
Setelah tiga hari melakukan persiapan, Norra dan Rose pun akhirnya membuka toko kue mereka kembali.
Ibu dan anak itu berharap, usaha Alex mempromosikan toko dengan membagikan pamflet di jalan-jalan dapat menarik pelanggan baru. Terlebih, sang ibu memutuskan menggratiskan kue-kue buatannya pada saat pembukaan ini.
Tak lupa, Alex bersama Norra juga sempat mengunjungi beberapa pelanggan lama mereka untuk memberikan pamflet, sekaligus membantah rumor buruk yang berkembang selama ini.
Norra dan beberapa tetangga mereka yang turut membantu menyukseskan acara ini, sontak tertawa kecil, begitu melihat Allen keluar dari dalam rumah Norra.
Bagaimana tidak, pria tampan nan gagah tersebut, tampak sangat imut mengenakan kostum lucu berbentuk panda berwarna putih.
Malu-malu Allen membuka penutup kepalanya.
"Sayang sekali para pelanggan tidak akan tahu ada sesosok pria tampan di dalam kostum ini!" celetuk salah seorang tetangga yang langsung disambut tawa. Sebastian yang ikut ke sana pun tak dapat menahan gelak tawanya. Kapan lagi bisa melihat pria dingin tersebut berpenampilan konyol.
"Kau tidak keberatan berdandan seperti ini?" tanya Norra tak enak hati.
"Aku senang-senang saja. Hanya, memang sedikit memalukan." Jawab Allen jujur.
Norra tersenyum kecil. Tak lama, Ben, supir pribadinya, tiba-tiba datang bersama Willy. Pria itu membawa sebuah kantong berukuran sangat besar.
Melihat sang ayah berpenampilan lucu, Willy berseru kesenangan.
__ADS_1
"Papa keren sekali!" puji Willy.
"Bukan kah Papa terlihat konyol?" tanya Allen pada sang putra tercinta.
Willy dengan cepat menggelengkan kepalanya. "Sama sekali tidak. Papa keren sekali!"
Mendengar pujian Willy, Allen merasa sangat senang. Setidaknya, rasa percaya diri yang sempat hilang, kini kembali berkat putra semata wayangnya.
"Tuan, bagaimana dengan pesanan Anda ini?" tanya Ben, seraya mengangkat plastik berukuran besar tersebut.
Allen menoleh ke arah Sebastian, sambil memamerkan senyum liciknya. "Berikan padanya."
Sebastian mengangkat alisnya tinggi-tinggi. Tanpa mengetahui apa pun, dia menerima begitu saja plastik tersebut. Namun, begitu plastik dibuka, Sebastian refleks berteriak.
Norra dan beberapa tetangga sontak tertawa mengetahui hal tersebut.
...**********...
Hari sudah menjelang siang, ketika toko Norra masih terlihat sangat sepi. Hanya ada satu dua orang pelanggan saja yang datang ke tempat mereka. Itu pun merupakan teman sekolah Alex.
Selebihnya, mereka harus gigit jari mendapati tak ada siapa pun yang datang ke sana.
__ADS_1
Allen dan Sebastian membuka kostum kepala mereka, dan duduk di pelataran rumah untuk mengistirahatkan diri. Sementara para tetangga sudah mulai pulang ke rumah masing-masing.
"Bu," panggil Norra, tatkala mendapati sang ibu tengah sibuk menata kue-kuenya. Kendati terlihat baik-baik saja, tetapi gadis itu dapat merasakan kesedihan yang terpancar di sorot mata beliau.
"Tidak apa-apa, Nak," ucap Rose, seolah tahu apa yang sedang dipikirkan putrinya tersebut.
"Lebih baik Ibu beristirahat terlebih dulu ya?" tawar Norra. Namun, Rose menolak.
"Tunggu saja sampai malam ini. Mungkin akan ramai saat jam kepulangan kantor," ujar Rose meyakinkan diri.
"Kalau begitu, Ibu lebih baik beristirahat dulu. Biar kami saja yang menjaga." Allen dan Sebastian masuk ke dalam toko.
Setelah sedikit memaksa, Rose pun menuruti mereka. Baru saja wanita itu berbalik, tiba-tiba pintu toko terbuka lebar.
"Benar ini tokonya!" ujar seorang pelanggan yang baru masuk ke dalam.
Melihat tiga orang pelanggan datang, Norra dan Rose kembali bersemangat. Mereka pun dengan ramah melayani pelanggan-pelanggan itu.
Agar tidak mengganggu, Allen dan Sebastian memutuskan untuk keluar dari toko. Namun, siapa sangka saat menginjakkan kakinya keluar toko, kedua pria itu mendapati segerombolan para gadis datang, disusul dengan gerombolan lainnya.
Mereka semua berjalan menuju toko Norra untuk menyicipi kue buatan sang ibu.
__ADS_1
Norra yang terkejut, menatap haru sang kekasih dari kejauhan.
Akan tetapi, senyum Norra sedikit memudar, tatkala Clara bersama tiga orang teman wanitanya tiba-tiba datang ke tempatnya. Wanita itu bahkan menyapa Allen terlebih dahulu.