
Dua hari berlalu, Faris dan Aleta sudah pindah ke rumah mereka, yang berada tepat di samping rumah Orang Tua Faris. Aleta yang sedang merapikan barang-barang mereka di kamar, dan di temani Melda
juga Almira, sangat merasa bingung dengan keluarga suaminya itu, karena tidak ada di antara mereka yang menempati rumah sederhana.
Dari Opa Indra, Papa Fahri, Om Refan, dan sekarang Faris, mereka semua memiliki hunian yang sangat mewah, apalagi di kawasan tempat tinggal mereka itu, tempat tinggalnya orang-orang kaya juga elit, jadi tidak ada rumah sederhana yang terdapat di area itu.
Sedangkan Faris, dia sedang mengobrol bersama keluarganya di lantai bawah, setelah semua barang-barang sudah di letakan dengan rapi di tempat masing-masing, oleh beberapa orang suruhannya.
"Ris, kapan kamu ke Amerika untuk perjalanan bisnis,,?" Tanya Opa Indra.
"Minggu depan Opa,," jawab Faris sambil menatap Opanya.
"Trus Aletanya juga ikut,,?" Tanya Oma Rita.
"Rencananya si gitu, tapi kayanya ngga bisa, soalnya ada beberapa mata kuliah, yang harus dia selesaikan,," jawab Faris.
"Ya sudah, kalau gitu Aleta nanti nginap di rumah Oma aja ya,,?" Kata Oma Rita bersemangat.
"Ngga bisa Ma,, kalau Aleta di rumah Mama, nanti Almira juga mau ikut,," kata Fahri.
"Iya Ma,," sambung Alira.
"Ya udaah, Mama lebih suka kalau mereka berdua tinggal di rumah Mama, selama Faris ngga ada,," jawab Oma Rita.
"Sekalian sama Melda, ya Fan,,? Karena kalau mereka
ke rumah Mama, pasti Melda juga ikut,," kata Oma Rita sambil tersenyum bahagia.
__ADS_1
Begitulah Oma Rita, mungkin karena merasa kesepian, sehingga dia selalu mencari cara, untuk bisa membawa cucu-cucunya untuk menginap di rumahnya, walaupun sesekali caranya terkesan memaksa, dan Melda juga Almira sangat gembira, kalau menginap di rumah Oma mereka itu, sebab semua yang merek inginkan, pasti akan di turuti sama Oma dan Opa mereka itu.
"Fa, Fan, mau ya,,?" Pinta Oma Rita kepada Refan dan Fahri.
Tapi Fahri juga Refan malah pura-pura tidak mendengar apa yang di katakan Oma Rita, dan itu membuat Oma Rita merasa sangat kesal, sedangkan Opa Indra, Alira, Meymey juga Faris, hanya tersenyum melihat ekspresi Oma Rita, yang seperti Singa lapar, yang sudah siap menerkam ke dua putranya itu.
Oma Rita menganggap Refan, seperti putranya sendiri bukan keponakan, apalagi sejak kepergian Orang Tua Refan, Oma Rita yang mengurus Refan sampai saat ini. karena merasa di cuekin, tanpa menunggu lama Oma Rita langsung mengambil tasnya, dan memukul kepala Fahri juga Refan sambil berkata.
"Dasar anak-anak kurang ajaaar,,! Kalian ngga dengar apa yang Mama katakan haaaaa,,!" Kata Oma Rita.
Fahri dan Refan yang sudah sangat tahu dengan sikap Mama Mereka itu hanya tersenyum, dan di saat Refan hendak mengatakan sesuatu, Oma Rita sudah menjewer telinganya yang membuat Refan, langsung berteriak minta ampun.
"Dasaaar,, anak nakaaaaal,,!" Kata Oma Rita sambil menjewer telinga Refan.
"Aduh Ma ampun Maa,, sakit Maaaa,,!" Teriak Refan sambil berusaha melepaskan tangan Oma Rita dari daun telinganya.
Dan itu membuat yang lain jadi tertawa terbahak-bahak, terutama Aleta, Melda juga Almira yang baru saja menuruni tangga. Sedangkan Fahri, karena melihat telinga Mas nya di jewer, dia langsung cepat-cepat menghindar ke sofa sebelah.
"Iya,, hahahahahaha,, lucu bangat, Om sudah seperti anak SD,," sambung Almira.
Sedangkan Aleta yang sudah melangkah dan duduk di samping suaminya, juga tertawa sambil menatap pemandangan yang penuh kebahagian itu.
"Mama apa-apaan sih,,? Lihat tu cucu-cucu Mama menertawakan aku,," kata Refan sambil menatap Oma Rita, dengan kening yang berkerut dan mengusap-ngusap telinganya yang tadi di jewer.
"Makannya,, Kamu sama Fahri itu, jangan pelit-pelit kasih anak kalian nginap di rumah Mama,,!" Kata Oma Rita.
"Melda, Almira, Aleta,, kalian ngga boleh ya nginap di rumah Oma,,!" Kata Refan sambil mengedipkan mata kepada Melda, Aleta juga Almira yang sudah duduk bersama Faris.
__ADS_1
Mendengar kata-kata Refan barusan, membuat Oma Rita hendak kembali menjewer teling Refan, tapi dengan gerakan cepat, Refan langsung melingkarkan tangannya di perut Oma Rita, dan menariknya sehingga membuat Oma Rita, langsung terjatuh dan terduduk di atas pangkuannya.
Semua yang melihat mereka kembali tertawa terbahak-bahak, sedangkan Oma Rita yang sudah duduk di pangkuan Refan, tidak bisa berbuat apa-apa, karena Refan sudah memeluk sambil memegang erat kedua tangannya.
Refan pun ikut tertawa melihat tingkah Oma Rita, sambil tertawa, Refan mengecup pipi Mamanya itu berulang-ulang, yang membuat Oma Rita langsung tersenyum sambil berkata.
"Fan,, kamu sayang ngga sama Mama,,?" Tanya Oma Rita sambil memalingkan wajahnya menatap Refan.
"Mama adalah cinta pertamaku, dan aku akan menyayangimu selamanya,," jawab Refan.
"Jadi hanya Mama doang,,?" Kata Opa Indra.
"Yaaa,, Mama sama Papa doong,," jawab Refan yang membuat mereka semua tersenyum.
Ke dua orang tua Fahri tidak pernah, memilih kasih antara Fahri dan Refan juga anak-anak mereka, dan itu membuat Refan tidak pernah, merasa canggung dengan Om dan Tantenya, yang sudah dia panggil dengan sebutan Mama dan Papa sejak lama, hanya istrinya Meymey saja, yang sesekali masih salah memanggil Oma Rita dan Opa Indra, dengan sebutan Tante juga Om, dan Refan tidak menyukainya, begitupun dengan Oma Rita juga Opa Indra.
"Kalau gitu, kamu mau ngga kasih Mama sama Papa sesuatu,,?" Kata Oma Rita setelah berdiri dari pangkuan Refan, dan duduk di sampingnya.
"Memangnya Mama mau minta apa,,?" Tanya Refan sambil menatap Mamanya.
"Mama mau minta anak lagi dari kamu sama Fahri,," jawab Oma Rita yang membuat Refan dan Fahri, langsung menatapnya dengan mata yang terbuka lebar sambil berkata.
"Apaaa,,? Anak,,? Ngga mungkin Ma, aku ini sudah punya anak gadis, jadi udah ngga pantas punya anak bayi,,!" Kata Refan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Apa lagi aku,,? Mama kalau minta jangan aneh-aneh,," Sambung Fahri.
Mendengar perkataan Fahri dan Refan barusan, membuat Oma Rita, Opa Indra, dan yang lainnya langsung tertawa, apalagi ekspresi Fahri juga Refan terlihat sangat lucu.
"Ya sudah, kalau kalian ngga mau kasih aku cucu lagi,
__ADS_1
kalau gitu kalian ngga boleh menolak, kalau Mama bawah anak-anak kalian ke rumah Mama,," kata Oma Rita sambil menatap Refan juga Fahri bergantian.
Sedangkan Aleta yang sejak tadi tidak berkata apa-apa, hanya tersenyum karena dia merasa sangat merasa bangga, dengan keluarga yang mempunyai kehangatan sebesar itu, karena kebanyakan, keluarga kaya raya seperti mereka, jarang ada kehangatan dan perhatian seperti itu. Aleta sangat bahagia berada di tengah-tengah keluarga suaminya itu.