Cinta Hadir Seiring Berjalannya Waktu

Cinta Hadir Seiring Berjalannya Waktu
07.Pramuniaga


__ADS_3

"Yoga.bu Aini dan Aqila tampak berjalan memasuki sebuah mall perbelanjaan.Mereka berniat membelikan pakaian baru untuk Aqila sekaligus untuk menyenangkan hati gadis kecil itu, yang selalu tampak berdiam diri tanpa senyuman dihari harinya.


Ketika sampai ditempat penjualan pakaian, mereka disapa oleh seorang Pramuniaga yang bertugas pada hari itu,sehingga mengagetkan mereka.


" Selamat siang Bapak dan ibu, ada yang bisa saya bantu??, ketiganya pun memutar tubuh mereka ke belakang untuk melihat siapa yang menyapa mereka dari belakang.


Namun ketiganya terkejut ketika mengetahui sapa yang menyapa mereka, "kak Cahaya". sapa aqila, " Nak Cahaya kerja disini". Bu Aini tersenyum melihat Cahaya yang berada dihadapannya".


"Eh Bu Aini dan dek Aqila, ia Bu saya bekerja disini,ada yang bisa Cahaya bantu Bu".


"Ia ini,Aqila minta beli baju baru dan ini masih cari yang dia mau nak",


"Ohh Yauda biar Cahaya bantu ya bu".


"Wah terima kasih ya nak,kalau gitu ibu tinggal dulu ya nak, ibu titip Aqila sama nak Cahaya, soalnya ada yg mau ibu cari".

__ADS_1


"Oh ia bu gak apa apa bu, biar Cahaya yang nemenin dek Qila".


"Makasih ya sayang". Bu Aini pun meninggalkan Yoga, dan Aqila bersama Cahaya


Setelah cukup lama mereka bertiga berkeliling akhirnya mata Aqila tertujuh pada sebuah baju yang menurut nya sangat cantik, "Kak,baju itu cantik gak menurut kakak".


"Yang mana dek",balas Cahaya.


"Itu kak,yang warna merah", tunjuk Aqila pada baju yang terpajang di tempat pakaian tersebut,


"Ia kak, Aqila mau itu", jawab Aqila dengan senyuman diwajahnya.


Yoga yang memperhatikan kedekatan Aqila dan Cahaya tampak heran kenapa adiknya bisa sebahagia itu jika sudah bertemu dengan Cahaya,namun semua rasa penasarannya hanya mampu ia pendam dalam hati dan masih terus memperhatikan adiknya yang tersenyum bahagia ketika mencoba pakaian yang dia pilih tadi.


"Cantik gak kak", Aqila meminta pendapat kepada Cahaya,

__ADS_1


"Cantik banget dek, kakak sampai pangling loh hehehe".


" Kakak ngejek pastikan",tolak Aqila yang menganggap bahwa Cahaya hanya bercanda, "Tidak sayang, beneran cantik kok". ucap Cahaya sambil mengelus kepala Aqila.


"Aqila tampak cantik gak bang ",tanya Aqila pada Abang nya yang sedari tadi hanya diam saja, namun yang ditanya hanya menjawab " Hemm" tanpa melihat sih adik yang menatap wajah sih Abang dengan tatapan sedih.


"Parah ne orang,bener bener irit banget ngeluarin suaranya,emang bisa kaya ya dengan mengirit kata kata,susah x sih ne orang untuk bicara,buat apa coba punya mulut kalau jarang dipakai, apa cuma untuk makan dan minum aja tuh mulut ",batin Cahaya yang merasa jengkel dengan sifat Yoga.


"Yauda kita bungkus ya sayang",mereka pun berjalan mengikuti langka kaki Cahaya,


namun tiba tiba terdengar suara yang membuat langkah mereka terhenti " tunggu " saya mau beli sesuatu dulu" ucap Yoga untuk membuat Cahaya dan adik nya berhenti melangkah.


"Oh ,ya sudah beli aja kan gak mesti kami temanikan, suara Cahaya tampak jengkel mengingat sifat Yoga sedari tadi.


"Saya juga gak minta ditemani kamu,saya cuma gak mau aja adik saya pergi tanpa pengawasan saya,yang ada tar kamu culik pula adik saya karna tau dia anak orang kaya".kata kata yoga berhasil membuat Cahaya tercengang, dan tak menyangka bahwa lelaki yang sedari tadi diam saja, ternyata sekali berbicara dapat langsung menyakitkan hati.

__ADS_1


"Sial, tau gitu bagus kamu gak usah bicara sama sekalian".batin Cahaya.


__ADS_2