
...HAPPY READING...
Hai.., perkenalkan namaku Kirana lengkapnya Kirana Larasati.
Saat ini aku duduk di kelas dua belas di sebuah sekolah di kota **** .
Kata teman temanku aku adalah gadis yang tomboy.
Jujur aku memang tidak begitu suka berdandan, apalagi memakai rok sebuah keanehan bagiku.
Aku lahir di keluarga yang sederhana, makanya aku juga tidak pernah aneh aneh.
Karena nggak mungkin buatku bergaya, karena uang juga pas pas an, he.., he..
Aku lebih memilih diam dari pada harus berdebat,itu lah salah satu sifat ku yang kadang kadang membuatku selalu kalah.
Aku punya satu teman cewek yang centil dan manjanya nggak ketulungan.
Namanya Vita,
Teman sekolah sekaligus tetangga dan teman kecilku.
Serta satu teman cowok yang hobby nya suka rumpi bareng aku dan Vita, namanya Catur.
Catur seneng banget kumpul bareng aku dan Vita , kadang kita bertiga ngobrol seru seruan sambil berdendang sampai lupa waktu.
Catur pandai banget bermain gitar, itu yang membuat kami betah saat berkumpul.
****
Siang itu Kirana tengah duduk termenung di teras rumahnya.
Duh!! bagaimana ini? Main musik aja nggak bisa, bagaimana mau ikut ujian Seni Musik
Wajah Kirana begitu masam, mengingat Minggu depan dia harus mengikuti ujian Seni Musik,
Sedangkan kenyataannya tidak ada satu musik pun yang dia kuasai.
"Hayo!" teriak Vita mengkagetkan Kirana.
"Kau ini! Datang nggak di undang pergi nggak di antar,bikin kaget aja!" protes Kirana.
"Sialan! Memangnya aku jelangkung!" sahut Vita sambil berhamburan duduk di samping Kirana.
"Vita," panggil Kirana .
"Hem, kenapa?" jawab Vita.
"Kau sudah kepikiran mau tampil dengan alat musik apa minggu depan?" tanya Kirana.
"Ya ampun! Iya aku lupa! Bagaimana ini? Kirana,, bagaimana?" rengek Vita sambil memeluk Kirana lebay.
"ih, lebay banget sih kamu!" pekik Kirana sambil mendorong tubuh Vita.
"Dengar, sekarang kita harus mencari ide bagaimana caranya supaya kita bisa menguasai satu alat musik dalam waktu satu minggu," ucap Kirana tegas
"Aduh! Bagaimana ini?" rengek Vita lagi.
'Huh, kau ini bisa nya cuma merengek saja'
Tak berselang lama,
"Idih, kebetulan nich pada ngumpul. Lagi ngomongin apa hayo!!" kata Catur yang tiba tiba datang.
Saat melihat kedatangan Catur,
Kirana dan Vita tersenyum lebar. Seperti tengah mendapatkan sebuah ide.
"Kenapa kalian senyum senyum begitu? Seperti nya ada yang tidak beres nih," tebak Catur sambil duduk di kursi lain yang ada di teras.
"Sstt.., sst," bisik Kirana pada Vita.
"Tugas mu, sana rayu Catur supaya mau mengajari kita main gitar," tambah Kirana.
Jujur Kirana sama sekali tidak pandai bermanis muka dan merayu.
Dia lebih suka untuk di ajak lomba lari dari pada di suruh merayu dan bermanis muka.
Vita beranjak dari tempat duduk nya dan mendekati Catur.
"Catur, hari ini kau kelihatan manis banget," jata Vita mulai merayu.
"Sudah lah, aku tau maksud kalian! Bilang aja terus terang, kalian kenapa? Heh?" sahut Catur yang telah curiga dengan niat Vita merayunya.
"Haah, baguslah kalau sudah tau! Kau ini baik sekali!" jawab Kirana.
"Minggu depan kami ada ujian seni musik, sedangkan kau tau, kami ini sama sekali tidak bisa bermain musik," kata Kirana mulai menjelaskan.
"Kau tolong ajari kami bermain Gitar ya, kau kan pandai bermain gitar, he, he," kata Kirana sambil tertawa.
"Jadi itu maksud kalian merayuku tadi? Dasar! Kita kan sudah bersahabat sejak kecil, kenapa nggak langsung berterus terang saja," protes Catur.
"Maaf," balas Kirana.
Vita hanya ikut tersenyum nyengir di samping Catur.
"Tapi, aku nggak mungkin bisa mengajari kalian berdua dengan waktu yang bersamaan. Sedangkan Gitar ku cuma satu," kata Catur.
Raut wajah Kirana dan Vita berubah kecewa mendengar penjelasan Catur.
"Terus,gimana dong?" rengek Vita lagi.
Kirana yang kesal melihat Vita yang dari tadi hanya merengek, beranjak berdiri dari tempat duduknya dan mendekati Catur.
"Ayo lah Catur, tolong kami ya, please," kata Kirana memohon.
"Iya nanti aku akan fikirkan," jawab Catur.
Catur terdiam sejenak memikirkan sesuatu.
"Apa aku ajak temanku saja ya, untuk ikut mengajari kalian bermain gitar," kata Catur sambil tersenyum.
"Boleh!! Nggak pa pa, aku setuju," sahut Kirana senang.
"Oke, besok kita kumpul di halaman rumah Vita aja ya, soalnya tempatnya agak lega," kata Catur.
"Oke, besok kau kabari aku ya kalau sudah siap," kata Kirana.
Huh, satu masalah selesai! Huh, senangnya.
Karena waktu hampir maghrib
Akhirnya Catur dan Vita kembali pulang ke rumah mereka masing masing.
Sementara itu di rumah Catur.
"Hallo, Candra!! Besok sore kau datang ke rumahku ya, tolong aku sebentar saja," kata Catur di balik ponselnya.
"Iya sob, memang ada masalah apa?" jawab teman Catur dari seberang ponsel nya.
"Sudah, besok kau datang saja," sahut Catur.
"Oke," sahut Candra teman Catur sebelum menutup ponselnya.
Catur merasa lega, dia merasa usahanya membantu kedua teman nya berhasil.
Tinggal menunggu besok
Semoga semua berjalan lancar. Hari yang telah di tunggu tunggu pun datang.
Sore itu Vita dan Catur tengah menunggu seseorang di halaman rumahnya.
"Mana teman mu? Jangan jangan dia nggak jadi datang!!" kata Vita.
Catur pun cemas dan sesekali dia melihat ponselnya.
"Bentar lagi dia datang koq, sabar dulu" jawab Catur.
"Kirana mana? Koq belum datang?" tanya Catur
"Entah,tapi aku sudah kirim pesan kata Kirana bentar lagi," jawab Vita.
Tak berapa lama datanglah seorang pria berpostur sedang dan tengah membawa Gitar di tangannya menghampiri Catur dan Vita.
"Akhirnya kau datang juga!" sambut Catur pada pria itu.
Pria itu pun hanya tersenyum.
"Vita, kenalin ini temanku yang ku janjikan kemarin. Namanya Candra," Kata Catur memperkenalkan Candra pada Vita.
Vita dengan hangat bersalaman dengan Candra.
'Ya ampun, manis banget sih si Candra ini!'
Karena kagum dan terpesona,Vita sampai lupa melepaskan tangannya.
Mereka saling bertatap mata.
"Sudah salaman nya!" Kata Catur mengagetkan Vita.
Huh, dasar Vita centil..,mulai deh kalau liat cowok cakep
"Eh Catur, Kirana kan belum datang..,bagaimana kalau temanmu Candra mengajari ku dulu" Kata Vita.
"Idih maunya, Tau deh !!" Balas Catur
"Ya udah kalian mulai dulu aja" Tambah Catur.
Candra yang sedari tadi melihat mereka berdua hanya tersenyum geli.
Jujur Candra pun sedikit tertarik pada Vita,
Gadis centil tapi juga manis.
Heh, lucu sekali
Akhirnya Candra memulai mengajari Vita bermain Gitar.
Tak berapa lama datanglah Kirana.
"Hai!! Maaf ya aku telat" Kata Kirana sambil membaur duduk di kursi.
Sesekali Kirana melirik Candra yang sedang mengajari Vita bermain Gitar.
Itu pasti teman Catur
"Kirana,kenalkan ini Candra temanku" Kata Catur memperkenalkan Candra pada Kirana.
"Iya aku tau" Jawab Kirana sambil tersenyum.
Candra sedikit merespon terhadap Kirana.
Dan Kirana pun telah menduga itu.
Siapa sih yang akan tertarik pada cewek tomboy seperti ku? Pastilah dia lebih suka dengan Vita. Dia kan cantik dan manis,tidak seperti ku
"Catur, ayo mulai" Kata Kirana.
Mereka berempat pun mulai belajar bermain Gitar.
Sesekali di sertai dengan obrolan dan candaan.
Tapi lagi lagi, respon Candra pada Vita lebih baik dari pada dengan Kirana.
Hingga waktu maghrib pun tiba.
"Eh,aku permisi dulu ya" Kata Candra.
"Mau kemana??buru buru amat" Jawab Vita.
"Aku mau ke mushola dulu" Jawab Candra sambil nyengir.
Ya ampun, sholeh banget sih dia
Kirana merasa kagum dengan Candra.
Tapi kekaguman itu hanya dia simpan dalam hatinya.
Lain dengan Vita yang langsung ceplas ceplos tanpa malu.
"Ih kamu ini, udah ganteng juga sholeh ya" Kata Vita sambil tersenyum centil.
Candra pun berlalu pergi bersama Catur.
Kini hanya tinggal mereka berdua, Kirana dan Vita.
"Eh Kirana" Kata Vita.
"Apa?" Jawab Kirana.
"Candra manis ya? Aku seperti nya jatuh cinta pada pandangan pertama" Kata Vita blak blak an.
"Ih, dasar!! Bukannya kau memang seperti itu kalau melihat cowok cakep" Ledek Kirana.
Vita hanya tersenyum nyengir.
__ADS_1
"Liat aja, aku akan membuatnya menjadi pacarku" Kata Vita percaya diri.
Iya percaya, secara siapa sih yang bisa nolak kamu. Gadis centil yang manis dan manja. Kalau sudah ada maunya terus aja dipepet sampai dapat
Melihat riwayat percintaan Vita yang punya banyak sekali cowok.
Kirana menjadi kasihan pada Candra, bila suatu hari nanti terjadi Candra akan jatuh hati pada Vita.
Candra cowok yang baik, aku rasa kasihan kalau sampai dia jadian dengan Vita.
Vita adalah tipe cewek play girl, dia hoby sekali mengoleksi cowok cowok ganteng sebagai pacarnya.
"Iya, kau pasti bisa menaklukannya. Tapi jangan kamu sakiti dia seperti cowok cowok lainnya yang pernah kau jadikan pacar lalu kau tinggalkan!!" Ketus Kirana pada Vita.
"Idih..,koq kamu yang sewot sih!! Jangan jangan kau juga suka ya dengan Candra" Balas Vita.
"Terserah kau lah, aku pulang dulu" Jawab Kirana sambil berlalu pergi.
Tak tau apa alasan Kirana berbicara seperti itu.
Tapi Vita tak peduli.
Baginya, cowok yang sudah ia taksir harus bisa jadi pacarnya.
Masa bodoh dengan ucapan temannya.
Di tempat lain, Kirana masih terusik dengan ucapan Vita.
Niatnya memacari Candra itu seperti tidak bisa ia terima.
Kirana hanya merasa kasihan bila suatu hari nanti nasibnya akan seperti pacar pacar Vita sebelumnya.
"Huh!! Kenapa jadi kepikiran seperti ini sih,kenapa aku jadi peduli dengannya?toh lihat saja..,sepanjang latihan tadi yang dia respon cuma Vita!! Huh sebal!!" Gumam Kirana kesal pada dirinya sendiri.
Kirana melihat dirinya dalam kaca.
Seburuk itukah aku?? Sampai tidak ada yang mau denganku??
Perbandingan ku dengan Vita sangatlah jauh.
Vita yang sudah berkali kali punya cowok, dan aku??satu pun belum ada, ya memang sih...,selama ini aku memang belum pernah merasa tertarik dengan seorang cowok. Tapi aku cewek normal koq.
Aku hanya tidak mudah untuk suka dengan seorang cowok, tapi saat ini! Mengapa aku jadi kepikiran Candra ya?
Oh Tuhan,apa aku jatuh cinta?
Jatuh cinta pada pandangan pertama.
Tapi, akan terlalu sakit bila tak terbalas.
Hiks....
******
Tling...,
Terdengar suara ponsel Kirana berbunyi.
"Nanti sore jangan lupa untuk datang latihan"
Pesan chat masuk dari Catur.
Kirana hanya membaca nya tapi tidak membalasnya.
"Kenapa jadi nggak mood begini?"
Kata Kirana lemas.
Entahlah, Kirana yang awalnya sangat menggebu gebu ingin belajar Gitar untuk niat kan ujian,kini malah menjadi sangat tidak tertarik.
Kehadiran Candra yang berhasil menarik hati nya,membuat Kirana menjadi takut.
Takut kalau dia akan jatuh hati pada Candra.
****
Waktu sudah menunjukan pukul lima sore,
Candra dan Catur sudah berada di rumah Vita.
Tapi Kirana tidak kunjung datang.
"Aku ke rumah Kirana dulu ya, dia pasti ketiduran!" Kata Catur berpamitan.
"Oke, aku tunggu di sini saja ya" Balas Candra.
Catur bergegas pergi ke rumah Kirana, sementara itu Candra dan Vita terlihat semakin akrab.
"Kau sekolah di mana ?" Tanya Vita.
"Aku sudah lulus, sekarang aku bekerja di sebuah sorum mobil di daerah ***" Jawab Candra sambil memainkan gitarnya.
"Owh..,kau sudah bekerja ya? Berarti umurmu lebih tua ya dari aku" Kata Vita sambil tersenyum dan terus berusaha mendekati Candra.
"Kau sudah punya pacar?" Kata Vita memberanikan diri.
"Kau?kenapa bertanya seperti itu? Itu privasi tau" Balas Candra.
Vita tidak menyerah begitu saja.
Dia terus mencari perhatian Candra dengan wajah dan sikap manjanya.
"Candra...," Panggil Vita.
"Hemm..,apa?" Jawab Candra.
"Kalau lama lama aku jadi suka padamu bagaimana ya?" Kata Vita terus terang.
Candra di buat terkejut oleh pertanyaan Vita.
Tapi dia pura pura tidak mendengarnya.
Jujur sebenarnya Candra juga suka dengan Vita, tapi dia ingin lebih dulu mengenal Vita.
Dia ingin tau sifat dan hal hal lain tentang Vita terlebih dahulu sebelum dia memutuskan untuk memacari Vita.
Setelah beberapa menit,Catur dan Kirana pun datang.
Kirana yang melihat Candra semakin akrab dengan Vita, hati nya merasa cemburu.
[ Entah kenapa, aku koq cemburu ya melihat mereka berdua semakin akrab ]
"Eh!!kenapa bengong? Ayo kita mulai latihan" Kata Catur pada Kirana, yang sedari tadi terlihat bengong melihat Candra.
Sudah berkali kali Catur mengajari Kirana, tapi tetap saja Kirana tidak bisa melakukannya dengan benar.
"Kau ini sedang memikirkan apa sih? Fokus dong!!" Kata Catur kesal.
"Eh iya maaf" Jawab Kirana merasa bersalah.
"Catur..,kita latihan di sebelah sana aja yuk,supaya bisa lebih bisa berkonsentrasi" Ajak Kirana.
Catur merasa bingung dengan Kirana, tidak biasanya dia bersikap seperti ini.
Tapi Catur tidak mau menanyakan sesuatu pada Kirana.
"Begitu ya?? Ayo lah !!!" Jawab Catur sambil beranjak pergi.
Candra dan Vita yang melihat tingkah Kirana juga merasa heran.
"Eh! Kenapa kalian pindah?" Tanya Candra.
"Nggak pa pa,sudah kalian berdua terus latihan saja" Jawab Catur.
Baguslah, sepertinya Kirana dan Catur mau memberi kesempatan aku dan Candra untuk bisa dekat, he..,he..
Vita terlihat sangat senang dengan kepergian Kirana dan Catur.
Dengan begini kan aku bisa berduaan dengan Candra
Sementara itu.
"Kirana,kau tidak apa apa kan?" Tanya Catur.
"He? Memang aku kenapa?" Jawab Kirana sambil tersenyum.
"Kau memilih menjauhi mereka bukan karena kau cemburu kan?" Tanya Catur.
"Cemburu? Ya nggak lah!!" Jawab Kirana sambil menepuk bahu Catur.
"Bagus lah kalau begitu" Kata Catur.
"O iya, aku lupa..,kau kan tomboy!! Sejak kapan kau tertarik pada cowok!" Ledek Catur sambil tertawa.
"Ihh! Sialan, walau aku tomboy tapi aku normal!" Balas Kirana protes.
memang selama ini aku tidak pernah punya perasaan pada cowok, karena seperti ini lah yang aku takutkan. Aku takut sakit hati. Jujur perceraian orang tuanya membuat nya trauma untuk menjalin kasih dengan seorang pria
Di tempat masing masing, mereka mulai latihan bermain Gitar.
Candra dan Vita,sedangkan Catur bersama Kirana.
Tak terasa waktu sudah hampir maghrib.
Mereka pun mengakhiri latihan.
Sebelum pulang Kirana sengaja menghampiri Vita dan Candara terlebih dahulu.
"Kalian belum selesai?" Tanya Kirana.
"Pengennya sih belum,tapi nggak tau nih Candra" Jawab Vita sambil bersikap manja.
"Sudah hampir maghrib, kita lanjutkan besok saja ya" Kata Candra.
"Kalian berdua sudah selesai?" Tanya Candra pada Catur.
"Sudah dong, kalau fokus maka cepat selesai" Jawab Catur sambil merangkul Kirana.
"Kalian berdua serasi" Kata Candra.
Huh, serasi?? Dasar!!!aku kan suka nya sama kamu!! Kenapa malah bilang kami serasi ?
Wajah Kirana terlihat tidak menyukai perkataan Candra, dan dia pun langsung melepaskan tangan Catur dari pundaknya.
Catur yang tersenyum melihat gelagat Kirana, dia tau kalau dua sahabat nya ini menyimpan rasa pada cowok yang sama.
Vita..,Kirana..jangan sampai karena cowok, persahabatan kalian jadi terpecah.
******
Hampir sepekan waktu berjalan, Vita dan Candra juga terlihat semakin akrab.
Sedang kan Kirana semakin hari menjadi semakin tersiksa dengan perasaannya.
Entahlah, baru kali ini Kirana merasa tertarik dengam seorang cowok.
Tapi nasib, cowok yang dia suka malah lebih memilih sahabatnya sendiri.
Kirana termenung di dalam kamarnya,tidak tahu harus menyesal atau bahagia.
Ini pertamanya dia merasakan jatuh cinta,tapi kenyataannya akan sulit baginya untuk meraih nya.
Tling..,
Suara pesan masuk dari ponsel Kirana.
Dia pun segera meraih ponselnya,tapi begitu terkejutnya melihat kalau pesan yang masuk itu dari Candra.
Cowok yang sedang dia suka dan yang sedang dia pikirkan saat ini.
"Hah,panjang umur..,baru saja di fikirkan sudah mengirimkan pesan" Kata Kirana senang.
"Nanti setelah maghrib, aku mau main ke rumahmu. Ada yang ingin aku kata kan padamu. Tapi jangan bilang Catur ataupun Vita kalau aku akan datang"
Tertulis pesan chat dari Candra.
Hati Kirana mendadak senang setelah membaca pesan dari Candra.
"Kenapa dia mau kesini??apa jangan jangan dia sudah tau kalau aku menyukainya?" Terka Kirana.
"Huh!!!kenapa jadi deg deg an begini sih !!"
Waktu menunjukan pukul tujuh malam, tapi sosok Candra yang di tunggu tunggu pun tak kunjung datang.
Kirana terlihat resah, dia bolak balik keluar masuk tidak jelas.
Tak lama kemudian.
"Assalamualaikum"
Terdengar suara salam dari luar.
Nampak seorang laki laki berperakawan sedang dengan mengenakan kaos biru dan celana jeans tengah berdiri di teras rumah Kirana.
"Waallaikuam sallam" Balas Kirana sambil berdiri kaku.
__ADS_1
Huh!!kenapa saat berhadapan dengan nya selalu gemetar seperti ini sih?? Tenang Kirana...,tenang..
"Duduk lah" Kata Kirana mempersilahkan Candra.
Candra duduk di kursi yang ada di teras rumah Kirana.
Sedang Kirana duduk di kursi yang tak jauh dari Candra.
"Kau,kenapa kesini?" Tanya Kirana gugup.
"Aku ingin menanyakan sesuatu hal padamu" Jawab Candra.
Ya ampun, kalau di lihat secara dekat seperti ini..,dia sangat terlihat sangat manis!! Kirana.., sadar!!! Sadar!!!
"Apa?" Jawab Kirana.
"Kau kan sahabat nya Vita,jadi kau pasti tau banyak hal tentang Vita kan ?" Kata Candra.
Vita??jadi dia ke sini hanya mau menanyakan soal Vita?? Huh!! Menyebalkan..,tidak seharusnya aku geer seperti ini
"Iya,memang kenapa?" Jawab Kirana.
"Kau tau siapa pacar Vita?" Tanya Candra.
Huh!! Mati aku, nggak mungkinkan aku jawab kalau Vita punya banyak stok cowok
Kirana hanya terdiam tidak menjawab.
"Kirana??kenapa?kau pasti tau kan semua tentang Vita" Kata Candra.
"Iya,aku tau semuanya tentang Vita" Jawab Kirana.
"Vita...,belum punya pacar" Jawab Kirana.
Huh, aku terpaksa harus berbohong..,maafkan aku Candra, demi sahabatku aku rela mengabaikan perasaanku
"Huh, baguslah" Kata Candra senang.
"Kau bantu aku mendekati Vita ya" Pinta Candra.
Hah!!aku?? Ya ampun!!! Kenapa seperti ini??kau tau lama lama aku bisa mati karena sakit hati bila melihat kalian berdua
"Kenapa harus aku??" Jawab Kirana.
"Kenapa?kau tidak mau?" Tanya Candra.
"Aku kan juga temanmu, saat teman meminta pertolongan, tega sekali kalau kau tidak mau membantu" Kata Candra
"Ih!!kau ini!! Iya iya..,aku mau" Jawab Kirana.
Sudahlah,memang sudah jalan Kirana seperti ini.
Tapi Kirana tidak mau menyerah begitu saja.
Dia yakin kalau cinta nya yang tulus pada Candra, lama lama akan membuat luluh hati nya.
Mungkin bukan saat ini,tapi suatu hari nanti.
*****
Tling...,
Terdengar bunyi ponsel Kirana,menandakan ada sebuah pesan masuk.
"Kirana,nanti sore kau temani aku ya?"
Sebuah pesan masuk dari Vita.
Kirana malas sekali kalau membahas soal Vita.
Walau Vita itu sebelumnya adalah sahabat lengket nya,tapi sejak mengenal Candra,rasa nya Kirana jadi agak malas meladeni Vita.
Tak lama kemudian,terdengar suara ketukan pintu rumah Kirana.
"Kirana!!!!" Panggil seseorang dari luar rumah nya.
Kirana bergegas keluar membukakan pintu.
"Vita?sejak kapan kau disini?bukankah barusan kau mengirim pesan padaku?" Tanya Kirana heran.
"Pesannya aja belum aku bales,kau sudah disini!mengagetkanku saja" Tambah Kirana kesal.
"Salah kau sendiri!kenapa lama sekali membalas pesanku" Balas Vita.
"Memang mau kemana sih?" Tanya Kirana sambil merebahkan diri di kursi teras.
"Aku mau jalan dengan Candra,kau temani aku ya?please!!" Kata Vita memohon.
"Hah!!kau mau aku jadi obat nyamuk?nggak mau ah!" Ketus Kirana.
"Ayolah Kirana,kumohon" Rengek Vita.
"Kau ini kenapa selalu manfaatkan ku sih!" Kata Kirana kesal.
"Kalau kau tidak ikut, ibuku nggak mungkin ngijinin aku pergi" Kata Vita menjelaskan.
"Iya, iya...,tapi ajak Catur juga!!" Kata Kirana.
"Oke, terserah kamu saja. Kita berangkat jam 5 ya" Kata Vita.
Kirana sangat kesal sekali, dia merasa dirinya di manfaatkan oleh Vita.
Kau ini tega sekali Vita,memanfaatkan teman demi kepentingan dirimu sendiri
Kirana meraih ponsel nya, dia berniat mengirim pesan kepada Catur.
"Catur,nanti jam 5 kau datang ke rumah ku ya, penting!"
Klik.., pesan terkirim.
Setelah beberapa menit, Catur membalas pesan Kirana.
"Oke"
Apa yang akan kulakukan nanti? Ya Tuhan, aku takut sekali!! Aku takut sakit hati ketika nanti menyaksikan kemesraan mereka berdua
Kirana benar benar mempersiapkan kan hatinya, dia harus kuat ketika nanti harus melihat Vita dan Candra berduaan.
Kirana sendiri juga merasa kesal pada hatinya.
Kenapa dia harus jatuh cinta pada orang yang salah??
Kenapa dia tidak bisa mengendalikan hatinya?
Setelah sekian lama mampu untuk sendiri, kenapa kali ini harus jatuh cinta?
*****
Kirana tengah gelisah, dia bolak balik di teras.
Menunggu Catur yang tak kunjung muncul.
"Gawat!! Kenapa Catur nggak datang datang!" Gumam Kirana Panik.
Ting..,
Suara pesan masuk di ponsel Kirana.
"Kirana, kau di mana? Segera kemari aku menunggu mu"
Tertulis pesan masuk dari Vita.
"Huh, dasar!! Main perintah saja,kau tidak tau aku sedang panik!" Gumam Kirana kesal.
Tak berselang lama, Catur pun datang.
"Terimakasih Tuhan!!" Ucap Kirana girang.
"Kau ini kemana saja sih? Di tunggublama sekali!"
Kirana langsung menarik tangan Catur dan pergi ke rumah Vita.
Sesampai nya di rumah Vita. Kirana dan Catur meminta ijin pada ibu Vita, dengan alasan ingin mengajak Vita jalan sebentar.
"Permisi tante,saya dan Kirana minta ijin mau mengajak Vita main sebentar" Kata Catur.
"Iya pergilah, tapi jangan pulang malam malam ya!" Jawab ibu Vita.
Ibu Vita tau kalau Catur dan Kirana adalaha anak yang baik, beliau sudah mengenal mereka berdua dengan dekat. Jadi tidak akan merasa khawatir kalau anaknya pergi dengan Kirana dan Catur.
"Tuh kan ma!! Aku nggak bohong,aku pergi nya sama Kirana dan Catur" Sela Vita.
Kirana hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Vita pada ibunya.
Huh dasar Vita!! Miss drama banget
Setelah berpamitan, mereka bertiga pun pergi.
Kirana melihat Vita yang sedari tadi senyum senyum sendiri.
"Genit banget sih kamu,senyum senyum sendiri seperti itu!!" Tegur Kirana.
"He..,he aku cuma senang, karena akhirnya aku bisa kencan dengan Candra!!" Ucap Vita girang.
Kirana hanya terdiam, dia merasa sedih.
Tapi dia berusaha menutupi kesedihannya, karena dia tidak mau teman temannya tau kalau dia menyukai Candra.
Setelah beberapa menit berjalan.
Akhirnya mereka bertiga tiba di sebuah tempat.
Terlihat Candra sudah menunggu di situ.
Dia terkejut saat melihat ternyata Vita datang bersama Catur dan Kirana.
"Kalian berdua juga ikut?" Tanya Candra sambil menghampiri Vita.
Kirana hanya terdiam,dia benar benar malas sekali melihat pemandangan ini.
"Iya,soalnya Vita nggak bakal dapat ijin dari ibunya kalau tidak bersama kami" Kata Catur menjelaskan.
Candra hanya mengangguk angguk mengerti,sambil tangannya terus menggengam tangan Vita,dan mata nya terus tertuju pada Vita.
"Ehm, kalian jalan jalan kemana gitu kek!! Ya..,beri kesempatan kami berdua" Kata Vita.
Kirana sungguh sangat geram melihat tingkah laku Vita yang seenaknya seperti itu.
Ya Tuhan, untung kau ini teman dekatku!! Kalau tidak,aku pasti akan memakimu
"Catur,ayo kita pergi! Lagian di sini juga rasanya panas banget" Ketus Kirana sambil menarik tangan Catur untuk pergi.
"Vita itu keterlaluan sekali" Kata Catur.
"Kau baru sadar??" Jawab Kirana.
"Sebenarnya ini salahku, coba waktu itu aku berkata jujur pada Candra, mungkin saat ini mereka tidak pacaran dan kita tidak akan di permainkan seperti ini !" Cecar Kirana.
"Memang Candra bertanya apa ?" Tanya Catur.
"Dia tanya padaku, apakah Vita itu sudah punya pacar ? Terus aku bilang tidak! Huh, bodohnya aku" Kata Kirana sambil ******* ***** tangannya dengan gemas.
"Sebenarnya aku juga tidak tega kalau Candra di bohongi begini oleh Vita, dia kan play girl! Pacar nya banyak di mana mana. Aku takut suatu hari nanti Candra akan di labrak oleh salah satu pacar Vita" Kata Catur kuatir.
"Heh!! Semua sudah terlambat" Kata Kirana.
Kirana dan Catur hanya bisa pasrah, mereka juga tidak mungkin menjelek jelekkan Vita di depan Candra.
"Kita lihat saja bagaimana kelanjutannya, bila suatu hari nanti apa yang kita kuatirkan terjadi. Candra pasti akan menyalahkan kita karena telah membohongi nya" Kata Catur.
Setelah beberapa jam berlalu.
Terdengar bunyi pesan masuk dari Vita.
"Kalian dimana? Kita pulang ya..,sudah malam nanti ibu marah"
Kirana sengaja tidak membalas pesan Vita.
"Siapa An ?" Tanya Catur.
"Vita..," Jawab Kirana datar.
"Kenapa dia? Kau tidak membalas pesannya?" Tanya Catur.
"Biarkan saja lah, dia kan sudah besar..,nggak akan nyasar" Ketus Kirana.
Catur hanya terdiam mengikuti Kirana.
Mereka berdua lalu pergi dan berjalan pulang.
Mereka benar benar tidak mau menghiraukan Vita.
Rasanya jauh lebih baik kalau aku mulai menjaga jarak dengan Vita. Bukan apa apa, hanya saja aku tidak mau terus merasa sakit hati. Masalah perasaanku dengan Candra, biarkan sementara aku jaga sendiri. Tak apalah, karena entah kenapa, aku merasa bahagia mempunyai perasaan ini
...TBC...
__ADS_1