Cinta Diatas Perjodohan.

Cinta Diatas Perjodohan.
30.Semakin dekat


__ADS_3

Keysa sedang santai dengan sebuah majalah berada di pangkuannya.Keysa sedang sibuk melihat majalah fashion untuk mencuci matanya sedangkan Hansel sedang memeriksa berkas perusahaan nya tepat disebelah Keysa.


"Hansel,lihatlah tas nya sangat lucu!"tunjuk Keysa pada tas branded yang ada di majalah yang sedang ia lihat.


Hansel mengalihkan pandangannya dari berkas yang sedang ia pegang, "Yang mana?" sambil mendekatkan badannya kearah majalah yang sedang dipegang.


"Ini lihatlah, warna biru ini kelihatan sangat lucu,ini sedang tren dikalangan anak muda zaman sekarang, kau mungkin tidak tau."


"Apa kau mengejekku?"


"Tidak, aku tidak mengatakan nya,kau sendiri yang bilang."


"Kemarilah majalahnya,aku mau melihatnya,"ucap Hansel mengulurkan tangannya meminta majalah.


"Ini,bukankah sangat lucu."


"Hem...ini hanya tas murahan,kenapa masuk majalah branded seperti ini."Hansel mengangkat majalahnya dengan gaya sombongnya lalu menutupnya dan meletakkan nya diatas meja.


"Huh! Dasar orang sombong. Jadi kau mau semua tas yang masuk kedalam majalah itu harus dilapisi emas atau permata begitu?"tak terima Hansel meremehkan pilihannya.


"Itu usulan yang bagus,aku akan mengingatkan hal ini kepada label majalah ini,"balasnya santai.


"Hei kenapa kau begitu sombong? Lagipula itu hak mereka ingin memasang produk apa dalam majalahnya sendiri. Jika kau tidak suka yasudah tidak usah dilihat."ucapnya dan langsung menindih paha Hansel untuk mengambil majalah yang berada diantara badan Hansel.


"Hey jangan bergerak terlalu banyak,ingat kaki mu belum sembuh."


"Yasudah,sini kembalikan majalah itu. Aku sangat bosan jika tidak ada yang bisa kulakukan seperti ini."


"Iya sebentar,dasar cerewet!" ejek Hansel memberikan majalahnya.


Keysa mengambil cepat majalah yang berada ditangan Hansel dan membalikkan badannya memunggungi Hansel.Hansel hanya tertawa melihat Keysa yang kesal dengan sifatnya dan itu menjadi hiburan untuknya. Akhir akhir ini ia jadi lebih sering bertengkar dan beradu pendapat mengenai hal hal kecil dan tak jarang Keysa akan berhenti berbicara karena kesal dan Hansel selalu meremehkannya.


Keysa membalikkan badannya karena ia ingin meminta bantuan Hansel padahal tadi ia sudah bertekad tidak akan berbicara dengan Hansel karena kesal dengan sifat sombongnya dan selalu meremehkan pilihan Keysa. Tapi bukan Keysa namanaya jika ia tidak langsung melupakan rasa kesalnya jika memerlukan sesuatu seperti sekarang ini.

__ADS_1


" Hansel..."panggil Keysa sambil menusuk nusuk perut Hansel dengan jari telunjuknya.


Hansel yang sedang fokus dengan berkas berkasnya tak menghiraukan Keysa yang sedang mengganggu nya.


Hansel terus fokus pada pekerjaan nya membuat Keysa sangat jengkel diabaikan.


Keysa berhenti beberapa saat , Hansel menoleh sebentar dan melihat Keysa sudah berhenti mengganggu nya.


" Sepertinya dia sudah lelah mengganggu ku." Batin Hansel lalu melanjutkan pekerjaannya.


"Hansel..."rengek Keysa membuat Hansel menoleh.


Hap!


Keysa langsung memeluk tubuh Hansel membuat Hansel terkejut dan reflek memeluknya erat dan hampir saja mereka berdua terjatuh.


"Hey hati hati Key, kita hampir saja jatuh kebawah."ucap Hansel memperbaiki posisi nya.


"Itu salahmu,kenapa kau mengabaikan ku!"sambil mendongakkan kepalanya keatas melihat Hansel dengan manja.


"Tolong panggilkan pelayan, kaki ku rasanya kebas aku ingin sedikit dipijat."ucap Keysa dengan cengiran.


"Apa hanya kebas? Tidak ada rasa nyeri atau ngilu dibagian kakimu?" tanya Hansel menatap manik Keysa.


"Tidak,ini hanya kebas mungkin karena tidak ada pergerakan, jadi tolong oanggilkan pelayanan ya,"sambil tersenyum agar Hansel mau memanggil pelayan untuk memijat kakinya.


Hansel turun dari ranjangnya, Keysa mengira ia akan pergi keluar kamar tapi ternyata ia kembali naik lagi keatas kasur dan duduk di bagian ujung kasur dekat dengan kaki Keysa.


Ia menyibak selimut memeriksa sebentar memastikan tidak ada luka ataupun lecet.


"Apa yang kau lakukan Hansel?"tanya Keysa terkejut saat Hansel mulai menggerakkan tangannya perlahan diatas kaki Keysa.


"Bukankah kau tadi mengatakan ingin dipijat?Sekarang aku sedang memijatmu jadi jangan banyak protes,"sambil menaruh jari trkunjukknya didepan bibir menyuruhnkrysa agar tak banyak bicara.

__ADS_1


"Tapi kau tidak perlu memijat nya, cukup pelayan saja yang– "ucapan keysa terpotong saat Hans menyuruhnya diam.


"Sudahlah,apa bedanya jika aku yang memijatnya, lagipula aku pandai dalam segala hal, jadi jangan berisik!"potong Hansel sambil melanjutkan pijatannya pada kaki Keysa.


Keysa yang masi tak enak karen Hansel yang harus memijat kakinya hanya diam. Sebenarnya ia cukup risih jika harus dipijat dengan Hansel,ia tak pernah membayangkan jika pria yang ia takuti dulu saat pertama bertemu sekarang malah asik memijat kakinya. Jika orang orang sampai tau akan hal ini, Keysa tidak bisa membayangkan jika nama baik Hansel pasti akan langsung turun dikalangan para pebisnis.


Dret...dret..


Ponsel Keysa berbunyi menandakan ada panggilan masuk. Keysa langsung mengambil ponselnya yang berada di sampingnya dan langsung antusias saat melihat si penelepon di layar kaca.


"Laura aku merindukan mu!"ucap Keysa berteriak semangat membuat Hansel yang terkejut tak sengaja menekan kaki Keysa dengan cukup kuat.


"Aww,"ringis Keysa spontan karena Hansel terkejut,tapi ia tak berani memprotes karena itu juga salahnya berteriak tiba tiba.


"Aku juga sangat merindukanmu key,bagaimana keadaan mu?"tanya Laura dari sebrang telepon.


"Kaki ku mulai membaik,beberapa hari lagi mungkin sudah bisa berjalan!"ucap Keysa antusias sefangakn Hansel Masi sibuk memijat kakinya.


"Baguslah kalau begitu,karena aku punya berita untukmu key,"tambah Laura.


"Apa yang ingin kau beritahu? Berita buruk atau baik?"tanya Keysa langsung penasaran, ia tak sabar mendengar berita yang dibawa oleh Laura.


"Beritanya, itu...."ucap Lauraa menggantung kalimatnya.


"Hey cepat katakan apa beritanya! aku sudah tak sabar mendengar nya."protes Keysa karena Laura yang berbelit belit membuatnya semakin kepo.


"Beritanya, pertandingan futsal putri yang akan kita ikuti untuk terakhir kalinya akan diadakan kurang lebih sebulan lagi key,dan kau pasti tau kan itu adalah pertandingan yang membawa naman baik sekolah kita?" jelas Laura membuat Keysa yang paham pembicaraan nya hanya mengangguk tanda mengerti.


"Lalu apa masalahnya? bukankah itu memang tidak lama lagi? lagipula kita sudah disuruh untuk bersiap siap dari jauh jauh hari sebelum pertandingan ini dekat,"tambah Keysa sambil menatap langit langit kamar mengingat pertandingan yang akan mereka ikuti.


"Nah itu dia Key, karena pertandingan nya tidak lama lagi itu yang membuat ku khawatir!"


"Sebenarnya apa yang kau maksud Ra? dari tadi kau berbicara mutar mutar membuatku semakin bingungnya!"protes Keysa yang tak paham dengan apa yang dibicarakan.

__ADS_1


"Jadi sekolah kita akan..."Laura menggantung kalimatnya membuat Keysa semakin penasaran.


__ADS_2