Cinta Diatas Perjodohan.

Cinta Diatas Perjodohan.
Rasa yang bimbang


__ADS_3

Kini Keysa dan Ema sudah ada di posisi nyamannya masing-masing.Ema sudah tau jika hari ini ia akan menghabiskan waktunya untuk bercerita bersama dan pekerjaan nya pasti sudah diambil oleh temannya yang lain.


"Jadi kau bisa ceritakan bagaimana reaksi Hansel saat tau aku sakit?" saat ini Keysa terlihat sangat antusias dengan topik pembicaraan mereka.


"Em... aku juga tidak tau bagaimana reaksi awal tuan Hansel karena saat itu aku sangat panik dan terus menangis," ucap Ema sambil menerawang kembali kejadian beberapa hari yang lalu saat dia meninggalkan Keysa sendirian tapi saat dirinya kembali Keysa sudah berada dibawah tempat tidur dengan sebuah luka di kepalanya.


"Kenapa kau malah menangis? Seharusnya aku yang menangis disini?" tanya Keysa bingung. Ia memang tak ingat apa yang terjadi pada waktu itu,yang ia ingat hanya saat dirinya berupaya untuk mengambil gelas diatas meja dan tiba-tiba dirinya terjatuh. Setelah itu ia tidak mengingat apa-apa lagi. Setelah ia sadar, ia hanya tau jika sedang berada di rumah sakit.


"Saat itu saya sangat ketakutan. Saya bahkan berpikir jika tuan Hansel akan menghukum saya nyonya," jelas Ema, ia sendiri merasa ngeri saat melihat ekspresi Hansel yang seakan ingin membunuhnya hidup-hidup.


"Hey, kenapa kau begitu takut kepada Hansel? Apa wajahnya begitu mengerikan kemarin?" Keysa memperhatikan ekspresi Ema dengan seksama.


Ema menganggukkan kepalanya, saat itu dirinya memang benar-benar takut melihat kedatangan Hansel, "Asal nyonya tau, daya bahkan sampai gemetar saat menelpon tuan Juan dan memberitahukan jika anda terjatuh,"


Keysa tampak sangat menikmati cerita Ema. Rasa penasarannya bertambah, ia memang ingin mengetahui bagaimana Hansel bisa membuat orang-orang di dalam Mansion ketakutan.


"Lalu setelah itu apa yang terjadi?" tanya Keysa sambil memasukkan beberapa keripik kentang ke dalam mulutnya. Dirinya benar benar menyukai suasana seperti sekarang ini apalagi ditemani dengan banyak jenis macam cemilan membuatnya merasa sangat nyaman.


"Saat daya menelpon tuan Juan, saya bisa mendengar perubahan suaranya. Dia terlihat sangat marah, setelah itu tak berapa lama dia datang bersama tuan Hansel."

__ADS_1


"Lalu apa kau langsung dimarahi? Tapi kau tidak dipukul kan?" Ia ingin memastikan jika sekejam kejamnya Hansel di bidang bisnis, ia tidak akan ringan tangan kepada orang lain apalagi itu perempuan.


"Tidak nyonya, tapi saat tuan datang suasana di rumah sakit langsung berubah. Semua pelayan dan penjaga ta g ada disana langsung diam ketakutan, dan apa nyonya tau, saat saya selesai menelpon tuan Juan banyak pelayan yang berdoa agar tuan hansel tidak memecat mereka."


" Apa keadaan nya seburuk itu?" Keysa semakin memikirkan Hansel. Sebetulnya Keysa sangat bahagia saat mengetahui dirinya dicemaskan. Tapi ia juga yakni gin besar kepala, bisa jadi Hansel marah karena mereka telah lalai dalam janji kepada Ayahnya untuk menjaga dan merawat dirinya.


"Iya nyonya! Saat tuan Hansel datang kami semua langsung ketakutan. Dan yang paling pertama ia datangi adalah saya. Saya tau jika yang bertanggung jawab atas kecelakaan itu memang saya sendiri, karena telah lalai dalam menjaga nyonya,"


"Apa yang Hansel katakan?"


"Tuan mengatakan jika nyonya sampai dalam bahaya maka kami semua akan menanggung akibatnya,dan setelah itu tuan langsung pergi kedalam ruangan anda,"


"Ema aku mau bertanya kepadamu..." ucap Keysa sambil melipat kedua kakinya dengan menyilang dan menaruh bantal diatasnya menjadi sandaran untuk tangannya.


"Apa yang ingin kau tanyakan nyonya? Tanyakan saja aku pasti akan menjawabnya, bukankah kita teman?" ucap Ema sambil tersenyum dan menggenggam sebelah tangan Keysa untuk meyakinkan.


Dirinya sebetulnya sangat senang.? saat Keysa menganggap dirinya seorang sahabat, meskipun awalnya ia tak berpikir jika dirinya bisa betul betul menjadi sahabat dari majikan sendiri. Seperti sekarang mereka sedang bercerita seperti seorang sahabat yang telah saling memahami.


"Em... aku ingin bertanya, apa kau pikir Hansel mulai mencintaiku? atau itu hanya kepanikan biasa yang ia lakukan karena rasa khawatir?" Keysa sendiri bingung, disatu sisi ia ingin Hansel benar benar mengkhawatirkan nya tapi disisi lain ia takut sakit hati karena dirinya yang terlalu berharap.

__ADS_1


"Pertanyaan apa ini nyonya? Tuan Hansel memang benar-benar menyayangi anda. Dia terlihat sangat khawatir saat dirumah sakit, hal itu tidak diragukan lagi," jelas Ema. Ia tak menyangka jika Keysa malah meragukan ketulusan tuannya. Ia sendiri yakin jika tuannya Hansel benar- benar mencintai nya.


Keysa nampak merenung sebentar,sedangkan Ema memilih untuk mengingat bagaimana kemarahan tuannya saat Keysa masuk kedalam rumah sakit.


"Ema kau tau kan jika aku dan Hansel awalnya hanya orang yang tak saking mengenal?"ucap nya sambil menatap kearah langit langit kamar.


"Em... iya nyonya," jawab Ema ragu. Ia memang tau hal itu. Awalnya ia tak berani beranggapan sendiri tapi setelah melihat interaksi mereka berdua setelah tinggal di mansion, Ema bisa menyimpulkan jika mereka berdua bukan sepasang kekasih yang memutuskan menikah karena dasar cinta, tapi lebih kearah dua manusia uang harus hidup dalam satu rumah, sama sama menjadi orang asing bagi satu sama lain.


"Awalnya aku sangat takut pada Hansel, aku berpikir jika dia adalah orang jahat. Kau tau aku sempat mendoakannya agar terkena serangan jantung dan mati tiba-tiba. Jujur saja dulu aku menolak keras perjodohan kami, apalagi aku yang saat ini masih bersekolah," Keysa mulai menjelaskan bagaimana pertemuan awal mereka,sampai akhirnya ia benar benar harus dijodohkan dengan tuan sombong yang bernama Hansel Peterson.


"Nyonya saya ingin bertanya? Jika anda tidak suka kenapa kalian masih tetap di jodohkan?" Ema yang memiliki rasa penasaran yang cukup tinggi akhirnya memberanikan diri untuk bertanya dan menghilangkan rasa penasarannya.


"Itu dia masalahnya,aku tidak bisa menolak perjodohan tersebut. Perusahaan orang tuaku dalam keadaan yang sulit, kami terancam bangkrut dan setelah itu orang tua Hansel datang menawarkan suntikan dana untuk perusahaan tapi dengan syarat kami harus menikah, "


"Wah... kisah anda sama seperti di cerita cerita nyonya, jika dijadikan buku pasti laku keras!" jawab Ema sambil tertawa, sedangkan Keysa malah kesal dengan perkataan sahabatnya itu.


"Aku serius Ema,"


" hehehe... maafkan saya nyonya, jadi apakah tuan Hansel tidak menolak perjodohan kalian?"

__ADS_1


" Masalahnya Hansel malah bersikap biasa saja, seakan-akan bukan dirinya yang akan dijodohkan!"


__ADS_2