
Keysa terbangun saat mendengar suara gemericik air dari kamar mandi, ia melihat kearah jam yang masih menunjukkan pukul 4 pagi,keya melihat ke samping aksur dan Hansel sudah tidak ada disana.
"Dia mau kemana pagi pagi sekali sudah bersiap siap?" tanya Keysa membatin.
Karena rasa mengantuk masih menguasai Keysa ia memilih untuk melanjutkan tidurnya.
Setelah beberapa saat tertidur Keysa merasakan sebuah tangan yang hangat menempel di keningnya membuatnya terjaga.
"Kau mau pergi kemana pagi pagi sekali?"tanya Keysa sambil menarik selimut sampai kelehernya dengan suara parau khas orang baru bangun tidur.
"Aku ada rapat penting hari ini, aku harus mempersiapkan semua berkasnya agar bisa menang tender."ucap Hansel sambil duduk di tepi ranjang.
"Memangnya sekarang masih jam berapa?"Keysa bertanya dengan malas sambil mengucek matanya dan menyandarkan badannya di kasur.
"Sekarang masih jam lima pagi.Tidurlah lagi, kau pasti masih mengantuk,"ucap Hansel sambil mengelus kepala Keysa lembut membuat rasa nyaman pada Keysa.
Kadang Keysa sendiri heran pada sikap Hansel, kadang ia bisa bersikap datar tapi dia juga bisa berubah sangat membuat dan perhatian pada Keysa, apalagi saat kakinya sakit ia menjadi lebih perhatian.
"Jam brapa kau akan pulang?" tanya Keysa sambil melingkarkan tangannya pada pinggang Hansel mencari posisi nyaman.
"Kau sama seperti anak kucing jika seperti ini Key. Aku akan pulang sore nanti, apa kau ingin kubawakan sesuatu?"Hansel masih setia mengelus kepala Keysa lembut.
"Hemmm aku mau apa ya?" tanya ulang Keysa sambil berpikir, "aku mau ice cream Hansel, nanti saat pulang bawakan aku ice cream yang banyak ya, agar aku bisa menyimpannya di dalam kulkas."ucap Keysa antusias dan rasa kantuknya seakan hilang.
"Hanya itu?" tanya Hansel memastikan.
"Memangnya kau mau aku meminta apa? Apa kau mau aku meminta sebongkah berlian atau toko emas begitu?" tanya Keysa kesal membuat Hansel gemas.
"Jika kau meminta itu katakan saja! Apa kau lupa jika aku bisa membelinya langsung!"ucap Hansel percaya diri.
"Baiklah tuan sombong, aku tau kau bisa membeli toko emas sekarang juga, tapi sayangnya aku lebih tertarik pada ice cream untuk saat ini."
"Baiklah,saat aku pulang aku akan membawakan mu ice cream."
"Terimakasih, kau sangat baik." ucap Keysa sambil tersenyum lebar menampilkan deretan giginya.
__ADS_1
"Jika terjadi sesuatu denganmu, langsung hubungi aku. Kalau begitu aku pergi dulu."ucap Hansel mengacak rambut Keysa.
"Hansel..."ucapnkeysa saat Hansel hendak bangkit dari duduknya.
"Ada apa?" tanya Hansel menatap Keysa ,kini jarak wajah mereka begitu dekat.
Keysa mendekatkan wajahnya ke wajah Hansel membuatnya bisa mencium aroma tubuh Hansel yang sangat memabukkan dan,
Cup
Keysa mencium pipi Hansel secepat kilat dan langsung menyembunyikan kepalanya didalam selimut karena dirinya sangat malu telah mencium Hansel .
Hansel sangat terkejut dengan tindakan Keysa barusan, ia memegang pipi yang dicium oleh Keysa dan mengusapnya perlahan lalu tersenyum.
"Apa yang sudah kau lakukan Key?Apa kau sadar jika aku sangat tampan."Hansel malah menggoda Keysa membuat wajah Keysa semakin memerah didalam selimut.
"Memangnya aku melakukan apa?Aku tidak paham yang kau bicarakan,"ucap Keysa sambil menahan malu atas sikapnya pada Hansel.
"Oh kau sudah mulai berani mencium ku ya, aku kita kau gadis kecil polos tapi ternyata tidak,"goda Hansel membuat Keysa semakin malu.
"Oh aku hampir lupa! Aku pergi dulu, jaga dirimu, jika terjadi sesuatu langsung hubungi aku."ucap Hansel seraya bangkit dari duduk nya.
"Aku pergi dulu."ucap Hansel dan mengelus kepala Keysa dibalik selimut dengan lembut dan berjalan keluar dari kamarnya.
Setelah mendengar suara pintu tertutup Keysa mengintip keluar dari selimut untuk memastikan Hansel sudah benar benar pergi.
" Huft... apa yang sudah aku lakukan barusan,pasti aku sudah gila."ucap Keysa pada dirinya sendiri saat mengingat dirinya yang telah mencium Hansel.
" Apa yang harus aku lakukan nanti, aku masih merasa sangat malu padanya.Ahh aku mungkin sudah mulai gila."teriak Keysa sambil menutupi wajahnya dengan selimut.
Pagi ini Keysa bangun jam 8 pagi karena ia melanjutkan tidurnya setelah Hansel pergi bekerja. Saat ini Keysa sedang berada didalam kamar ditemani dengan Ema yang sedang mengupas buah untuk Keysa.
"Itu sudah cukup Ema, aku tidak bisa menghabiskannya jika buah yang kau kupas begitu banyak."peringat Keysa membuat Ema menyudahi kegiatannya.
"Hehe maafkan aku nyonya, aku terlalu asik mengupasnya,"
__ADS_1
"Yasudah tak apa, ayo kita makan agar wajah kita bisa terlihat cerah kerena banyak memakan buah."Keysa menyodorkan sepiring buah buahan yang telah dikupas.
"Lebih baik nyonya yang makan, anda harus makan buah yang banyak agar cepat sembuh."
"Tapi aku tidak akan kuat menghabiskannya,jadi ayo bantu aku."
Kemudian mereka berdua memakan buah bersama dalam satu piring, Ema sangat senang karena Keysa tak menjaga batas dengannya yang hanya seorang pelayan.
"Saya sudah kenyang nyonya,"ucap Ema memberikan piring didepan Keysa.
"Apa kau yakin?Ini masih ada beberapa potong lagi,"ucap Keysa sambil menunjuk kearah piring yang masih tersisa beberapa potong buah lagi.
"Nyonya saja yang menghabiskannya ,saya sudah kenyang."ucap Ema sambil tersenyum.
"Yasudah kalau begitu,"Keysa melanjutkan memakan buah yang ia pegang sampai tidak ada yang tersisa membuat perutnya begitu kenyang.
"Ema apa kau tidak mempunyai kekasih?"tanya Keysa tiba tiba membuat Ema yang tadinya membersihkan kulit buah menjadi terkejut.
"Aku tidak punya kekasih nyonya,"jawab Ema malu.
"Aku tidak percaya, kau itu cantik mana mungkin tidak ada pria yang tidak tertarik denganmu,"protes Keysa tak percaya dengan apa yang Ema ucapkan.
"Aku tidak berbohong nyonya,aku terlalu sibuk untuk membantu ibuku untuk bertahan hidup, sampai sampai aku tak memiliki cukup waktu untuk diriku sendiri."ucap Ema mengingat masa lalunya.
"Tapi apa tidak ada yang menembak mu? pasti ada kan?"tanya Keysa antusias.
"Sebetulnya ada,dia anak yang baik dan selalu membantuku dulu,"ucap Ema sambil menahan malu mengingat ada seorang anak laki laki yang menembaknya.
"Sudah kuduga,apa sampai sekarang dia adalah kekasihmu? ayo ceritakan padaku Ema."pinta Keysa sambil menoel bahu Ema.
''Tidak nyonya, aku dulu menolaknya karena aku mengatakan aku tidak punya waktu untuk berpacaran,dan dia memakluminya."ucap Ema sambil tersenyum.
"Oh kau sudah mematahkan hati nya Ema,aku tidak bisa membayangkan bagaimana hancur nya hati ya ditolak olehmu."
"Ah sudahlah nyonya, aku jadi malu!Aku permisi ke bawah dulu,aku ingin menyiapkan makan siang untuk anda,"ucap Ema seraya bangkit dari duduknya.
__ADS_1
"Ahh lihatlah wajahmu merona Ema,kau sangat lucu seperti itu!"teriak Keysa saat Ema buru buru keluar dari kamar karena wajahnya sudah merona .