Cinta Hadir Seiring Berjalannya Waktu

Cinta Hadir Seiring Berjalannya Waktu
04.Perkenalan yang menjengkelkan


__ADS_3

Setelah selesai makan dan mandi, Yoga pun turun dari lantai dua setelah berpakaian rapi.Air masih terlihat menetes dan membasahi rambutnya ketika ia datang menghampiri sang mama.


"ma yoga mau tidur aja deh,yoga sangat Lelah ma", "jangan banyak Alesan nak,ayo Mama kenalin sama nak Cahaya".


" Maaf ne ya, mama mengganggu keasikan Aqila dan nak Cahaya,nak Cahaya, ini kenalin putra ibu Abang nya Aqila".


"Oh ia perkenalkan saya Cayaha".


Yoga pun hanya melihat tangan yang diulurkan oleh Cahaya, tanpa berniat untuk menjabatnya,dya berjongkok untuk mencium kening sang adik kesayangannya,lalu bangkit lagi untuk sekedar berucap

__ADS_1


"Yoga" tanpa membalas uluran tangan Cahaya,setelah mengucapkan nama yang hanya 4 hurup itu,yoga pun beralih melihat sang mama yang merasa kesal akan sikap anak laki laki nya itu,"Ma udah ya,Yoga beneran capek,yoga mau istirahat dah mama", Yoga pun mencium pipi sang mama dan berlalu pergi meninggalkan ke tiga wanita yang masih menatap punggung sang lelaki jutek tersebut.


" Wah jutek banget sih tuh orang,manusia bukan sih,kok bedah jauh dengan Bu Aini dan adik nya sih aqila,apa bener anak dari Bu Aini ya, beda banget sikap nya atau sebenarnya dya tuh anak dapet di bawah pohon bambu",gumam Cahaya dalam hati.


Pandangan Cahaya pun teralihkan ke Bu Aini, ketika Bu Aini tiba tiba berucap kepada Cahaya, "maafkan sifat anak ibu ya nak,dya memang seperti itu kepada orang yang belum dia kenal, sebenarnya Yoga tuh anak yang ramah dan humoris jika bersama keluarga nak,nanti setelah nak Cahaya lebih dekat padanya akan tahu seperti apa sifat nya yang sebenarnya",ucap sang mama


" Udara yang tadi nya panas akan terasa dingin sekejap mata jika didekatnya,alias keringat dingin sangking takutnya ngeliat dya, aduh udah cukup cukup lah sekali ini aja bicara dengannya gak mau ada yg kedua kali lagi".


"Kakak,main lagi yuk". ucap Aqila sambil menarik baju Cahaya yang saat itu masih tampak terdiam dan mematung setelah perkenalan yang menurut dya sangat menjengkelkan tersebut.

__ADS_1


"Eh ia ayok dek",mereka pun melanjutkan permainan yang sempat terhenti karna kemunculan Yoga,sih lelaki yang super duper jutek dan dingin.


"kakak,menurut kak Cahaya Abangnya Aqila gimana ganteng kan kak,Abang punya pacar kak, tapi Aqila gak suka sama pacar abang kak,nama nya rindu kak,orangnya sombong gak pernah mau main sama Aqila, tiap datang kerumah selalu memaksa bang Yoga untuk nganter kesalon atau ke mall kak,Aqila benci,Aqila berharap Abang putus dengan pacarnya dan jadian sama kak Cahaya".


Seketika ucapan Aqila membuat wajah Cahaya memerah,gimana mungkin anak kecil seperti Aqila bisa berkata seperti itu.


"Sayang perasaan seseorang itu gak bisa dipaksakan,gimana pun Aqila membenci pacar abang Qila, tapi bang Yoga itu mencintai kak Rindu, jadi Aqila harus paham dan belajar menerima".


"hemm jika Aqila harus selalu menerima dan belajar memahami orang lain, terus kapan orang lain juga bisa memahami dan belajar menerima Aqila kak",ucap Aqila yang saat itu menunjukan wajah yang penuh dengan kesedihan.

__ADS_1


__ADS_2