CINTA DI DALAM PERJODOHAN 2

CINTA DI DALAM PERJODOHAN 2
Bab 58. Kelemahan Aleta.


__ADS_3

Faris sangat kesal dengan Aleta yang tidak mau mengikuti keinginannya, dia melangkah keluar dari kamar dan memilih pergi ke mini bar yang terdapat di


lantai tiga. Sampinya di mini bar, Faris mengambil minuman Om Daniel yang kebetulan ada di situ dan meminumnya, Faris berada di mini bar hampir dua jam, dan dia sudah menghabiskan beberpa botol minuman. Sedangkan Aleta yang berada di dalam kamar, sedang menangis sambil memikirkan apa yang harus dia lakukan, untuk mengatasi masalah dalam rumah tangganya itu.


Faris meminum beberapa botol minuman itu sampai dia benar-benar mabuk, kemudian dia memilih untuk kembali ke kamar, Faris membuka pintu kamar, dan dia melihat Aleta sudah terlelap dengan penampilan yang begitu seksi. Dres pendek yang sering Aleta pakai untuk tidur, sudah naik ke atas melewati pinggangnya, dan itu membuat Faris jadi terpana.


Dengan langkah perlahan-lahan, Faris mendekat ke arah tempat tidur, nafasnya semakin memburu, di saat dia sudah berada di samping tempat tidur. Faris melihat tubuh Aleta dari batas pinggang, sampai ke kaki dengan begitu jelas, apalagi saat itu Aleta mengenakan cd yang begitu transparan. Faris benar-benar tidak bisa untuk mengendlikan libidonya lagi, dengan wajah yang semakin memerah, Faris menatap Aleta dari kepala sampai kaki, dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.



Karena sudah tidak bisa menahan diri lagi, akhirnya Faris melucuti semua pakaiannya, dan naik ke atas tempat tidur, setelah sudah berlutut di bawah kaki Aleta yang masih saja terlelap, tanpa menunggu lama, dia langsung menarik cd Aleta dengan begitu kencangnya, sampai terlepas dari tubuh Aleta, dan apa yang Faris lakukan itu, membuat Aleta seketika jadi kaget, dan menatap Faris dengan mata terbelalak sambil berkata.


"Maaaas,, apa yang kamu lakukan,,? Mengapa kamu merobek cd ku,,?" Tanya Aleta sedikit berteriak saking kagetnya, tapi Faris tidak sama sekali menjawabnya.


Aleta yang melihat tampang suaminya jadi ketakutan,


karena tatapan Faris begitu tajam padanya, dan di saat dia mau bangun, Faris dengan cepat langsung menindihnya, dan menciumnya dengan ciuman yang begitu buas dan berhasrat, sampai-sampai Aleta hampir kehabisan nafas.


Aleta berusaha untuk mendorong tubuh kekar suaminya, yang sudah semakin menggila itu, tapi semakin dia mendorong, Faris semakin menggila menjelajahi tubuhnya dengan ciuman, dan di saat wajah Faris tenggelam di bawah sana, Aleta yang tadinya merontak, dan berusaha melepaskan diri dari suaminya, tiba-tiba jadi terpengaruh dengan permainan Faris.

__ADS_1


Aleta mendesah dengan begitu kencangnya, sambil menekan kepala Faris di bawah sana, dan Faris yang sudah sangat tahu kelemahan istri cantiknya itu, langsung tersenyum penuh kemenangan.


Hampir dua jam Faris berpacu dengan segala macam gaya, dan akhirnya, dia pun tumbang di samping Aleta. Sambil memejamkan mata, senyum kepuasan terpancar dari wajah Faris, dan Aleta yang melihat itu, kembali merasa malu pada dirinya sendiri, yang begitu agresif di atas tempat tidur.


Faris yang sudah di bawah pengaruh minuman yang tadi dia minum, tidak membutuhkan waktu lama untuk masuk ke dalam alam mimpinya, dia telelap tanpa mengenakan sehelai benangpun, dan Aleta yang terasa remuk seluruh badannya, juga memilih untuk langsung tidur, setelah membersihkan bagian bawahnya, juga bagian bawah Faris dengan tisu, yang terletak di atas meja samping tempat tidur mereka.


Di saat tadi mereka bertempur, Aleta sempat menangis, karena dia merasakan sakit yang di sebabkan suaminya, yang melakukannya dengan begitu bertenaga. Tapi setelah melihat wajah Faris, yang terlelap seperti anak kecil tanpa dosa di sampingnya, Aleta langsung memeluk sosok tampan itu sambil tersenyum, kemudian memejamkn mata.



Pukul 5:30, Aleta sudah terbangun, sedangkan Faris masih terlelap di sampingnya. Setelah melihat jam di ponselnya, Aleta langsung turun dari tempat tidur, kemudian melangkah ke dalam kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya.


Selesai mandi dan berpakaian santai, Aleta langsung melangkah keluar dari kamar, menuju dapur yang terletak di lantai bawah, dan sampainya di dapur, dia langsung memulai aktifitas paginya, membuatkan sarapan untuk dia dan Faris.


Sambil mencakar-cakar rambutnya, Faris melangkah masuk ke dalam kamar mandi, dan di saat dia keluar dari kamar mandi, dia melihat istri cantiknya sedang berdandan di depan meja rias. Faris ingin sekali bersuara, namun dia kembali mengurungkan niatnya, karena mengingat kelakuannya semalam, begitupun dengan Aleta, yang malu atas dirinya yang begitu agresif, setiap kali mereka melakukan itu.


Tanpa berkata apa-apa, Faris melangkah ke samping tempat tidur, kemudian dia langsung mengenakan pakaian, yang sudah di siapkan Aleta di atas tempat tidur, yang sudah sangat rapi dan harum. Selesai berdandandan, Aleta langsung berdiri menghadap cermin besar, yang ada di hadapannya sambil berkata.


"Sarapannya sudah siap,," kata Aleta tanpa menatap Faris.

__ADS_1


Faris tidak menjawab apa-apa, tapi dia segera melangkah menghampiri Aleta, dan langsung memeluk Aleta dari arah belakang, dan menatap ke arah cermin melihat bayangan wanita cantiknya, di cermin besar itu yang juga sedang menatapnya.



"Maafkan aku atas semuanya,, dan aku tidak akan memaksamu untuk hamil, sampai kamu benar-benar siap,," kata Faris yang membuat Aleta langsung sadar atas keegoisannya yang begitu besar.


"Maaas,, aku sudah siap ko,, kapanpun dia datang di dalam kandunganku, aku akan siap menjadi seorang ibu,," jawab Aleta yang membuat Faris langsung mengecup pundaknya.


"Aletaa,, bukan dia, tapi mereka, aku hanya menginginkan anak kembar yang lahir dari rahimu, terima kasih karena kamu mau untuk menerima segala kekurangnku, dan siap untuk mengandung anak-anaku,," kata Faris dengan penuh perasaan sambil memejamkan matanya.



Setelah itu, Faris langsung menarik tangan Aleta dan melangkah menuju lift, Aleta yang menyadari kalau mereka akan turun ke lantai bawah menggunakan lift, langsung teringat dengan kejadian tadi malam, dengan segera, dia langsung menghentikan langkahnya dan menahan tangan Faris, dan itu membuat Faris jadi bungung. Faris berbalik menatap Aleta yang sudah mematung di belakangnya, sambil bertanya.


"Ada apa sayang,,?" Tanya Faris.


"Mas,, kita lewat tangga aja ya,," kata Aleta sambil menatap Faris dengan tatapan malu-malu.


"Memangnya kenapa,,? Bukannya kamu lebih suka menggunakan lift,,?" Tanya Faris sambil menatap Aleta dengan tatapan mencari tahu.

__ADS_1


"Iya memang,, tapi sekarang aku ingin menggunakan tangga, biar sekalian berolah raga,," jawab Aleta berbohong.


Faris yang begitu cerdas dan jenius, sudah tahu, mengapa sehingga Aleta tidak ingin menggunakan lift, tapi Faris berpura-pura bodoh, karena dia tiak mau membuat Aleta, merasa malu kalau sampai membahas masalah semalam di dalam lift.


__ADS_2