CINTA DI DALAM PERJODOHAN 2

CINTA DI DALAM PERJODOHAN 2
Bab 37. Hari pertama ke Kampus.


__ADS_3

Selesai berpakaian, Aleta langsung turun ke dapur membantu para bibi menyiapkan sarapan di atas meja, dan setelah sarapan sudah di siapkan, Aleta melangkah menuju ruang keluarga memanggil para keluarga besarnya untuk sarapan. Semua anggota keluarga suaminya sangat bangga dengan Aleta yang begitu rajin, walaupun dia memiliki wajah cantik dan sekarang sudah menjadi menantu keluarga terpandang, tapi dia tidak pernah merasa lebih di depan para bibi yang bekerja di rumah besar itu.


Setelah itu Aleta kembali melangkah menuju tangga hendak memanggil suaminya, tapi belum sempat dia menaiki tangga, Faris sudah turun dari atas dengan langkah buru-buru sambil berkata.


"Sayang,, aku ngga bisa antar kamu ke Kampus, kamu sama Melda di antar supir saja ya,,? Soalnya ada pekerjaan yang harus aku selesaikan. Kata Faris dan Aleta hanya mengangguk.


Selesai menyalami Aleta dan anggota keluarganya yang lain, Faris langsung pergi karena dia sudah di tunggu di kantornya. Faris yang sudah bertanggung jawab sepenuhnya di perusahan cabang milik keluarganya itu, tidak ada waktu untuk bermain-main lagi, apalagi dengan statusnya sekarang sebagai wakil Direktur.


Sedangkan papanya menangani perusahan pusat yang milik keluarga tapi sudah di atas namakan papanya Fahri, semua perusahan itu milik keluarga, tapi kamajuan dan kesuksesannya itu berkat kerja keras Fahri, dan serkarang sudah di bantu oleh anaknya Faris juga Refan.


Mereka semua sarapan bersama-sama, yang tidak ada di situ hanyalah Fahri, Refan juga Faris, karena Fahri dan Refan sudah berangkat sejak tadi. Selesai srapan, Aleta dan Melda juga Almira langsung di antar supir pribadi mereka, sedangkan yang lainnya sedang bersiap-siap untuk pulang ke rumah masing-masing, termasuk orang tua Alira yang akan pulang pagi itu ke Bandung.


Hari itu hari pertama Aleta masuk ke Kampus ternama itu menjadi Mahasiswi semester 4, kebetulan jurusan yang dia ambil sama seperti Melda yaitu jurusan sekretaris, karena cita-cita Aleta adalah menjadi sekretaris di sebuah perusahan besar.


Sebenarnya Aleta sudah ketinggalan banyak mata kuliah, karena kenaikan semester sudah dari dua bulan yang lalu, dan tinggal empat bulan lagi sudah memasuki semester lima, tapi karena papa mertunya


adalah donatur terbesar di Kampus itu, membuat semuanya bisa teratasi dengan mudah.


Sampainya di depan Kampus besar itu, Aleta dan Melda langsung turun, sedangkan Almira sudah di turunkan di sekolahnya, karena letak sekolah Almira lebih dekat dari Kampus itu.


Aleta melangkah masuk ke gedung Kampus itu sambil menggenggam tangan Melda saudara ipar sekaligus sahabatnya itu, semua mata tertuju kepada mereka, krena hari itu Aleta terlihat sangat cantik dan menarik dengan pakaian yang dia pakai, juga riasan wajah yang tidak terlalu berlebihan, sehingga membuat dia terlihat sangat natural.

__ADS_1



Kebanyakan orang di Kampus itu sudah tahu, kalau wanita yang bergandengan tangan dengan Melda itu adalah istri dari laki-laki yang menjadi idola para kaum hawa di Kampus itu, karen pernikahan Faris dan Aleta masih hangat di beritakan di berbagai acara tv, begitulah kehidupan keluarga Faris yang selalu menjadi sorotan.


Bukan hanya para Mahasiswi yang tergila-gila dengan Faris, tapi Dosen-Dosen wanita yang masih lajang juga sangat mengidolakan Faris, dan bukan hanya itu saja, kebanyakan anak dari pengusaha lain, model juga artis sangat menginginkan Faris, tapi Faris tidak pernah melirik mereka sama sekali, dan sifat Faris itu membuat para wanita semakin penasaran padanya.


Semua wanita yang selalu menghayal tentang Faris, sangat merasa irih dengan Aleta yang dengan mudahnya bisa memiliki laki-laki dingin itu, sedangkan mereka selalu di tolak bahkan tidak di lirik oleh Faris biar sedikit pun.


Kecantikan Aleta mencuri pandang semua laki-laki yang ada di situ, termasuk teman-teman satu ruangan Faris, mereka menatap Aleta sambil berkata-kata mengagumi kecantikan dan kesempurnaan Aleta.


"Bagaimana es balok itu ngga cair kalau wanitanya se hot itu. Kata salah seorang pria yang satu ruangan dengan Faris yang sama-sama mengambil S2.


Kebanyakan para laki-laki memuji kecantikan Aleta, sedangkan para wanita-wnita halu, mereka malah menatap Aleta dengan tatapan sinisnya. Dan tatapan para wanita halu itu membuat Aleta jadi bingung, karena Aleta belum tahu kalau suaminya itu, ternyata sangat di idolakan di Kampus itu, bahkan membuat banyak para wanita hampir mati penasaran.


Selain bingung, Aleta juga merasa kurang nyaman dengan tatapan sinis dari para wanita yang ada di situ, dan Melda yang menyadarinya hanya tersenyum sambil berkata.


"Santai aja Tuan Putri,, mereka seperti itu karena mereka irih dengan kecantikan dan kesempurnaanmu. Kata Melda sedikit keras dan membuat para wanita itu semakin geram.


"Mel,, apa-apaan sih kamu,,? Kata Aleta.


"Iya benar kakak iparku sayang, mereka itu ngga ada apa-apa di banding kamu,,! Jadi ngga usah hiraukan mereka,,! Tambah Melda.

__ADS_1


Kata-kata Melda barusan membuat para wanita-wanita halu itu sangat kesal, tapi mereka tidak bisa berkata apa-apa, karena di Kampus itu tidak ada yang berani menentang keluarga Faris. Apalagi Melda dia orang yang sangat cerewet, dan tidak sungkan-sungkan mengatakan apa yang ingin dia katakan. Dan di saat mereka sedang melangkah, tiba-tiba ada yang memanggil Melda dari arah sana.


"Hay Mel,,! Sapa seorang wanita yang sedang berdiri bersama tiga orang wanita lainnya bersama pasangan-pasangan mereka, dan mereka semua adalah teman satu ruangan Melda juga teman dekat Melda.


"Hay Din,,! Sapa balik Melda kepada sahabatnya yang bernama Andin, sambil menarik tangan Aleta menghampiri mereka.


"Kakak ipar kamu ya Mel,,? Tanya Ayu sahabat Melda yang lainnya.


"Iya say,,! Kenalin ini kakak ipar ku kalau di rumah, kalau di Kampus dia sahabat kita,,! Kata Melda dengan tingkah genitnya.


"Kenalin,,! Aku Andin, dan ini Ayu, Cika, Mia, Fino, Doni, Amar dan Rey. Kata Andin memperkenalkan diri juga teman-temannya kepada Aleta.


"Aleta,,! Jawab Aleta sambil menyalami teman-teman Melda yang sekarang sudah menjadi teman-temannya.


"Aleta Permana lebih jelasnya. Kata Melda sambil melirik ke arah wanita-wanita halu yang masih terus menatap mereka, dan tingkah Melda itu membuat taman-temannya langsung tersenyum.


"Iya benar,, Aleta kan istri dari Tuan Muda Permana,,! Kata Andin tidak mau kalah.


"Iya,,iya,, Aleta Permana. Sambung Miya, Cika dan Ayu..


Begitulah Melda dan teman-temannya,, Mereka adalah sekelompok yang heboh. Melda sangat cerewet tapi dia mempunyai hati yang sangat baik, dia tidak memilih-milih teman, semua teman-teman dekatnya itu dari kerluarga yang sangat sederhana, dan Melda selalu membantu mereka di saat mereka membutuhkan bantuannya.

__ADS_1


__ADS_2