CINTA DI DALAM PERJODOHAN 2

CINTA DI DALAM PERJODOHAN 2
Bab 70. Ekspresi Faris Yang Aneh.


__ADS_3

Aleta terkulai lemas di samping Faris dengan mata yang terpejam. Dan Faris yang melihatnya jadi kasihan dan merasa bersalah, atas apa yang sudah dia lakukan pada istrinya itu. Apalagi tadi di saat mereka sedang bertempur, Aleta merengek agar Faris cepat menghentikan semuanya, karena dia sudah merasa sangat kesakitan.


Faris yang sudah duduk di samping Aleta, hanya bisa menatap wajah lesuh istrinya tanpa bisa berkata apa-apa. Faris tidak tahu harus bagaimana,,? Dia tidak ingin menyakiti fisik istrinya, tapi dia juga tidak sanggup menyakiti hati istrinya, kalau sampai dia mencari pelampiasan di luar sana. Dan dia yakin, kalau dia tidak akan pernah bisa melakukan itu.


Setelah beberapa menit duduk termenung memikirkan semuanya, Faris kemudian berfikir untuk membersihkan dirinya, juga Aleta di dalam kamar mandi. Dengan segera Faris turun dari tempat tidur, dan memakai celana pendeknya. Kemudia dia mendekat ke arah Aleta dan berkata.


"Al,, ayo kita mandi,," ajak Faris sambil meraih tangan Aleta.


"Aku mandinya sebentar aja Mas,," jawab Aleta.


"Ya udah, kalau gitu aku bersikan punya kamu pakai tisu basah ya,," kata Faris.


"Jangan Mas,, tisu basah kan ada alkoholnya, nanti kalau kena luka, makin perih,," jawab Aleta.


Akhirnya, tanpa berkata apa-apa, Faris langsung melangkah masuk ke dalam kamar mandi. Kemudian dia kembali keluar dan menggendong Aleta, masuk ke dalam kamar mandi.


Ternyata Faris masuk ke dalam kamar mandi tadi, untuk mengisi bathup dengan air hangat. Aleta yang berada dalam gendongan suaminya, hanya terdiam tanpa protes ataupun bertanya.


Sampainya di dalam kamar mandi, Faris dengan hati-hati meletakan Aleta ke dalam bathup, yang sudah terisi dengan air hangat. Kemudian Faris bergegas menuju ke bawah shower sambil berkata.


"Kamu harus mandi dan bersiap-siap, karena pukul 8 nanti, kita akan pindah ke apartemen. Soalnya, kamar hotel ini terlalu sempit untuk kita berdua,," kata Faris.


"Iya Mas,," jawab Aleta dan mulai membersihkan badannya.


Faris pun mulai menyalakan shower untuk membasahi seluruh badannya. Tapi di saat Faris mulai menggosok badannya dengan sabun, tiba-tiba dia di kagetkan dengan suara teriakan Aleta. Dengan segera Faris langsung berbalik menghadap Aleta, dan dia begitu kaget di saat melihat Aleta memejamkan mata, seperti sedang menahan sakit. Dan Faris pun segera melangkah mendekati Aleta, kemudian berjongkok di samping Aleta dan bertanya.


"Ada apa,,? Kamu kenapa,,?" Tanya Faris.


"Perih bangaat Maas,," jawab Aleta dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Mana yang sakit,,? Coba Mas lihat,,!" Kata Faris sambil meraih pundak Aleta.

__ADS_1


Dengan begitu polosnya, Aleta segera berdiri dan menghadap Faris yang masih saja berjongkok. Kemudian tanpa ada rasa malu, dia segera menunjukan bagian bagian yang sakit itu. Faris yang melihat apa yang di tunjukan Aleta, jadi kaget sampai matanya terbelalak. Tapi tiba-tiba Faris pun tersenyum sambil berkata.


"Itu biasa,, nanti juga sembuh,," kata Faris sambil mengangkat mukanya menatap Aleta.


"Biasa,,? Berarti Mas udah pernah lihat yang kaya gini,,?" Tanya Aleta sambil memasang wajah cemberutnya.


"Iya sering,," jawab Faris santai tapi membuat Aleta langsung naik darah.


"Apaaa,,? Sering,,?" Teriak Aleta sambil menatap tajam ke arah Faris, yang masih tetap berjongkok di bawah sana.


"Iya sering lihat yang inii,, lagian ini bukan yang pertama kan,,?" Kata Faris yang membuat Aleta kembali tersenyum, sambil mengusap-ngusap rambut Faris.


"Kamu masih punya salapnya kan,,? Setelah ini pakai salap,,! Nanti juga akan sembuh,," kata Faris dan langsung mengecup sesuatu yang ada tepat di hadapannya itu, dengan kecupan yang begitu mesra, dan membuat bulu kuduk Aleta langsung berdiri.


Setelah itu Faris langsung bangkit dan melangkah kembali ke bawa shower. Kemudian dia melanjutkan kegiatannya yang tadi sempat tertunda. Tapi seketika dia kaget, karena Aleta sudah memeluknya dari arah belakang, sambil memanggilnya dengan suara yang begitu manja.


"Maaas,," suara Aleta memanggil Faris.


Selesai mandi, Aleta dan Faris langsung buru-buru bersiap-siap. Setelah sudah rapi, mereka berdua langsung meninggalkan hotel berbintang itu, menuju apartemen Faris yang letaknya tidak terlalu jauh, dari hotel tempatnya menginap.


Sampainya di apartemen, Aleta begitu terkagum-kagum melihat apartemen suaminya, yang begitu besar dan mewah. Di lain sisi Aleta pun bingung, karena suaminya lebih memilih menginap di hotel, padahal dia punya apartemen semewah itu. Dan karena penasaran, Aleta pun bertanya.


"Maas,, kenapa kemarin kamu ngga nginap saja di apartemen,,?" Tanya Aleta.


"Karena ada yang sewa,, dan mereka baru keluar kemarin,," jawab Faris.


"Ooooo gitu,," kata Aleta.


"Ya sudah,, Mas pergi dulu ya,, Kamu istirahat aja di sini,,! Jangan lupa olesin salap buat itu,,! Soalnya sebentar malam kita mau ke acara." Kata Faris dan Aleta hanya mengangguk, sambil tersenyum menatap suaminya.


__ADS_1


Setelah itu faris langsung bergegas pergi ke tempat pertemuannya, dengan rekan-rekan bisnisnya. Mereka mengadakan pertemuan di salah satu hotel berbintang, dan hotel itu sudah mereka sewa untuk acara besar nanti malam.


Dengan wajah yang segar dan penuh semangat, Faris melangkah masuk menemui yang lainnya yang sudah menunggu kedatangannya, sejak beberapa menit yang lalu, termasuk asistennya.


Semua yang melihat kedatangan Faris, jadi bingung dengan ekspresi Faris yang berbeda. Karena beberapa hari ini, Faris terlihat sangat lesuh dan tidak bersemangat. Tapi hari ini, dia terlihat begitu bugar dan lebih bersemangat.


Fais yang di tatap oleh semua rekan bisnisnya juga asistennya, dengan tatapan yang tidak biasanya, merasa sedikit bingung dan aneh. Tapi Faris tetap bersikap santai, sambil melangkah menghampiri rekan-rekan bisnisnya juga asistennya, yang sudah duduk di tempat mereka masing-masing.



Kesuksesan Faris mengalahkan semua rekan bisnisnya yang ada di situ, dan dia yang paling berperan penting di dalam kerja sama mereka, karena dia yang memiliki saham paling besar. Dalam kerja sama dan bisnis mereka, Faris memiliki saham lima pulu persen dari seratus persen, dan sisanya, milik yang lainnya.


Faris yang sudah duduk tepat di samping asistennya, masih tetap merasa bingung, karena semua yang ada di situ masih saja menatapnya dengan tatapan yang aneh. Bahkan ada yang saling berbisik sambil meliriknya. Karena merasa penasaran, akhirnya Faris pun membuka suara.


"Ada apa,,? Kalian ko menatapku kaya gitu,,? Ada yang salah dengan penampilanku,,?" Tanya Faris sambil menatap mereka semua bergantian.


"Ngga,, kamu tu selalu keren, tapi kita tu bingung dengan ekspresi kamu, hari ini kamu tu terlihat segar dan bersemangat sekali. Beda dengan beberapa hari kemarin,," jawab salah satu rekan bisnis Faris.


"Iya benar, kamu hari ini beda bangat,," sambung rekan bisnisnya yang lain.


"Bagaimana ngga beda, istrinya sudah di sini. Laki-laki mana pun pasti akan bersemangat, kalau ada wanita secantik bidadari di sampingnya." Sambung asistennya.


Mendengar apa yang di katakan asisten Faris, membuat beberapa wanita lajang, yang juga menjadi rekan bisnis Faris jadi berekspresi aneh. Karena setiap wanita yang melihat Faris, pasti langsung jatuh hati. Dan para rekan bisnis laki-laki jadi penasaran ingin melihat kecantikan istrinya Faris.


"Bro,, secantik apa si istrimu,,?" Tanya sala satu rekan bisnis Faris.


Faris tidak menjawab apa-apa, dia hanya tersenyum menanggapi pertanyaan dari rekan bisnisnya itu. Dan asisten Faris yang tidak bisa diam kembali bersuara.


"Istrinya tu seperti bidadari, wanita yang paling cantik yang pernah aku lihat hanya ada tiga orang, dan mereka adalah istri Faris, Mamanya Faris dan Mama aku, sepupu Mamanya Faris. Kecantikan mereka itu kebangatan,," jawab asisten Faris dengan gaya gemulainya.


Asisten Faris yang biasa di panggil Boy itu, tidak pernah bisa diam. Selain itu gayanya sangat gemulai seperti perempuan, tapi dia sangat cerdas dan lincah dalam menjalankan tugasnya. Dan itu yang membuat Faris betah selama bertahun-tahun dengannya.

__ADS_1


Boy adalah anak panti yang di asuh oleh Tante Faris, yang sekarang menjadi secrestaris Faris. Tante Faris itu tidak pernah menikah, dan dia tidak ingin menikah, karena umurnya sudah tidak muda lagi.


__ADS_2