
Begitu sampai ditempat acara pesta diadakan Cahaya dan Arief pun langsung turun meninggalkan Rindu beserta Yoga.
Cahaya dan Arief memilih masuk terlebih dahulu,karna mereka tidak mau membuat Rindu semakin marah.
Arief dan Cahaya langsung menghampiri kedua mempelai pengantin.sambil bercanda tawa,sebelum akhirnya tawa mereka terhenti dengan kedatangan Yoga dan Rindu.lagi lagi Arief dan Cahaya memilih menjauh dari Yoga dan Rindu karna mereka takut dianggap mengganggu .
Arief dan Cahaya memilih makan dan minum disebuah meja yang letaknya lumayan pojok.Yoga yang melihat kedekatan mereka berdua berniat untuk bergabung dengan Cahaya dan Arief walau pun Rindu keberatan namun Yoga tak memperdulikannya.Dia memilih tetap jalan menujuh meja Arief dan Cahaya.
"Maaf aku ganggu kalian berdua,karna sudah tidak ada meja lain lagi kulihat yang kosong.jadi aku memilih untuk duduk bergabung dengan kalian,boleh kan?"
"Ia gak apa apa kok ."jawab Arief dengan senyuman yang tidak berpaling dari tatapannya kepada Cahaya,membuat Yoga sedikit kesal.Namun tak lama kemudian Yoga pun bersuara kembali.
"Jangan banyak makan tar kamu gendut,kamu itu udah jelek jangan ditambah jelek lagi dengan tubuh yang gendut."ejek Yoga pada Cahaya.
"Ia makasih buat sarannya."balas Cahaya yang tampak malas untuk meladeni keusilan Yoga.
"Yank kita pulang aja yuk,lagian kan kita udah ketemu sama pengantinnya buat apa coba kita lama lama Disini,bagus kita jalan jalan yank." rengek Rindu.
__ADS_1
"Sebentar lagi Rin,malu kita baru sampai masak langsung pulang,kamu gak mau makan dulu apa." tawar Yoga pada Rindu.
"Gak ah aku takut gendut nanti."tolak Rindu
"Aku mau makan tapi malas banget ngambilnya ne,minta punya kamu aja dong Cah,kayak nya enak tuh."tunjuk Yoga dengan dagunya.
Cahaya dengan senang hati mendorong piringnya sehingga berada ditengah tengah Yoga dan Cahaya.
Ia menyodorkan Sendok kepada Yoga sehingga mereka pun makan dengan sepiring berdua membuat pemandangan dimalam itu benar benar Romantis dan otomatis membuat Arief maupun Rindu Cemburu setengah jantung,karna Rindu dan Arief merasa diabaikan oleh Cahaya maupun Yoga,mereka menikmati makan malam mereka berdua seakan akan mereka cuma berdua saja ditempat itu.
"Aku capek Rin,aku ingin istirahat."tolak Yoga karna Rindu terus saja memujuk agar Yoga mau menuruti keinginannya.
"Terserah kamu deh Yog,kamu itu gak punya perasaan ya gak peka sedikit pun,padahal kan ini malam Minggu,aku masih pengen manja manjaan sama kamu Yog."rindu tampak kesal dan memanyunkan bibirnya karna Yoga tidak mau menuruti keinginannya.
"Udah sampai,kamu turun deh langsung istirahat udah malam juga kan."perintah Yoga.
Rindu pun segera menurutinya,namun sebelum turun Rindu berinisiatif untuk mencium bibir Yoga tepat didepan Cahaya dan Arief,sehingga membuat Yoga Terkejut sambil melihat wajah Cahaya dari kaca spionnya.
__ADS_1
Namun Cahaya tidak ambil pusing lagi lagi dia hanya memilih untuk melihat ke arah luar . Tampak senyum diwajah nya karna melihat banyak nya lampu yang menerangi kegelapan dimalam itu seakan akan seperti bintang yang bertaburan .
Setelah Rindu turun,Yoga langsung melajukan mobilnya.
Sesampainya mereka didepan Rumah Yoga,Arief langsung pamit pulang karna tidak enak menurutnya sudah terlalu malam dan karna ia ingat Yoga ingin segera istirahat.
"Terima kasih ya Yog buat tumpangannya."
"Ia sama sama,kamu hati hati dijalan ya Rief,."
"Oke Yog."
"Cah aku pulang ya,selamat malam dan selamat istirahat jangan lupa mimpiin aku ya Cah."pinta Arief namun Cahaya hanya mampu tersenyum.
.....
Bersambung....
__ADS_1