
Pagi ini Keysa sudah diijinkan untuk pulang kerumah,seharusnya kemarin saja sudah bisa tapi Hansel memilih untuk pulang besok pagi dan membiarkan Keysa beristirahat.
Saat ini pakaian dan peralatan Keysa sudah dirapikan dan tinggal membawanya pulang ke rumah.
"Jose kau utus administrasi nya, aku akan pulang bersama Keysa,"ucap Hansel membuat Jose dengan sigap langsung pergi untuk menyelesaikan biaya administrasi rumah sakit.
"Ayo kita pulang,"ucap Hansel sambil menyelipkan kedua tangannya di lutut Keysa.
"Eh apa yang aku lakukan? Lebih baik kau membantuku berjala ,tidak usah digendong,"ucap Keysa memalingkan mukanya agar Hansel tak melihat wajahnya yang merona merah karena malu,apalagi ada pelayan yang ingin membawa barang barangnya pulang.
"Aku tidak ingin mengambil resiko Keysa, lagipula jaraknya cukup jauh kau bisa kelelahan,"ucap Hansel memperingatkan.
"Tapi aku malu, diluar banyak orang yang berlalu lalang dan kau malah mau menggendong ku, oh iya kenapa tidak pakai kursi roda saja."ucap Keysa, akhirnya ia menemukan ide agar Hansel tak perlu menggendongnya melewati koridor rumah sakit.
"Sudahlah key, aku memiliki pekerjaan yang harus secepatnya kuselesaikan,jika menunggu kursi roda itu akan memakan lebih banyak waktu."ucap Hansel melihat kearah jam yang bertengger di tangannya.
"Aku bisa pulang bersama pelayan, lagi pula – Aaaa!" teriak Keysa terkejut saat Hansel tiba tiba menggendong nya dengan gaya bridal style , Keysa langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang Hansel dan tak berniat untuk menatap para pasien rumah sakit, karena ia tau sat ini pasti banyak orang yang memperhatikan mereka berdua .
Hansel membawa Keysa ke arah mobil yang sudah sedia menunggu didepan rumah sakit. Hansel tak merasa kesulitan menggendong Keysa karena badan Keysa yang mungil membuatnya leluasa untuk menggendong nya.
Hansel meletakkan tubuh Keysa dengan hati hati didalam mobil dan berjalan memutari mobil untuk duduk disebelah Keysa, "Ayo jalan pak!" Kemudia mobil berjalan dengan kecepatan sedang.
Keysa melihat ke luar jendela, ia fokus pada pemandangan luar membuat Hansel kesal melihat Keysa yang sama sekali tak menoleh kearahnya.
"Apa yang kau perhatikan hem?"tanya Hansel mengelus puncak kepala Keysa membuatnya langsung menoleh.
"Tidak apa apa, aku hanya memperhatikan gedung pencakar langit itu,"tunjuk Keysa pada deretan gedung pencakar langit yang menghiasi kota.
"Kau suka gedung itu? Aku bisa membelinya untukmu?"tanya Hansel sambil menaruh kepala Keysa agar bersandar di dada nya.
"Eh bisakah kau membelinya? Oh aku akan sangat senang."
" Memangnya gedung itu mau kau jadikan apa?"
__ADS_1
"Mungkin aku akan membuat gedung itu sebagai tempat ku bersembunyi, jadi jika aku marah denganmu aku bisa pergi kesana dan kau tak bisa menemui ku."
Ekspresi Hansel langsung berubah marah mendengar jawaban Keysa, ia tak habis pikir jika Keysa akan menjadikan gedungbitu sebagai tempat persembunyian.
"Apa kau berpikir untuk kabur dariku?"tanya Hansel dengan tatapan yang tajam membuat Keysa seketika meruntuki kebodohan nya berbicara. Suasana didalam mobil tiba tiba hening, Keysa langsung menetralkan reaksinya agar Hansel tak melihat nya ketakutan.
"Tidak Hansel,aku hanya bercanda. Hehe lagipula aku tidak akan bisa meninggalkanmu, orang orang mu pasti akan dengan mudah menemukanku."ucap Keysa sambil mengelus rahang Hansel yang mengeras karena marah.
"Baguslah jika kau paham. Jadi kau tidak usah memiliki niat untuk pergi dariku, aku akan menemukanmu dengan mudah, jadilah anak kecil yang penurut!"ucap Hansel sambil menyentil hidung Keysa yang mungil.
"Iya aku paham,aku akan menjadi anak kecil yang penurut dan kau harus sabar menghadapi sifat manja anak kecil ini tuan yang sombong,"ucap Keysa sambil menusuk nusuk pipi Hansel sambil tertawa dan Hansel tersenyum atas perlakuan Keysa padanya.
"Hansel..."
"Iya ada apa?"
"Terimakasih karena kau sudah mengkhawatirkan ku,aku kira kau tidak akan datang dan malah akan memarahiku,"ucap Keysa menatap mata Hansel dalam.
"Jadi dia mengkhawatirkan ku karena sudah berjanji pada orang tuaku, aku pikir dia memang tulus mengkhawatirkan ku,"batin Keysa, entah kenapa ia merasa sedih karena Hansel merasa bersalah karena gagal memenuhi janjinya kepada kedua orangnya, bukan karena rasa khawatir dari dalam dirinya sendiri.
Sampai di mansion Hansel langsung membawa Keysa kedalam kamarnya dan meletakkannya secara perlahan.Kemudian ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Kemudian Hansel selesai membersihkan dirinya dan memakai pakaian santainya, Keysa yang melihatnya heran kenapa Hansel tidak memakai setelan jas yang biasa ia pakai ke kantor.
"Kenapa pakaian mu seperti itu?"tanya Keysa bingung.
"memangnya kenapa? hari ini aku tidak pergi ke kantor jadi aku memakai pakaian santai,"membuat Keysa hanya menganggukkan kepalanya paham.
"Apa kau membutuhkan sesuatu?"
"Tidak,untuk saat ini aku tidak memerlukan apapun."
"Baiklah kalau begitu aku akan keruang kerjaku sebentar, ada berkas yang harus aku periksa," ucap Hansel lalu pergi ke ruang kerjanya untuk menyelesaikan tugas kantornya.
__ADS_1
Keysa menatap langit langit kamarnya dengan bayak hal yang ia pikirkan.
"Kurasa aku mulai jatuh cinta pada tuan sombong itu, tapi perasaan ku sulit untuk terbalaskan."ucap Keysa pada dirinya sendiri.
Selama beberapa hari ini pikiran Keysa memang selalu tertuju dengan Hansel.Perlakukan lembut yang Hansel berikan membuatnya merasa nyaman dan akhirnya ia lebih suka saat berada di dekat Hansel.
Keysa bingung, pasalnya Hansel ternyata hanya menjaganya sebatas janjinya pada kedua orang tuanya untuk menjaganya dan tidak akan membiarkan hal buruk terjadi.
Entah apa yang akan terjadi pada hubungan mereka berdua, mungkinkah Keysa harus mengalah pada perasaan nya dan memilih takdir yang akan membawanya pada akhir suka entah duka.
Tak berapa lama,seorang pelayan membawakan makan siang untuk Keysa.
Tok tok...
"Selamat siang nyonya,"ucap nya dari luar kamar.
Keysa langsung bersemangat karena ada hal yang harus ia bicarakan dengan Ema, karena hanya Ema yang menjadi teman Keysa berbagi cerita untuk saat ini.
"Masuk Ema,pintunya tidak dikunci,"
"Saya membawakan makan siang anda nyonya,"ucap pelayan tersebut sambil meletakkan nampan makanan diatas meja.
"Kenapa kau yang mengantarkannya,dimana Ema?"tanya Keysa heran saat yang membawakannya makanan bukanlah Ema tapi pelayan yang lain yang.
"Saya tidak tau nyonya,yang saya dengar Ema telah dipecat."ucap Payan itu sambil menyusun makanan Keysa diatas meja.
"Apa!Bagaimana bisa?"teriak Keysa tak percaya mendengar ucapan sang pelayan.
Hampir saja pelayan tersebut menjatuhkan mangkuk bubur yang ia bawa jika saja ia tidak sigap memegangnya kerena kaget Keysa yang tiba tiba berteriak padanya.
"Itu yang saya dengar nyonya, saya juga tidak tau kepastian,"ucap nya sopan.
"Panggilkan Hansel,aku ingin berbicara padanya," perintah Keysa membuat pelayan langsung pergi memanggil Hansel ke ruang kerjanya .
__ADS_1