
"Oh ia Cah,kenalin ini Rindu."
Tiba tiba suara Yoga menghentikan Tatapan Arief pada Cahaya.
"Hay aku Cahaya,Oh ini pacarnya Yoga,yang mampu membuat Yoga sempat galau semalaman." Ucapan Cahaya dengan penuh senyuman saat menjabat tangan Rindu sambil melempar tatapan mengejek pada Yoga.
"Dasar wanita sebleng,buat malu aja ngapain sih bongkar aib didepan orang nya langsung awas aja nanti aku bakalan balas kamu dirumah." batin Yoga .
Sementara Rindu yang mendengar hanya tersenyum dan berkata
"Bener tuh Yog yang dikatakan oleh Cahaya,kok kamu gak bilang langsung aja sih sama aku."
"Udah deh jangan dibahas lagi, mending kita langsung pesan makanan aja." balas Yoga dengan wajah malunya.
"Abang ngapain sih ngajak kak Cahaya dan Aqila buat ketemuan sama mantan abang ,Aqila gak suka bang."
"Adek gak boleh gitu loh ngomongnya gak sopan dek,sini Aqila duduk sama kakak aja kita langsung pesan makanan ya kakak udah lapar ne dek."
__ADS_1
Cahaya berusaha membujuk Aqila agar tidak marah lagi,namun tanpa disadari oleh Cahaya ternya mata Arief masih menatapnya dalam hati ,Arief benar benar kagum akan kecantikan maupun sifat Cahaya yang menurutnya benar benar baik dan dewasa.
"Benar kata Yoga,wanita ini sangat baik dan lembut bisa bisa aku beneran jatuh cinta ne sama istri teman sendiri,tapi jika memang Yoga gak bisa mencintainya gak salahkan kalau aku menggantikan posisinya untuk merebut hati sih cantik ini."
Yoga yang melihat Arah tatapan Arief langsung menendang kaki Arief agar segera tersadar dari lamunannya.
"Awww resek banget sih ne Yoga,main tendang tendang aja ,gak tau sakit apa."
Terlihat mulut Arief yang berkomat kamit entah mantra apa yang dia ucapkan untuk kekesalannya pada Yoga,,namun Yoga hanya diam dan tertunduk sebelum ia mengangkat kepalanya lagi karna mendengar suara Cahaya.
"Kamu kenapa Rief,ada yang sakit ya."
"Ehh gak apa apa kok cah,yaudah ayo kita makan aja,ini buat kamu Cah biar kamu cepat besar." Arief menyodorkan kepiting kepiring Cahaya.
"Emangnya aku masih kurang besar ya Rief ,berat aku aja udah 55 kg loh Rief."balas Cahaya yang tidak terima dikatain kecil oleh Arief.
Arief yang mendengar perkataan Cahaya tertawa.
__ADS_1
"Masih kurang besar tuh Cah, harus maksimal tuh 100 kg baru udah besar."
"Ah kamu bisa aja Rief, tar kalau aku sampai 100 kg kamu bakal lari tiap ketemu sama aku Rief."
"Ia sih Cah, aku bakal lari tiap ketemu kamu,lari untuk mendekat ke kamu maksudnya Cah."
"Kalian tuh terlihat sangat cocok ya sambung Rindu."
Dicela cela percakapan Arief dan Cahaya,namun Yoga yang mendengarnya hanya tertunduk sambil melanjutkan makanannya walau dalam hati dya sedikit tidak suka melihat kedekatan Arief dan Cahaya namun sebisa mungkin untuk tidak memperlihatkannya.
Sementara itu Aqila yang berada didekat Cahaya terlihat tidak suka dengan kedekatan Arief dan Cahaya,dia takut jika Cahaya akan menyukai Arief dan meninggalkan Abang nya
"Isss bang Arief ngapain sih Deket Deket sama kakak aku,genit banget,kak Cahaya kan udah punya bang Yoga ,ngapain sih bang Arief ngedeketin kak Cahaya ,cari cewek lain aja kenapa sih atau itu tuh ambil aja mantannya bang Yoga,biar gak ganggu ganggu bang Yoga lagi."
Cahaya langsung menyuapkan nasi kemulut Aqila.
"Adek gak boleh ngomong kayak gitu gak sopan loh dek,bang Arief dan kakak hanya berteman yaudah kita cepat makannya dan langsung pulang aja ya!"
__ADS_1
Bersambung....