
Kini Yoga tertidur dipangkuan Cahaya yang malam itu terlihat membelai rambut halus sang suami
Sementara sang suami merasa sangat nyaman berada dipangkuan istrinya tersebut
"Jangan terlalu dekat ya dek sama teman teman abang".ucap Yoga tanpa membuka kedua matanya
"Dek ? dan Mas? sejak kapan panggilan itu diantara kita".Cahaya merasa heran
"Sejak malam ini sayang, abang gak mau kita saling panggil lama gak enak banget ditelinga".Yoga membuka kedua matanya
Kini Yoga duduk manis berhadapan dengan sang istri yang kini menatap wajah Yoga dengan mata sendunya
"Kan aku belum setujuh dengan sebutan atau pun panggilan itu".Cahaya masih merasa asing dengan paggilan yang dibuat Yoga tanpa persetujuan dari wanita itu
"Mau gak mau, terima atau gak terima ya adek harus mau,kita perbaiki dari awal lagi keluarga kecil kita ini menjadi yang terbaik". ujar Yoga sambil mencium pipi Cahaya dengan lembut yang dibarengi dengan anggukan kepala dari sang istri.
__ADS_1
"Ya sudah tadi katanya mas ngantuk,tidur lah besok kita harus bangun pagi kan".ajak Cahaya
Tanpa menunggu lama Yoga pun segera membaringkan tubuhnya sambil menarik Cahaya agar ikut berbaring di dekapannya.
Tanpa henti hentinya Yoga mencium kening sang istri, ia merasa gemas melihat wajah Cahaya yang ia rasa tiada bosan bosannya untuk ia pandang, serta ia jadikan suatu pemandangan yang hanya dirinya sendiri yang boleh menatap dalam wajah sang istri
"Dulu perasaan mas ke pada Rindu tidak sedalam sekarang ini ke adek,gak tau kenapa abang ngerasa gak bisa jauh dari adek, hati ini selalu rindu".jujur Yoga
"Gombal".Cahaya yang tak percaya dengan ungkapan Yoga
"Mas serius sayang, mas gak bohong dan sebisa mungkin mas gak mau ada kebohongan sedikit pun diantara kita berdua".Ucap Yoga
"Bang".
"Hemm".
__ADS_1
"Nanti kalau aku yang duluan pergi, abang bisa ikhlas gak!".
"Adek ngomong apa sih dek".
"Kalau orang tanya itu dijawab loh bang, jangan buat orang penasaran",
" Hem ia deh ia,Ikhlas tapi gak rela, udah kan sayang".Jawab Yoga yang membuat sebelah alis Cahaya naik
"Apa beda nya sih mas, kan sama aja sih".
"Ya beda lah dek dari penulisannya aja udah beda dek".Yoga sambil tersenyum
Cahaya terdiam mengetahui candaan dari sang suami
"Mungkin akan sangat berat dan susah untuk mengikhlaskan diri mu dek, gak pernah terpikir sedikit pun untuk berpisah dari mu,kalau diizinkan abang mohon pada allah agar nanti kiranya jangan sampai adek ninggalin abang duluan kalau bisa biarlah abang duluan, berat rasanya dek ngejalani hari hari tanpa adek".ucapan Yoga yang seketika membuat Cahaya meneteskan air mata
__ADS_1
"Kalau abang pergi duluan gimana dengan nasib aku setelah kepergian abang, apa abang rela melihat aku menderita,siapa yang akan menjaga aku nantinya,Aku harap jika nanti aku yang harus pergi duluan, abang tetap tegar dan menjalani hidup abang seterusnya walau pun tanpa aku, abang harus janji sama aku".Cahaya semakin menangis
Seketika Yoga langsung mendekap erat sang istri,rasa sakit didalam hati nya sangat menusuk dan terasa perih.