegawai tidak meunggu lama untuk makan siang.
" Collete, Midori sepertinya kurang sehat" kata Gin yang duduk disebehalnya. Mereka semua lesehan di lantai setelah di pel bagian bersih-bersih.
" Oh tidak, katakan padaku kau tidak terserang flu" kata Collete.
" Dia muntah-muntah di kecil, tadi. Sekarang katanya mual" Gin memberitahu Collete jelasnya.
" Apa kau bilang !. Tidak-tidak, katakan padaku kalau kau hanya kena flu, sayang" Collete sangat ketakutan Midori hamil.
" Bolehkah aku istirahat hari ini, setengah hari saja. Ku mohon Collete?" Midori juga tidak menjelaskan sakit apa dia sebenarnya. Tapi yang Midori tahu, dia sangat membutuhkan istirahat.
" Kau boleh istirahat, tapi kau harus mengisi perutmu. Lalu pergilah istirahat di kamar atas" Collete benar-benar berharap Midori cepat sembuh.
" Terima kasih Collete" Midori bertepuk tangan dengan kebaikan Collete yang mengijinkannya istirahat. Collete mengangguk ikut merayakan kesenangan Midori untuk beristirahat.
Hal yang paling di benci Collete di klub malam Marry adalah jam istirahat para pegawai yang sangat kurang. Karena jika salah satu dari penari berkurang, maka harus ada penggantinya atau merombak seluruh gerakan pada tarian.
* Halo readers-ku. Maafkan kemarin tidak update bab. Karena sulit sekali mencari waktunya\, ada acara keluarga. Jadi baru sekarang bisa update lagi. Terima kasih telah sabar menunggu\, kalian yang terbaik. Simak terus cerita Collete dan France yaaaaaa.... Love you all gals
__ADS_1