
Keysa sedang berada dibawah terik matahari sambil menyingsing lengan baju futsalnya, hari ini cuaca begitu terik tapi tak menyurutkan permainan mereka.Keysa dengan teman temannya masi berjuang meskipun mereka sudah unggul tapi mereka tak ingin langsung bangga.
Prittttt
Suara peluit sudah ditiup nyaring menandakan permaina telah selesai dan dimenangkan oleh tim Keysa dan manandakan bahwa mereka akan mengadakan pertandingan satu kali lagi untuk mencari juara satu futsal putri.
" Tetap semangat,kita punya satu permainan lagi." teriak Keysa memberi semangat dan dibalas anggukan oleh teman temannya.
" Key, ayo berteduh dulu gue udah cape banget nih!" ajak Laura dan mereka berjalan ke tempat istirahat mereka.
Tim Keysa sedang duduk di aaltas rumput yang dengan meluruskan kaki mereka Eka agar urat urat kaki mereka tidak tegang. Pertandingan kali ini memang cukup sulit tapi itu membuat mereka lebih semangat lagi untuk keluar sebagai juara.
Setelah istirahat kurang lebih satu, jam kini saatnya mereka untuk menjalani pertandingan futsal yang terakhir. Siapa yang menang hari ini akan keluar sebagai juara dan membawa harus nama sekolah mereka.
"Ayo anak anak, pertandingan akan segera dimulai!" ucap pelatih mereka sambil menunjuk jamnya membuat mereka langsung bergegas bersiap untuk bertanding.
Sebelum bertanding mereka membentuk bulatan dan saling bergandengan lalu Keysa membawa doa agar mereka dapat memenangkan pertandingan futsal dan keluar sebagai juara.
" Amin."ucap Keysa mengakhiri doa," Ingat ini pertandingan terakhir kita,kita harus berjuang sebisa mungkin, jangan sampai latihan kita selama ini sia sia. Semangat! "ucap Keysa lantang untuk memacu semangat teman teman nya.
Waktu bergulir begitu saja dan kini tim Keysa telah unggul 1-0 denga tim lawan dan sisa waktu hanya bebrapa menit lagi, meskipun begitu mereka tetap menyerang pertahanan gawang lawan membuat pertandingan semakin sengit.
" Ra,"ucap Keysa lalu membagi bola kepada Laura, dengan sigap Laura langsung menghitung bola kearah gawang tim namun pertahanan tim cukup kuat membuat mereka harus lebih lincah lagi untuk mengotek bola.
"Ra terima!" Laura membagi bola kepada Keysa untuk mengecoh lawan da kini Keysa memiliki peuang yang lumayan besar untuk mencetak gol, saat Keysa sudah berada didekat gawang ia langsung mengayunkan kakinya dan mengarahkan tendangannya ke gawang lawan, namun sebelum kakinya menyentyuk bola tiba tiba
" Bruk..." tiba tiba bek lawan melakukan sekering dan mengenai kaki Keysa, Keysa langsung terjatuh " Awww..."teriak Keysa saat merasakan kakinya begitu sakit.
Teman temannya langsung berlari untuk membantu Keysa berdiri tapi Keysa malah makin meringis tak kuat untuk berdiri.
"Woy, kok Lo main kasar sih? Lo mau nyari masalah?" Laura langsung mendorong gadis yang sudah men seleding Keysa.
"Situ gue gak sengaja, gue cuma mau cegah dia cetak gol,itu aja!" ucapnya .
" Ra,dia gak sengaja kok. Lagian kaki gue juga nanti sembuh,"lerai Keysa.
__ADS_1
" Dia tuh main kasar Key, gue gak suka!"
"Udahlah Ra, lebih baik Lo lanjutin pertandingannya ,waktunya gak banyak lagi."
Setelah itu tim medis membawa Keysa kepinggir laoyanga untuk mengobati kaki Keysa sementara teman temannya melanjutkan permainan karena waktu tidak lama lagi.
Akhirnya tim Keysa keluar sebagai juara dengan unggul 1-0.
" Bapak bangga sama kalian."ucap pelatih membuat mereka tertawa.
Setelah itu tim futsal putra mendatangi mereka , hari ini memang ada pertandingan futsal putra dan putri tapi diadakan di tempat yang berbeda.
" Gimna pertandingan ,menang?" tanya Romi yang merupakan kapten tim fusal putra.
"Jelas menang dong,kita kan udah latihan lama jadi gak mungin ngecewain sekolah."
" Iya sih menag tapi toh kaki Keysa jadi keseleo Rom, "tunjuk Laura pada kaki Keysa yang sudah membengkak.
" Kok bisa sih Mor?kalian main kasar ya?" tanya Romi sambil memeriksa kaki Keysa.
" Bisa jalan gak?" tanya Romi sambil memperhatikan kaki Keysa yang memar.
" Gak bisa, Masi nyeri kayak mau patah aja tulangnya."keysa melihat kakinya.
" Yaudah sini biar aku antar pulang," ucap Romi sambil mengulurkan tangannya.
" Ehh gak usah! Aku pulang sa Laura aja,iayakan Ra?"
"Tapi Laura bakalan sulit buat ngebopong Lo Key, " potong Romi sambil kembali mengulurkan tangannya.
" Bener juga yang dibilang Romi key, gue gak kuat kalo harus bolong elo, apalagi jarak parkiran juga lumayan jauh, yaudah lo pulang sama Romi aja ya!"
" Yaudah, gue pulang sama Romi aja. Gue duluan ya,"ucap Keysa dan menerimna uluran tangan Romi.
Didalam perjalanan tak banyak percakapan yang terjadi, Keysa hanya memberitahu alamat rumahnya dan romi yang fokus menyetir. Setelah kurang lebih satu jam ,kini mereka telah sampai di depan mansion Hansel.
__ADS_1
" Gue turun disini aja ya," ucap Keysa hendak membuka pintu mobil.
" Gue antar Lo masuk aja Key,kaki lo kan masi sakit, yang ada nanti tambah parah kalo dipaksain." Keysa ingin menolak namun melihat Romi yang memencet klakson mobilnya membuat Keysa diam saja.
" Pak bukain pintunya,saya mau ngantar Keysa pulang." ucap Romi dan penjaga langsung membuka gerbang mempersilahkan masuk.
Romi membantu Keysa berjalan kedalam rumah, namun bekum sampai ia menyuruh pelayanan membuka ointu, Hansel sudah dulu berdiri diambang pintu dengan tataon datarnya.
Keysa langsung menciut melihat wajah datar Hansel, ia tau jika ia pulang sudah terlalu larut karena macet dan ia tidak tau apa yang sudah ada di pikiran Hansel saat ini.
" Ema bantu Keysa berjalan dan bawa dia ke kamar." ucap Hansel dingin dan tiba tiba Ema sudah menggantikan posisi Romi.
"Romi terimakasih sudah mengantarku pulang,"ucap Keysa tersenyum.
" Sama sama kalau begitu aku pulang dulu." ucapnya tersenyum kearah Keysa dan Hansel tapi Hansel tak berniat sedikitpun membalas salam Romi.
Setelah kepergian Romi Hansel langsung megusul Keysa ke kamarnya.
Ema yang tadinya sedang mengatakan keadaan Keysa langsung oemit undur diri saat melihat Hansel memasuki kamarnya.
" Saya permisi dulu nyonya,"ucap Ema dan keluar dari kamar Keysa.
Kini hanya ada Keysa dan Hansel dengan wajah datarnya, Keysa ingin mengajak Hansel bicara tapi ia tidak punya nyali untuk itu.
"Kenapa kakimu bisa cidera seperti itu?" Hansel bertanya dengan melihat kaki Keysa yang memar.
"Saat bermain futsal tadi tidak sengaja ada yang men seleding ku dan membuat kaki ku seperti ini,"tunujk keysa pada kaki nya.
" Apakah orang itu sudah mendapat hukuman?"
Keysa mengerutkan keningnya tidak paham,"hukuman apa yang kau maksud?"
"Tidak ada orang yang boleh mengganggu segala sesuatu yang berkaitan denganku,dan kau sudah menjadi bagian dari keluarga Peterson."ucap Hansel tegas dan membuat Keysa langsung merinding.
" Aku tidak apa apa Hansel, ini biasa dalam permainan futsal,"ucap Keysa menjelaskan berharap Hansel paham.
__ADS_1
" Aku akan menghubungi Jose untuk membuat sedikit pelajaran pada orang yang telah membuat kaki mu luka!"Hansel mencari nomor Jose untuk segera memberikan pelajaran kepada orang yang sudah berani mengganggu ketenangan Peterson, meskipun itu hanya hal sepele.