Cinta Kirana

Cinta Kirana
Cinta sembilan


__ADS_3

...HAPPY READING...


"Sebentar lagi tahun baru,agh!!dasar jomblo akut,lagi lagi sendiri lagi" gumam Kirana ketika melihat kalender yang sudah hampir habis.


Dia meratapi nasibnya menjadi jomblo sejati.


Hampir setiap pergantian tahun tiba, dia selalu melewatkan nya sendiri.


Kadang juga bersama teman temannya.


Tapi dia bahkan lebih menderita, karena hampir semua temannya berpasangan. Hanya dia yang selalu sendiri.


Bukan karena tidak laku.


Tapi memang Kirana cenderung memilah milah cowok.


Kalau dia tidak merasa nyaman, seganteng apapun, jangan harap Kirana mau menerimanya.


Tapi nasib!


Ketika dia sudah merasa nyaman bersama cowok, malah di sakiti.


"Ugh..,aku benci moment itu. Jujur aku iri melihat orang orang bahagia bersama pasangan mereka di malam pergantian tahun" gumam Kirana kesal


"Na.., kau kenapa?" tegur Iis


"Egh.., enggak pa pa koq" Kirana tidak ingin Iis tau apa yang sedang dia fikirkan.


"Sebentar lagi pergantian tahun, kau ada acara?" tanya Iis


"Acara apa? Heh.., aku sudah terbiasa menghabiskan waktu pergantian tahun di teras rumah sambil melihat kembang api. Kalau kau?" Kirana balik bertanya


"Kasihan ya kamu,memang kamu tidak punya teman atau cowok gitu, ya sekiranya kamu nggak sendiri kan?" Iis berusaha memancing Kirana


Kirana tau siapa yang di maksut Iis.


Dia pun tersenyum kecut.


"Maksudmu Candra?" balas Kirana


"Mungkin" jawab Iis


"Kalau kau ingin membahas Candra, lupakan saja! Sana gih kembali ke tempat kerjamu!" Kirana kesal sekali mengetahui Iis tengah menjebaknya.


"Kau ini galak sekali sih! Kalau memang tak ada hubungan apapun kenapa harus marah!" jawab Iis sambil berlalu pergi


"Huh!!" Kirana menghela nafas panjang untuk mengumpulkan kesabarannya.


"Candra lagi Candra lagi! Kenapa nama itu terus saja bersarang di telingaku!" Kirana merasa hidupnya terus menerus di bayangi Candra.


Semua apapun yang ada di sekitarnya, selalu ada hubungan nya dengan Candra.


Dari mulai sahabatnya Catur, yang selalu menceritakan tentang Candra.


Kini di tempat kerja, Iis juga membahasnya.


"Ya Tuhan!! Kalau begini terus bagaimana aku bisa melupakannya!" geram Kirana kesal


Hari sudah sore,waktu pulang pun tiba.


"Na, kenapa kamu belum pulang? Hampir semua karyawan sudah pulang lho" kata salah seorang teman kerja Kirana


"Aku.., masih ada urusan sebentar" kata Kirana sambil berpura pura membereskan map yang ada di mejanya.


"Oh..,ya sudah. Aku duluan ya" kata teman Kirana


"Ehm" Kirana sengaja keluar belakangan.


Dia tidak ingin pulang bersama Candra.


Dia yakin, kalau Candra pasti tengah menunggunya di depan seperti biasanya yang muncul dengan tiba tiba.


Setelah kiranya cukup lama mengulur waktu.


Kirana pun akhirnya keluar.


"Kalau kali ini aku tidak dapat angkot lagi, aku akan naik ojek online saja" Kirana bahkan sudah memperhitungkan waktunya.


Benar saja, karena hari sudah semakin senja.


Tidak satupun angkot yang lewat.


Kirana pun mengambil ponselnya dan memesan ojek online.


Tak berapa lama, ojek online yang di pesan Kirana pun datang.


Dan Kirana pun pulang.


Selama di perjalanan, Kirana senyum senyum sendiri.


Dia senang karena dia merasa menang telah mengecoh Candra.


"Kau pikir aku tidak punya cara apa untuk menipumu" Kirana merasa senang sekali


Hingga tak berapa lama, sampailah Kirana di rumahnya.


Namun betapa terkejutnya dia ketika melihat penampakan di teras rumahnya.


Sesosok pemuda dengan jaket biru dan topi di kepalanya sedang duduk di kursi teras nya.


"Candra!! Ya Tuhan!! Kenapa dia malah disini!" kini Kirana yang merasa di tipu.


[ Ugh! Susah payah aku mengatur semuanya, kenapa dia malah di sini! ]


"Kau, kenapa di sini?" tanya Kirana canggung


"Tadi pagi kau bilang aku tidak boleh menjemputmu, jadi ya sudah..,aku menunggumu di sini saja" Candra menjelaskan dengan nada tenang, membuat Kirana malah semakin merasa bodoh.


[ Astaga! Aku bahkan lupa kalau sudah melarangnya menjemputmu! Kenapa ini tidak terfikirkan oleh ku! ]


Kirana bahkan menjadi bodoh karena terus parno akan kedatangan Candra.


[ Oke!! Aku akan ikuti permainannya, aku tidak akan mengusirnya. huh!! Kirana.., tenangkan dirimu ]


"Aku masuk dulu ya" kata Kirana sembari membuka pintu rumahnya.

__ADS_1


Di dalam rumah, Kirana tak sanggup menahan rasa canggung nya pada Candra.


Dia pun ******* ***** tangannya sembari terus mondar mandir tak karuan.


"Bagaimana ini? Apa aku tawari dia minum? Agh!! Nggak perlu! Nanti dia makin betah dan nggak pulang pulang! Tapi? Dia kan tamu? Aduh!! Aku harus apa?" Kirana seperti di kerjai oleh pikirannya sendiri.


Padahal Candra sendiri dengan tenang duduk di teras sembari bermain gitar.


Kirana lalu pergi menyusul Candra di depan.


Kini,mereka pun duduk berhadapan.


Candra sama sekali tidak merasa canggung berhadapan dengan Kirana, dia bahkan malah bernyanyi sembari menatap Kirana.


~ Aku lah yang tetap memelukmu erat ~


~ Saat kau berfikir, mungkinkah berpaling ~


~ Aku lah yang nanti, menenangkan badai ~


~ Agar tetap tegar, kau berjalan nanti ~


[ Suaranya tidak terlalu buruk, kalau dari dekat begini..,wajahnya makin terlihat tampan ]


"Astaga!! Apa yang aku fikirkan?" Kirana menepuk keningnya untuk menyadarkan dirinya supaya tidak berfikir terlalu jauh.


"Na, kau kenapa?" melihat Kirana bertingkah seperti itu, Candra ingin memastikan keadaan Kirana.


"Ee..,tidak koq. Aku cuman agak pusing" Kirana mulai ber drama.


"Kau sakit? Aku belikan obat ya?" kata Candra


"Eh! Nggak usah,nggak perlu repot repot. Aku nggak pa pa koq" Kirana panik sendiri. Dia bisa bayangkan apa yang akan di lakukan Candra.


Dia pasti akan membawa banyak obat Untuknya.


Setelah mendengar ucapan Kirana kalau dia baik baik saja, Candra pun kembali duduk.


"Na"


"Hem"


"Malam tahun baru,kau mau kemana?"


Kirana tau maksud Candra menanyakan itu,


[ Dia pasti mau mengajaku jalan, huh! Terpaksa aku bohong lagi ]


"Aku..,sudah ada janji dengan seseorang" Kirana terpaksa berbohong. Dia tidak mau terjebak dengan suasana yang mengharuskan dia pergi berdua dengan Candra.


"Begitu ya" Candra terlihat kecewa mendengar jawaban Kirana.


[ Maafkan aku, tapi dengan begini mungkin lebih baik ]


Kirana merasa bersalah karena terus membohongi Candra.


Tapi mau bagaimana lagi.


Kirana memang harus menjaga jarak dengan Candra.


****


"Heh..," Candra menghela nafas panjang. Dia duduk di kursi rotan di teras rumahnya, dengan kepala tersandar.


Tatapannya jauh ke langit, seakan tengah mencari sebuah jawaban yang ingin dia ketahui.


"Kau ini lemes gitu, seperti orang baru putus aja" Catur yang kebetulan sedang main di rumah Candra merasa heran dengan temannya ini. Tak biasa dia bersikap seperti itu.


"Ini bahkan lebih parah dari orang yang baru putus cinta" jawab Candra


Catur hanya tersenyum kecut mendengar jawaban Candra.


"Pasti Kirana lagi" tebak Catur


"Catur"


"Hemm"


"Apa kesalahanku ini sangat fatal? Sampai sampai Kirana tidak bisa menerima ku lagi" tanya Candra


Candra bahkan hampir putus asa di buat nya.


Dia sudah minta maaf ribuan kali,tapi tetap saja Kirana tidak bisa menerimanya.


"Menurutmu?" Catur kini balik bertanya.


"Coba bayangkan, di saat kau mencintai seseorang, tapi seseorang itu ternyata hanya memanfaatkannya saja. Bagaimana menurutmu? Apa kau tidak sakit hati?" Catur sengaja berkata seperti itu, supaya Candra sadar.


Bahwa kesalahannya itu sangatlah buruk.


"Aku tau betul siapa Kirana, aku sudah berteman dengannya sejak kecil. Karena perceraian orang tuanya, Kirana menjadi pribadi yang tomboy. Bahkan dia pernah bilang kalau dia membenci pria. Dia menganggap kalau semua pria itu menyakitkan" Catur mulai bercerita


"Kau ini adalah cinta pertamanya, di dirimu dia merubah penilaiannya selama ini pada pria! Tapi apa yang kau lakukan padanya? Kau menghancurkan kepercayaannya! Bagaimana mungkin dengan begitu mudahnya dia menerima mu lagi setelah apa yang kau lakukan padanya!" Catur menjadi ikut kesal karena kebodohan temannya itu.


Candra terdiam, dia merasa bersalah karena telah gegabah saat itu.


Dia hanya memikirkan membalas dendam atas sakit hatinya.


Bukan pada Vita, tapi malah pada Kirana.


Gadis polos yang bahkan tidak bersalah.


Saat itu dia hanya menjalankan tugasnya sebagai seorang teman.


Melindungi aib temannya.


[ Ya Tuhan!! Aku sungguh berdosa! ]


"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Candra pada Catur


"Aku tidak tau, aku hanya bisa menyarankan. Tebuslah kesalahan mu itu dengan terus berusaha" jawab Catur


"Kemarin aku mengajaknya jalan saat malam pergantian tahun nanti. Tapi dia menolak ku,katanya dia sudah ada janji dengan teman pria nya" kata Candra


"Teman pria? Siapa?" jawab Catur

__ADS_1


"Entah? Aku tidak menanyakannya" jawab Candra


[ Siapa teman pria Kirana? Aku tau betul siapa Kirana. Selain aku, dia tidak punya teman pria. Dia kan membenci laki laki? ]


Catur menyadari kalau ada yang di sembunyikan Kirana.


Dan dia berniat ingin mencari tau kebenarannya.


Catur tidak tega melihat Candra seperti itu, dia itu kan playboy yang dengan gampang bisa menarik hati perempuan.


Tapi lihatlah kini, dia seperti terikat oleh maghnet nya Kirana.


Begitu lemah.


"Kau tenang saja, aku akan membantumu. Aku nggak akan ngebiarin temanku ini jadi gila karena Kirana! He..,he.." Catur mencoba menghibur Candra dengan ocehannya.


"Ada satu rahasia yang harus kau tau tentang Kirana" kata Catur.


"Apa?" Candra dengan cepat menjawab nya dan bergeser mendekatkan posisi duduknya dengan Catur.


"Huh!! Semangat sekali sih? Tenang dulu! otakmu ini benar benar bisa gila bila aku tidak membantumu" ejek Catur


"Terus saja mengejekku! Kau bisa bicara begitu karena kau tidak pernah jatuh cinta! Dasar jomblo akut!" ketus Candra kesal


"Cepat katakan! Apa rahasianya?" kata Candra lagi


"Iya..,iya sabar!" jawab Catur sambil mengambil posisi tegang seakan akan ingin mengabarkan hal besar pada Candra


"Sebenarnya Kirana itu masih menyukaimu! Dia sengaja menjauh seperti itu hanya untuk melindungi dirinya darimu. Dia takut kalau kau akan menyakitinya lagi. Dia itu tipe cewek yang tidak mudah untuk jatuh cinta dan melupakan. Jadi untuk sekarang kau hanya bisa berusaha terus meyakinkannya kalau kau tidak akan menyakitinya lagi" Catur menjelaskan semuanya


Mendengar ucapan Catur, Candra menjadi sedikit lega.


Tapi masih ada satu yang mengganjal di pikirannya.


"Kalau kau bilang dia masih menyukaiku,lantas yang di maksut kalau dia akan pergi dengan teman prianya saat malam pergantian tahun itu siapa?" tanya Candra


"Entah! Apa mungkin dia sudah jatuh cinta lagi?" Catur semakin menjadi jadi. Dia ingin mengerjai temannya itu.


"Dasar sialan kau! Kau mempermainkan ku ya!huh!" dan Candra berhasil di buat kesal olehnya.


Catur tertawa terbahak bahak melihat kegilaan temannya.


"Seperti nya kau telah mendapat hukumanmu! Bagaimana rasanya? Heh? Sepertinya rasa cintamu bisa membuatmu gila! Wkwkwk" tak henti hentinya Catur menggoda temannya itu.


Kali ini Candra tak membalas ocehan Catur.


Dia merasa kali ini Catur benar.


Ini mungkin adalah hukuman atas kesalahannya dulu.


Wajahnya kembali manyun, dan kepalanya kembali bersandar.


"Sudah! Sudah! Kau tenang saja, aku akan membantumu. Aku pulang dulu ya" kata Catur sembari pergi.


Catur pergi meninggalkan Candra yang masih termenung di teras.


Sementara itu, sembari berjalan.


Catur terus memikirkan perkataan Candra tentang Kirana yang akan pergi dengan teman pria nya.


"Siapa sih teman pria Kirana? Aku curiga kalau ini hanya akal akalannya saja untuk menghindari Candra" gumam Catur


Langkahnya terhenti saat sampai di depan rumah Kirana.


Dia melihat Kirana tengah duduk di teras sambil asyik memainkan Ponselnya.


Tak menunda lagi, Catur pun menghampiri Kirana.


Tak di pungkiri kalau dia pun penasaran dengan teman pria Kirana.


"Na,lagi apa? Sibuk amat memainkan ponsel" tegur Catur


"Eh, kamu..,dari mana?" tanya Kirana


"Dari..,dari rumah lah!" jawab Catur


Catur sengaja berbohong.


Kalau dia bilang dari rumah Candra, pasti akan lebih sulit mengintograsinya.


"Na"


"Hemm"


"Malam tahun baru nanti, kau akan pergi kemana? Kita jalan yuk!" Catur mulai memancing Kirana


[ Idih bocah ini! Nggak biasanya dia ngajak aku jalan, biasanya dia lebih memilih pergi dengan Vita. Tumben banget ]


"Aku sudah ada janji, tumben! Biasanya kau pergi dengan Vita. Kenapa tiba tiba mengajaku jalan?" Kirana balik bertanya.


Kirana curiga ada yang tidak beres dengan Catur.


"Kenapa kalau aku mengajakmu? Kau juga tumben ada janji, biasanya kau lebih senang duduk di teras sambil melihat kembang api. Kau janji dengan siapa?" Catur tidak menyerah begitu saja


"Ada deh..," jawab Kirana


[ Sial! Pertanyaanku tak berhasil mengecohnya, aku harus mencari cara lain untu mencari tau siapa teman pria Kirana ]


"Ya sudah kalau kamu nggak mau cerita, aku pulang dulu" jawab Catur bernada kesal


Kirana hanya tersenyum tak menjawab.


Tling!!


Terdengar ponsel Kirana berbunyi, ada sebuah pesan yang masuk.


"Kau berdandan yang cantik,besok aku akan mengenalkanmu dengan nya"


Tertulis sebuah pesan masuk dari teman kerja Kirana.


Karena ingin menghindar dari Candra, Kirana meminta bantuan salah seorang teman kerjanya untuk di kenalkan dengan seseorang.


Dan besok mereka berencana untuk bertemu.


[ Apa yang aku lakukan ini benar? Aku paling canggung dan risi bila bertemu pria asing. Agh..,sudahlah!! Yang penting di jalani dulu. Siapa tau dengan ini aku bisa lepas dari perasaanku pada Candra ]

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2