CINTA DI DALAM PERJODOHAN 2

CINTA DI DALAM PERJODOHAN 2
Bab 32. Pernikahan.


__ADS_3

Aleta mengukur baju pengantinya dengan tampang yang tidak bersemangat sama sekali, semangatnya tadi hilang seketika, setelah mengetahui kalau Faris tidak datang ke butik itu. Sedangkan Faris yang sedang berada di kantor, tetap bersikap santai dan biasa-biasa saja, malahan dia sangat fokus dengan pekerjaannya.


**********


Hari yang mereka nanti pun tiba, semua keluarga besar Faris terlihat sangat bahagia di hari itu. Semua para kerabat juga tamu-tamu penting sudah hadir di pesta besar itu.


Tidak lama kemudian, datanglah Faris yang di antar oma opanya, dia terlihat sangat tampan dengan gaya rambut barunya, semua mata tertuju padanya karena dialah salah satu yang di nantikan di acara itu.


Sedangkan Aleta yang sudah selesai di rias, sedang duduk sambil menatap orang-orang yang meriasnya dengan tatapan dinginnya.



Senyum di wajah Aleta sudah tidak terlihat setelah beberapa hari ini, semua itu karena Faris yang sama sekali tidak perduli padanya. Dan karena sifat Faris yang seperti itu, membuat Aleta jadi meragukan kesungguhannya.


Aleta sangat bersedih di hari bahagianya itu, selain karena Faris, dia juga bersedih karena mengingat ke dua orang tuanya yang sudah pergi meninggalkan dia. Aleta mempunyai keinginan seperti para gadis lainnya, yang menginginkan kehadiran orang tua di sampingnya di saat dia mengikat janji suci dengan pendamping hidupnya.


Jangankan orang tua, kerabat Aleta satupun tidak ada yang hadir di situ, dan itu yang membuat Aleta sangat sedih sampai air matanya tidak bisa untuk tertahan lagi.


Perias yang melihatnya sedang menangis sampai terisak, segera mendekatinya dan menenangkannya walaupun perias itu tidak tahu apa yang menyebabkan Aleta bersedih seperti itu.


"Mba Aleta kanapa,,? Tanya perias itu setelah duduk di hadapan Aleta.


Dan Aleta yang mendengar pertanyaan dari perias itu, jadi tambah menangis sambil memeluk perias itu, Aleta sangat bersedih karena dia merasa benar-benar sebatang kara, dangan suara yang bergetar Aleta berkata-kata sambil terus memeluk wanita yang umurnya sedikit di atasnya.

__ADS_1


"Aku tidak punya siapa-siapa di hari penting ini,, orang tuaku tidak ada di sampingku untuk mendapingiku. Kata Aleta sambil terisak.


"Memangnya orang tua mba Aleta ada di mana,,? Kalau mereka ngga sempat hadir, mba Aleta kan bisa menelfon mereka. Kata perias itu.


"Mereka sudah di panggil Tuhan sejak aku masih kecil, dan saat ini aku sangat merindukan dan membutuhkan kehadiran mereka. Hiks,,,,hiks,,,,,,hiks. Jawab Aleta setelah melepaskan pelukannya dari perias itu.


Dan perias yang bernama Ririn itu bersama dua orang rekannya yang ada di situ, ikut bersedih mendengar cerita Aleta. Dan tampa mereka sadari, Alira sedang berdiri di depan pintu kamar dan mendengar semuanya.


Alira yang mendengar curahan hati Aleta yang begitu memilukan membuatnya langsung meneteskan air mata, dia tidak bisa membayangkan penderitaan dan kesedihan yang di pendam dan di tanggung Aleta selama ini.


Tanpa berkata apa-apa Alira langsung melangkah mendekati Aleta dan langsung memeluk Aleta dengan penuh kasih sayang, Aleta yang terkejut dengan kedatangan mama mertuanya itu, segera membalas pelukan mama mertuanya itu sambil terus terisak.


"Sayang,, kamu ngga boleh bersedih seperti ini, karena mama akan menggantikan mama kamu hari ini dan selamanya. Kata Alira sambil mengecup pucuk kepala Aleta.


"Jangan menangis lagi ya,,! Tu lihat make up kamu sudah berantakan,,! Kata Alira sambil menghapus air mata Aleta dengan tisu yang ada di tangannya.


Di saat mereka baru selesai merapikan make-up Aleta juga Alira yang sedikit berantakan tadi, tiba-tiba Refan dan Meymey datang nenemui mereka dan berkata.


"Lir,, kamu di suruh kebawa sekarang juga,,! Kata Refan.


"Tapi siapa yang akan dampingi Aleta,,? Tanya Alira.


"Aku sama Refan yang akan mendampinginya. Jawab Meymey sambil menatap Aleta dengan senyum manis yang terpancar dari wajahnya.

__ADS_1


Setelah Aleta sudah siap, tanpa menunggu lama Refan dan Meymey langsung menggandeng tangannya dan segera melangkag ke tempat pelaksanaan ijab kabul. Hari itu Aleta terlihat sangar cantik dengan gaun putih dan riasan yang tidak terlalu berlebihan.


Acara pernikahan Faris dan Aleta di laksanakan di tempat kediaman Fahri, karena rumah Fahri itu tidak kalah mewahnya dengan hotel-hotel berbintang.


Aleta menuruni tangga dengan begitu anggunnya, dan semua yang ada di situ langsung menatapnya karena Aleta terlihat seperti Ratu-Ratu istana yang begitu anggun dan jelita.


Faris yang melihat calon istrinya langsung terhipnotis, tanpa berkedip Faris menatap wanitanya yang sedang di dampingi om dan tantenya itu, sedangkan Aleta yang sedang melangkah bersama om dan tantenya menuju tempat pelaksanaan ijab kabul, langsung gugup di saat tatapannya tertuju kepada laki-laki tampan yang juga sedang menatapnya dari arah sana.


Sampainya di samping Faris, Refan dan Meymey langsung membantu Aleta untuk duduk di samping Faris, sedangkan Faris dia juga ikut membantu memegang tangan Aleta untuk duduk.


Dan setelah semuanya sudah siap, tanpa menunggu lama acara pun di mulai, dan hanya dalam waktu beberapa menit tiba-tiba suara para saksi yang mengucapkan kata "sah" terdengar dengan begitu jelas.


Semua yang ada di situ bertepuk tangan karena Faris dan Aleta telah sah menjadi sepasang suami istri. Selesai ijab kabul, Aleta langsung mencium tangan Faris dan Faris mencium kening Aleta.


Aleta yang masih kesal dengan sikap Faris selama beberapa hari ini hanya memasang tampang dinginnya kepada Faris, tapi tiba-tiba matanya langsung berair di saat Faris mencium keningnya dan membisikan sesuatu di telinganya.


"Aku sangat mencintaimu,,! Dan aku janji akan membahagiakanmu seumur hidupku. Bisik Faris di telinga Aleta yang membuat Aleta jadi terharu.


Setelah membisikan itu, Faris langsung menatap Aleta sambil memasang senyum manis yang membuat ketampanannya makin terlihat sempurnah, sedangkan Aleta, dia juga menatap Faris dengan mata yang sudah sangat basah.


Faris yang sedang menatap Aleta semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Aleta, dan Aleta yang menyadari tujuan Faris langsung memejamkan matanya.


__ADS_1


Tapi belum sempat Faris berhasil mencium Aleta, para tamu langsung bersorak sambil bertepuk tangan dengan hebohnya, dan itu membuat Aleta langsung memalingkan mukanya dari Faris sambil tersenyum, sedangkan Faris juga ikut tersenyum sambil menempelkan hidungnya di kening Aleta.



__ADS_2