
Pagi ini Keysa dan Hansel sudah berada di taman belakang lengkap dengan pelaratan yang mereka bawa untuk melakukan latihan berjalan untuk Keysa.
Hansel sudah menyuruh para pelayan untuk menyiapkan handuk serta sarapan mereka juga dipindahkan ke taman belakang agar mereka tak perlu lagi sarapan di meja makan.
Keysa sudah siap dengan wajah penuh semangat, ia akan mulai menjalankan kakinya secara perlahan Dania bisa cepat bermain futsal lagi bersama teman temannya.
Hansel masih setia duduk di kursi tepat dibawah pohon yang rindang dengan sebuah ponsel ya h melekat di tangannya.
Ia terlihat mengerjakan sesuatu karena itu Keysa memilih menunggunya untuk menyelesaikan pekerjaannya.
"Apa kau sudah siap?"tanya Hansel akhirnya sambil berjalan mendekati Keysa .
Keysa yang terkejut langsung menatap Hansel,pasalnya ia dari tadi menunggu Hansel sambil pikirannya melayang entah kemana.
"Kau mengagetkan ku saja, ayo kita mulai,aku daritadi sudah menunggu mu,"protes Keysa sambil mengikat rambutnya keatas dengan asal agar memudahkannya dan tidak menggangu pemandangannya.
"Kalo kau sudah siap daritadi,kenapa kau tak memanggilku? Hem?"tanya Hansel menyentil hidung Keysa yang mungil.
"Aku sebenarnya ingin memanggilmu,tapi aku takut kau merasa terganggu makanya aku hanya menunggumu sampai selesai ,padahal dari tadi aku sudah sangat semangat untuk menggerakkan kaki ku,"jelas Keysa semangat membuat Hansel tersenyum kearahnya.
Pagi ini cuaca sangat bagus, terlihat cerah dan kicauan burung pun terdengar didalam taman belakang mansion Hansel kerena mansion nya yang luas dan sangat terawat dengan baik oleh para pelayan. Hansel sebetulnya sangat jarang menghabiskan waktu untuk bersantai di taman tapi sejak kehadiran keysa ia menjadi lebih sering datang kesini untuk menemani Keysa, seperti yang ia ajukan saat ini.
"Ayo kita mulia,"ucap Hansel seraya bangkit dari duduknya dan mengulurkan tangannya. Keysa menerima uluran ta gan Hansel dan mencoba untuk berdiri, tangan Hansel setia memegang bahu dan pinggang Keysa untuk memudahkan nya mulai berjalan.
"Hati hati Key, kaki mu sudah lama tak bergerak jadisemuanya harus dilakukan secara perlahan,"peringat Hansel saat Keysa ingin melangkahkan kaki nya.
__ADS_1
Keysa melangkahkan kakinya dengan perlahan, mencoba untuk menguatkan pijakannya pada tanah agar ia tak terjatuh.
"Ini terasa sedikit sakit,"keluh Keysa dengan raut wajah menahan sakit,
Hansel langsung menghentikan gerakan Keysa yang ingin melangkah lagi membuat Keysa merasa heran dan langsung mendongak kan kepalanya menatap wajah Hansel dengan bingung.
"Kenapa kita berhenti?"tanya Keysa menaikkan alisnya bingung dengan sikap Hansel.
"Kurasa ini belum saat nya kau menggerakkan kaki mu Key, lihatlah tadi kau mengaduh kesakitan. Lebih baik kita lanjutkan latihan ini beberapa hari lagi saja, itu akan mem buat kaki mu lebih siap lagi," jelas Hansel membuat Keysa langsung merubah ekspresi wajahnya tak suka dengan usulan Hansel barusan.
Keysa mencubit perut Hansel lantaran sangat kesal padanya, sejak kemarin malam ia sudah tak sabar untuk pagi ini dan Hansel dengan mudahnya menyuruh nya untuk berhenti dan melakukan nya beberapa hari lagi.
"Aww, kenapa kau malah mebcubitku key? Kau harus tau jika cubitanmu sangat sakit,"jelas Hansel seraya mengelus belas cubitan yang ada di perutnya.
"Bukan begitu, aku hanya tak ingin kaki mu akan semakin sakit jika belum siap untuk digerakkan, jadi kurasa menunda nya adalah jalan terbaik,kau paham kan maksud ku?"
Keysa ingin sekali memukul kepala Hansel dengan kayu jika saja ia mempuny keberanian,tapi nyatanya ia tak mempunyai cukup nyali untuk itu.
"Kau tak perlu terburu buru, besok kau masih bisa mencobanya, ayo lebih baik kita masuk sekarang," ucap Hansel seraya mengambil tangan Keysa untuk membantu nya berjalan.
"Tidak mau!"ucap Keysa sambil menepis tangan Hansel membuat tubuhnya langsung kehilangan keseimbangan, untung saja Hansel langsung sigap untuk menangkap tubuh Keysa hingga ia tak terjatuh ke tanah.
Hansel langsung memeluk tubuh keya yang ingin terjatuh membuat tatapan mereka berdua bertemu, mereka sama sama terlarut dalam tatapan mata yang saling meneduhkan.
Tanpa mereka suruh, jantung mereka berdua berdetak saling bersahutan sampai sampai bisa didengar, entah apa yang menandakan hal tersebut tapi itu cukup meresahkan kesehatan jantung mereka berdua.
__ADS_1
Hansel menatap dalam mata Keysa,seakan akan mata itu telah menghipnotis nya dan sulit untuk berpaling. Pandangan Hansel kemudian turun kebawah bibir mungil Keysa yang merah muda, seakan akan memanggilnya untuk menyentuh benda kenyal tersebut.
Hansel mendekatkan wajah nya membuat jarak mereka begitu dekat,membuat mereka bisa merasakan hembusan nafas datu sama lain. Jantung Keysa semakin kuat berpacu apalagi dengan jarak wajah Hansel yang sangat dekat dengannya bahkan ia bisa mencium nafas Hansel yang berbau mint.
Hansel semakin mendekatkan wajahnya membuat Keysa hanya mampu memejamkan matanya tak kuat akan perlakuan Hansel selanjutnya padanya,dan "Cup," bibir mereka berdua menempel , untuk beberapa saat Hansel membiarkan bibir mereka bertemu tanpa menggerakkan bibirnya untuk meminta lebih pada bibir Keysa.
Keysa membuka matanya perlahan dan pandangannya langsung jatuh pada Hansel, Hansel menatap matanya dalam dan Keysa juga menatap dalam manik mata Hansel yang terlihat sangat teduh.
Hansel mulai menggerakkan bibirnya perlahan dan memperdalam ciumannya sedangkan Keysa hanya diam saja karena jujur ia tidak tau bagaiman cara membalas ciuman Hansel, karena itu ia memilih mempasrahkan bibirnya dan membuat Hansel memimpin ciuman pertama mereka.
Seakan tau aja keadaan, burung burung saling berkicau seakan akan ia juga senang melihat mereka berdua berciuman.
Hansel mengigit bibir bawah Keysa membuat Keysa membuka mulut nya, tak membuang waktu Hansel langsung menyelusup kan lidahnya kedalam mulut Keysa dan mengabsen setiap inci giginya.
Keysa memukul dada bidang Hansel pelan karena napasnya sudah mulai habis, dan Hansel yang sadar langsung melepaskan ciuman mereka berdua. Mereka berdua langsung menghirup oksigen sebanyak banyaknya untuk mengisi udara dalam paru-paru mereka, apalagi Keysa yang terlihat sangat kehabisan napas karena ia tidak tau bagaimana cara berciuman.
Keysa langsung memalingkan wajahnya kerena sangat malu dengan Hansel,apalagi dengan ciuman tiba tiba yang mereka berdua lakukan.
"Hey kenapa kau memalingkan wajahmu dariku?"tanya Hansel sambil menyentuh dagu Keysa membuat Keysa harus menatap mata Hansel dengan terpaksa karena ia tau pasti saat ini wajahnya sedang merona.
"Ahh lepaskan wajahku Hansel, kau pasti akan menertawakan wajahku yang memerah ini,"ucap Keysa kesal sambil menepis tangan Hansel.
"Hey,lihat aku. Jika aku boleh jujur wajahmu menjadi sangat menggemaskan saat merona seperti ini,jadi biarkan aku melihatnya,"ucap Hansel sambil tersenyum manis.
"Ahh jangan mengejekku!"
__ADS_1