
Keysa sedang bersantai dengan kedua kaki berada diatas sofa ruang tamu sambil memakan beberapa potongan buah.
Hari ini ia enggan didalam kamar dan memilih untuk bersantai sambil menonton tv dan Hansel yang setia bersamanya sambil menatap layar laptop nya dengan fokus.
Hansel beberapa kali melihat kearah Keysa, memastikan jika kakinya tidak sakit atau ada sesuatu yang ia butuhkan.
"Jika kau perlu sesuatu katakan saja,"ucap Hansel dengan tatapan mata fokus kepada laptop didepannya.
" Tentu saja,aku tak akan sungkan meminta bantuanmu."ucap Keysa dengan cengiran tanpa dosa.
"Yasudah,lanjutkan pekerjaan mu,"ucap nya dan melanjutkan mengetik data perusahaan yang sedang ia kerjakan.
Hansel memang tidak bisa terlepas dari pekerjaan nya di kantor, meskipun ia tak berangkat ke kantor tapi ia akan tetap mengerjakan tugas kantornya dari rumah seperti sekarang ini. Jika ditanya bahkan semua orang yang bekerja di mansion ini tak oetnah melihat Hansel bisa hidup dengan damai tanpa memegang berkas perusahaan.
"Nyonya ada tamu,"ucap Marci kepala pelayan yang sudah berumur.
"Siapa?"tanya Keysa memutar badannya melihat kearah pintu utama.
"Katanya dia sahabat nyonya Keysa,dia sefang menunggu diluar pintu nyonya,"jelas Marci membuat Keysa mengerutkan keningnya,
"Yasudah,suruh saja dia masuk!" perintah Hansel melirik kearah Marci sekilas dan kembali memfokuskan perhatiannya nya pada laptop nya.
Setelahnya Marci pergi berjalan menuju pintu,tak lama kemudian ia kembali dengan seorang gadis remaja yang berada di belakangnya.
Keysa melihat dengan seksama, awalnya ia mengerutkan keningnya mencoba menerka orang yang berada di belakang Merci, dan kemudian saat ia semakin mendekat ia kaget melihat siapa yang datang.
"Laura! Aku merindukanmu!"teriak Keysa kuat membaut Hansel yang berada di sebelahnya langsung kaget. Keysa langsung menegakkan kepalanya dan merentangkan kedua tangannya bersiap untuk memeluk Laura yang sedang tertawa bahagia.
__ADS_1
Laura berlari menghampiri Keysa dengan semangat, ia sudah sangat merindukan sahabatnya itu.Biasanaya Keysa yang menjadi temannya jika berada dikelas juga berlatih futsal.Beberapa hari ini ia menjadi kesepian karena tidak ada teman bicara apalagi hanya Keysa yang se frekuensi dengan nya apalagi dengan tingkah konyol mereka yang tidak diragukan lagi.
Laura langsung memeluk Keysa kuat saat ia sudah berada didepannya, ia memberikan sedikit ruang untuk kakinya agar tak terhimpit badan mereka.
"Gue rindu banget sama loKeysa yang unyu, gak ada yang bisa gue ajak ngobrol di kelas yang seasik Lo."ucap Laura sambil etrus memeluk badan Keysa.
" Hati hati, kau bisa menyakiti kakinya!"ucap Hansel datar membuat Laura langsung melepaskan pelukannya dan terdiam seketika saat menyadari keberadaan Hansel.
Ia terkagum saat melihat wajah Hansel yang tampan namun seketika ia membuyarkan pikirannya saat mata Hansel yang terus menatapnya dengan tajam.
"Maafkan aku tua,aku tidak bermaksud menghimpit kaki Keysa,"ucap Laura gugup.
Keysa yang melihat kegugupan Laura ingin tertawa sekersnya, apalagi saat ini ia sudah terlihat kaku dan tak berani berbicara apalagi berteriak seperti awal tadi sebelum menyadari kehadiran Hansel.
"Hey,tidak usah takut Ra, Hansel tidak akan memakan mu!Lihatlah dia sebenarnya sangat tampan dan manis bukan?"ucap Keysa sambil mengedipkan sebelah matanya kearah Hansel membuat Hansel hanya mengerutkan keningnya.
"Bagaimana keadaan mu Key? Apa kaki mu sudah lebih baik?"tanya Laura memecah kecanggungan dan memilih duduk di sofa karena sedari tadi ia hanya berdiri.
"Gue lebih baik,gimana sama lo disekolah?gak kesepian?"tanya Keysasambil merubah posisi nya agar bisa dengan lebih leluasa bercerita dengan Laura.
"Gila key, saat Lo gak ada disekolah gue gak bisa ketawa ketiwi lagi, Lo tau kan kalo yang satu server sama gue cuma elo.Lo harus cepat masuk sekolah key, biar gue gak bosen duduk sendiri terus,"Laura langsung mrnecritakan serba serbi ya disekolah saat tidak ada Keysa, membuat Keysa yang mendengarnya hanya tertawa.
"Gue juga gak mau sakit terus,bentar lagi gue bakal balik kesekolah,"
"Baguslah kalo gitu,oh iya kue tadi si Romi nitip salam sama Lo,katanya dia gak bisa dateng karna ada urusan ,lain kali dia bakal dateng,"ucap Laura saat mengingat sebelum ia pergi Romi sempat menitipkan salam kepada Keysa Karena tidak bisa datang langsung menjenguk nya.
"Hehe gak papa kok,pasti dia lagi sibuk juga,dia inget sama gue aja dah bagus,"ucap Keysa mebgambik sebuah bantal untuk ditaruh bersandar di belakang punggung nya.
__ADS_1
" Dia emang care banget sama Lo Ra, Lo inget gak waktu dia nganterin Lo kerumah, nah besok paginya dia langsung hubungin gue buat naya ginmana perkembangan kaki lo!Terus dia juga bilang ke gue biar tersu ingetin Lo banyak istirahat biar cepat sembuh,"ucap Laura semangat.
Tanpa mereka berdua sadari, Hansel mulai terganggu dengan pembicaraan mereka berdua.Entah karena suara mereka yang terlalu berisik atau karena Hansel yang tak suka dengan topik pembahasan mereka.
"Aku akan keatas, jika aku perlu sesuatu panggil aku atau Ema,dan ingat jangan terlalu banyak menggerakkan kaki mu,"ucap Hansel seraya menutup laptopnya dan mengambil beberapa berkas yang terletak diatas meja.
Setelah Hansel meninggalkan mereka dan berjalan menaiki anak tangga, ia bisa mendengar Keysa dan temannya tertawa dengan keras, ia menjadi sedikit penasaran dengan topik yang mereka berdua bicarakan.
" Lo tau gak Key,kita tuh latihan jadi gak semangat,apalagi gak ada orang bar bar kaya Lo!"ucap Laura dan langsung dihadiahi jitakan ielh Keysa.
"Lo mah ngajak gelut aja ya Ra, tapi gue masih rada takut kalo nanti gue butulan gak dikasih ikut pertandingan futsal yang bakal diadain berapa bulan lagi,"lirih Keysa, sambil menatap keatas langit langit dengan lesu.
" Udah lah Key, makanya lo juga harus cepat sembuh biar kita bisa tanding,nanti fans Lo malah gak datang kalo Lo gak ikut,"bujuk Laura sambil menggenggam tangannya menunjukkan support nya.
"Semoga aja, lagian itu kepala sekolah enak banget sih tinggal main ganti aja. Gue juga udah nyuruh Hansel buat ngurus masalah ini Ra hehe..."ucap Keysa sambil menggaruk kepalanya yang gak gatal.
"Emang Hansel mau bantuin Lo?"tanya Laura penasaran,terakhir kali Keysa bercerita tentang Hansel ia masih taku menatap matanya lama dan barusan ia malah mengatakan memeunta bantuan kepada Hansel.
"Dia mau kok, orang gue minta tolong ya sambil nangis,jadi pasti dikabulin."cengir Keysa lebar tanpa malu.
"Gak Habsi oikir gue sama Lo, gue pikir Lo gak bakal manja sama cengeng lagi waktu sama Hansel,nyatanya sama aja bambang!"tak habis pikir sahabatnya yang satu ini terus saja memelihara sifat cengeny dan manjanya,bahkan ia menjadikan kelemahan nya utus ebagai pamungkas untuk membuat Hansel menuruti permintaan nya.
"Hehe...gue kan cerdik Ra, jadi Lo maklum aja."ucapnya bangga.
"Asal Lo bahagia deh Key,gue mah iyain aja!"
"Emang harus gitu Ra,kalo sahabat harus saling dukung meskipun kadang rada bar bar!"
__ADS_1
mereka berdua tertawa dan hanyut dalam obrolan sampai tak ingat jika hari sudah mulai sore karena terlalu asik berbicara dan saling melempar candaan.