Cinta Diatas Perjodohan.

Cinta Diatas Perjodohan.
17.Teman baru


__ADS_3

" Ayo kita berteman!" ucap Keysa dan membuat Ema langsung terkejut. Bagaimana nyonya nya bisa berteman dengan orang rendahan sepertinya, apalagi ia hanya seorang pelayan.


" Apa maksud nyonya?" Ema bingung dengan apa yang dikatakan oleh Keysa,


" Maksudku, kita bisa teman! Aku tidak memiliki teman di mansion sebesar ini dan aku kesepian."


"Nyonya jangan bercanda, saya sama sekali tidak pantas menjadi teman nyonya, saya hanya seorang pelayan." sambil menampilkan senyum nya.


" Apa aku terlihat begitu angkuh sehingga kau tak ingin berteman denganku? Aku bosan jika harus sendirian setiap saat apalagi saat Hansel pergi bekerja." ucap Keysa sedih, sebetulnya ia sedikit berakting agar Ema tak menolak permintaan nya.


" Saya tidak pernah berpikiran begitu nyonya, bahkan saya merasa senang anda mau berbicara dengan saya." jawabnya pelan saat melihat ekspresi Keysa yang terlihat bersedih.


" Jadi apa kau mau?"


" Saya mau nyonya."


" Yeayy! Mulai sekarang kita akan berteman. Dan ingat satu hal, kau tidak boleh memanggil ku nyonya lagi, panggil saja Keysa!"


" Maaf nyonya, tapi tidak sopan bagi saya."


" Tidak ada penolakan, atau aku akan mengadukan mu pada Hansel." ancam Keysa, karena ia tau kalau hanya ini satu satunya jalan agar Ema menurutinya.


" Bagaimana nanti jika tuan Hansel akan memarahiku? atau tuan bahkan bisa memecat ku nona." Ema bingung, ia bekerja disini belum lama , itupun karena harus menggantikan ibunya yang sedang sakit.Jika terjadi sesuatu atau dipecat , maka Ema tidak akan bisa membeli obat untuk ibunya yang sakit.


" Tenang masalah Hansel aku yang akan berbicara padanya, jadi kau tidak perlu takut."

__ADS_1


" Nyonya saya mohon , biarkan saya terus memanggil anda dengan sebutan nona Keysa, karena itu membuat daya nyaman.." ucap Ema kaku sambil melirik kearah Keysa.


" Baiklah karena kita sekarang berteman , ayo kita sekarang saling berbagi cerita.Aku akan mulai lebih dahulu."


Keysa pun menceritakan banyak hal tentang dirinya, mulai dari hobi dan makanan kesukaannya. Ia juga menceritakan kalau sebetulnya ia sangat manja pada kedua orang tuanya dan orang orang yang sangat dekat dengannya.Ia juga tak lupa menceritakan Laura sahabat Keysa sejak lama," Jika ada waktu aku akan mengenalkan mu pada Laura, kau harus berjumpa dengannya karena ia orang yang baik hati walaupun tingkahnya kadang seperti anak kecil Ema."


" Sepertinya Laura orang yang menyenangkan."


" Tentu saja, sekarang giliran mu bercerita. Ayo ceritakan saja padaku, aku bisa menjaga rahasia."


" Saya memiliki satu adik yang masi sekolah di jenjang SMP, dan saya hanya tinggal bertiga bersama Ibu dan adik saya. Sebenarnya yang bekerja disini adalah Ibu saya, tapi karena ia sakit saya yang menggantikannya bekerja disini.Dan saya juga memiliki satu teman sejak kecil namanya Lala, kami berteman dari dulu tapi beberapa tahun yang lalu ia pindah bersama keluarga nya dan saya kehilangan kontaknya karena hp yang saya gunakan untuk berkomunikasi dengannya sempat hilang dan saya tidak lagi berkomunikasi dengannya sampai sekarang." jelas Ema, ada nada kesedihan yang Keysa dengar saat ia bercerita.


" Hey, jangan bersedih setidaknya suatu saat kau Masi bisa menyusul nya.aku juga sempat punya sahabat sepertimu, dia sangat baik dan selalu menjagaku dari anak anak nakal yang ingin menggangguku, tapi..." ucapan Keysa terhenti dan kenangannya kembali saat dia masi kecil dan memiliki seseorang yang sangat ia sayangi selain orang tuanya.


" Jadi sekarang dimana sahabat nyonya?" tanya Ema penasaran, sambil menunggu Keysa melanjutkan ucapannya.


Keysa sudah tak bisa menahan air matanya, kenangan masa lalu yang sangat pahit teringat lagi di kepalanya. Keysa memeluk Ema dan menumpahkan segala beban nya.


" Hey, jangan menangis, ayo berbagilah denganku nyonya. Bukankah tadi nyonya mengatakan jika kita sahabat? Setidaknya pikiran akan sedikit lebih ringan."


"Namanya Peter, dia laki laki yang sangat baik Ema, meskipun umur kami sangat jauh tapi dia selalu mau menemaniku kemanapun dan selalu memanjakan ku."


" Sepertinya dia sangat menyayangi mu nyonya Keysa." Ema mengelus punggung Keysa untuk membuat nyaman sahabat barunya itu.


" Ia dia sangat menyayangi ku, dan apah kau tau, dia bahkan berjanji akan menikahiku saat aku besar nanti, namun semuanya sirnah Ema.Dia pergi dan menghilang saat kejadian itu..." Keysa semakin terisak dalam pelukan Ema , rasanya luka lama itu terbuka kembali. Sampai sekarang ia masi menyimpan rasa rindunya sampai membuatnya tersisiksa sendiri.

__ADS_1


"Hey, apa yang terjadi? Dia tidak mungkin meninggalkan nyonya begitu saja, dia pasti punya alasan."


"Hari itu ada seseorang yang memberikanku surat, didalam nya aku disuruh untuk pergi ke rumah kosong yang lumayan jauh dari rumahku. Awalnya aku tidak ingin kesana tapi di belakang surat tersebut aku menemukan nama pengirimnya yaitu Peter. Aku langsung semangat dan pergi kesana tapi... " Keysa semakin terisak,"tiba tiba rumah tersebut terbakar dan aku.menangis Ema! Aku sangat takut , tapi saat asap mulai membuat dadaku sesak, Peter datang dan menolongku."


" Nyonya pasti sangat beruntung , mendapat oarang yang dangat menyayangi dan rela berkorban.."


"Aku sangat lega karena Hansel datang Ema, tapi asap membuat dadaku semakin sesak ,kayu kayu dalam rumah juga telah berjatuhan, dan aku sempat melihat salah satu kayu tersebut mengenai Peter,namun tak berapa lama aku pingsan dan saat aku bangun Hansel sudah tidak ad disana lagi.Aku rindu dengannya Ema." ucap Keysa lirih , Ema dapat merasakan jika Keysa benar benar kehilangan.


"Aku tak tau jika dibalik sifat cerianya , ia menyimpan kenangan masa lalu yang sangat buruk." Batin Ema menatap sedih Keysa yang masi menagis senggukan.


Setelah beberapa saat menangis, saat ini Keysa sudah jauh lebih baik lagi." Ema, ayo kita makan ice cream! Itu akan membuat mood ku lebih baik lagi."


" Apa kau mau ice cream? baiklah akan ku bawakan kemari."


" Bawakan aku dua cup ya, dan ambil juga untukmu, awas jika kau tidak mengambil ice cream untukmu."


" Iya , baiklah! Tapi apa nona akan menghabiskan dua ice cream?" tanya Ema heran, pasalnya ice cream yang berada didalam kulkas berukuran lumayan besar, dan jika makan satu cup saja akan membuat kenyang, dan Keysa malah ingin memakan dua cup.


" Apa kau meragukan ku? sudah bawakan saja, aku akan benar benar menghabiskan nya." ucap Keysa percaya diri .


" Baiklah akan saya bawakan, sebentar lagi saya akan langsung kembali."


Setelah beberapa saat, Ema membawa tiga cup ice cream. Mereka berdua memakan ice cream dengan santai, dan benar saja Keysa mampu menghabiskan di cup ice cream sendirian membuat Ema kagum, bagaimana bisa tubuh Keysa yang kecil bisa menampung makanan sebanyak itu.


"Terimakasih sudah mendengarkan ceritaku dan makan ice cream Ema!" saat ini mereka sudah berada didepan kamar Keysa, Ema mengantarkannya dan memastikan Keysa dalam keadaan baik baik saja.

__ADS_1


" Sama sama , kalau begitu aku akan kembali ke bawah."setelahnya Keysa masuk kedalam kamar dan merebahkan tubuhnya ke kasur yang empuk.Entah kenapa akhir akhir ia semakin sering merindukan Peter.


__ADS_2