
" Aku salut kepadamu Key, bagaimana bisa tugas matematika mu mendapat nilai seratus, padahal biasanya kau hanya mendapat nilai setengahnya." ucap Laura kagum sambil terus berjalan keluar kelas karena jam belajar sudah habis.
" Oh ayolah Ra, selama ini aku hanya pura pura bodoh ,jika nanti aku pintar maka siapa yang ingin berteman denganmu yang otak pas pas an ini?" sambil mengajak rambut Laura karena gemas melihat wajah cemberut Laura.
" Apa aku tidak salah dengar? Oh ayolah siapa yang mengerjakan tugasmu? Aku tidak percaya jika kau sendiri yang mengerjakannya."
" Yahh mungkin terlalu sulit untuk menyakinkan mu jika aku pintar matematika. Sebenarnya yang mengerjakannya adalah Hansel."
" Apa! Apa kau serius? Bagaimana bisa Hansel mau mengerjakan tugas anak SMA!" Laura kaget bukan main, pasalnya sangat tidak mungkin jika Hansel mau mengerjakan tugas anak SMA.
" Aku juga awalnya tidak percaya, tapi mungkin dia kasihan melihat aku yang putus asa mengerjakannya jadi dia membantuku. Dan asal kau tau , ternyata dia sangat pinta Ra, dia menyelesaikannya kurang dari 30 menit." ucap Keysa kagum sambil mengingat kejadian kemarin malam saat Hansel mengerjakan tugasnya .
" Hansel memang suami idaman Key, jika kau menemukan yang seperti Hansel lagi tolong beritahu aku ya, aku ingin satu."
" Kau pikir Hansel itu apa? Lagipula sulit untuk mencari orang sepertinya Ra, atau bisa dibilang hanya dia satu satunya."
" Yah mungkin aku juga harus meminta orang tuaku menjodohkan aku dengan rekan bisnisnya key, siapa tau nanti aku seperti dirimu." Laura sudah membayangkan jika dia juga dijodohkan dengan pria tampan dan kaya raya.
" Dan aku akan berdoa agar kau mendapatkan jodoh pria tua yang mesum Laura."
" Dasar kau teman yang jahat, seharusnya kau berdoa agar aku mendapat jodoh yang baik Key."
" Iya iya, aku hanya bercanda kau jangan bawa perasaan dong." Keysa menoel wajah Laura yang membuat dirinya gemas dengan tingkah kawannya ini.
" Kalau begitu aku pulang duluan key,"
" Hati hati dijalan , lagipula aku juga ingin ke gerbang . Pasti supir juga sudah datang."
Setelah itu Keysa berjalan kearah gerbang karena melihat supirnya telah menunggu disitu. Buru buru ia masuk karena cuaca sedang terik.
Selama dalam perjalanan hanya ada keheningan , Keysa mulai dilanda rasa bosan apalagi tidak ada yang mengajaknya bicara.
"Pak apa aku boleh bertanya?" tanya Keysa pada sopirnya yang tengah fokus menyetir.
__ADS_1
" Anda ingin bertanya apa nona?" tanya nya sopan.
" Nama bapak siapa?"
" Nama saya Bimo nyonya," ucap pria yang sudah berumur itu sopan.
" Apakah Pak Bimo sudah berkeluarga?"
"Sudah nyonya, saya juga memiliki seorang putra berumur 10 tahun."
" Apakah mereka tinggal bersama Bapak ? Pasalnya aku tak pernah melihat Bapak membawa anak."
" Tidak nyonya, mereka tinggal di kampung dan saya seorang diri bekerja di sini."
"Kapan kapan bolehkah saya bertemu dengan anak Pak Bimo? Pasti anak bapak sangat menggemaskan."
Pak Bimo senang melihat Keysa yang terlihat antusias saat membahas anaknya ,awalnya ia pikir jika Keysa tak terlalu tertarik dengan anak anak. " Tentu saja boleh nona, saya merasa baagia jika nona mau bertemu dengan putra saya."
Kemudian mobil telah memasuki kawasan mansion, Keysa turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam mansion, saat ia berjalan ia melihat beberapa pengawal yang berjaga langsung membungkuk hormat kepadanya, sebenarnya Keysa merasa canggung namun meski ia melarang Keysa akan tetap seperti itu , ia memilih untuk mengabaikannya.
" Aku akan pulang terlambat malam ini."
Lalu Keysa membalas pesan singkat Hansel, ia malas jika Hansel nanti malah memarahinya karena ia mengabaikan pesannya. " Baiklah." ketik nya.
Keysa bangkit dari tempat tidurnya lalu menguncir rambutnya kebelakang, hari ini ia ingin berkeliling mansion . Setelah beberapa lama tinggal disini Keysa belum pernah berkeliling mansion.
Keysa kagum melihat desain mansion Hansel yang dipadukan gaya klasik modern, dan ditambah dengan pajangan pajangan mewah menambah kesan elegan.
Keysa terus menelusuri tiap ruangan, hingga ia sampai di sebuah kamar yang berada paling pojok. Disana terlihat sangat sepi dan pencahayaan nya pun tak terlalu banyak. Saat Keysa ingin membuka pintu , tiba tiba ia dikagetkan dengan suara dari belakang.
" Apa yang anda lakukan disini nona? Apa ada yang bisa saya bantu?" Keysa terkejut lantaran pelayan tersebut tiba tiba bersuara, Keysa melihat dua pelayan tersebut sambil seksama, ia memang sudah melihat mereka namun hanya beberapa kali.
" Ah tidak ada, aku hanya berkeliling. Siapa nama kalian berdua?"
__ADS_1
" Nama saya Merci nyonya , saya kepala pelayan disini dan ini Ema, di pelayan dibagian taman." tunjuk nya pada seorang pelayan yang masu muda dan kelihatannya umur nya tak terlalu jauh dengan umur Keysa.
" Bisakah Ema menemani saya berkeliling mansion ini Marci?"
" Tentu saja nona, Ema temani nyonya berkeliling dan jangan sampai terjadi sesuatu padanya." peringat Marci, jika terjadi sesuatu maka mereka ada dalam bahaya tuan Hansel.
" Baiklah, mari nyonya saya temani berkeliling." Keysa dan Ema berkeliling mansion , ternyata mansion Hansel sangat luas dan Keysa juga baru tau jika Hansel memiliki taman yang luas dan ditumbuhi banyak pohon yang rindang dan bunga bunga yang indah.
" Ema sebaiknya kita duduk dulu, aku sudah mulai lelah." tunjuk Keysa pada bangku yang berada dibawah pohon yang rindang.
"Baiklah nyonya,"
Akhirnya mereka berteduh dibawah pohon yang rindang, suasana yang teduh membuat Keysa merasa sangat nyaman.
" Hey kenapa kau tidak duduk Ema?" melihat Ema yang masi setia berdiri disebelah bangku yang Keysa duduki.
" Baiklah nyonya, saya duduk." namun bukan yang seperti Keysa harapkan, Ema malah duduk di rumput tepat disebelah bangku yang ia duduki.
" Keysa aku akan mengadukan mu pada Hansel!" ucap Keysa dengan nada marah, dan langsung saja wajah Keysa menjadi pucat. jika hal itu benar terjadi maka ia benar benar dalam masalah.
"Maafkan saya nona, tapi apa kesalahan saya? saya mohon maafkan saya nona." Ema langsung menyatukan kedua tangannya didepan dadanya sambil meminta maaf.
"Aku tidak akan mengadukan mu, tapi kau harus duduk di sampingku!"
" Ehh apa yang nona maksud? Saya tidak pantas duduk disitu nyonya, saya duduk disini saja."
" Baiklah , kau yang mengatakannya jangan salahkan aku jika aku mengadukan mu pada Hansel."
Tanpa pikir panjang , Ema langsung duduk dengan ragu di samping Keysa, ia merasa sangat canggung bagaimana bisa seorang pelayan duduk bersampingan dengan nyonya dirumah ia bekerja.
" Hey, kenapa kau terlihat sangat kaku, ayolah jangan begitu kaku. Aku lihat umur kita juga tidak terlalu jauh."
" maafkan saya nyonya, tapi saya merasa tidak pantas duduk disini."
__ADS_1
" Ayo kita berteman!" ucap Keysa dan membuat Ema langsung terkejut. Bagaimana nyonya nya bisa berteman dengan orang rendahan sepertinya, apalagi ia hanya seorang pelayan.