
Asal Lo bahagia deh Key,gue mah iyain aja!"
Asal Lo bahagia deh Key,gue mah iyain aja!"
"Emang harus gitu Ra,kalo sahabat harus saling dukung meskipun kadang rada bar bar!"
mereka berdua tertawa dan hanyut dalam obrolan sampai tak ingat jika hari sudah mulai sore karena terlalu asik berbicara dan saling melempar candaan"Emang harus gitu Ra,kalo sahabat harus saling dukung meskipun kadang rada bar bar!"
mereka berdua tertawa dan hanyut dalam obrolan sampai tak ingat jika hari sudah mulai sore karena terlalu asik berbicara dan saling melempar candaan.
Setelah beberapa saat bercerita dengan penuh tawa,kini Laura harus pulang kembali ke rumah nya. Ia ingin pulang dan berpamitan pada Keysa dan Hansel tapi sejak dari tadi ia tak melihat keberadaan Hansel, sepertinya ia beli.turun dari lantai atas.
"Gue pulang ya, udah sore nih,"ucap Laura sambil mengambil tas gendongnya dan memasukkan beberapa bungkus cemilan kedalam tas nya.
"Iya udah pulang sama, tapi kok Lo bawa itu sih?"tanya Keysa melihat Laura yang memasukkan makanan ringan kedalam tasnya dengan santai.
"Buat gue makan didalam mobil key, lagian tuh stok makanan Lo masih banyak juga jadi gak papa lah kalo gue bawa pulang,"ucapnya dengan cengiran lebar sambil menutup tasnya yang sudah penuh dengan makanan.
"Dasar ni anak! Kalo gitu jangan sering sering datang, bisa jadi gue bakal bangkrut kalo tiap pulang bawa makanan, apa hak sekalian Lo bawa bekal ha?"tanya Keysa kesal sambil melipat tangannya didepan dada.
"Yaelah Key,Lo tuh pelit banget sih. Gue lihat nih kekayaan Hansel gak bakal habis tujuh keturunan jadi jangan pelit pelit nanti kuburan Lo sempit!" ucap nya memperingatkan.
"Gue aja dikasih makan syukur Ra, lagian Lo pelitnya kelewat batas deh,malu-maluin aja."
" Tenang Key, gue kaya gini cuma sama lo kok!"ucapnya bangga sedangkan Keysa sangat ingin menjambak rambut Laura sampai terlepas dari kepalanya saking gemasnya.
"Yaudah, cepetan gih pulang. kalo tambah lama disini bisa bisa kulkas gue kosong jadinya,"ucapnya sambil mengibaskan tangannya menyuruh Laura pergi.
__ADS_1
"Yaudah gue pulang dulu ya Key, makasih buat makanannya kalo bisa sering sering undang gue ya. Oh iya Hansel dimana?"tanya Keysa melihat ke sudut ruangan dan tangga atas namun tak ada tanda tanda kedatangan Hansel.
"Mungkin dia masih ngerjain tugas kantornya kali, nanti gue bakal titip salam aja sama dia,"
Setelahnya Laura pergi meninggalkan Keysa diantar oleh Marci sampai didepan tempatnya menaruh mobilnya untuk parkir.
Setelah kepergian Laura tak berapa lama Hansel turun dari lantai atas dengan kaos santainya, meskipun begitu ketampanan nya tak berkurang sedikit pun.
"Apakah temanmu sudah pulang?"tanya Hansel sambil memasukkan tangannya kedalam saku celana.
"Iya,dia baru saja pulang dan menitipkan salam kepadamu,"jelas Keysa memperbaiki posisi nya untuk mencari tempat nyaman.
"Apa yang kalian bicara sedari tadi? Kelihatannya sangat menyenangkan Samapi suaramu terdengar sampai lantai atas,"tanya Hansel sambil membantu Keysa memperbaiki posisi nya.
"Oh bukan apa apa, kamu hanya bercerita tentang keadaan sekolah dan suasana kelas saat aku tidak datang."
"Dia hanya temanku yang bermain futsal, apa kau ingat orang yang mengantarkan ku itu namanya Roni,"ucap keysa sembagat agar Hansel bisa langsung mengembalikan moodnya.
Hansel masih belum mengubah ekspresi nya masih tetap datar dan dingin,Keysa yang melihatnya bingung mencubit harus Hansel yang kotak kota seperti kue sobek.
"Apa kau cemburu Hansel? oh ayolah katakan saja, aku tidak akan mengejekku jadi katakan saja."
Keysa tercengir lebar karena melihay Hansel yang terus tersenyum lebar, ia ingin sekali mengejek nya saat ini tapi ia tak memiliki keberanian untuk melakukan hal tersebut,
Ia memukul sofa yang berada disampingnya nya dan menyuruh Hansel mendekat.
"Sini duduk di sebelahku,"ajak Keysa pada sofa disampingnya.
__ADS_1
" Untuk apa? apa kau ingin mengerjai ku?"tanya Hansel sambil melihat gerak gerik Keysa, jika ada yang mencurigai ia akan langsung bersiap mengambil ancang-ancang untuk pergi.
" Hey kemarilah, aku tidak akan berbuat hal yang buruk padamu, kau tau kan aku hanya memiliki satu nyawa,jadi menurut lah."
Hansel menatap sekilas Keysa dan beralih pada sofa yang ia tunjuk. Ia melangkahkan kakinya mendekati sofa dan duduk tepat disebelah Keysa.
"Ada apa?"tanya Hansel menatap Keysa yang berada disebelah nya.
"Tidak ada, aku hanya ingin bertanya apa kau cemburu dengan Romi?"tanya nya dengan menunjukkan senyum nya.
" Romi siapa? lagipula apa untungnya untukku harus cemburu?Dia hanya bocah ingusan yang masih menumpang hidup pada orang tuanya,"sambil tertawa mengejek membuat Keysa malah memasang wajahnya kesal.
"hey jangan mengejeknya begitu, lagipula jika dilihat lihat kau kalah jauh dengannya, di terlibat muda dan sangat modis sedangkan kau terlihat seperti om om mafia yang ada di film film,"ucap Keysa tak terima karena Hansel sering sekali mengejek orang lain didepan ya dan merasa dirinya yang paling baik dan paling berkuasa diatas segalanya.
"Kenapa kau malah membelanya?"tanya Hansel tiba tiba membuat ucapan Keysa yang belum selesai terhenti dengan nada setengah berteriak.
Keysa langsung terkejut karena Hansel kali ini membentaknya lagi, padahal sudah lama sekali ia tidak membentaknya lagi dan hati ini terulang kembali.
Keysa yang awalnya merasa jika Hansel sudah mulai menyayangi nya ternyata salah, buktinya sekarang ia malah embentaknya padahal Keysa tak berniat membuatnya marah.
"Aku...aku tak bermaksud membelanya Hansel, fan aku meminta maaf jika telah menyinggung ucapanmu,"ucap Keysa gugup. Sekarang perasaannya antara takut dan gugup bercampur menjadi satu.
"Aku tidak suka jika kau merendahkan ku, atau membandingkan ku dengan orang lain,dan asal kau tau mereka semua tak ada bandingannya denganku, apa kau paham?"tanya Hansel dengan nada rendah yang membuat telinga Keysa merinding mendengar nya.
"Iya aku paham...maafkan aku,aku benar benar tidak sengaja,"Keysa berjuang mati matian untuk menahan air matanya yang sudah siap meluncur di wajahnya, tapi ia berusaha tak menangis didepan Hansel.
"Aku berharap kau tak mengulanginya lagi, aku bisa saja membuat orang yang kau bandingkan denganku jatuh sengsara bahkan lebih buruk dari yang kau bayangkan, jadi bagi hati," ucap Hansel menatap tajam Keysa dengan sorot mata nya membuat Keysa Semkin ketakutan.
__ADS_1
"Hiks hiks...maafkan aku,"air mata yang sedari tadi coba Keysa tahan akhirnya jatuh dengan kukus di wajahnya, ia sudah tak kuat membendungnya dan kali ini ia manangis didepan wajah Hansel lagi dan menunjukkan kelemahan nya.