
" Aku tidak apa apa Hansel, ini biasa dalam permainan futsal,"ucap Keysa menjelaskan berharap Hansel paham.
" Aku akan menghubungi Jose untuk membuat sedikit pelajaran pada orang yang telah membuat kaki mu luka!"Hansel mencari nomor Jose untuk segera memberikan pelajaran kepada orang yang sudah berani mengganggu ketenangan Peterson, meskipun itu hanya hal sepele.
"Tidak usah Hansel,"Keysa menggenggam tangan Hansel dan tersenyum membuat Hansel mengurungkan niatnya.
"Baiklah aku akan menelpon dokter dahulu,"
" Tidak usah Hansel,"
"Tidak ada penolakan Key,"potong Hansel lalu menghubungi dokter keluarga mereka.
Setelah beberapa saat dokter sudah datang dan memeriksa kaki Keysa.
"Untuk beberapa hari jangan dulu bergerak terlalu banyak aku sudah membuat resep obat dan ini salep untuk mengobati memarnya."ucap dokter sambil memberikan resep obat kepada Hansel.
"Apa tidak ada yang serius?" tanya Hansel.
"Tidak tuan,yang terpenting jangan terlalu banyak bergerak agar pemulihannya lebih cepat.Kalau begitu saya permisi tuan,"ucap dokter tersebut dan keluar diantar oleh Merci sang kepala pelayan.
Keysa memundurkan badannya dan bersandar di kepala tempat tidur, "Sepertinya ini akan membosankan."ucap Keysa sambil menatap kakinya yang sakit.
"Lain kali kau harus lebih hati hati lagi."ucap Hansel duduk ke tepi tempat tidur.
Hansel memindahkan kaki Keysa pelan keatas pahanya membuatnya terkejut dengan perlakuan nya, "apa yang kau lakukan?"tanya Keysa bingung.
"Aku akan mengoleskan salep,sebaiknya kau jangan bayak bergerak agar cepat sembuh."Hansel mengoleskan salep dengan lembut,Keysa menatap wajah Hansel yang terlihat lebih tampan saat sedang serius seperti ini.
"Aku tau wajahku tampan,jadi gak usah memperhatikanku begitu."ucap Hansel sambil terus mengoleskan salep pada kaki Keysa.
"Eh siapa yang memperhatikan wajahmu, aku saja sedang melihat kaki ku yang memang ini."jawab Keysa dengan gelagapan, bagaimana bisa Hansel tau jika ia sedang diperhatikan.
"Kau sama sekali tidak pandai berbohong."setelah itu Hansel meletakkan kembali kaki Keysa ditempat tidur, namun saat ia ingin beranjak Keysa menarik ujung bajunya.
"Hansel itu..."
"Ada apa? Apa kau perlu sesuatu?"
"Aku ingin membersihkan diri, badanku sangat lengket."
__ADS_1
"Jadi?" tanya Hansel menunggu lanjutan ucapan Keysa.
"Bolehkah kau membantuku ke kamar mandi?"
"Memangnya apa kau bisa membersihkan dirimu sendiri? Atau apa kau ingin aku yang membersihkannya?"tanya Hansel sambil tersenyum membuat Keysa langsung merona malu.
"Hey dasar tuan mesum! jangan mengambil kesempatan,"ucap Keysa menatap tajam Hansel yang tengah tertawa.
Hansel menggendong Keysa dengan hati hati dengan gaya bridal style membuat jarak wajah mereka sangat dekat, Keysa dapat mencium aroma parfum Hansel yang sangat maskulin dan rahang kokohnya mambuat tangan Keysa sangat ingin menyentuhnya tapi ia menahannya.
Hansel meletakkan Keysa dengan hati hati dan mendekatkan semua peralatan mandi Keysa agar ia tak kesulitan untuk membersihkan tubuhnya.
"Kenapa kau masih disini?" tanya Keysa saat melihat Hansel yang masi setia menunggunya ,
"Aku hanya memastikan kau tidak kesulitan dan jika kau memerlukan sesuatu aku bisa membantumu."
"Tidak perlu, aku bisa sendiri,lebih baik kau keluar. Cepat aku ingin membersihkan diriku."ucap Keysa ketua dan setekahnya Hansel keluar dari kamar mandi.
"Jika kau sudah selesai panggil aku."ucap Hansel sebelum keluar kamar mandi.
Setelahnya Keysa membersihkan dirinya dengan handuk basah karena tidak mungkin jika ia harus mandi karena keadaan kakinya tidak memungkinkan untuk mandi.
Hansel datang dan menggendong Keysa kembali ke walk in closet untuk mengganti pakaian nya. Namun Hansel manjadi gagal fokus sat jubah mandi yang Keysa gunakan sedikit terbuka dan memperlihatkan belahan dada Keysa meskipun tak terlalu jelas.
"Sial,kenapa harus dalam keadaan ini."batin Hansel sambil menggendong Keysa.Ia mencoba membuang pikiran yang mulai keluar jalur otak nya.
Keysa melihat gelagat aneh Hansel yang tak seperti biasanya"Ada apa? Kau terlihat aneh."
"Bukan apa apa, aku keluar sebentar."ucap Hansel dan pergi meninggalkan Keysa untuk berganti pakaian.
Kini Keysa sudah berada ditempat tidur sambil memainkan ponselnya dan Hansel datang sambil membawa laptopnya kedalam kamar dan duduk diatas tempat tidur.
"Kenapa kau belum tidur?"tanya Keysa sambil bersandar di tempat tidur.
"Aku belum mengantuk,lagipula kaki ku terasa nyeri,"
"Tunggu aku akan menelpon dokter,"ucap Hansel sambil mengambil ponselnya hendak menghubungi dokter keluarganya.
"Tidak Hansel, tidak usah memanggil dokter lagi. Ini hanya nyeri biasa,"
__ADS_1
"Kau tidak usah berbohong,jika kau merasakan sakit katakan saja jangan berbohong."
"Aku tidak berbohong,ini hanya nyeri biasa ,sebentar lagi juga akan sembuh."
Hansel mengambil sesuatu di laci lemari "jangan terlalu banyak bergerak," Hansel menaruh kaki Keysa diatas pahanya,ia mengoleskan salep secara perlahan sambil meniup niup nya untuk menghilangkan rasa nyeri.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Keysa canggung saat Hansel meniup kakinya.
"Ini agar nyeri di kaki mu berkurang. Sudahlah sekarang lebih baik kau tidur,"ucap Hansel dan kini mengipasi kaki Keysa pelan dengan kertas yang ia pegang.
"Lebih baik kau lanjutkan kerjamu, aku belum terlalu mengantuk,"ucap Keysa menunjuk kearah laptop yang tadi dibawa Hansel.
" Yasudah sebentar lagi aku akan melanjutkan kerjaku,tapi biarkan aku mengupas kaki mu dulu agar nyerinya hilang,"sambil terus mengipas kaki Keysa dengan pelan.
jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam dan Keysa baru saja memejamkan matanya, Hansel beralih mengambil laptopnya dan melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.
Hansel memandang wajah Keysa yang sedang tertidur, terlihat begitu tenang dan damai,''tidur lah, selamat malam."bisik Hansel menarik selimut Keysa sampai menutupi dadanya.
Hansel masih berkutat dengan laptopnya meskipun jami sudah menunjukkan pukul dua pagi. Ia harus memeriksa banyak berkas untuk kesepakatan yang ia jalin dengan perusahaan Hansel memang bisa dibilang gila kerja, karena dirinya mampu menghabiskan waktu seharian berhadapan dengan berkas berkas perusahaan bahkan tak jarang ia tak tidur untuk menyelesaikan proyek besar yang ia tangani.
Keysa menggeliat dalam tidurnya dan akhirnya terbangun , ia terkejut saat mendapati Hansel Masi berkutat dengan laptopnya.
Hansel merasakan pergerakan Keysa dan melihat Keysa terbangun dari tidur nya,"Apa kakimu sakit? Apa perlu aku menelpon dokter?" tanya Hansel langsung.
" Tidak, kakiku tidak sakit tapi aku haus."ucap Keysa dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.
"Haus? baiklah aku akan mengambilkan mu minuman." Hansel mengambil gelas yang berada di atas balas namun isinya telah habis.
" Ternyata airnya habis, tunggu sebentar aku akan mengambilkannya ke bawah,"ucap Hansel berjalan ke arah dapur untuk mengambil air minum.
Keysa merasa bahagia karena Hansel begitu perhatian padanya, meskipun Keysa tau ia hanya kasihan padanya bukan karena ada rasa dalam hatinya, tapi Keysa cukup bahagia dengan itu.
" Kenapa dia begitu perhatian,Jika terus begini bisa bisa aku jatuh hati pada tuan sombong itu."batin Keysa sambil melihat kearah pintu.
Hansel kembali dengan secangkir air ditangannya, "ini minumlah!" sambil menyerahkan segelas air dan langsung disambut oleh Keysa.
Hansel lalu menyimpan laptopnya dan duduk di tempat tidur. "Tidurlah lagi, kau harus banyak beristirahat!"Hansel mengelus kepala Keysa lembut, Keysa merasa nyaman dengan posisinya sekarang, ia mengahadap kearah Hansel dan tanpa pikir panjang ia memeluk Hansel mencari posisi nyaman untuk tidur.
Hansel tak perotes dan terus mengelus puncak kepala Keysa dengan lembut dan mereka berdua akhirnya tertidur dengan Keysa memeluk Hansel dan tangan Hansel yang terus berada dipuncak kepala Keysa.
__ADS_1