
Waktu sudah menunjukan pukul 19.10 WIB. Cahaya baru saja pulang dari pertemuannya dengan Sisil,teman dekat yang selama ini selalu ada untuk nya.
Cahaya langsung bergegas masuk ke kamar mandi, 20 menit pun berlalu, kini Cahaya telah selesai mandi.Ketika Cahaya berniat menyisir rambutnya, tiba tiba dihentikan oleh suara dering yang berasal dari handphonenya.Muncul senyum manis dari wajah cantiknya,ketika ia melihat kontak nama yg tertera dilayar handphone yang telah dipegangnya.
" hallo assalamualaikum ibu" jawab Cahaya dengan hati yang penuh kebahagiaan
"waalaikum salam nak Cahaya,maaf ne malam malam ibu ganggu istirahat nak Cahaya". "Oh ia gak apa apa kok Bu
__ADS_1
ada apa ya bu", Cahaya pun penasaran kenapa Bu Aini menelponnya dimalam itu."Ini nak, Aqila gak mau tidur katanya kangen sama nak Cahaya.
"Oh, mana adik Qilanya Bu,biar Cahaya bicara sama adek", pinta Cahaya,"ini nak",Bu Aini pun langsung memberikan hp itu kepada Aqila.
"hallo kakak,kakak lagi apa dan dimana,Aqila rindu,pengen ketemu kakak dan tidur bareng sama kak Cahaya",Cahaya pun tersenyum mendengar perkataan gadis kecil itu, "Ia sayang kakak juga rindu,tapi ini sudah malam sayang,Minggu depan ya kita ketemu lagi ,sekarang adik tidur dulu besok kan harus sekolah kan"."hehe ia kak,Aqila malas sekolah kak karna gak ada yang berani berteman dengan Aqila kak". "lah emang kenapa dek",tanya Cahaya yang merasa penasaran.
" Eh gak apa apa kok kak, Yauda Aqila tidur dulu ya kak selamat malam,kakak mimpiin Qila ya". "Ia qila juga mimpiin kakak ya", balas Cahaya.
__ADS_1
"Aneh kenapa aku begitu mudah langsung menyayanginya seperti adik sendiri,setelah sekian lama aku nyaman dengan kesendirian, kini aku ingin selalu bersama gadis kecil itu, sekedar melihat dan mendengar tawanya".
Yah setelah sekian lama Cahaya berpisah dengan kedua orang tuanya yang lebih memilih untuk menikah dengan pasangan mereka masing masing, tanpa memikirkan perasaan Cahaya,,sehingga Cahaya memutuskan untuk tidak memilih salah satu dari kedua orangtuanya, dan lebih memilih untuk hidup sendiri,hanya Sisil yang selalu ada dan menemani hari hari nya.
"Perasaan apa ini,kenapa aku jadi memikirkan Aqila terus,seakan akan aku ingin lebih mengenalnya".
"Ada apa dengan wajah imut itu, ada apa dengan setiap kata yg keluar dari bibir mungilnya, seakan dia merasa selalu sendirian,tidak seharusnya anak seusia itu memiliki banyak kesedihan kan,kenapa dia bilang tidak ada yang mau berteman dengannya,dilihat dari sifatnya,Aqila bukanlah anak yang jahat,dia ramah dan baik hati,lalu kenapa dya bilang tidak memiliki teman ?, apa ibu Aini melarang nya untuk memiliki teman,aaaaahhhhh entah lah aku jadi bingung". Cahaya merasa pusing memikirkan banyak nya pertanyaan mengenai gadis kecil itu,rasa penasaran membuat pikirannya kacau malam itu.
__ADS_1
"Lebih baik aku tidur,agar besok pagi aku tidak terlambat masuk kerja,Minggu depan aku akan coba tanyakan semua yang mengganjal dihati ku prihal Aqila.
Maaf ya teman teman masih tentang Aqila,semoga tidak bosan karna belum waktu nya sampai ke cerita cahaya dengan yoga😁.