
Melihat ekspresi Faris membuat Aleta seketika jadi salah tingkah, dia tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya dia kalau Faris mendengar semua ucapannya tadi di dalam kamar mandi. Sambil menatap Faris dengan tatapan penuh curiga, Aleta langsung bertanya kepada Faris yang masih terus menatapnya sambil tersenyum.
"Sejak kapan kamu di sini,,? Tanya Aleta.
"Sejak kamu berbicara sendirian tadi di dalam kamar mandi,,! Jawab Faris dengan santainya tapi membuat Aleta hampir terkena serangan jantung.
"Apaaaaa,,? Berarti kamu dengar semuanya,,? Tanya Aleta kaget dengan wajah yang sudah mulai memerah karena malu.
"Ya dengar lah,,! Kamu fikir aku tuli,,? Jawab Faris, yang membuat Aleta langsung menutupi wajahnya, dengan ke dua tangannya sambil berteriak.
"Dasar tukang ngupiiing,,! Teriak Aleta.
"Siapa yang nguping,,? Tanya Faris yang membuat Aleta segera menurunkan tangannya, dan menatap Faris bingung.
"Trus kalau ngga nguping,, ngapain kamu di sini,,? Tanya Aleta dengan tatapan cari tahu.
"Aku ngga nguping,, tapi aku mau ngintipin kamu yang sedang mandi,,! Jawab Faris sambil tersenyum dan memainkan sebelah matanya untuk Aleta.
"Dasaar laki-laki mesuum,,! Ketus Aleta.
"Mesum sama istri sendiri kan ngga ada salahnya,,! Dan kamu juga suka kan,,? Kata Faris yang membuat Aleta semakin malu.
Karena sudah sangat malu, dengan segera Aleta langsung membuang muka dari Faris, dan hendak melangkah meninggalkan Faris, yang masih saja bersandar di samping pintu kamar mandi dengan bertelanjang dada.
Tapi belum sempat Aleta melangkah, Faris sudah menarik tangannya dan membuatnya langsung tersandar di pintu kamar mandi, Aleta yang terkejut dengan apa yang di lakukan suaminya, ingin segera pergi tapi tidak berhasil karena Faris sudah menghalanginya.
Faris berdiri di depan Aleta dengan ke dua tangannya memegang pundak Aleta, sehingga membuat Aleta tidak bisa untuk bergerak, karena tenaga Faris memang sangat kuat.
__ADS_1
"Fariiis,, Lepasin akuu,,! Aku tu harus ke kampus hari ini,,! Kata Aleta yang terdengar sedikit manja.
"Aku akan lepasin kamu kalau kamu mau memberiku jatah sekali lagi,,! Kata Faris yang membuat Aleta kaget.
"Apaaa,,? Aku ini manusia bukan robot,,! Ini aja aku jalannya susah gara-gara kerakusan kamu. Kata Aleta.
"Ya sudah kalau gitu,, tapi kamu harus menciumku,,! Karena selama ini hanya aku duluan yang mencium kamu. Kata Faris sambil menatap Aleta dengan tatapan memangsa.
"mmuuua" Kecupan Aleta di pipi Faris.
"Apa-apaan itu,,? Kamu fikir aku ini Almira,,? anak yang masi Sd,,? Protes Faris.
"Trus mau kamu gimana,,? Tanya Aleta sedikit kesal.
"Mau aku di sini,,! Jawab Faris sambil memajukan bibirnya.
"Tunggu dulu,,! Kata Faris.
"Apa lagi siiih,,? Tanya Aleta kesal.
"Mulai sekarang,, Jangan pernah kamu memanggilku dengan menyebut namaku,,! Tapi panggil aku dengan sebutan mas,,! Kata Faris dan Aleta hanya menganggukan kepalanya.
"Aku ngga mau kamu hanya mengangguk, aku ingin mendengarnya sekarang juga,,! Kata Faris sambil menatap wanita cantiknya itu.
"Iya mas ku sayang,,! Kata Aleta dengan suara manja dan tingkah yang genit.
Melihat tingkah genit Aleta, di tambah dengan keadaan Aleta yang hanya memakai handuk, untuk menutupi sebagian tubuhnya, membuat Faris sangat tidak tahan kalau hanya menatapnya.
__ADS_1
Dan dengan segera Faris yang sudah seperti orang kelaparan, langsung menarik Aleta dan mencium Aleta dengan begitu rakusnya, mata Aleta seketika terbelalak, karena dia sangat terkejut dengan apa yang di lakukan suaminya itu.
Aleta berusaha mendorong dada bidang Faris untuk menjauh, tapi ke dua tangannya malah di angkat ke atas kepalany oleh Faris, yang membuat keadaannya terlihat tambah seksi, dan itu membuat Faris semakin menggila dan tidak terkendali.
Kegilaan Faris itu membuat handuk yang menutupi sebagian tubuh Aleta sudah hampir terlepas, dan penyerangan Faris yang tanpa ampun itu membuat nafas Aleta hampir putus, akhirnya dengan segera Aleta langsung membuang mukanya ke samping sambil berkata.
"Maaas,, aku tu harus ke kampus,,! Kata Aleta sedikit berteriak dengan nafas yang sangat ngos-ngosan.
Akhirnya Faris menghentikan aksinya, dengan nafas yang sangat memburu dia memeluk Aleta dengan eratnya, sambil menyandarkan wajahnya di pundak Aleta kemudian berbisik.
"Maafkan mas sayang,, mas tidak bermaksud apa-apa, mungkin semua yang mas lakukan terlalu berlebihan, tapi percayalah, semua itu karena mas sangat mencintaimu, dan hanya kamu yang mampuh membuat mas bisa seperti ini. Kata Faris dengan suara seraknya.
Perkataan Faris barusan membuat Aleta sangat bahagia, walaupun perbuatan Faris terkesan sedikit memaksa dan berlebihan, tapi dalam hati kecil Aleta, dia sangat mengagumi kemampuan suaminya yang selalu membuatnya tidak berdaya.
"Ayo siapa-siap,,! Mas akan mengantarkanmu ke kampus, karena mas juga ada urusan di sana. Kata Faris setelah melepaskan Aleta.
Dengan senyum yang mengembang di wajah cantiknya, Aleta segerah bergegas untuk bersiap-siap, dan Faris langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Dalam kamar mandi, Faris yang sudah selesai mandi berdiri di depan cermin sambil menatap wajahnya dengan tatapan bingung, Faris merasa sangat bingung dengan dirinya sendiri, karena selama ini dia tidak pernah seperti ini sebelumnya.
Sebelum kedatangan Aleta ke Indonesia, Faris sangat sering pergi ke club malam bersama teman-temannya, dia ke sana hanya untuk menemani teman-temannya minum, dan di sana ada banyak wanita-wanita cantik juga seksi yang selalu siap melayani mereka.
Semua teman-teman Faris, setiap ke clum malam mereka hampir selalu memakai jasa pramuria untuk melayani mereka, tapi Faris tidak pernah melakukan apa yang di lakukan teman-temannya. , untuk melayani minum saja dia tidak mau, karena Faris memang tidak bisa terlalu dekat dengan orang yang belum dia kenal.
Tapi setelah mengenal Aleta Faris seperti predator kelaparan, dan hanya kepada Aleta saja dia bisa jadi seperti itu, dan dia sendiri merasa bingung dengan semua itu, tapi di sisi lain dia pun sangat bersukur, karena dia tidak seperti teman-temannya yang sangat mudah meniduri wanita manapun.
Faris seperti itu karena dia juga bercermin dari kehidupan ke dua orang tuanya, yang selalu setia dengan satu pasangan, karena menurut dia, faktor utama dalam sebuah hubungan untuk mencapai kebahagiaan dan keharmonisan itu, adalah kesetiaan juga kejujuran, bukan hanya kata-kata mutiara.
__ADS_1
Walaupun sifat Faris dan papanya itu sangat dingin, cuek, kaku dan tidak banyak berkata-kata, tapi mereka bisa membuat pasangan mereka merasa nyaman juga bahagi, karena tindakan dan sikap mereka mampuh membuat pasangan mereka yakin, kalau mereka adalah pendamping yang bisa untuk di percaya.