
"Ini semua karena salahmu Ema!Kami semua harus menanggung akibatnya sekarang,apa kau mau bertanggung jawab jika kami dipecat?"ucap salah satu pelayan marah karena tak terima posisi mereka terancam atau Hansel akan memberikan mereka hukuman.
"Maafkan aku,"hanya itu yang bisa Ema ucapkan sambil terus menangis meratapi nasibnya.
Sementara didalam ruangan Keysa, Hansel datang dengan seulas senyum saat melihat Keysa yang tengah berbaring.
"Maafkan aku,aku tidak bisa menjagamu."ucap Hansel tiba tiba sambil menggenggam tangan Keysa erat. Rasa sedih sangat terpancar Dimata Hansel.
"Aku tidak apa apa Hansel,"ucap Keysa sambil mencoba bersandar pada tempat tidur.
"Tidak usah bangun,berbaringlah lagi,"
"Aku tak apa apa. Ini hanya sedikit nyeri pada kepalaku."ucap Keysa sambil memegang keningnya yang sudah diperban.
"Kenapa kau bisa terluka seperti ini Key?"tanya Hansel sambil mengelus kepala Keysa lembut.
"Oh itu,tadi aku merasa haus dan aku berusaha mengambil air yang berada di ujung meja,tapi aku malah terjatuh dan terkena sudut meja yang tajam. Oh awalnya rasanya sangat sakit,aku bahkan berteriak."ucap Keysa sambil memeluk perut Hansel,entah kenapa akhir akhir ini dia semakin manja dengan Hansel, padahal biasanya ia akan sangat manja hanya denga orang orang yang sangat dekat dengannya saja.
"Dimana tadi yang sakit?"tanya Hansel lembut.
"Disini!"tunjuk Keysa pada keningnya.
"Oh kasian sekali, sini aku akan mengurangi rasa sakitnya,"ucap Hansel dengan nada seperti anak anak dan langsung meniup kening Keysa membuat Keysa bisa menatap mata lekat Hansel.
"Apa Masi sakit?"
"Eh itu, sekarang sudah berkurang,"jawab Keysa cepat saat ia ketahuan memperhatikan Hansel terang terangan.
"Yasudah sekarang kau istirahat lagi, kau harus banyak istirahat agar cepat sembuh."Hansel membantu Keysa berbaring di tempat tidur.
"Kau disini sebentar aku ingin keluar,"ucap Hansel seraya bangkit dari duduknya.
"Kau mau kemana?"
"Aku ingin memberikan sedikit hukuman kepada para pelayan,"
__ADS_1
"Kenap kau memberinya hukuman?"
"Karena dia sudah membuatmu terluka Key,"
"Hansel dengarkan aku,ini bukan salah mereka tapi aku sendiri yang terjatuh dari tempat tidur, jadi jangan memarahi mereka."Keysa memegang tangan Hansel mencegah nya beranjak.
"Tidak usah membela mereka Key,sudahlah lebih baik kau beristirahat."
"Tapi berjanji kau tidak akan memarahi mereka,"ucap Keysa dengan mata memohon.
"Ya baiklah, sekarang istirahatlah!Aku keluar sebentar."
"Iya aku akan istirahat!"
"Cepat sembuh,"ucap Hansel lembut kemudian mencium puncak kepala Keysa dan pergi berlalu meninggalkan Keysa sendirian.
Keysa yang kaget dengan perlakuan Hansel hanya menyapa punggung Hansel yang kemudian menghilang dibalik pintu, "Ahh kurasa aku mulai jatuh cinta padanya,"ucap Keysa dengan wajah merona lalu menarik selimut untuk menutupi badannya.
Hansel berjalan keluar kamar rawat Keysa dan menghampiri para pelayan yang belum ada pulang karena masih menunggu nasib merekaerrka di tangan Hansel.
"Semuanya berbaris,"ucap Hansel dan dengan serentak para pelayan sudah berbaris rapi didepan Hansel.
"Kalian tau kan jika aku membayar kalian dengan harga lebih mahal dari gaji para pelayan yang ada?"
"Kami tau tuan,"ucap mereka serentak.
"Kalau begitu kalian tau kan jika aku tidak akan langsung memaafkan kalian,aku tidak suka pada orang yang tidak bisa mengemban tugasnya dengan baik."
"Tapi karena nyonya kalian terlalu baik dan melarang ku untuk memberikan kalian pelajaran jadi aku tidak akan memberikan kalian hukuman, tapi tidak semudah iti,kalian semua akan aku tambah 1 jam kerja dan jika kalian melakukan masalah lagi akan kupastikan kalian semua akan menyesal"ucap Hansel membuat mereka semua bernapas lega karena tidak mendapat hukuman dari Hansel.
"Sematang bubar!"uacap Hansel kemudian dan mereka semua langsung bersiap siap untuk pulang.
"Terkhusus untukmu, aku tidak akan melepaskan mu begitu saja,kemarilah!"tunjuk Hansel pada Ema membuat Ema langsung pucat karena ketakutan.
"Maafkan saya tuan, saya mohon maafkan saya,"ucap Keysa menangis sambil menyatukan kedua tangannya didepan dada.
__ADS_1
"Apa kau pikir maaf saja sudah cukup?Apa kau pikir aku akan memaafkan mu begitu saja karena tidak menjaga Keysa dengan baik?"
Ema tak berani menjawab pertanyaan Hansel dan memilih menundukkan kepalanya, rasa lega yang sempat datang kini hilang dan digantikan oleh rasa ketakutan.
"Kudengar aku punya dik,bagaimana jika adik mu mengalami apa yang Keysa alami sekarang?Aku bisa dengan mudah melakukannya dan aku akan meminta maaf kepadamu,"
Ema terkejut saat Hansel membawa adik nya,ia tidak ingin jika kesalahan yang ia buat harus berimbas pada adiknya yang tak tau apa apa .
"Saya mohon tuan jangan sakiti adik saya! Saya mohon jangan bawa adik saya tuan,"ucap Ema memohon.
"Lihatlah,kau sendiri saja tidak mau adik mu terluka dan apa yang kau lakukan? kau bahkan tidak bisa menjaga Keysa yang jelas jelas adalah tugasmu, dan kau sekarang hanya meminta maaf padaku?"
"Maafkan saya tuan,saya akan melakukan apa yang tuan inginkan."ucap Ema memohon agar Hansel mau memaafkan nya.
"Aku sudah berjanji pada Keysa agar tak memarahi mu, jadi aku tidak bisa memberimu hukuman, tapi..."Hansel menggantung kalimatnya membuat Ema penasaran apa yang akan diucapkan selanjutnya.
"Lebih baik kau pergi dari hadapanku dan jangan pernah menampakkan wajahmu didepan ku atau didepan Keysa,jika kau melanggarnya maka aku akan memberikan pelajaran tidak hanya untukmu tapi juga untuk keluarga mu."ucap Hansel tegas membuat Ema tak berani menyanggah perintah nya.
"Ba–baik tuan,saya akan melakukan apa yang taun perintah kan. kalau begitu saya undur diri," ucap Ema dan pergi meninggalkan Hansel untuk mengambil semua barang barangnya di mansion.
Setelah selesai berbicara dengan Ema Hansel memutuskan untuk kembali ke tempat Keysa untuk menemaninya disana.
Ia membuka pintu kamar dan terlihat Keysa yang sedang tertidur diatas ranjang memperlihatkan wajahnya yang begitu damai.
Hansel mendekat dan duduk diatas ranjang Keysa kemudian mengusap kepalnya pelan namun karena belum terlalu pulas tertidur, "Kau sudah kembali?"tanya Keysa dengan mata yang masih tertutup.
"Ya aku sudah kembali, kau tidurlah lah lagi."ucap Hansel lembut di depan telinga Keysa membuat Keysa kembali melanjutkan tidurnya.
"Tidurlah, aku akan menemanimu.Maafkan aku jika aku belum.bisa menjagamu dengan baik,"ucap Hansel kemudian mencium kening Keysa lembut, Keysa yang sudah terlalu mengantuk tak merespon apa pun dan memilih masuk ke alam mimpi.
Hansel menarik sebuah kursi yang berada di sudut ruangan dan memindahkannya tepat di samping tempat tidur Keysa dan Hansel memilih tidur di kursi sambil menggenggam tangan Keysa.
Buat kalian pembaca setiaku,jangan lupa tinggalkan jejak dan bukti dukungan kalian.
Salam dari author!
__ADS_1