
Keluarga Permana di sambut dengan penuh hormat di acara besar itu, dan itu adalah acara pernikahan, anak dari seoarang pengusaha sukses, tapi tidak sesukses Keluarga Permana, Keluarga Permana yang di ketuai Opa Indra Permana, dan Oma Rita Permana, di persilahkan duduk di kursi paling depan, layaknya tamu penting.
Di saat acara sedang berlangsung, tiba-tiba, Melda yang duduk bersebelahan dengan Aleta, mendekat ke arah Aleta dan mengatakan sesuatu, yang membuat Aleta langsung menatap ke arah sana, tepatnya ke arah Melisa dan keluarganya duduk.
Tanpa Aleta dan Melda sadari, Almira yang berada tepat di depan mereka, mendengar apa yang tadi Melda katakan, dengan segera si kecil yang cerewet itu, langsung membisikan kepada Mamanya, apa yang tadi Melda katakan kepada Aleta.
"Ma,, Ma,, sini aku bisikan sesuatu,,!" Kata Almira kepada Mamanya.
"Bisikan apa sayang,,?" Tanya Alira penasaran.
"Ma,, tadi Mba Melda nunjuk kesana, sambil mengatakan kepada Mba Aleta, katanya, "si pelakor itu ada juga di sinii,,!" Kata Almira yang membuat mata Alira, langsung terbelalak dan segera bertanya.
"Pelakor yang mana,,?" Tanya Alira sambil menatap ke arah sana.
"Yang itu Maaa,,! Yang pakai baju seksi ituuu,,!" Kata Almira sambil menatap ke arah Melisa yang duduk di sudut sana.
Melihat penampilan Melisa, dan mendengar apa yang Almira katakan, membuat Alira langsung berfikir buruk terhadap suaminya, dengan segera Alira berbalik, dan mendekatkan wajahnya ke telinga Fahri kemudian berbisik.
"Paa,, Papa kenal ngga sama wanita yang duduk di sudut sana,,? Yang pakai baju seksi itu,,?" Tanya Alira yang membuat Fahri langsung berbalik dan menatap ke arah Melisa.
"Hmmm kenal,,! Memangnya ada apaa,,?" Tanya Fahri santai sambil menatap istri cantiknya itu.
"Ngga apa-apa,,!" Jawab Alira dengan tampang datarnya.
Sebenarnya Alira ingin bertanya lebih kepada suaminya, tapi karena acara sedang berlangsung, sehingga Alira terpaksa mengurungkan niatnya. Dan tidak lama acara pun selesai, tanpa menunggu lama, Alira langsung menarik suaminya ke belakang yang agak sepi, dan Fahri hanya mengikuti istrinya dengan tampang kebingungan.
Sampainya di belakang tepatnya di lorong menuju toilet, Alira langsung berdiri di depan suaminya, dan menatap suaminya dengan tatapan yang sangat tajam, kemudian bertanya.
"Paa,, kamu bilang kenal kan sama wanita seksi tadi, siapa dia,,?" Tanya Alira yang membuat Fahri bingung
juga kaget.
__ADS_1
"Itu kan anaknya Pak Feri,,! Memangnya ada apa,,?" Tanya Fahri bingung.
"Tadi Melda bilang sama Aleta, kalau dia itu pelakor,,!
Jangan-jangan dia itu pelakor kamu ya Paa,,?" Tanya Alira sambil menatap Fahri dengan tatapan mematikan.
"Astaga sayaaang,,! Kita ni lagi di acara,,! Dan sejak kapan aku pernah selingkuh dari kamu,,?" Tanya Fahri sambil memegang pundak Alira.
"Kalau gitu, apa maksud Melda mengatakan itu sama Aleta,,?" Tanya Alira bingung.
"Yaa mana aku tahu,,! Lagian itu urusan anak-anak, ngapin kamu nanya sama aku,,? Main tuduh lagi,,!" Kata Fahri dengan nada sedikit kesal.
"Iya aku minta maaf sayaang,, aku kaya gitu kan, karena aku takut kehilangan kamuu,,!" Kata Alira sambil meletakan kedua tangannya di dada bidang suaminya.
Alira memang sangat pandai mengambil hati suaminya, di saat dia mulai kesal atau sedang kesal, dan Fahri juga tidak bisa marah kalau Alira sudah merayunya. Dengan penuh kasih sayang, Fahri mengecup kening Alira sambil berkata.
"Kamu wanita ke dua dalam hidupku setelah ibuku,,! Dan hanya kamu wanita satu-satunya yang aku cintai,,!" Kata Fahri yang membuat Alira, langsung mengecup pipi suaminya itu sambil tersenyum.
"Paaa,,!" Suara Almira yang sudah berada di samping Fahri, yang langsung mengagetkan mereka berdua.
"Oma cariin,,!" Jawab Almira.
Sedangkan Alira yang berada di belakang mereka berdua, langsung berpura-pura mengotak-ngatik ponselnya, setelah menyadari kedatangan Almira, karena Almira putrinya yang manja itu, selalu marah kalau di tinggalkan.
"Maaa,, Mama ko ninggalin aku sih,,?" Tanya Almira sambil menatap Alira dengan tatapan marah.
"Nggga sayaang,, tadi tu Mama mau buang air keciil, jadi Mama minta di antarin Papa,,!" Jawab Alira berbohong.
"Ngga Mama bohong,,! Mama lagi genit kan sama Papa di sini,,?" Kata Almira yang membuat Alira juga Fahri langsung terkekeh.
Sambil terkekeh, Fahri menggandeng tangan Almira, juga Alira dan melangkah ke depan bergabung bersama yang lainnya. Sampainya di samping Melda, Alira langsung menarik tangan keponakannya itu, kemudian bertanya dengan nada yang sangat pelan.
__ADS_1
"Mel,, kata adik kamu tadi, katanya kamu bilang, wanita itu pelakor,,!" Tanya Alira sambil menunjuk ke arah Melisa yang sedang berdiri membelakangi arah mereka.
"Iya Tan,, namanya Melisa, dia sangat tergila-gila sama Mas Faris,,! Beberapa hari yang lalu, dia ke kantor Mas Faris sengaja ingin menggoda Mas Faris,,! Dan Tante tahu ngga,,? Gara-gara itu, sampai Aleta sama Mas Faris bertengkar besar, dan Aletanya jadi menangis." Jelas Melda, yang membuat Alira langsung emosi.
"Ya udah,, kalau gitu sini ikut Tante,,!" Kata Alira sambil menarik tangan Melda.
Alira tidak hanya menarik tangan Melda, tapi juga tangan Aleta yang sedang berdiri bersama Meymey Tantenya juga Oma Rita, sedangkan Faris, dia sedang mengobrol bersama Papanya, Opanya, juga Om Refan dan beberapa pengusaha lainnya.
Alira menarik tangan Melda dan Aleta menuju Melisa, yang sedang berdiri bersama keluarganya, juga beberapa pengusaha di sana, sampainya di samping mereka, Alira segera menyapa ke dua orang tua Melisa dan memulai obrolan. Sedangkan Melda dan Aleta, berdiri sedikit jauh di belakangnya.
"Halo Pak Ferii, Ibu Sofi, apa kabar,,?" Sapa Alira dengan suara khasnya yang sedikit lebay.
"Eeee IBu Aliraa,, baik ko Bu,,! Gimana kabar Ibu,,?" Tanya orang tua Melisa kepada Alira sambil bersalaman dengan Alira.
"Ini anak Ibu,,?" Tanya Alira sambil menatap Melisa, yang sedang tersenyum semanis mungkin padanya.
"Iya Ibu,, Ini anak gadis saya,,!" Jawab Ibunya Melisa.
"Oooo iya,, cantik bangat dia,,!" Kata Alira memuji.
Melisa yang di puji, langsung tersenyum lebar mendengar pujian dari Alira, Mama dari laki-laki yang teraamat dia cintai itu, Melisa semakin percaya diri dan bertekat untuk memiliki Faris, setelah mendengar pujian dari Mamanya. Dengan wajah yang angkuh, Melisa menatap Aleta yang berada sedikit jauh di belakang Alira.
"Ooo iya kenalin juga, ini keponakan aku anaknya Refan,,!" Kata Alira sambil menarik tangan Melda.
"Dan ini menantu aku, istrinya Faris,,!" Kata Alira memperkenalkan Aleta yang sudah berdiri tepat di sampingnya.
Mendengar perkataan Alira, membuat muka Melisa dan ke dua Orang Tuanya langsung berubah seketika, karena bukan hanya Melisa yang ingin memiliki Faris, tapi ke dua Orang Tuanya juga ingin sekali menjadi besan keluarga Permana.
"Istrinya Faris cantik bangaat,,!" Sambung salah seorang istri pengusaha, yang ada di situ yang bernama Ibu Ririn.
"Ooo iya,, dan selain cantik, dia juga wanita yang pandai menjaga diri, dan karena itu aku memilih dia sebagai istrinya Faris, sebab anaku juga kan ngga pernah dekat sama perempuan, jadi mereka berdua ini cocok." Kata Alira.
__ADS_1
"Iya Bu,, sekarang tu kita harus pandai, mencari calon istri buat anak laki-laki kita." Sambung Ibu Ririn.
"Buu,, kita ngga usah cari, karena jodoh itu sudah di atur sama yang Maha Kuasa, kalau laki-laki baik-baik, pasti akan mendapatkan jodoh wanita baik-baik juga, dan begitu sebaliknya." Kata Alira yang membuat Melisa yang lagi minum langsung tersedak.