CINTA DI DALAM PERJODOHAN 2

CINTA DI DALAM PERJODOHAN 2
Bab 93. Pertengkaran Reza Dan Melda.


__ADS_3

Melda berlari masuk ke dalam kamarnya sambil menangis, dia sangat sedih, karena yang Melda inginkan, semua yang ada pada dirinya akan dia berikan, kepada laki-laki yang akan jadi suaminya nanti, termasuk ciuman pertamanya. Tapi sekarang, ciuman pertama nya sudah di renggut sama laki-laki asing, yang baru dia kenal beberapa jam yang lalu.


Melda sangat merasa kesal dengan Reza, apalagi Reza itu bukan tipe laki-laki yang dia impikan, untuk menjadi pasangan hidupnya nanti. Melda menginginkan pendamping hidup yang perhatian, pengertian dan yang pastinya tidak kaku seperti Reza.


Sedangkan Reza yang sudah selesai berpakaian, langsung keluar dari kamarnya dan melangkah menuju lantai bawah tanpa memperdulikan Melda. Sampainya di lantai bawah, Reza sudah di sambut oleh Bi Susi, dengan nada suara yang begitu sopan.


"Den Reza langsung ke dapur aja buat makan malam." Kata Bi Susi.


"Iya Bi,, lagian aku juga sudah lapar bangat." Jawab Reza.


"Den Reza duluan yaa,, soalnya saya mau memanggil Non Melda dulu." Kata Bi Susi dan langsung melangkah menaiki tangga.


Dengan santainya, Reza pun melangkah ke dapur sambil mengotak-atik ponsel di tangannya. Reza sedang membalas pesan dari Direktur perusahaan tempat dia bekerja, yang memintanya untuk segera kembali ke Malaysia, karena ada tugas penting yang harus dia kerjakan.


Sebenarnya Reza ingin menemani Aleta dan keluarganya selama dua Minggu, karena dia sudah di izinin dari perusahaan. Tapi mau dan tidak mau, dia harus kembali dalam beberapa hari ini, karena dia juga punya tanggung jawab besar di perusahaan itu, apalagi Reza itu, adalah orang yang sangat bertanggung jawab atas pekerjaannya.


Reza sudah duduk menghadap meja makan yang sudah di penuhi beberapa hidangan, tapi dia tidak langsung makan, karena dia sedang menunggu Melda. Tidak lama kemudian, Melda pun muncul dengan wajah yang terlihat sangat sembab.


Reza yang melihat tampang Melda, merasa bingung juga bersalah dengan apa yang terjadi tadi, tapi dia tidak berkata apa-apa. Sedangkan Melda, dia melirik Reza dengan tampang datarnya sambil berkata-kata dalam hatinya.


"Hhhhhm,, dasar laki-laki mesum,,! Dia terlihat begitu santai tanpa dosa, mungkin dia sudah biasa melakukan itu, jadi bagi dia itu hal yang biasa.


Setelah melirik Reza sesaat, Melda pun langsung duduk menghadap meja makan, tempat di depan Reza. Dia hanya fokus dengan makanan yang ada di atas Meja tanpa memperdulikan Reza yang berada di depannya.


Hati Melda sangat panas, rasa-rasanya dia ingin sekali mencakar wajah Reza yang dingin dan kaku itu. Tapi dia tidak bisa melakukan semua itu, karena biar bagaimanapun, Reza itu Kakak laki-lakinya Aleta, kakak ipar sekaligus sahabat terbaiknya, yang begitu dia sayangi.

__ADS_1


Kebiasaan dalam Keluarga Permana, tidak boleh laki-laki mengambil makanan sendiri, ataupun di ambil oleh para Bibi, terkecuali mereka makan sendiri tanpa ada wanita di meja makan. Akhirnya, walaupun merasa sangat kesal, Melda terpaksa harus mengambil makanan buat Reza.


Tanpa berkata apa-apa, Melda mengabil piring di depan Reza dan hendak mengambil makanan, tapi dengan segera Reza langsung menarik kembali piring dari tangan Melda sambil berkata.


"Aku bisa sendiri." Kata Reza dengan tampang dinginnya.


"Ini bukan masalah kamu bisa atau tidak, tapi ini adalah peraturan dalam keluargaku, kalau laki-laki tidak bisa mengambil makanan sendiri, di saat ada perempuan di meja makan." Kata Melda sambil menarik kembali piring dari tangan Reza dan mengisinya dengan makanan.


"Kamu ngga usah berfikir macam-macam, kalau aku tidak menghormati peraturan dalam keluarga besarku, aku juga ngga sudi mengambilkan makanan buat kamu." Kata Melda sambil menaruh makanan yang sudah dia ambil ke depan Reza.


Reza merasa sangat kesal melihat sikap Melda dan mendengar kata-kata Melda barusan, tapi dia tetap bersabar, karena dia berfikir, tidak ada gunanya bertengkar dengan wanita cengeng yang masih kekanak-kanakan seperti Melda.


Selesai makan, Reza pun langsung berdiri dan melangkah pergi meninggalkan Melda yang belum selesai makan, saking kesalnya.


Dan Melda, dia hanya menatap Reza dari arah belakang sambil berkata-kata dalam hatinya.



"Laki-laki apa seperti itu,,? Percuma tampan dan gagah, kalau sifatnya seperti kutub Utara." Gumam Melda lagi sambil menikam-nikam garpu di tangannya, ke dalam piring kosong di depannya, saking kesalnya.


Bi Susi yang berada tidak jauh dari meja makan, merasa bingung dengan apa yang di lakukan Melda. Sambil menatap Melda dan Reza yang sudah melangkah pergi bergantian, Bi Susi pun bertanya.


"Non,, apa yang sedang Non lakukan,,?" Tanya Bi Susi bingung.


Melda yang kaget dengan pertanyaan Bi Susi jadi salah tingkah, dan dia langsung berdiri, kemudian berkata.

__ADS_1


"Aaaa,, ngga ko Bii,," jawab Melda yang sudah berpura-pura seperti tidak ada apa-apa.


Setelah itu, Melda pun langsung melangkah pergi meninggalkan dapur, dan buru-buru menaiki tangga menuju lantai atas. Di saat dia sedang menaiki tangga, tiba-tiba ada pesan masuk dari Faris.


Faris mengirim pesan buat Melda, untuk meminta Melda besok pagi membawakan baju ganti Almira. Karena terlalu fokus membalas pesan dari Faris, sehingga membuat Melda tidak menyadari keberadaan Reza, yang sedang melangkah dari arah depannya, dan juga sedang fokus dengan ponsel di tangannya.


Tanpa di sengaja mereka berdua kembali bertabrakan, dan akhirnya jatuh dengan posisi Melda terduduk di pangkuan Reza, sedangkan Reza yang begitu terkejut, tanpa sadar melingkarkan kedua tangannya di perut Melda. Dengan tatapan membunuh, Melda menatap Reza sambil berteriak.


"Kamuuuu,,!" Teriak Melda tapi langsung di tangkis oleh Reza.


"Apaaaa,,? Kamu mau menuduhku lagi kalau sudah merampas pelukan pertamamu,,?" Tanya Reza dengan santainya tapi berhasil memancing emosi Melda.


Tanpa berkata apa-apa, Melda yang sudah sangat kesal dengan Reza, dengan segera langsung meraih lengan Reza dan menggigitnya dengan begitu kuat, sehingga membuat Reza pun berteriak.


"Aaaaah,,! Teriak Reza sambil berusaha melepaskan lengangnya dari gigitan Melda.


"Apa-apaan kamu,,? Sakit tau ngga,,!" Reza berkata-kata dengan kesalnya, sambil mengusap-usap lengangnya yang di gigit sama Melda.


"Biar tau rasa kamu,,!" Ketus Melda sambil berdiri dari pangkuan Reza.


"Perempuan apa seperti kamu,,?" Kata Reza sambil mengambil ponselnya di atas lantai yang tadi terlepas dari tangannya.


"Perempuan jadi-jadian,,!" Ketus Melda lagi.


"Pantasan kamu seperti drakula,,!" Kata Reza dan langsung melangkah pergi menuju kamar tempat tidurnya.

__ADS_1


"Dasar brengseeeeek,,!" Teriak Melda kesal dan langsung pergi memasuki kamarnya.


__ADS_2