
"Hiks hiks...maafkan aku,"air mata yang sedari tadi coba Keysa tahan akhirnya jatuh dengan mulus di wajahnya, ia sudah tak kuat membendungnya dan kali ini ia manangis didepan wajah Hansel lagi dan menunjukkan kelemahan nya.
Hansel seketika sadar telah memarahi Keysa, ia terkejut saat melihat Keysa yang sudah menangis didepan wajahnya. Ia tak sadar jika ia sudah berkata dengan nada tinggi dan membuat Keysa begitu ketakutan sampai sampai menangis.
Hansel langsung memeluk badan Keysa erat, meminta maaf karena telah membentaknya sampai sampai ia menangis, jujur saja ia tak suka saat Keysa menangis apalagi jika itu karena dirinya sendiri.
"Maafkan aku Key, aku tak bermaksud memarahimu, aku hanya terbawa emosi. Sekali lagi maafkan aku Key,"bisiknya di telinga Keysa dengan sebelah tangannya mengelus rambut Keysa lembut.
Keysa meraih saja menangis di pelukan Hansel sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang Hansel berusaha menutupi air matanya yang trus jatuh tanpa tau malu.
"Shutt, sudah jangan menangis lagi, kau tidak boleh membuang air matamu Key,"sambil menangkup wajah Keysa dan ia bisa melihat mata nya yang membengkak karena menangis serta rambutnya yang tak lagi rapi.
Keysa memalingkan wajahnya karena ia kesal dengan Hansel apalagi dengan sikapnya barusan yang membuat nya ketakutan, bahkan ia berpikir jika Hansel akan memukulnya karena lepas kendali.
"Hei apa kau marah denganku?"tanya Hansel memegang dagu Keysa agar ia bisa menatap matanya.
"Tidak, aku tidak marah padamu," balasnya singkat membuat Hansel masih dipenuhi rasa bersalah.
Hansel lantas berdiri dari duduknya dan memegang kedua telinganya dengan tangan menyilang, sefangakn Keysa hanya keheranan melihat tingkah Hansel ,entah apa yang ingin ia lakukan.
"Aku Hansel berjanji tidak akan memarahi Keysa lagi,"ucap Hansel tiba tiba dengan suara yang diimut imutkan membuat Keysa terbelalak seketika.
Bagaimana bisa Hansel yang tegas dan ditakuti dikalangan pebisnis malah melakukan hal konyol seperti itu, ini sungguh tidak bisa ditangkap oleh logika.
"Aku berjanji,"ucap Hansel lagi membuat Keysa menahan tawa nya agar tak meledak dan Masi memasang wajah datarnya.
"Hey, apa yang kau lakukan! Jangan bersikap kekanak kanakan seperti itu, wajahmu sama sekali tidak cocok,"ucap Keysa sambil memalingkan wajahnya agar wajahnya yang sedang menahan tawa tak kelihatan.
" Kau saja yang bilang begitu, jika aku bersikap begini kepada wanita akun mereka pasti akan langsung bertekuk lutut padaku," balas Hansel sambil tertawa percaya diri.
__ADS_1
"Itu untuk mereka tapi tidak untukku, aku malah ingin menertawakan jika bersikap seperti ini,"tunjuk Keysa pada Hansel yang masih setia berdiri dan memegang telinga nya.
" Jadi apa kau memaafkan ku? Kaki dan tanganku sudah pegal,"
"Yasudah, daripada aku harus melihat mu seperti itu mataku jadi sakit."
"Yasudah kalau begitu ayo, aku akan mengantarmu ke kamar,ayo cepat!"Hansel langsung bersiap menggendong Keysa keatas kamar karena ia belum memperolehkan nya untuk berjalan dan Keysa langsung mengalungkan tangannya di leher Hansel agar tak terjatuh.
Hansel meletakkan Keysa di tempat tidur dengan perlahan, setelah itu ia memutari kasur untuk mengambil beberapa bantal dan meletakkan nya diatas kaki keysa dengan perlahan.
"Apa bantalnya tidak terlalu tinggi?"tanya Hansel sambil merapikan selimut yang sedikit berantakan.
"Tidak ini sudah pas, terimakasih."
"Yasudah, sebaiknya kau beristirahat dahulu, aku akan menghubungi dokter untuk memeriksa keadaan kakimu."
" Yasudah kalau begitu kau sebaiknya istirahat dulu, aku akan keluar sebentar sekalian memanggil dokter untuk mu,"setelah itu Hansel keluar dari kamar dan hilang di balik pintu.
Setelah kepergian Hansel, Keysa memilih untuk mengambil ponselnya dan berselancar di dunia maya untuk mengusir rasa bosannya.
Setelahnya seorang dokter masuk kedalam kamarnya diikuti oleh Hansel , Keysa langsung mrmbagusi sikap nya dan beberapa anak rambutnya yang berantakan.
Dokter memeriksa kaki keysa dengan seksama dan tak ingin terjadi kesalahan sekecil mungkin, karena ia tau Hansel paling tak suka dengan orang yang membuat kesalahan dan ia tak segan akan memecatnya.
" Bagaiman keadaan kaki nya?"tanya Hansel langsung sambil memasukkan celana nya kedalam saku.
"Kakinya sudah mulai membaik, besok pagi sudah bisa latihan berjalan tuan,dan saya akan memberikan resepnya agar pemulihannya bisa lebih cepat,"ucapnya sambil membereskan barang barang peralatan nya.
"Apa kau bisa memberikan obat yang paling baik dokter, aku ingin cepat sembuh agar bisa bermain futsal lagi,"potong Keysa cepat .Ia sudah tak sabar jika harus menunggu terlalu lama agar bisa berjalan, dan beberapa hari saja hanya di kamar sudah membuat nya sangat bosan.
__ADS_1
"Sabar Key, apa kau meragukan dokter yang aku pilih?"tanya Hansel dengan tenang membuat Keysa hanya tertawa renyah.
"Hehe...aku terlalu semangat, maafkan aku,"Keysa kembali bersikap santai.
"Jadi kapan kakinya bisa sembuh?"tanya Hansel menunjuk kearah kaki Keysa.
Keysa hanya menyimak dan mendengarkan, jika sudah ada Hansel maka ia akan menyerahkan semuanya pada Hansel. Ia juga tau jika dokter keluarga Peterson bukanlah dokter biasa, mereka adalah dokter pilihan yang digaji sangat tinggi khusus untuk menangani keluarga Peterson.
"Mungkin nyonya Keysa bisa berjalan beberapa hari lagi tuan, besok sudah bisa latihan berjalan,"jelas dokternya dan Hansel dengan seksama mendengar kan.
"Baiklah, besok saya akan menemani nya, apakah ada hal yang perlu dijaga atau yang harus dihindari?" Hansel ingin memastikan ia tidak megambil resiko saat membantu Keysa belajar berjalan lagi, karena itu ia bertanya apa apa saja yang memungkinkan terjadi cindera.
"Maaf tuan, tapi ada satu hal yang saya ragukan,"ucap dokter tampak ragu sambil menatap keysa membuat yang ditatap merasa ada sesuatu yang tak beres.
"Apa yang membuatmu ragu?" tanya Hansel.
"Apa ada hal buruk yang terjadi dengan kaki ku? Cepat katakan dokter,"tanya Keysa panik, ia sangat takut jika kakinya mengalami hal yang serius.
" Sabar Key, biarkan dokter yang berbicara, kau tak boleh langsung panik,"ucap Hansel memegang pundak Keysa membuat Keysa lebih santai.
"Baiklah, jadi apa yang kau ragukan dok?"tanya Keysa ulang.
"Ini masalah keinginan anda untuk bermain futsal lagi dalam waktu dekat ini,"
"Apa maksudmu?"tanya Keysa bingung
"Saya tak menjamin anda bisa bermain futsal dalam.wsktu dekat ini nyonya, saya takut jika kaki anda belum siap untuk.melakukan kegiatan yang berat seperti bermain bola,"jelas sang dokter membuat wajah Keysa yang awalnya semangat karena tidak lama lagi ia bisa berjalan langsung berubah sedih dan kecewa.
Hansel yang melihat perubahan wajah Keysa langsung menghampiri Keysa untuk menyakinkan dirinya Agara ia tak terlalu sedih, " Sudah Key jangan langsung kecewa, kita dengar kan dulu penjelasan dokternya secara lengkap,"ucap Hansel mengelus kepalanya lembut membuat Keysa menarik napasnya dan fokus kembali mendengar ucapan sang dokter.
__ADS_1