
Allen terbelalak setelah mendengar penjelasan Sebastian soal lokasi Norra berada. Pria itu hampir lupa soal Kartel Cierzen milik keluarga Forbes, yang pernah menjadi saingannya beberapa tahun silam.
Lalu, apa hubungan kartel tersebut dengan Norra? Allen berusaha memikirkan segala kemungkinan, termasuk hubungan mereka yang mungkin diketahui Billy. Namun, sepertinya bukan karena itu.
Tak ingin membuang-buang banyak waktu, dia pun bergegas pamit pada para tetangga yang ikut menunggu di luar ruang operasi, dan meminta mereka mengabari segala hal tentang perkembangan Rose nanti.
"Jangan pergi sendiri, Bodoh!" Itu lah sepenggal kalimat yang sempat Allen dengar dari Sebastian, sebelum pria itu menutup sambungan telepon.
"Shii1t!" umpat Sebastian begitu teleponnya ditutup secara sepihak oleh Allen. Pria itu pun segera mengarahkan beberapa anak buah Allen untuk ikut dengannya ke markas Billy.
...**********...
Juan meletakkan sepiring makanan dan sebotol air mineral di hadapan Norra. Gadis itu dalam kondisi tangan kiri terikat, dikurung dalam sebuah gudang bekas penyimpanan seenj4ta milik Billy.
Norra terdiam enggan menatap makanan tersebut. Sejak dirinya datang, gadis itu memang menolak semua pemberian makan dan minum dari Juan.
"Makan, atau kau akan maati konyol di sini!" seru Juan marah.
"Lebih baik aku maati konyol dari pada harus memakan makanan dari orang-orang be3debaah seperti dirimu!" balas Norra tak kalah marah. Wanita itu bahkan mene3ndang nampan makanan tersebut hingga sebagian lauknya tumpah ke lantai.
"Dasar to0lol!" Juan yang emosi lantas meena4mpar pipi Norra keras. Dia bahkan menjamb44k rambut gadis itu, hingga beberapa helainya rontok.
Norra memekik kesakitan. Air mata bahkan sudah terkumpul di sudut matanya.
"Aku tak peduli kau mau maati kelaparan atau tidak!" Juan melepas kasar Norra dan me3nend4ng kaki gadis itu sekali, sebelum akhirnya keluar dari ruangan.
Norra tak bisa lagi menahan air matanya yang sejak tadi meronta ingin keluar. Sejujurnya, dia bukan sedang menangisi nasibnya saat ini, melainkan nasib sang ibu yang sesuai jadwal akan melakukan operasi pemasangan ring jantung.
Dalam hati dia berharap, operasi yang tengah dijalani sang ibu dapat berjalan dengan lancar.
Tak ingin berlarut-larut meratapi nasibnya yang entah akan bagaimana, Norra bergegas menghapus air matanya. Gadis itu sepertinya harus berusaha sendiri untuk mencari jalan keluar.
Gadis itu sebenarnya tidak peduli, bila mereka akan me3mbvnvhny4 di di tempat busuk ini, tetapi ada sang ibu yang pasti menunggu kedatangannya.
__ADS_1
"Ayo, Norra, jangan lemah!" gumamnya menyemangati diri. Namun, sedetik setelah berkata demikian, perut gadis itu berbunyi cukup keras.
Agar dirinya tetap terjaga, Norra memutuskan memakan makanan yang tersisa di atas piring dengan terpaksa.
...**********...
Juan dan beberapa anak buahnya serempak membungkukkan badannya dalam-dalam, ketika Billa tiba di sana.
"Ke mana gadis itu?" tanya pria berkepala pelontos itu.
"Aman, Tuan besar. Dia sedang berada di gudang." Juan dengan penuh semangat menjawab pertanyaan Billy.
Billy mengangguk, dia pun meminta Lesley, salah seorang kepercayaannya, untuk memeriksa keadaan gadis itu, sekaligus membawanya keluar.
"Anda akan membawa gadis itu ke mana, Tuan?" tanya Juan.
"Aku akan mempermainkan kekasihnya. Dia pasti sedang menuju kemari!" jawab Billy. "Cepat bersiap, kita pergi dari sini!" seru pria itu kemudian kepada para anak buahnya.
Akan tetapi, beberapa detik setelah Billy mengatakan hal demikian, suara teriakan lantang Lesley terdengar.
Billy menoleh pada Juan yang tengah dilanda kepanikan. Pria itu berteriak pada semua orang untuk mencari Norra, kalau tak ingin maattii di tangannya.
Juan kalang kabut. Bersama beberapa anak buah Carlos, dia pergi keluar markas menyusuri seluruh pelabuhan yang sepi itu.
"Cari dia sampai dapat!" teriak Juan pada mereka. Lesley pun melakukan hal yang sama bersama anak buah Billy. Mereka mengambil jalan terpisah agar Norra bisa segera ditemukan.
Sementara Norra sendiri saat ini sedang berusaha sekuat tenaga untuk berlari, meski tanpa memakai alas kaki. Namun, kondisi tubuhnya yang cukup lemah membuat gadis itu beberapa kali terjerembab.
Hal tersebut tentu saja menguntungkan bagi Juan. Dia dengan mudah dapat menemukan Norra yang kini tengah meringkuk kesakitan di salah satu sudut pasar ikan yang kosong. Pelabuhan ini memang sepenuhnya milik Billy Forbes, dan dia hanya memakainya untuk melakukan transaksi obat-ob44tan terlaarang.
"Gadis bodoh, kau tak akan bisa kabur dari sini, t0lol! Menyusahkan saja!" Juan dengan tega menyeret Norra tanpa peduli kondisi gadis itu. Namun, Norra dengan sisa-sisa tenaga yang ada berusaha melarikan diri kembali. Dia bahkan berhasil menggigit tangan Juan yang satunya, hingga pria bertubuh kurus itu menjerit kesakitan.
Ketika Norra mengira akan berhasil pergi, Lesley datang dan memukvvl lehernya. Wanita itu pun meminta seorang anak buah Billy menggotong Norra kembali ke markas.
__ADS_1
Saat itulah, sebuah mobil sedan hitam mewah tiba-tiba datang dari arah belakang.
Allen yang mendapati Norra dibopong tak berdaya bagai karung beras, sontak marah. Tanpa menunggu Sebastian dan yang lainnya, pria itu dari mobil dan berlari menghampiri mereka.
"Aargh!" Satu orang anak buah Billy yang berada di belakang Lesley berteriak. Lesley menoleh dan mendapati Allen berdiri di sana.
"Bawa gadis itu pergi, cepat!" teriak Lesley pada pria yang membopong tubuh Norra.
Allen hendak menahan, tetapi Lesley segera memblokir jalannya. Wanita itu kemudian mengeluarkan sebilah pi1saau dari dalam saku.
"Siaal, ini akan sangat merepotkan!" gumam Allen.
...**********...
Norra berhasil diberikan pada Billy. Keduanya bersama Juan dan beberapa anak buah lain bergegas pergi dari sana, begitu mengetahui, bahwa Allen telah tiba. Namun, saat mobil mereka hendak keluar dari area pelabuhan, tiba-tiba belasan mobil menghadang mereka.
Sebastian meminta para anak buah Allen, mengitari mobil Billy agar bisa memblokir jalannya.
Saat itu lah, Allen dengan bibir terluka datang, sembari membpong Lesley yang pundak kanannya, sedangkan di tangan kiri pria itu, seorang pria bertubuh tinggi besar yang datang menolong Lesley, juga memiliki nasib yang tak jauh berbeda.
"Keluar kau!" seru Allen dingin. Pria itu melempar keras tubuh mereka berdua ke tanah.
Billy terdiam sejenak, sebelum akhirnya menyeret Norra keluar dari dalam mobil dengan cara menjaamb4k rambutnya.
Melihat itu, Allen lantas memaksa Lesley berlutut. Pria itu pun mengulurkan pissaau Lesley, ke leher pemiliknya sendiri.
Sebastian turun dari mobil. Berjaga-jaga agar Allen tidak melakukan sesuatu.
"Lepaskan gadis itu!" pinta Allen.
"Lepaskan dulu wanita itu!" seru Billy.
Allen terdiam sejenak. "Apa yang sebenarnya kau inginkan dariku, siaaalaan?" tanyanya tanpa menuruti perintah Billy.
__ADS_1
Billy tertawa keras. "Kesenangan. Kau tahu pepatah, bahwa musuh dari musuhmu adalah teman. Jadi ...." Tanpa meneruskan perkataannya, pria itu mendorong Norra ke arah Juan yang baru saja keluar dari mobil.