Cinta Hadir Seiring Berjalannya Waktu

Cinta Hadir Seiring Berjalannya Waktu
06.Mau pulang takut gak pulang malu


__ADS_3

"Takut kenapa sayang",Tanya cahaya yang merasa heran dengan omongan gadis kecil itu.


"Aqila takut jika nanti setelah Aqila tertidur Kakak pergi dan meninggalkan Aqila sendiri".


"Sayang,tapi kakak memang harus pulang besok kakak harus kerja dek",jawab Cahaya,


"Apa gak bisa ya kak,kakak itu disini aja gak usah pulang lagi",rengek Aqila dengan wajah sedihnya.


"Gak bisa sayang,kakak kan punya rumah sendiri,lagian gak enak nanti kata tetangga".


"Anggep aja mereka semua itu Tunggul kak".


"Gak bisa gitu sayang,mereka kan tetap bisa bicara dan bergerak dek,nanti kakak bakal sering main kemari,gimana dx".


"Oke kakak janji ya ? bakal sering kerumah aqila. "Oke sayang". jawab Cahaya..

__ADS_1


"Yauda Aqila tidur ya, biar kakak temenin sampai Aqila tertidur".


"Oke kak", senyum Aqila pun mengembang.


Saat diliat Aqila sudah tertidur dengan nyenyak, Cahaya pun bergegas bangkit dan hendak keluar dari kamar gadis kecil itu.


Namun disaat dia baru akan keluar, tiba tiba saja Cahaya dikagetkan oleh Yoga yang baru saja keluar dari kamarnya yang berada bersebelahan dengan kamar Aqila.


"Hem maaf saya pamit mau pulang ,Aqila baru saja tertidur, mohon sampaikan pesan saya pada ibu Aini,bahwa saya tidak bisa menunggu Bu Aini pulang,karna ada urusan penting dirumah saya".


"Parah banget ne cowok, segitu irit nya ya dya untuk mengeluarkan kata kata, tau gini gak bakal aku bicara padanya, bagus tadi aku bicara langsung aja ke bibi,Hem andai AQ pulang dari tadi pasti gak bakal jumpa dengan dia lagi,tapi mau pulang tadi takut Aqila bakal kecewa, ehh mau gak pulang tapi kok ngerasa malu takut dikira gak punya rumah sama cowok jutek ini. Batin Cahaya.


Cahaya pun bergegas meninggalkan rumah itu, dya juga pamit kepada bibi yang bekerja dirumah itu.


"Bi,nanti jika Aqila menangis jangan sungkan untuk menghubungi saya ya bi".

__ADS_1


"baik non", balas sih bibi.


"Jangan non ah bi, gak seru,panggil nama atau nak Cahaya saja Bu jauh lebih kerenkan heheh".


bibi itu pun tersenyum, kagum dengan sikap Cahaya yang tampak ramah dan baik hati,,sangat jauh berbeda dengan pacar tuan rumah nya yang terlihat sangat sombong dan angkuh.


"Kalau gitu saya permisi ya bi,sampai ketemu dilain waktu lagi ya Bi".


"Ia nak Cahaya sama sama dan hati hati dijalan ya nak".


"Ha,,gitu kan bagus bi, lebih enak didengar". balas Cahaya, sambil berjalan meninggalkan rumah itu.


Dalam perjalanan pulang, pikiran Cahaya dipenuhi dengan obrolan dirinya dan aqila,dia tidak menyangka anak sekecil itu memiliki pemikiran yang bisa dibilang cukup dewasa,semua kesedihan hatinya disimpan rapi dalam lubuk hatinya,tanpa merubah sifatnya menjadi anak yang bandal hanya untuk sekedar mencari perhatian dari orang tua mau pun Abang dan mamanya.


Aqila tetap menjadi sosok anak yang rajin belajar,sopan dan lembut,walau pun dihatinya penuh luka dan harapan yang dya sendiri tidak tahu bisa terwujud atau tidak nya.

__ADS_1


"Nasib kita sama sayang, kurang mendapat kan perhatian dari orang yang sangat kita cintai,mereka terlalu sibuk dengan dunia mereka masing masing,untuk itu mari kita saling menghibur satu sama lain sayang". gumam Cahaya dalam hatinya.


__ADS_2