Cinta Hadir Seiring Berjalannya Waktu

Cinta Hadir Seiring Berjalannya Waktu
20.Keisengan Cahaya


__ADS_3

Setelah hari itu,kini usia pernikahan Yoga dan Cahaya sudah memasuki 4 bulan,dan selama itu juga Yoga semakin dekat dengan Rindu,sementara Cahaya hanya menjalani kesehariannya dengan bekerja sebagai pramuniaga dan bermain dengan Aqila yang sudah dianggap sebagai adiknya sendiri,kini Yoga dan Cahaya memutuskan untuk memiliki Rumah sendiri,dikarenakan Yoga takut kalau mama nya akan mengetahui bahwa dia masih dekat dengan Rindu pacarnya.


Dengan memiliki rumah sendiri Yoga bisa bebas untuk bertemu dengan siapa pun.


Seperti kejadian hari ini,Yoga mengajak Rindu berbelanja di mall tempat Cahaya bekerja,Rindu yang mengetahui bahwa mall itu adalah tempat Cahaya bekerja memiliki ide untuk membuat Cahaya cemburu dengan berlagak manja dengan Yoga dihadapan Cahaya.


Cahaya yang melihatnya hanya tersenyum.


"Ne cewek masih waras gak sih,kok gak ada respon dia sedikit pun,apa dia benar benar gak ada rasa sama Yoga,padahal mereka kan sudah bersama selama 4 bulan mustahil dia gak memiliki sedikit pun rasa pada Yoga,secara Yogakan tampan dan kaya,,,atau dia hanya berpura pura tegar saja."batin Rindu.


" Neng tolong layani pacar saya ya."


"Baik pak."balas cahaya.


"Pak ????." Yoga yang mendengar jawaban Cahaya menaikan alisnya sebelah.


"Kamu pikir saya sudah tua ya."


"Terus saya harus panggil apa pak,masih mending gak saya panggil kakek loh,karna kalau diliat sekilas Bapak kayak udah sangat tua dengan kaca mata hitam kesanya seperti sih buta yang sedang dituntun oleh cucunya,saat bergandeng tangan tadi."perkataan Cahaya membuat Rindu dan Yoga marah.

__ADS_1


Namun tidak dengan sisil wanita yang sedari tadi berada disamping Cahaya,dia terdengar tertawa karna perkataan temannya,sehingga membuat Yoga semakin emosi dan membuka kaca mata hitamnya serta langsung menarik Rindu untuk berkeliling mencari bahan yang ingin dibeli oleh Rindu.


Dan disaat mereka sudah pergi Sisil baru tersadar siapa lelaki yang tadi di ejek habis habisan oleh Cahaya.


"Mati kita cah." Sisil sambil menepuk keningnya.


"Kenapa sih kamu Sil."


"Aku baru ingat lelaki yang tadi itu adalah pemilik baru Mall ini Cah."


"Ha serius kamu Sil."


"Kamu tau dari mana Sil."


"Dari teman teman yang selalu membicarakan laki laki tadi,mereka juga sempat mengambil photonya loh,aku benar benar takut dipecat ne Cah."


"Udah kamu tenang aja dia gak bakal mecat kita."


"Kamu kok santai banget Sih Cah."

__ADS_1


"Udah sana kamu kerjakan kerjaan kamu sebelum dia kembali lagi nanti."dan benar saja belum lama Cahaya berbicara seperti itu Yoga sudah kembali menghampiri mereka dengan membawa 2 pakaian saja.


"Hem katanya orang kaya masak cuma beli 2 pakaian untuk pacar tercintanya."batin Cahaya


"Ini atm saya tolong bayarkan belanjaan pacar saya."


"Maaf pak,tapi ini bukan pekerjaan saya,,peraturannya setiap pembeli harus menghadap kekasir sambil menunjukan barang belanjaan yang dibeli."


"Kamu berani ya menentang perintah pacar saya,kamu tidak tahu siapa dia di Mall ini."balas Rindu dengan sedikit emosi.


"Saya tahu Bu,pemilik Mall ini kan? namun saya tetap tidak bisa menuruti perintah Bapak ini maaf."


"Awas kamu ya." Yoga pun menarik tangan Rindu untuk segera meninggalkan Cahaya menuju kasir sebelum dia semakin emosi dengan ulah Cahaya.


"Liat aja ya entar kamu dirumah,bakal gue bales." batin Yoga.


Sementara Cahaya tampak tersenyum puas melihat ekspresi Yoga dan Rindu.


"Kamu pikir aku bakal takut sama kamu,Hem kamu salah Yog,aku gak takut dikit pun enak aja nyuruh aku buat ngelayani pacar kamu itu."Rasakan.

__ADS_1


Bersambung,,,,


__ADS_2