
Ceklek...
Pintu kamar terbuka, ia mengira Ema yang datang membawa beberapa cemilan tapi ternyata yang muncul adalah sosok laki laki dengan badan tegap, alis yang tebal, hidung yang mancung, yang mampu menghipnotis semua wanita, dia adalah Hansel.
Hansel membawa beberapa bungkus makanan kemudian berjalan kearah meja yang berada di samping tempat tidur,dan menyusunnya diatas meja.
Kemudian Ema datang dengan memebawa dua gelas minuman yang diminta oleh Keysa.
"Ini minumannya nyonya, kalau begitu daya permisif dulu," Ema hendak keluar darah kamar, karena ia tidak enak jika berada dalam satu ruangan dengan Hansel. Ema memperhatikan Hansel yang tengah berdiri diatas meja sambil memegang sebuah kertas ditangannya, menambah kharisma uang ia miliki begitu kuat. Ia segera membalikkan klan tubuh ya untuk pergi, tapi suara Keysa malah menghentikannya.
"Kau mau pergihi kemana Ema? Bukankah kau akan menemaniku sampai sore nanti?" tanya Keysa bingung, seharusnya ia menghabiskan waktu bersama dan ada beberapa pertanyaan yang ia ingin ia tanyakan kepada Ema.
Ema manatap sekilas kearah Hansel yang masih fokus pada surat yang ada ditangannya, kemudian ia menunjukkan senyumnya kepada Keysa, " sebaiknya saya diluar saja nyonya masih ada beberapa pekerjaan yang harus saya selesaikan," ucap nya tak enak karena harus menolaknya.
Ema tidak bisa membayangkan jika ia duduk disebelah Keysa dan tuannya Hansel malah menatapnya dengan tatapan tajam. Ema memilih untuk menghindar.
Keysa melirik sekilas tatapan Ema, akhirnya ia tau kenapa Ema tak ingin menemaninya, itu karena Hansel yang sedang ada bersamanya.
"Apa kau merasa risih jika ada Hansel didalam Ema?"tanya Keysa sambil menatap Hansel yang sedang memeriksa berkas penting yang ada di tangannya.
"Oh ya Tuhan! Kenapa nyonya harus mengatakannya didepan tuan Hansel," batin Ema sambil merutuki ucapan dari Keysa.
Ia hanya bisa menatap kearah lantai karena rasa tak enak pada tuannya.
Hansel yang sedari tadi fokus pada berkas ditangannya langsung membalikkan barang mendengar ucapan Keysa. Ia kemudian menatap kearah pelayan yang terlihat sangat gugup dan canggung.
__ADS_1
Ia mengerutkan keningnya "Apa kau mengganggu kalian?" sambil memasang wajah datarnya.
"Iya!"
"Tidak tuan!"
Keysa dan Ema menjawab secara bersamaan tapi tidak dengan jawaban yang sama.
Keysa bangkit dari duduknya, ia memang sudah bisa berjalan secara pelan-pelan, Hansel ya g melihat hal itu langsung sigap membantunya dan Ema memilih untuk memalingkan pandangannya tak ingin mengganggu kebersamaan yang ada didepannya itu.
"Apa yang ingin kau lakukan Key? Kau bisa terluka lagi nanti jika kau tak berhati-hati!" ucap Hansel mengingatkan sambil membantu Keysa untuk berjalan.
"Oh tidak, aku hanya ingin mengusir mu dari sini!" jawabnya cepat membuat Hansel menghentikan langkahnya.
"Kenapa kau ingin mengusir ku? Ini kan rumahku!" ucap Hansel mulai membanggakan dirinya. Keysa hanya bisa memutar bola matanya malas, jika ssudah begini Hansel bisa terus menyombongkan dirinya sampai sampai ia muak.
"Memangnya kenapa? Aku bahkan tidak berbicara dari tadi? Lalu kapan aku mengganggu mu?" tanya Hansel bingung, ia hanya memeriksa beberapa berkas yang ia perlukan tapi Keysa malah mengatakan jika dirinya mengganggu.
Keysa memutar bola matanya jengah, kenapa Hansel sangat tak peka dengan keadaan. Seharusnya ia bisa melihat Ema yang sedari tadi diam dan tak berani bergerak karena Hansel ada disana. Ia tau jika Ema merasa sangat canggung jika berada didemat Hansel.
"Apa kau tidak lihat jika Ema tak berani bergerak karena ada dirimu?" tanya Keysa sambil menunjuk kearah Ema yang masih setia berdiri didalam kamar mereka tanpa ada niat untuk beranjak dari sana.
Hansel langsung menatap Ema sekilas, ia bisa melihat Ema langsung gugup saat matanya menoleh kearah nya.
" Baiklah aku akan keluar!" Hansel mengambil beberapa berkas yang ad didalam lemari dan pergi meninggalkan Keysa dan Ema didalam kamar. Ia tak ingin menjadi pengganggu diantara dua wanita yang ingin bercerita, apalagi jika mereka berdua nantinya menggosip, Hansel bisa bisa pusing harus mendengarkan nya.
__ADS_1
Setelah Hansel keluar dari kamar, Keysa hanya terkikik geli melihat Ema yang menghembuskan nafasnya lega. "Kau tak perlu setakuat itu Ema, dia masih memakan nasi, jadi tidak akan memakan dirimu!" ucap Keysa tertawa emmebuat Ema hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Saya hanya merasa sangat canggung jika berada didekat tuan, tatapannya begitu tajam membuat saya tak berani menatap matanya terlalu lama nyonya," ucap Ema jujur. Hansel memang memiliki tatapan yang tajam, dan dengan tatapannya ia bisa dengan mudah menjatuhkan lawan bisnisnya.
"Ya dia memang begitu Ema! Tapi dia sangat perhatian dan kadang bisa bersifat manis," ucap Keysa dengan nada malu malu membuat Ema hanya menahan senyum melihat tingkah nyonya nya.
"Ayo kemari! Duduklah bersamaku," sambil menepuk bagian tempat tidur.
Ema menatap sekilas dan berjalan untuk duduk di tempat tidur, ia tau jika Keysa sudah menganggapnya benar benar menjadi seorang sahabat, sampai ia bisa mengajaknya untuk bercerita didalam kamarnya.
Ema duduk diatas kasur, terasa sangat lembut dan empul.Sebetulnya ia ingin berlompat diatas tempat tidur dan merasakan sensasi yang ada, tapi ia masih berpikir dengan waras dan menahan rasa penasaran nya dengan kasur empuk yang sedang ia duduki.
"Hari ini kita akan membahas apa?"tanya Keysa sambil membuka salah satu bungkud makanan ringan yang sudah ada ditangannya.
"Saya tidak tau topik apa yang cocok untuk kita bahas nyonya," ucapnya sambil memperbaiki posisi duduknya agar lebih terasa nyaman.
Keysa nampak berpikir sambil menyiapkan beberapa potong kentang goreng yang ada di tangannya,
"Kita bahas tentang Hansel saja," ucap nya semangat saat tau topik yang embatik untuk mereka bahas saat ini.
Ema mengerutkan keningnya, pasalnya ia tak tau apa apa dengan tuannya itu. Ia hanya tau jika Hansel adalah orang yang disiplin dan sangat benci pada orang yang ceroboh dan tidak menghargai waktu, hanya itu yang ia tau dan ia tak beraniencari tau lebih dalam tentang majikannya karena ia hanya ingin bekerja dan membantu ibunya yang sedang sakit.
"Saya tidak tau apa-apa tentang tuan Hansel nyonya, jadi sepertinya topik itu kurang tepat,"
Keysa tertawa mendengar jawaban posos Ema, "Maksud ku kita tidak membahas tentang kehidupan pribadi nya Ema, tapi aku hanya ingin tau bagaimana reaksinya saat tau aku kecelakaan kemarin. Kau pasti tau kan?"
__ADS_1
Ema hanya mengangguk mengerti, ia pikir Keysa akan mengajaknya berbicara tentang keseharian tuannya , tapi ternyata ia yang salah tanggap.