
Hari sudah sore dan Keysa juga sudah rapi setelah dibantu oleh Keysa untuk membersihkan dirinya.Kini Keysa dan Ema sedang berada didalam kamar karena Keysa meminta untuk ditemani,jujur Keysa sangat bosan berada di kamar seharian penh karena kakinya yang belum sembuh.
"Apa kau pikir kaki ku masih lama untuk sembuh Ema?"tanya keysa sambil melihat langit langit kamarnya.
"Kurasa tidak nyonya, taun Hansel pasti menyuruh dokter untuk memberikan obat yang paling bagus untuk anda, mungkin beberapa hari lagi anda sudah bisa berjalan seperti semula." ucap Ema memberi sembgat agar Keysa tak merasa bosan menunggu pemulihan kakinya.
"Ahh aku sudah tak sabar untuk bisa berjalan lagi. Asal kau tau Ema, tidak lama lagi tim futsal kami akan melakukan pertandingan terakhir sebelum kami lulus, pertandingan nya memperebutkan juara futsal putri se tingkat SMA,"jelas Keysa sangat antusias.
"Sepertinya sangat menyenangkan nyonya, aku saja kagum anda bisa menjadi kapten futsal putri."
"Awalnya aku hanya coba coba masuk tim futsal karena waktu awal sekolah disuruh untuk memilih ekskul, akhirnya aku memilih fusal dan ternyata aku menyukainya."
"Mungkin anda memang berbakat dalam futsal nyonya."
"Sepertinya begitu, tapi aku kadang merasa kesal Ema karena aku hanya diakui dilapangan,sedangkan di dalam kelas aku tak begitu pintar,malahan aku sering mendapat nilai rendah saat ujian."
"Apa kau serius nyonya? Ahh mungkin kau hanya bercanda."
"Aku tidak bercanda, apalagi aku sangat lemah di pelajaran matematika, dan aku sering mendapat kan nilai merah saat ujian, tapi tak apa,aku tau tidak mungkin semua orang hebat didalam semua bidang."
" Sepertinya masa sekolahmu sangat menyenangkan nyonya, tidak sepertiku."balas Ema dengan nada sedih.
" Memangnya bagaimana dengan kisah SMA mu? Apa kau dulu murid yang bandel atau berprestasi?" Keysa langsung antusias bertanya.
"Tidak ada yang istimewa di masa SMA ku, saat anak seumuran ku pergi ke mall aku harus membantu ibu menjaga adikku dan aku tidak bisa bebas bermain apalagi untuk berbelanja seperti temanku karena kehidupan kami yang kurang mampu,"ucap Ema lirih sambil mencoba mengingat kenangan masa SMA nya dulu.
" Aku tidak tau jika kau harus berjuang sedari dulu Ema,aku bangga padamu kau ternyata anak yang kuat."
" Hehe anda terlaku memuji nyonya,"
"Aku tidak memuji tapi itu kenyataan.Apa kau tidak ingin melanjutkan sekolahmu Ema? kau bisa mendapat pekerjaan yang lebih bagus nantinya, "
__ADS_1
"Saya tidak memiliki niat untuk itu, sekarang saya ingin menyekolahkan adik saya agar dia bisa bersekolah tinggi tidak seperti saya. Itu sudah lebih dari cukup."
"Berjuanglah Ema, kau pasti bisa! Aku tau kau orang yang pekerja keras jadi ayo semangat!" teriak Keysa sembagat sambil mengepalkan tangannya keatas membuat Ema tertawa melihat tingkahnya.
Tuk tuk tuk...
Suara ketukan sepatu terdengar mendekat kearah kamar Keysa, mereka berdua tau jika itu adalah langkah Hansel yang sudah pulang dari kantor.
" Sepertinya tuan sudah pulang, saya permisi duku kalau begitu nyonya,"ucap Ema pamit dan dibalas anggukan oleh Keysa.
Saat Keysa keluar ia sempat berpapasan dengan Hansel, "Apa semuanya baik baik saja? Apa kaki nya kembali terasa sakit?" tanya Hansel dengan wajah datarnya membuat Ema sedikit gugup.
" Nyonya baik hak saja tuan, dia sedang berada dikamarnya dan kakinya juga sudah mulai membaik.Kalau begitu saya pergi dulu tuan,"pamit Keysa sopan dan Hansel pergi kedalam kamarnya dan mendapati Keysa sedang memainkan ponselnya.
"Bagaimana dengan keadaan kaki mu? Apa masi sakit?"tanya Hansel sambil membuka jas dan dasi ya.
"Tidak,sepertinya beberapa hari lagi aku akan bisa berjalan.Aku sudah tidak sabar,"
"Hey tuan, jadi selama ini kau merasa direpotkan olehku?"
"Kau pasti tau jawabannya."
" Uhh dasar pria sombong!" gerutu Keysa saat Hansel berjalan kekamar mandi.
"Aku masih mendengar nya key, jangan memancing marahku."peringat Hansel sambil menutup pintu kamar mandi.
"Memangnya aku bilang apa? Aku hanya bilang kau sangat tampan dan dermawan!"teriak Keysa mengelak membuat Hansel yang berada didalam kamar mandi hanya tersenyum.
Tok tok...
"Ini saya Ema nyonya, saya membawakan makan malam anda."ucap Ema dari luar kamar Keysa sambil membawa nampan berisi makanan.
__ADS_1
"Masuk saja, pintunya tidak dikunci."
"Ini makan malam anda dan tuan nyonya,"ucap Ema dan meletakkan nya diatas meja."Kalau begitu saya permisi dulu,"
"Kenapa makanan Hansel juga kau bawa kekamar?Biasanya dia akan makan di meja makan,cepat pindahkan! Nanti dia bisa marah Ema,"peringat Keysa takut jika Ema akan dimarahi Hansel.
"Aku hanya menjalankan tugas dari kepala pelayan, dia mengatakan untuk membawa makanan untuk tuan dan nyonya ke kamar."
"Tidak biasanya seperti ini, tapi terimakasih Ema kau bisa kembali bekerja,"Ema meninggalkan kamar dan tak berapa lama Hansel datang dengan pakaian santainya.
"Apa kau menyuruh pelayan mengantar makanan mu juga ke kamar?"tanya Keysa saat Hansel duduk di ranjang.
"Tidak, memangnya apa yang terjadi?"tanya Hansel mengerutkan keningnya.
"Tadi Ema datang membawa makanan untukku dan untukmu,dan saat aku bertanya kenapa dia membawakan makananmu kedalam kamar katanya itu disuruh oleh kepala pelayan.Apa kau menyuruhnya?"tanya Keysa dengan wajah selidik.
"Aku tidak menyuruhnya, mungkin aku akan memecat kepala pelayan itu karena terlalu tua untuk bekerja,jelas jelas aku tidak ada menyuruhnya."ucap Hansel pura pura berbicara dengan tidak suka.
"Dia bisa besar kepala jika tau aku yang menyuruh kepala pelayan membawakan makanan kami berdua kedalam kamar."batin Hansel sambil menahan tawa melihat ekspresi Keysa yang bingung.
"Eh tidak usah memecatnya, mungkin dia hanya lupa jadi maklumi saja."ucap Keysa panik saat Hansel mengatakan akan memecat kepala pelayan.
"Aku tidak suka orang yang ceroboh,bekerja denganku!"sambung Hansel pura pura marah.
"Ah sudah lupakan saja,sebaiknya kita makan sekarang aku sudah sangat lapar."ucap Keysa mengalihkan topik takut jika Hansel betul betul memecat kepala pelayan karena kesalahan kecil.
"Yasudah karena kau kelaparan kita lebih baik main terlebih dahulu,aku tidak ingin masuk tv atas kasus 'membiarkan istri mati kelaparan' nama baikku bisa jatuh."
Keysa sangat kesal atas ucapan Hansel membuatnya ingin mencakar wajah tampannya dengan kukunya yang tajam, tapi karena tak ada keberanian ia memilih mengurungkannya.
"Iya tuan Hansel yang dermawan, kau tidak mungkin mau istrimu yang lucu ini mati kelaparan!"ucap Keysa kesal sambil membuat nada mengejek.
__ADS_1
Hansel terkekeh melihat ekspresi Keysa yang kesal terlihat sangat menggemaskan, "lebih baik kita sekarang makan,jangan terus menggerutu.Ayo makan!"ucap Hansel dan mengacak rambut Keysa membuat jantung Keysa berdegub kencang atas perlakuan nyaman yang Hansel berikan.