
Yoga terbangun dari tidurnya,Ia sangat ketakutan begitu mengetahui Cahaya sudah tidak ada disampingnya,ia mencari keberadaan Cahaya,Yoga takut Cahaya pergi meninggalkanya atau melakukan hal yang sangat fatal setelah kejadiaan tadi malam.
" Aya kamu dimana",suara teriakan Yoga memasuki kamar mereka untuk mencari Cahaya disetiap sudut kamar, namun tidak juga menemukan keberadaan Cahaya.
Hal tersebut semakin membuat Yoga ketakutan.Yoga berlari mencari keberadaan Cahaya disetiap sudut rumahnya,namun tetap saja tak kunjung menemukan keberadaan Cahaya.
"Aya, kamu dimana sih,jangan buat aku takut Ay",suara Yoga yang terdengar mulai putus asa.
"Bodohnya aku, kenapa aku harus tertidur dan kenapa aku gak kepikiran bahwa Cahaya bisa saja ninggalin aku setelah kejadian tadi malam",Yoga menutup wajah dengan kedua telapak tangannya,tanpa terasa air mata pun mengalir dari kedua matanya.
Yoga terduduk lemas didepan pintu rumah dengan memejamkan kedua matanya sambil menahankan rasa sesak dalam hati.
"Tahu gini aku gak bakal ikutan tertidur Ay".Yoga menyesal
"Mas, kenapa duduk diluar",
__ADS_1
Suara tersebut sontak membuat Yoga terkejut,Bagitu melihat sosok wanita yang berdiri didepannya sambil membawa belanjaan.
Yoga segera berlari untuk memeluk Cahaya
"Kamu dari mana aja Ay,kenapa kamu gak banguni mas",ucap Yoga sambil menangis
"Aku habis belanja mas,aku gak tega banguni mas,karena aku liat tidur mas sangat nyenyak
"Karna ada kamu disamping mas aya,yang buat mas itu nyaman",Yoga melepaskan pelukannya
"Gak apa apa kok mas,kehadiran mas sudah sangat berharga buat aku,makasih mas udah ngertiin aku,justru aku yang seharusnya minta maaf sama mas, karna tadi malam udah nyuekin mas bahkan ngebiarin mas tidur diluar",ucap Cahaya sambil menundukan wajahnya yang terlihat merasa sangat bersalah
"Ia gak apa apa mas bisa maklum kok,lain kali pamit ya sayang jika mau keluar kemana pun, jangan buat mas khawatir".Yoga membelai wajah Cahaya
"Ia mas, maaf, Ayok kita masuk, mas belum sarapankan biar aku buatin sarapan buat mas", Cahaya menarik tangan Yoga agar ikut masuk bersamanya.
__ADS_1
Sesampainya didapur Yoga terduduk manis didepan meja makan sambil memperhatikan Cahaya yang sedang sibuk memasak.tak sedikit pun pandangannya teralihkan dari Cahaya.
"Baru beberapa jam saja kamu pergi tanpa pamit Ay, aku sudah ketakutan seperti ini,gak kebayang jika kamu pergi ninggalin aku buat selamanya Ay,gimana aku bisa bertahan menjalani sisa hidupku tanpa mu",Batin Yoga
Yoga pun segera bangkit dari duduknya dan mendekati Cahaya,dipandangnya punggung Cahaya dari belakang yang sedang sibuk meracik sayuran.semakin dekat Yoga pun langsung memeluk mesra tubuh Cahaya dari belakang sambil meletakan dagunya di bahu Cahaya, hal tersebut seketika membuat Cahaya terkejut.
"Mas, lagi masak ini, mas duduk saja di kursi, biar cepat selesai mas", Pinta Cahaya
Namun Yoga tak menghiraukan perkataan Cahaya ia hanya terdiam sambil menikmati harum tubuh istrinya.
" Bosan duduk seorang diri, mending nungguin kamu masak sambil peluk kayak gini,sekalian ngecas ulang tenaga yang tadi hampir hilang begitu bangun ngeliat kamu udah gak ada disamping yank, Kamu buat mas takut sayang".
"Takut kenapa sih mas".
"Takut kehilangan kamu sayang".
__ADS_1
Bersambung...