Cinta CEO Pada Lesbian

Cinta CEO Pada Lesbian
17. Motif merah darah


__ADS_3

" Kau benar, kita urus Marry. Lalu kau cari tahu latar belakang keluarga Collete. Aku ingin laporannya siang ini Yue" France kembali pada mode seriusnya.


" Baik tuan. Hari ini kita ada makan siang dengan management The Cosmo" Yue mengingatkan France.


" Mereka ingin membayar seluruh biayanya. Aku ingin semua berkas The Cosmo." kata France, ia ingin menganalisa kembali kerja sama de Richman Corp. dengan The Cosmo.


" Baik, segera saya lakukan tuan." Yue tak pernah membuang waktu, semua yang di perintahkan padanya akan langsung di kerjakannya.


Sesaat Yue meninggalkan France sendirian sebenarnya ada hal yang mengganggunya tentang Collete. Mallabey mengatakan bahwa Collete memiliki masalah mental, tapi separah apa. Apakah Collete akan pingsan tiap kali traumanya kambuh ? atau malah bunuh diri? ketika melihatnya pingsan secara tiba-tiba di klub saja sudah membuatnya panik setengah mati. Apalagi di tinggalkan Collete untuk selamanya, apa ia akan menyusul Collete. France merasa cintanya belum sebesar itu pada Collete.


Tok tok tok..


Pintu ruangan France terbuka setelah ketukan tiga kali. Itu berarti Yue yang ada di luar sana, kalau pintunya di ketuk dua kali itu berarti sekertarisnya. Kalau pintu ruangannya di ketuk berkali-kali itu berarti ibunya. Kalau tidak ketuk itu berarti ayahnya.


" Tuan, nona Collete bernama asli Collete Scott. Anak dari pasangan Andreas Scott dan Alexandrie Monacco. Alexandrie Monacco meninggal saat Collete berusia 8 tahun. Saat Alexandrie meninggal Andreas sangat terpukul hingga menjadi seorang pemabuk dan gemar menyiksa Collete dari kecil hingga berusia 17 tahun. Andreas Scott memiliki usaha tambang ilegal dan bangkrut. Puncaknya Collete hampir di perkosa oleh Andreas. Lalu Collete berhasil kabur dari rumah dan di temukan oleh Marry." Yue membacakan untuk France sambil bergetar menahan amarahnya atas ayah kandung Collete.


" Lalu?" rahang France mengeras mendengarkan laporan dari Yue.


" Nona Collete ternyata masih berusia 17 tahun, tuan. Atas kecantikan nona Collete, Marry mengambil keuntungan atas nona. Mempekerjakan gadis di bawah umur apalagi di klub malam sangat melanggar hukum, tuan. Menurut narasumber saya, nona Collete tidak pernah memiliki pelanggan di ranjang karena nona Collete di jaga 24 jam oleh Marry. Karena kejadian masa kecilnya tersebut yang membuat nona Collete menjadi pemabuk dan depresi berat" Yue berhenti disitu.


" Ah, ternyata dia korban kekerasam Yue" France mengacak-acak rambutnya.


" Mengapa hidup sangat tidak adil bagi beberapa orang di dunia ini"

__ADS_1


" Tidak akan pernah adil tuan, seperti aku yang miskin tapi lebih tampan daripada Anda" Yue mengungkapkan tanpa rasa bersalah sama sekali.


" Apa kau bilang?" France bingung kenapa jadi membandingkan dirinya dengan Yue.


" Tidak tuan, aku tidak berkata apa-apa" Yue menutup mulutnya.


" Pertama-tama contoh ketidak adilan yaitu aku kaya, aku tampan, dan aku sukses. Kau miskin tapi tampan. Collete cantik seksi tapi lesbian. Aku, Yue.. Aku tanpa 'tapi' seperti kalian" dengan percaya dirinya France berkata seperti itu.


" Tapi Anda jomblo tuan, Anda mengejar perempuan yang sama sekali hanya memanfaatkan Anda" Yue mengusap wajahnya tahu kalau France pasti akan marah padanya.


" Kurang ajar kau ! ku potong gajimu bulan ini"


" Ma.. Maafkan saya tuan. Mohon jangan potong gajiku" bisa celaka jika France memotong gajinya. Jika itu terjadi maka ia harus menggunakan uang tabungannya untuk membayar adiknya Yen. Yue tahu kalau France melemah jika seseorang terus memohon padanya.


" Baik tuan. Terima kasih atas kemurahan hat Anda" Yue menundukan kepalanya.


" Baiklah, kita buat perhitungan dengan Marry" France berdiri membelakang Yue dan menatap keluar jendela kantornya melihat ke arah klub malam milik Marry.


" Akan ku tunjukan padanya keluarga Richman yang sebenarnya"


Di klub..


" Berikan padaku barang-barang milik Collete! " Marry sedang marah-marah dan semua yang berada di dekat Marry terkejut dengan suara lantangnya. Seseorang lari ke ruang ganti dan kembali ke Marry memberikan barang-barang milik Collete.

__ADS_1


Marry mengeluarkan semua isi dalam tas milik Collete lalu memeriksa satu persatu barang-barang milik Collete. Lalu Marry menemukan sebuah cek kosong milik keluarga Richman yang sudah di tanda tangani Oliver.


" Aha, tertimpa durian runtuh" Marry mengipas-ngipas cek kosong tersebut. Marry bermaksud menggunakan uang yang akan dia tulis sendiri nominalnya yang padahal cek tersebut milik Collete. Oliver sendiri yang memberi cek kosong ke Collete agar dia nyaman dengan apapu yang mintanya.


" Apakah kalian sudah putus? tanya Sherry.


" Wanita ****** itu tidur dengan pria lain." Marry tak dapat menutupi amarahnya. Mendengar hal tersebut para pegawai lain juga kaget atas ucapan Marry. Mereka yang mendengarkan juga kaget atas tuduhan yang di lontarkan oleh pemilik bar tersebut.


" Aku akan pergi mungkin sekitar satu bulan atau lebih. Bukan gayaku terlarut dalam asmara anak bauk kencur itu. Damona, tanggung jawab atas klub ku. Aku tidak ingin ada masalah seperti kemarin lagi. Apa kau paham?" Marrytersenyum menunjukan gigi taringnya.


" Baik" Damona hanya mnjawab singkat, karena memang Damona tidak menyukai Marry. Tapi hanya Marry yang menggajinya sebagai manager klub dengan bayaran yang satu digit lebih besar dari pada klub-klub yang lain.


Gadis-gadis yang lain mulai menggibah, berbisik-bisik menceritakan tentang Collete. Para gadi yakin kalau France Richman adalah pria yang di maksud oleh Marry. Kalau benar, maka Collete sangatlah beruntung. Bukannya sedih, mereka malah senang. Jadi Collete terbebas dari jeratan "Bloody Marry".


Di apartment..


" Oh Tuhan, sudah berapa lama aku tertidur." Collete kaget dirinya tertidur pulas sekali di bathub kamar mandi.


" Tempat ini terlalu nyaman."


Collete beranjak dari bathub lalu memakai handuk baju, Lalu mengeringkan rambutnya depan cermin di kamarnya. Collete menghentikan hair dryer nya dan menatap wajahnya lekat-lekat. Collete menyentuh bayangan dirinya di cermin. Apa dosa yang telah dia perbuat hingga ayahnya ingin berbuat keji padanya?. Apakah ayahnya tidak dapat bersikap layaknya kepala keluarga?. Kenapa ayah selalu memukulinya?. Tanpa disadarinya air mata Collete jatuh dan bercucuran. Nafasnya mulai tersengal-sengal, wajahnya memerah. Collete mengambil hair drayer dengan paksa, di tariknya lalu di lempar ke cermin yang ada bayangannya. Collete menjerit sekencang-kencangnya. Tidak puas dengan suara jeritannya, Colleter mengambil serpihan kaca yang ada di lantai. Tak peduli dengan rasa sakit di tangannya. Tak peduli dengan darah yang keluar menetes di handuk bajunya yang berwarna putih bersih kini memiliki motif merah darah. Collete melempar ke pecahan kaca yang masih menempel di dinding, terus mengambil serpihan kaca yang lainnya lalu di lempar lagi dan lai sampai tak ada kaca lagi yang menempel di dindin.


Collete menangis sejadi-jadinya, membenci dirinya sendiri. Dirinya yang menjadi sasaran kekerasan dari ayah kandungnya. Collete benci sekali dengan darah yang mengalir padanya, karena ada darah Andreas di tubuhnya. Darah yang keluar dari telapak tangan Collete tak kunjung berhenti. Hal itu karena Collete duduk di lantai dan tangannya tergeletak di samping kiri kanannya. Seharusnya Collete mengangkat tangannya lebih tinggi dari dadanya untuk mengurangi pendarahannya. Tapi Collete tidak mengetahui hal tersebut, lalu kehilangan kesadarannya.

__ADS_1


__ADS_2