Cinta Diatas Perjodohan.

Cinta Diatas Perjodohan.
Berusaha


__ADS_3

"Ahh jangan mengejekku!" Wajah Keysa tambah merah, ia langsung memalingkan wajahnya melihat kearah yang lain karena tak kuat jika harus menatap lama kearah Hansel. Setelah ini ia pasti tak akan berani lagi mengerjai Hansel, kejadian tadi masih terbayang bayang di ingatannya membuat pikiran nya tidak fokus.


" Yasudah lebih baik kita kembali masuk kedalam, matahari sudah mulai naik,"ucap Hansel ingin membantu Keysa berjalan.


" Aku kan sudah bilang jika aku ingin belajar berjalan, ayo bantu aku,"kesal Keysa ingin melangkahkan kakinya. Ia bukanlah orang yang mudah menyerah apalagi ia ingin cepat berjalan. Tekat Keysa yang begitu kuat membuat Hansel tak berani memaksa Keysa untuk istirahat, ia tau jika terus memaksanya untuk berhenti ia aka dimusuhi oleh Keysa sendiri.


Hansel menghembuskan nafasnya dan mencoba mengalah ,ia pun membantu Keysa berjalan dengan perlahan. Ia menuntun Keysa dengan sabar,meskipun sedikit ragu saat Keysa meringis menahan sakit saat menginjakkan kaki nya tapi bukannya berhenti ia malah lebih semangat.


"Kurasa sebentar lagi aku pasti bisa berjalan dengan normal!" ucap Keysa semangat sambil memijakkan kakinya terus secara perlahan.


" Hati hati Key, kau bisa terjatuh,"peringat Hansel karena Keysa yang tak bisa diam dan terus saja mengoceh sambil melangkah membuat Hansel harus menjaga Keysa extra. Jika saja ia tidak tanggap sudah dipastikan sedari tadi Keysa sudah terjatuh karena tidak bisa melangkah dengan perlahan.


Mereka terus berputar putar di taman belakang, tak terasa sudah hampir setengah jam mereka disana. Hansel akhirnya menyuruh Keysa untuk istirahat di bangku taman dan Keysa tak berani menolaknya karena ia tau Hansel akan sangat marah.


Mereka berteduh di kursi yang teduh karena ditutupi daun daun yang rindang.


"Bagaimana kaki mu? Apa tidak sakit?" tanya Hansel memperhatikan kaki keysa membuat pandangan Keysa beralih pada kakinya sambil mengelusnya pelan.


"Jangan terlalu berlebihan, lihatlah kakiku baik baik saja, kurasa besok kita juga harus kesini agar pemulihannya lebih cepat!" ucap Keysa sambil menyeruput minuman uang telah disediakan oleh Ema tadi pagi sebelum mereka datang ke taman.


" Kau terlihat sangat bersemangat, tapi jangan terlalu memaksakan kaki mu. Jika sudah lelah lebih baik berhenti, kau ingat itu," peringat Hansel.


"Iya, aku akan mengingatnya,"

__ADS_1


Setelah beristirahat beberapa saat,mereka akhirnya memutuskan untuk kembali kedalam mansion karena cuaca yang sudah mulai terik. Hansel juga harus meneruskan pekerjaannya, karena ia tidak pernah bisa lepas dari tugas kantor, meskipun perusahaan itu adalah miliknya bahkan bisa dibilang ia adalah orang yang orang gila kerja. Keysa sempat heran entah kenapa Hansel yang seorang bos tidak bisa bekerja sesukanya, lagipula karyawan nya sangat banyak.


***


Saat ini Keysa sudah ada didalam kamar,setelah membersihkan dirinya kini ia sedang bersantai diatas kasur, sedangkan Hansel masih di kamar mandi membersihkan dirinya. Keysa sibuk dengan ponselnya, ia membuka sosial medianya untuk mengetahui berita ter update agar ia tak ketinggalan informasi .


Hansel keluar dari walk in closet dengan pakaian santai membuat Keysa bingung, seharusnya ia sudah rapi dengan setelan jas mahalnya tapi kini malah menggunakan baju santai. Apakah untuk hari ini ia akan bolos masuk kantor? Tapi itu tidak mungkin ,ia bukan ciri bos yang suka meninggal kan pekerjaan nya,bahkan jika ia sakit ringan,itupun tidak membuatnya bolos bekerja.


"Apa kau tidak pergi kekantor hari ini? Kenapa kau malah memakai pakaian seperti itu?" tanya Keysa bingung sambil menyimpan ponselnya.


"Aku tidak pergi kekantor hari ini, tapi aku akan tetap bekerja dari rumah,"ucap Hansel sambil menyisir rambutnya kebelakang membuat wajahnya terlihat begitu fresh dan Keysa sempat terpana jika saja ia tak segera menyadarkan dirinya.


"Kenapa kau tidak pergi ke kantor?"


"Tapi kan aku sudah baik baik saja sekarang, jadi kau bisa pergi kekantor,tak perlu mengkhawatirkan ku,"


Hansel tau jika Keysa akan bertanya banyak padanya dan menyuruh ya untuk pergi ke kantor. Hansel tetaplah Hansel, ia tidak akan merubah keputusannya dan akan tetap pada pendiriannya. Meskipun Keysa terus mengoceh ia lebih memilih untuk membuatnya diam.


"Aku sudah memikirkan itu sebelum mengambil keputusan,"jelas Hansel tapi tak membuat Keysa diam,ia malah terus mengeluarkan opininya.


"Lebih baik kau pergi bekerja sekarang, kau sudah terlalu lama dirumah! Siapa yang akan mengurus perusahaan mu,kau harus mengawasi nya kau–" ucapan Keysa terhenti saat Hansel tiba tiba memotong ucapan,


"Apakah kau bisa diam? atau aku akan mencium mu!"ANC Hansel membuat Keysa seketika terdiam dan tak berniat berbicara sepatah katapun lagi.

__ADS_1


Hansel yang melihat ekspresi Keysa mengulas senyum tipis, ia tak menyangka jika kata katanya barusan bisa membuat Keysa bungkam seketika tanpa ada satu patah kata yang keluar dari mulutnya.


" Kenapa kau diam? ayo apa kau tidak ingin berbicara lagi?"tanya Hansel usil tapi Keysa masih diam dan memilih mengambil ponsel dan memainkannya. Ia kesal dengan ucapan Hansel barusan, bagaimana bisa ia berkata seperti itu,membuat jantungnya langsung berdetak lebih kuat.


"Sepertinya kau memilih untuk diam, kalau begitu aku pergi keruang kerjaku dulu, ada beberapa berkas yang harus kuberikan,"ucap Hansel berjalan keluar kamar meninggalkan Keysa yang masih terdiam dengan perasaan kesalnya.


Setelah kepergian Hansel Keysa langsung mendongakkan kepalanya dan menggigit bantal yang ada disebelahnya karena rasa kesalnya yang memuncak, "apa dia pikir kata katanya barusan tidak berefek untuk jantungku? kau keterlaluan Hansel!"ucap Keysa kesal sambil melempar kan banyak yang ia gigit tadi kearah pintu.


Tak berapa lama Ema datang membawakan makan siang untuknya, yah meskipun belum tepat jam makan saing tapi sepertinya Hansel menyuruhnya untuk makan lebih cepat karena tadi pagi ia tak menghabiskan sarapannya.


"Apa yang kau bawa itu Ema?"tanya Keysa saat melihat Ema datang membawa nampan lengkap dengan dengan minumannya.


" Ini saya bawakan anda sup ayam dan beberapa sayur nyonya,kata dokter ada harus banyak memakan makanan yang mengandung gizi tinggi untuk pemulihan kaki anda,"Ema meletakkan nampan diatas meja dan menyiapkan makan siang Keysa.


" Ayo kita makan bersama Ema," ajak Keysa saat Ema menyerahkan piring yang telah diisi oleh lauk pauk dengan lengkap.


"Saya belum lapar nyonya, lebih baik anda makan lebih dahulu. Saya akan makan nanti saja,"tolak nya dengan tersenyum hangat.


" Apa kau serius tidak ingin makan bersamaku? Kita bisa berbagi,"


"Ah tidak usah nyonya, saya akan makan nanti saja,"


Setelahnya Keysa makan ditemani oleh Ema,karena ia meminta untuk ditemani dan Ema tidak bisa menolak ajakan Keysa.

__ADS_1


__ADS_2