Cinta Diatas Perjodohan.

Cinta Diatas Perjodohan.
26.Kemarahan Hansel


__ADS_3

Keysa terbangun dari tidurnya, Tenggorokan Keysa terasa kering karena cuaca yang cukup terik,"Ema kau dimana?" Panggil Keysa sambil mengedarkan pandangannya namun tak ada sahutan dari Ema.


"Aku sudah sangat haus,"sambil memegang tenggorokan nya yang kering, "Lebih baik aku mengambilnya sendiri,"ucap Keysa menatap kearah segelas air minum yang berada di ujung meja.


Keysa menggeser badannya perlahan ke sudut ranjang untuk menggapai air minum.Keysa menjulurkan tangannya namun tidak sampai sedikit lagi, ia semakin menggeser badannya ke pinggir kasur karena tangannya hampir menyentuh gelas.


"Sedikit lagi sampai,"ucap Keysa sambil terus berusaha menggapai gelas yang berisi air.


Bug...


Keysa tiba tiba terjatuh dari tempat tidur dan kepalanya membentur sudut meja yang runcing membuatnya seketika berteriak.


"Aaaa!Ema tolong aku!"teriak Keysa kesakitan saat merasakan kepala dan kakinya sangat sakit.


Ema yang tadi kembali dari dapur menuju kamar Keysa,namun saat ia mendengar suara Keysa berteriak ia langsung berlari ketakutan.


"Nyonya anda kenapa! Maafkan saya nyonya, ayo kita kerumah sakit."Ema langsung berlari menghampiri Keysa yang terjatuh dan berusaha menenangkan Keysa.


Ema menyingkap rambut Keysa kebelakang membuatnya sangat terkejut saat melihat kening Keysa sang berdarah.


"Penjaga tolong! Bawa nyonya ke rumah sakit."teriak Ema didepan pintu kamar kuat membuat penjaga dan para pelayan langsung berlarian kearah kamar Keysa.


Saat melihat keadaan Keysa mereka semua terkejut dan ketakutan akan nasib mereka semua jika Hansel sampai marah besar dan mereka berada dalam bahaya besar.


Keysa langsung dibawa ke rumah sakit sedangkan Ema menangis karena diliputi rasa bersalah dan rasa takut. Ia sudah pasrah jika Hansel akan memecatnya atau bahkan menghukumnya dengan kekerasan fisik karena Ema sendiri tau bagaimana sosok Hansel yang tak pernah berbaik hati dengan orang yang bermasalah dengannya.

__ADS_1


Ema berdiri didepan pintu kamar rawat Keysa dengan beberapa pelayan yang tadi ikut membawa Keysa ke rumah sakit.


Ema saat ini merasa sangat ketakutan untuk memberikan kabar kecelakaan nyonya nya Keysa kepada tuan Hansel tapi jika tidak diberitahu ia bisa lebih marah lagi.


Dengan tangan bergetar Keysa mencari nomor Jose asisten pribadi Hansel karena ia tak mungkin langsung menghubungi Hansel selain ia takut dengan Hansel ia juga tak pantas jika menghubungi tuan Hansel langsung apalagi saat bekerja.


Beberapa saat kemudian sambungan telpon tersambung "Ha–halo tuan Jose,ini saya Ema,"ucap Ema dengan nada bergetar.


"Ada apa Ema? Kenapa nada suaramu sangat berbeda,apa terjadi sesuatu?"tanya Jose langsung ke intinya.


"Nyonya... nyonya Ema terjatuh dari tempat tidur dan kepalanya terluka tuan,saat ini nyonya sudah berada di rumah sakit keluarga Peterson tuan,"ucap Ema ketakutan.


Jose yang disebrang sana langsung terkejut saat mendengar nyonya nya dalam masalah apalagi sampai mengalami luka, ia tidak bisa membayangkan bagaimana marahnya Hansel kepada semua orang nantinya "Kau dalam masalah Ema!"ucap Jose penuh emosi dan langsung memutuskan sambungan telpon begitu saja.


Di kantor Hansel terlihat meeting berjalan dengan sangat serius.Tak ada suara lain yang terdengar selain suara karyawan Hansel yang sedang mempersentasikan kerja tim nya.


Jose datang mengetuk pintu meeting dan masuk kedalamnya membuat Hansel mengerutkan keningnya karena tak biasanya Jose akan mengganggu meeting yang sedang berjalan selain ada keadaan darurat atau mendesak.


Jose berjalan kearah Hansel lalu membungkuk kan badannya agar sejajar dengan Hansel yang duduk di kursinya.


Jose membisikkan sesuatu ditelinga Hansel yang membuat didihnya tiba tiba mendidih dan rahangnya langsung mengeras, membuat para peserta meeting semakin ketakutan dan hawa mencekam seakan akan membuat orang yang berada didalam ruangan kesulitan untuk bernapas.


Bugg!!


Hansel langsung meninju meja meeting yang terbuat dari kaca tebal sampai terlihat retakan kaca dari pukulan Hansel.

__ADS_1


"Apa! Kurang ajar!" Hansel langsung bangkit dari tempat duduknya dan langsung pergi meninggalkan ruang meeting membuat orang yang berada didalamnya bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi, karena tak biasanya bos mereka begitu marah bahkan sampai meninju meja sampai retak.


Jose langsung menyiapkan mobil dan memilih untuk menyetir karena ia tau Hansel ingin cepat sampai dirumah sakit. Jose menyetir diatas kecepatan rata rata karena jalanan cukup lenggang karena sudah lewat jam makan siang,membuat mereka tak perlu ber macat macatan.


"Lebih cepat lagi Jose,atau biar aku saja yang menyetir!"ucap Hansel dengan penuh emosi padahal mobil sudah melaju dengan kencang.


"Tidak usah tuan,biar saya saja yang menyetir."tolak Jose karena ia tau akan sangat berbahaya membiarkan Hansel yang menyetir apalagi dalam keadaan emosi, bisa bisa mereka berdua yang harus terbaring di rumah sakit.


"Dasar pelayan tidak becus,sia sia aku menggaji nya mahal jika tidak bisa bekerja dengan baik. "ucap Hansel emosi,karena ia telah mempercayakan Keysa untuk dijaga oleh Ema dan memberikan gaji yang l big besar, tapi belum beberapa hari Keysa malah masuk rumah sakit.


"Sabar tuan, tenangkan emosimu."ucap Jose sambil terusus fokus menyetir.


"Diam lah Jose! Dia memang pantas dihukum,aku sudah memperingatkan ya untuk menjaga Keysa tapi apa sekarang, dia malah membuat Keysa amsuk rumah sakit!"


Jose memilih diam dan fokus menyetir karena ia tak berani berbicara terlalu jauh dengan Hansel apalagi dengan Hansel yang dipenuhi emosi hanya akan membuatnya dalam masalah.


Setelahnya mobil Hansel sudah memasuki kawasan rumah sakit, Hansel langsung keluar dari mobil dan berjalan dengan cepat kearah kamar rawat Keysa.Sepanjang perjalanan banyak orang yang terpukau dengan wajah Hansel yang tampan tapi Hansel sama sekali tak menggubrisnya dan memilih langsung menemui Keysa.


Hansel dapat melihat berapa pelayan berdiri didepan pintu kamar rawat Keysa dan ia juga melihat Ema yang sedang menangis, "Kalian semua harus menanggung akibatnya, terutama kau!"ucap Hansel penuh penekanan sambil menunjuk wajah Ema yang sudah pucat pasi karena ketakutan.


Setelahnya Hansel langsung masuk kedalam kamar rawat Keysa dan mendapati Keysa yang tengah terbaring di tempat tidur sambil menatap langit langit kamar.


Sementara itu diluar kamar rawat Keysa para pelayan tengah ketakutan apalagi saat Hansel mengatakan jika mereka semua akan mendapat akibat, ada yang sudah ketakutan dan ada juga yang pasrah dengan nasib mereka.


"Ini semua karena salahmu Ema!Kami semua harus menanggung akibatnya sekarang,apa kau mau bertanggung jawab jika kami dipecat?"ucap salah satu pelayan marah karena tak terima posisi mereka terancam atau Hansel akan memberikan mereka hukuman.

__ADS_1


"Maafkan aku,"hanya itu yang bisa Ema ucapkan sambil terus menangis meratapi nasibnya.


__ADS_2