Cinta Diatas Perjodohan.

Cinta Diatas Perjodohan.
36.Kecewa


__ADS_3

Apa maksudmu?"tanya Keysa bingung


"Saya tak menjamin anda bisa bermain futsal dalam waktu dekat ini nyonya, saya takut jika kaki anda belum siap untuk melakukan kegiatan yang berat seperti bermain bola,"jelas sang dokter membuat wajah Keysa yang awalnya semangat karena tidak lama lagi ia bisa berjalan langsung berubah sedih dan kecewa.


Hansel yang melihat perubahan wajah Keysa langsung menghampiri Keysa untuk menyakinkan dirinya Agara ia tak terlalu sedih, " Sudah Key jangan langsung kecewa, kita dengar kan dulu penjelasan dokternya secara lengkap,"ucap Hansel mengelus kepalanya lembut membuat Keysa menarik napasnya dan fokus kembali mendengar ucapan sang dokter.


"Tapi dokter mengatakan aku tidak bisa bermain bola Hansel, bagaiman ini?"wajahnya menjadi sangat sedih,


"Dokter bilang bisa jadi,bukan tidak bisa. Jadi kau masih memiliki kemungkinan untuk ikut dalam pertandingan futsal mu key,"jelas Hansel membuat Keysa mendongakkan kepalanya lalu beralih menatap dokter.


"Begini nyonya, ada masih memiliki kemungkinan untuk bermain futsal tapi kita harus melakukan pemeriksaan untuk memastikan kaki anda benar benar sembuh dan siap untuk melakukan pekerjaan berat,"jelas dokter membuat Keysa memiliki sedikit harapan untuk bisa bermain bola sebelum pertandingan berakhir.


Hansel tersenyum tipis saat melihat perubahan wajah Keysa yang tidak terlalu sedih seperti tadi. Awalnya ia juga berniat melarang Keysa untuk ikut bermain bola karena ia tidak yakin kaki nya benar benar sembuh,tapi ia tau jika Keysa akan terus bersedih karena ia telah lama mendambakan hal ini.


"Yasudah kalau begitu kau istirahat saja dulu,aku akan mengantarkan dokter keluar,"jelas Hansel membantu Keysa berbaring di tempat tidur. Sebenarnya untuk melakukan hal hal kecil Keysa bisa,tapi akhir akhir ini Hansel selalu saja membantunya dengan alasan agar pemulihan kakinya bisa lebih cepat.


Sambil menunggu Hansel kembali, Keysa menggerakkan kaki nya perlahan. Awalnya rasa nyeri masih terasa tapi Keysa terus menggerakkan nya secara perlahan dan nyeri pada kakinya berangsur berkurang.


"Apa yang kau lakukan?"tanya Hansel saat membuka pintu dan melihat Keysa menggerakkan kakinya.


"Oh aku hanya melakukan gerakan ringan pada kaki ku, selama ini dia sudah cukup lama beristirahat,"tunjuk nya pada kakinya sambil tersenyum dan kembali melakukan kegiatannya.


"Yasudah,tapi jangan langsung memaksakan kaki mu,semuanya harus dilakukan secara perlahan,"jelas Hansel duduk di samping Keysa laku mengambil laptop nya untuk memeriksa beberapa email perusahaan yang masuk.


"Jika pekerjaan mu masih banyak kenapa kau tidak pergi kekantor saja tadi pagi?"tanya Keysa penasaran sambil memperhatikan Hansel yang tengah serius dengan laptop di pangkuannya.


"Bukan hal yang penting untuk kau ketahui,lebih baik kau belajar karena pasti sudah ketinggalan banyak pelajaran,"balas Hansel dengan pandangan masih tetap pada laptop nya. Keysa langsung teringat beberapa hari ini ia tidak membuka buka dan pasti sudah ketinggalan beberapa pelajaran, apalagi ia telah kelas tiga dan sebentar lagi aku mengadakan ujian kelulusan.

__ADS_1


"Ohh aku pasti sudah banyak ketinggalan pelajaran,"keluhnya sambil menepuk keningnya sendiri.


" Hansel..."panggil Keysa lagi membuat fokus Hansel teralihkan Karen dipanggil.


"Ada apa? Apa kau perlu sesuatu?"tanya Hansel.


"Bisa tolong ambilkan buku ku,aku ingin belanja,"ucap Keysa menunjuk tumpukan buku yang tersusun didalam lemari yang melekat pada tembok.


"Buku apa?"tanya Hansel sambil berjalan kearah lemari buku Keysa dan berjongkok untuk mencari buku yang diminta.


"Itu,buku matematika sampulnya warna merah!"ucap Keysa sambil kepalanya mencoba melihat kedalam lemari dari tempat tidur.


"Aku tidak menemukannya , apa benar jika aku menyimpannya disini?"tanya Hansel sambil terus menelisik tiap tumpukan buku, tapi beberapa saat memeriksanya tetap saja ia tak menemukan buku matematika berdamoul warna merah.


"Bagaimana bisa tidak ada disitu, mungkin mau tidak memeriksanya dengan baik,"


"Sungguh Key, aku tidak menemukan buku matematika berdamoul merah, yang ada hanya ini sampul warna biru!"sambil mengangkat sebuah buku paket matematika tebal berwarna biru.


"Nah itu dia bukunya!"ucap Keysa sambil menunjuk buku yang diangkat oleh Hansel.


Hansel mengerutkan keningnya heran,pasalnya buku itu tidak berwarna merah seperti yang Keysa maksud.


"Hehe aku lupa jika sebenarny berwarna biru,maafkan aku.Bawa kemari bukunya aku ingin mempelajari nya,"sambil menyodorkan tagannya untuk menerima buku.


Hansel merapikan buku buku dalam lemari kemudian berjalan kearah Keysa dengan menggenggam sebuah buku matematika Keysa.


"Kurasa kau sengaja mengerjai ku,"ucap Hansel memberikan buku pada Keysa.

__ADS_1


Keysa merasa tak enak hati arena telah membuat Hansel kesulitan mencari bukunya.


Bukan berniat mengerjainya tapi Keysa memang lupa jika buku yang ia cari sebenarnya berwarna biru, bukan merah..


Keysa tertawa saat Hansel membawa buku nya mendekat, ia sedikit takut jika Hansel akan memarahinya dan tidak akan mau membantunya untuk belajar berjalan untuk besok pagi.


"Jangan marah, aku benar benar tak ingat jika sampulnya berwarna biru, sudah kau terlihat menyeramkan jika ekspresi mu begitu, "jaksa Keysa tersenyum lebar membuat Hansel hanya bisa menghela nafasnya.


Hansel harus bisa menjaga emosinya karenanya ia tak ingin jika tiba tiba emosi dan me.buat Keysa ketakutan lagi. Jika Keysa ketakutan maka ia juga yang sudah harus membujuk Keysa agar memaafkannya dan Hansel tak ingin hal itu terjadi lagi.


"Sebenarnya aku ingin memasukkan mu kedalam lubang buaya, tapi aku masih punya hati jadi jangan mengerjai ku lagi,"jelas Hansel menyerahkan bukunya dan kembali ke posisi awalnya.


"Kau kan sudah bilang jika aku memang lupa, lagipula tak ada untungnya bagiku jika aku mengerjaimu, jadi jangan menyalahkan ku begitu,"ucap Keysa tak terima sambil membuka lembar demi lembar bar buku yang ia pegang.


"Jadi siapa yang harus disalahkan disini? apakah aku?"tanya Hansel geram karena Keysa yang tak Ingin disalahkan dan bahkan ingin menyalahkan dirinya.


Keysa menghela napasnya, ia tau jika sebenarny yang salah adalah dirinya sendiri,tapi ia terlalu malu untuk mengakuinya. Hansel bisa saja mengejeknya karena tidak tau warna dari buku nya sendiri.


"Yasudah aku minta maaf,aku memang lupa dengan buku ku sendiri, jadi kau jangan marah. Dan jika besok aku membutuhkan mu jangan menolak membantuku ya,"jelas Keysa memegang lengan Hansel sambil tersenyum manis berharap Hansel masih mau membantu nya.


"Aku heran denganmu, bisa bisanya kau lupa dengan buku pelajaran mu sendiri, dasar kau tidak pernah serius belajar."Hansel menyentil kening Keysa membuat sang empunya mengaduh sakit.


"Aww, sakit tau! Bukan tidak serius belajar tapi aku memang sedikit pelupa,"bela Keysa.


"Terserah mu, lebih baik kau sekarang belajar,"


suruh Hansel membuat Keysa memfokuskan pikirannya pada buku tebal yang tengah ia pangku.

__ADS_1


__ADS_2