Cinta Hadir Seiring Berjalannya Waktu

Cinta Hadir Seiring Berjalannya Waktu
64.Penyemangat


__ADS_3

Cahaya terlihat sibuk dengan peralatan dapurnya,ia berniat untuk membuatkan sarapan pagi sang suami,meskipun Yoga sudah melarangnya untuk memasak karena Yoga ingin Cahaya istirahat saja.


"Yank, kan sudah mas bilang jangan masak biar kita pesan aja,mas gak ingin liat kamu lelah".ucap Yoga sambil melingkarkan tangannya ke pinggang sang istri.


"Gak ah mas,punya istri kok makannya pesan diluar,lebih baikkan masak sendiri mas". ucap Cahaya


"Tapi kan kamu lelah sayank,lebih baik istirahat saja,atau sini biar mas bantu saja deh biar cepat selagi mas gak kerja,kapan lagi bisa nemenin istri tersayank didapur".tawar Yoga


Mereka pun dengan kompaknya menyiapkan makanan didapur, setelah Cahaya selesai mengusun semua makanan yg mereka masak diatas meja makan, kini Cahaya dan Yoga pun sudah duduk berhadapan dimeja makan.


Disaat Cahaya sedang menyiapkan piring beserta isinya Yoga pun menarik tangan Cahaya.


"Enggak yank,mas lagi gak mau makan sendiri yank,mas mau sepiring berdua sama kamu,kamu mau gak nyuapin mas".pinta Yoga


"Yaudah sini",Cahaya menggeser kursi yg ada disamping Yoga agar bisa duduk berdekatan dengan sang suami.


"Kamu gak ikut makan yank,masak beneran cuma nyuapin mas doang,sama aja mas makan sendiri kalau gini ceritanya", Yoga tampak cemberut


"Ia,,ia ini mau makan juga kok",disaat Cahaya hampir saja memasukan satu suapan kemulutnya,tiba tiba saja Yoga menarik sendok yang ada ditangan Cahaya l.

__ADS_1


" Mas yang suapin yank",dan adegan suap menyuapin itu pun terus berlangsung hingga mereka berdua selesai sarapan pagi.


***


Kini Yoga dan Cahaya sedang menikmati udara segar ditaman,mereka duduk berdua sambil melihat anak kecil yang sedang bermain dengan riangnya,dua pasang anak kecil yang terlihat sedang bermain berkejar kejaran.


*Yoga: Yank


Cahaya: Saya


Yoga: Pernah terpikir gak ingin punya anak berapa kita nantinya.


Yoga: Tuh kayak mereka yank, yoga menunjuk ke arah anak anak tadi sedang bermain tepat di depan halaman rumah mereka.


Cahaya: Maksudnya mas.


Yoga : Empat yank,dua laki laki dan dua perempuan yang cantik cantik kayak kamu yank.


Cahaya: Banyak banget mas,yakin mas bisa menghidupi kami semua nantinya*.

__ADS_1


*Yoga: Mas yakin pasti bisa buat kalian yank,biar rumah kita ramai yank.


Cahaya: Insya allah ya mas kalau panjang umur*.


Deg..Yoga terkejut mendengar ucapan Cahaya.


Yoga: Maksud kamu yank!apa kamu sedang sakit saat ini atau ada yang kamu sembunyiin dari mas ya yank.


Cahaya: gak ada kok mas,ya kan kita gak tau mas umur kita itu sampai dimana,bisa aja nanti baru punya anak satu salah satu dari kita udah gak ada kan kita gak tau mas.


Yoga: jauh jauh lah yank,mas gak mikir kesana,mas gak mau mikirin hidup ini tanpa kamu yank,karna sekarang mas gak bisa hidup tanpa kamu yank,kamu adalah penyemangan mas yank


Tanpa Yoga sadari air mata pun mengalir begitu saja dari kedua mata Yoga,seakan akan Yoga sangat terluka dengan ucapan Cahaya.


Cahaya pun langsung memeluk tubuh Yoga.


*Yoga: Jangan pernah berpikir untuk meninggalkan mas seorang diri yank,mas gak mau hidup didunia ini tanpa kamu yank.


Bersambung

__ADS_1


asal ne teman teman gak mood sebenernya ide pun gak mau masuk ke kepala tulisan pun berserakan, karna liat komenan teman teman yang udag setia sama novel ini jd aku usahakn buat update maaf ya kalau berantakan*


__ADS_2