Cinta Diatas Perjodohan.

Cinta Diatas Perjodohan.
32.Sarapan bersama


__ADS_3

Pagi ini Keysa sedang berada di taman belakang ditemani dengan Hansel dan dua porsi sarapan untuk mereka berdua.


Keysa tadi mengajak Hansel untuk sarapan di luar kamar karena ia merasa sangat bosan karena beberapa hari ini selalu berdiam diri dikamar. Hansel juga paham bagaimana bosannya Keysa Karen situ ia menggendong nya ke taman belakang agar pikirannya juga lebih segar.


"Hansel apa kau mau rotinya?'"tanya Keysa sambil mengulurkan sebuah potong roti yang telah Keysa berikan selai.


"Iya,aku sudah lapar apalagi jika harus menggendong mu untuk kesini,"sambil mengambil rotinya dan mulai mengunyahnya dengan santai.


Hansel menikmati udara pagi yang segar,sudah lama sekali ia tidak bersantai dan lebih sering menghabiskan waktunya untuk bekerja dan memeriksa berkas berkas kantor.


"Apa kau secara tidak langsung mengatakan aku gendut?"tanya Keysa kesal sambil menekuk wajahnya.


"Aku tidak mengatakannya ,kau sendiri yang bilang,"sambil melanjutkan makan nya.


"Dasar,kau seharusnya berbohong sedikit atau berusaha membuatku senang,"


"Jangan menyuruh orang jujur seperti ku untuk berbohong,"ucap Hansel dengan gaya sombongnya.


"Ah sudahlah,berdebat dengan mu hanya menghabiskan tenagaku saja.Lebih baik aku mengumpulkan energi ku agar pemulihan kaki ku bisa lebih cepat."


Hansel telah menghabiskan sarapannya dan ia masih setia duduk bersama Keysa di bangku yang rindang di bawah pohon.


"Apa kau tidak bekerja hari ini?"tanya Keysa sambil terus mengunyah h rotinya, antara lapar atau memang suka karena ia sudah memakan beberapa potong roti .


"Aku hari ini ingin berlibur. Sudah lama sekali aku tidak bersantai dalam hidupku seperti hari ini,"ucap Hansel sambil mendongakkan kepalanya keatas menatap daun daun yang rindang yang mampu menenangkan hati dan pikirannya.

__ADS_1


"Tumben sekali kau tidak mau bekerja,biasanya kau seperti orang gila jika sudah menyangkut pekerjaan. Kau bahkan hanya tidur beberapa jam dalam sehari,"jelas Keysa sambil mengingat cara kerja Hansel yang sangat padat bahkan ia terlalu sibuk untuk memikirkan dirinya sendiri.


Hansel tersenyum mendengar penuturan Keysa,memang benar jika selama ini ia terlalu terobsesi pada pekerjaan nya. Tak jarang ia hanya tidur sekitar dua sampai tiga jam dalam sehari karena proyek yang harus ia kerjakan dan ia bukan tipe orang yang suka menunda pekerjaan.Di kantor pun Hansel dikenal dengan orang yang profesional dan semua karyawannya harus bekerja secata ditail dan bertanggung jawab karena itu perusahaan Hansel merupakan perusahaan yang banyak dikagumi dikalangan para pebisnis.


"Kau memang harus mengurangi jam untuk bekerja Hansel,mulai sekarang kau harus cukup istirahat,lagipula kekayaan yang kau punya sudah sangat banyak,jadi kau bisa mulai melonggarkan sedikit waktumu untuk dirimu sendiri."peringat Keysa sambil menatap kearah dedaunan yang di tiup oleh angin membuat mereka berdua sangat nyaman berada di bawah pohon tersebut.


"Baiklah nyonya Peterson yang cerewet!"Hansel mencubit hidung mungil Keysa dengan gemas,ia terlihat lucu saat memasang wajah serius saat menasehati Hansel.


"Apa kau memanggilku nyonya Peterson barusan?"tanya Keysa sambil menyingkap rambutnya kebelakang untuk membuat pendengarannya lebih jelas.


"Iya,memangnya salah jika aku memanggil mu nyonya Peterson?Kau kan istriku jadi aku wajar memanggilmu dengan sebutan itu," ucap Hansel sambil menatap Keysa tang tengah merona.


"Oh baiklah,kau memang bisa memanggilku dengan sebutan itu,"sambil memalingkan wajahnya agar Hansel tak mengejeknya karena ketahuan merona didepan wajah Hansel langsung.


"Apa wajahmu memerah?"tanya Hansel dan memegang dagu Keysa agar bisa melihat jelas wajah Keysa yang terlihat memerah.


" Tapi kita berada dibawah pohon yang rindang key,jadi kau sama sekali tidak terkena cahaya matahari langsung. Sudahlah lebih baik kau jujur saja jika aku memang sedang merona kan?"sambil tersenyum mengejek membuat Keysa semakin malu.


Mereka berdua hanya tertawa, bukan saling menertawakan tapi arena merasa lucu dengan keadaan mereka saat ini.


Saat mereka sedang sibuk berbincang, sebuah suara datang menghentikan aksi mereka.


"Nyonya..."sapa seorang perempuan yang tengah berdiri di belakang bangku mereka membuat Keysa dan Hansel langsung menoleh kebelakang.


Keysa yang menoleh langsung kaget saat melihat siapa yang baru saja memanggilnya.

__ADS_1


Ada perasaan senang dan sedih disaat yang bersamaan.


"Ema itu kau!Kemarilah!"teriak Keysa semangat. ya yang memagggil mereka barusan adalah Ema, pelayan yang kemarin dipecat oleh Hansel datang lagi.


Hansel yang berada di sebelah Keysa hanya diam mengikuti pandangan Keysa, ia tak berniat untuk berbicara dan memilih untuk memperhatikan interaksi mereka berdua.


Ema langsung berlari menghampiri Keysa majikannya dan betapa terkejut nya Keysa saat Ema langsung berlutut di depan kaki Keysa sambil meminta maaf.


"Maafkan saya nyonya daya benar benar teledor menjaga anda. Saya minta maaf, karena Keysa anda menjadi terluka,hiks hisk..."Ema menangis senggukan di bawah kakinya ,terlihat jelas jika ia merasa sangat bersalah atas kejadian buruk yang terjadi pada nyonya nya itu.


"Hey kenapa kau berlutut Ema,sudahlah ayo bangun!"ucap Keysa sambil menarik badan Ema yang masih berlutut di bawah kakinya.


ia sendiri kaget saat Ema yang baru datang langsung berlari dan tiba tiba berlutut di bawah kakinya.Padahal ia sendiri tidak mengalah kan Ema atas kejadian buruk yang menimpanya


"Ayo cepat bangun Ema,aku sama sekali tidak menyalakan mu atas kejadian buruk yang menimpaku, itu senfiri karena aku yang kurang hati hati,"ucap Keysa sambil menyuruh Ema untuk segera bangkit dari tanah.


Keysa bangkit dan langsung berterimakasih karena merasa dangat senang bisa bekerja lagi disini dan ia bisa membiayai kehidupan keluarga nya.


"Terimakasih nyonya, anda sangat baik. karena kebaikan anda saya masih bisa bekerja disini dan bisa mencukupi kebutuhan keluarga saya, terimakasih juga tuan, maafkan saya Karen stelah mengecewakanmu."ucapannya dan dibalas oleh senyum lebar Keysa telah terukir di bibirnya sedangkan Hansel tak berniat untuk menjawab permintaan maaf Ema Karen sia tidak suka memaafkan dan tidak suka mendendam.


"Kalau begitu saya permisi dulu nyonya, tuan. saya harus melanjutkan kembali pekerjaan saya,"ucap Ema sambil beranjak pergi kearah dapur untuk membantu koki dan beberapa pekerja disana.


Setelah kepergian Ema, Keysa langsung menatap Hansel dengan mata berbinar bahagia, karena Hansel benar benar menepati janjinya untuk membawa Ema kembali kerumah nya.


"Terimakasih Hansel,kau yang terbaik,"dan langsung memeluk Hansel kuat karena sangat bahagia .

__ADS_1


"Yang penting kau bisa senang,"balas Hansel dan mengecup puncak kepala keysa cukup lama membuat suasana di pagi hari ini menjadi lebih indah.


__ADS_2