Cinta Diatas Perjodohan.

Cinta Diatas Perjodohan.
29.Dimana Ema?


__ADS_3

"Panggilkan Hansel,aku ingin berbicara padanya," perintah Keysa membuat pelayan langsung pergi memanggil Hansel ke ruang kerjanya .


Keysa sangat kesal,kenapa Hansel malah memecat Ema padahal ia sudah mengingatkannya untuk tidak memarahinya.


Jika Ema tidak ada maka Keysa tidak akan memiliki teman untuk berbagi cerita, apalagi Hansel yang selalu sibuk dengan bisnisnya.


"Ada apa kau memanggilku, apa kau perlu sesuatu?"tanya Hansel saat membuka pintu kamar.


"Kenapa kau memecat Ema?"tanya Keysa dengan nada tak suka.


"Memangnya kenapa?dia bekerja dengan tak becus,aku tak memperkerjakan orang yang gak bisa bertanggung jawab."kata Hansel berjalan kearah Keysa.


" Aku tidak mau Ema dipecat!"teriak Keysa dan melempar Hansel dengan bantal karena sangat kesal melihat tingkah Hansel yang sangat santai.


Dengan cepat Hansel menangkap bantal tepat didepan wajahnya,jika saja ia tak tanggap sudah pasti bantal itu mendarat mulus di wajahnya.


"Hey kenapa kau malah melempar ku! Aku hanya memecatnya kerena ia memang pantas menanggungnya."ucap Hansel meletakkan bantal yang ia tangkap di samping Keysa dan ikut duduk disebelah Keysa.


"Aku marah kepadamu! Sana pergi jangan didekatku!"usir Keysa mendorong badan Hansel menjauh darinya.


"Hey kenapa kau marah padaku?Sudahlah jangan seperti anak kecil."tahan Hansel.


"Huh! Kau malah mengatai ku anak kecil,sudahlah pergi sana,jangan dekati anak kecil sepertiku!"Keysa kembali mendorong tubuh Hansel menjauh darinya.


Hansel langsung memeluk tubuh Keysa membuat Keysa tubuh Keysa kaku seketika.


Untuk bergerak pun Keysa seakan sulit apalagi napas Hansel yang bisa ia rasakan hembusan nya.


"Apa kau masih mau mengusir ku?"tanya hansel masih memeluk Keysa erat.


"Em tidak, lepaskan aku Hansel,"ucap Keysa mencoba memberontak dalam pelukan Hansel.


"Ah begini lebih nyaman,"ucapan Hansel membuat jantung Keysa berdetak lebih kencang, bahkan ia taku jika Hansel mendengar debat jantungmu.

__ADS_1


"Hansel..."ucap Keysa pelan sambil mendongakkan kepalanya membuat mata mereka bertemu.


" Iya ada apa?" Tanya Hansel santai.


" Aku ingin Ema kembali bekerja disini, aku sudah nyaman nya. Kumohon bawa dia kembali ya,"Keysa menatap Hansel penuh harap.


"Dia tidak bisa menjagamu Key, aku memecatnya hanya untuk melindungimu dari orang yang tak becus menjagamu."


"Tapi aku tidak mau berpisah dengannya, aku sudah nyaman bersamanya,"uacp Keysa sedih membuat matanya memerah menahan tangis.


Perlahan air mata Keysa jatuh mulus dipipinya membuat Hansel tak tega melihatnya, "sudah jangan menangis,kita bisa membicarakan nya baik baik."Hansel menghapus air mata di wajah Keysa dengan kedua telapak tangannya.


"Aku ingin Ema kembali,kumohon..."ucap Keysa lirih sambil beralih memeluk perut Hansel dan meletakkan kepalanya di paha Hansel.


" Apa kau yakin dengan ucapanmu?Aku bisa mencari pelayan yang baru untuk mu dan kau bebas memilih tipe mu."tawarnya .


"Tidak! Aku sudah nyaman dengan Ema, bawa dia kembali ya,"Keysa mendongakkan kepalanya menatap mata Hansel dalam berharap Hansel akan mengabulkan permintaannya.


" Baiklah ,tapi dengan satu syarat,"


" Diujian matimatika ya g akan datang kau harus mendapatkan nilai 100, bagaimana?"tawar Hansel.


Keysa yang tadinya semanagat langsung mengubah raut wajahnya menjadi kesal, bagaimana bisa Hansel memberikan syarat untuk mendapatkan nilai 100, apalagi itu adalah pelajaran matimatika, sama saja itu hal yang mustahil bagi seorang Keysa.


"Baiklah, semuanya terserah kepadamu saja. Kau bisa keluar aku ingin tidur,"ucap Keysa dan menarik selimut menutupi seluruh wajahnya.


Hansel berusaha menahan tawanya agar tak pecah didepan Keysa,ia sangat gemas melihat wajah Keysa yang langsung berubah kesal saat mendengar syarat untuk Ema kembali bekerja di mansion apldalah mendapat nilai 100.


Hansel tau jika Keysa sangat lemah di pelajaran matematika,karena itu ia membuat syarat yang sulit untuk dipenuhi oleh Keysa karena ia sengaja mengerjai Keysa. Beberapa saat Hansel menunggu Keysa tapi ia trkihat enggan untuk membuka selimutnya dan Masi bertahan dibawah selimut.


"Hey Key,buka selimutmu,kau bisa kehabisan nafas nanti!"sambil menggoyangkan bahu Keysa agar Keysa membuka selimut yang membungkus kepalanya.


"Tak usah pedulikan aku, biarkan aku kehabisan napas saja sekalian."Keysa semakin mengeratkan cengkeramannya pada selimut yang menutupi kepalanya.

__ADS_1


"Hey jangan marah seperti ini, ayo buka dulu selimutnya!Aku akan memberikan penawaran yang kau. untuk mu,"pinta Hansel mengguncang bahu Keysa.


Mendengar perkataan Hansel Keysa menurunkan selimutnya perlahan sehingga kepalanya sudah menyembul dari balik selimut.


"Apa syarat lainnya?"tanya Keysa penasaran dan perlahan menurunkan selimutnya.


"Kemarilah mendekat kepadaku,"Keysa menggeser badannya perlahan dan menyandarkan tubuhnya ke tempat tidur sehingga ia tepat berada disebelah Hansel.


"Aku akan membawa Ema kembali tapi kau harus..."Hansel menjed'a sebentar ucapnya membuat Keysa bertambah penasaran.


"Aku harus apa? oh cepatlah katakan, aku sudah banyak menebak syarat yang akan kau berikan dikepalaku,"


"Kau sangat tak sabaran ya, jadi syaratnya kau harus bersikap seperti nak kecil yang baik,tidak ada sifat memaksa dan jangan ceroboh."ucap Hansel mengelus kepala Keysa.


Keysa yang sudah memiliki banyak tebakan akan syarat untuknya ternyata sangat meleset .Ia tak menyangka jika Hansel hanya memintanya menjadi Anka yang baik, ih ini sayaratnya seperti seorang ayah menasehati anaknya yang nakal.


"Siap bos! aku akan menjadi anak yang baik,hehehe..."ucap Keysa sambil memberikan hormat kepada Hansel sambil tertawa.


"Baiklah kalau begitu aku akan menyuruh Jose untuk mencari keberadaan Ema,mungkin ia belum pergi terlalu jauh."ucap Hansel sambil mengambil ponselnya dan mengetikkan tugas untuk membawa Ema kembali kepada Jose.


"Hansel..."ucap Keysa sambil menyenderkan kepalanya pada bahu Hansel yang berada tepat disampingnya.


"Ada apa?" tanya Hansel menghadap Keysa.


"Terimakasih untuk semuanya,aku bahagia meskipun aku kadang masih takut denganmu,tapi aku senang kau bisa perhatian kepadaku,"Keysa tersenyum bahagia mengingat perhatian Hansel kepadanya.


"Sama sama,itu sudah menjadi tugasku. Jadilah istri kecilku yang baik dan penurut,"Hansel menundukkan wajahnya dan mencium lembut kening Keysa pelan.


Keysa merasa sangat bahagia karena Hansel bisa memperlakukannya dengan sangat lembut. Diawal pernikahan nya ia berpikir jika Hansel adalah orang yang kejam dan akan selalu memarahinya saat membuat kesalahan,tapi ternyata tidak,ia malah sangat perhatian kepadanya dan membuatnya merasa nyaman.


"Ayo sekarang kita makan siang,"Hansel menyelipkan kedua tangannya di bawah lutut Keysa.


" Ehh kita bisa makan disini saja,kenapa harus menggendong ku lagi? kau bisa lelah menggendong ku menuruni tangga,"tolak Keysa.

__ADS_1


"Kau tidak lihat jika makanan mu sudah dingin,tidak baik untukmu memakan makanan dingin untuk pemulihan kesehatanmu.lebih baik sekarang kita makan dibawah,"Keysa hanya mengangguk setuju saat Hansel menggendongnya menuruni tangga untuk makan siang bersama.


__ADS_2