
...HAPPY READING...
~Dahulu kau mencintaiku~
~Dahulu kau menginginkanku~
~Meskipun tak ada jawabku~
~Tak berniat kau tinggalkan aku~
~Sekarang kau pergi menjauh~
~Sekarang kau meninggalkanku~
~Disaat ku mulai mengharapkan mu~
~Dan kumohon maafkan aku~
"Ku mohon tetaplah disini!" Pinta Candra sambil terus meraih tangan Kirana yang ingin menghindar.
Darah di tubuh Kirana seperti membeku.
Hatinya bergemuruh tak karuan.
Rasa marah bercampur kesal.
Ingin sekali bisa menghilang jauh dari hadapannya.
Kirana menghela nafas panjang mencoba menenangkan dirinya.
"Aku tidak mengenalmu!aku bahkan sudah membuang semua ingatanku!"
Ketus Kirana sambil menangkis tangan Candra supaya melepaskannya.
Tidak sedikitpun mata Kirana melihat Candra.
Jujur, Kirana tak berani menatap Candra.
Hatinya belum kuat betul untuk itu.
"Aku tau aku salah!aku mohon dengarkan aku dulu!sekali saja!" Candra tak melepaskan tangan Kirana.
Dia terus memohon agar Kirana mau mendengarkannya.
Kirana benar benar tak sanggup menghadapi situasi seperti ini.
Dirinya terlalu lemah.
Tak bisa di pungkiri, Candra adalah cinta pertamanya.
Dan tak mudah baginya melupakan begitu saja.
Kirana kembali menampis tangan Candra.
Namun kali ini dia melakukannya dengan pelan.
Kirana lalu duduk di samping Candra.
[ Baik, kali ini aku akan mencoba menuruti permintaannya. Aku ingin lihat mau apa dia? ]
Candra merasa lega dan senang karena akhirnya Kirana mau mendengarkannya.
Kirana duduk terdiam.
Tatapannya pun di buat sebisa mungkin agar tidak melihat Candra.
"Sekarang aku sudar!" Kata Candra.
"Kau sadar?kenapa?apa selama ini kau itu gila?" Ketus Kirana.
"Aku sadar aku salah, aku salah karena sudah menyakitimu"
"Aku salah karena sudah mengabaikan mu! Menjadikan tumbal balas dendam ku!"
Mendengar ucapan Candra, Kirana tak kuasa menahan gemuruh hatinya.
Pikirannya seakan flash back pada kejadian yang lalu.
Di mana dia di perlakukan bak seorang putri.
Lalu setelah itu di campakan seperti sampah.
Tangan nya mulai menggeram menahan amarah.
Dan matanya mulai berkaca kaca.
"Aku pikir setelah melampiaskan dendam ku padamu,aku akan bahagia! Tapi ternyata tidak,kau seperti membayangiku! Seperti ada yang hilang dalam hidupku! Rasa bersalah karena telah menyakitimu selalu menghantuiku!"
"Aku sudah menghabiskan waktu ku menjalin hubungan dengan beberapa wanita,aku berharap bisa menghapus rasa bersalah itu. Aku mencoba dekat dengan wanita! Berusaha untuk mencintai! Tetapi tetap tidak bisa!"
"Aku sendiri tidak tau rasa apa ini?itu benar benar menyiksaku! Aku rindu bersamamu,seperti dulu lagi"
Candra mencurahkan semua yang selama ini menjadi beban dalam hatinya.
Dan Kirana sendiri tak kuasa menahan bendungan air di matanya yang mulai mengalir membasahi pipinya.
Kirana sengaja membuang muka nya,karena dia tidak ingin Candra tau kalau dia menangis.
"Aku mohon beri kesempatan sekali lagi"
Candra terus memohon pada Kirana.
"Dulu aku memang mencintaimu seperti orang bodoh! Tapi saat aku sadar betapa jahat nya dirimu, sekarang aku membencimu! Aku sudah membuang nya jauh jauh!" Pekik Kirana tidak bisa menahan nya lagi.
Air mata nya terus menetes.
Rasa cinta yang bercampur kebencian membuat hatinya menjadi sesak.
"Aku tidak percaya itu!" Balas Candra.
"Aku masih melihat cinta dari matamu"
Kirana menghapus air matanya.
Dan berbalik menghadap Candra.
"Lihat! Kau lihat apa di mata ku heh!" Ketus Kirana marah.
"Tidak ada apapun di sini! Selain kebencian ku padamu!"
Amarahnya membuat nya berani untuk menatap Candra.
Tetapi Candra sama sekali tidak marah.
Dia bahkan membalas nya dengan senyuman.
"Kau bohong! Kalau kau membenciku,apa arti air mata itu?" Kata Candra.
"Aku benar benar kehilanganmu Kirana, perhatianmu,ketulusanmu,semua itu membuatku sadar kalau aku butuh dirimu" Kata Candra sambil mencoba meraih tangan Kirana.
Kali ini Kirana merasa ingin sekali pingsan.
Tenaganya sudah terkuras habis menghadapi Candra.
[ Aku benci situasi ini! Kenapa dia tidak menyerah saja! ]
"Tolong beri aku satu kesempatan lagi" Kata Candra.
"Kau ini benar benar jahat! Kau sudah mendekati Iis, dan sekarang kau ingin memintaku untuk kembali memberimu kesempatan?" Ketus Kirana.
"Aku minta maaf, aku memang jahat! Tapi aku tidak pernah punya perasaan pada Iis. Aku hanya ingin berteman dengannya! Dan aku juga tidak tau kalau ternyata Iis menyalah artikan nya" Jawab Candra.
__ADS_1
"Aku tidak mau masuk dalam jurang yang sama! Kau begitu menyepelekan perasaan orang lain! Aku tidak mau kembali merasa sakit!" Balas Kirana.
Perlahan Kirana mampu menguasai emosinya.
Dia mampu membalas semua ucapan Candra.
"Aku berjanji! Aku tidak akan kembali menyakitimu, aku tau kau belum bisa menerimaku. Tapi setidaknya ijinkan aku untuk kembali dekat denganmu dan menjadi temanmu, dan jangan hindari aku" Pinta Candra.
Kirana sudah sangat lelah.
Dia ingin sekali pergi dari situasi ini.
Akhirnya ia pun mengabulkan permintaan Candra.
Bukan untuk jadi kekasih nya, tapi hanya menjadi teman.
Ya Tuhan! Betapa lemahnya aku! Kenapa kau membiarkannya datang kembali?
Kenapa engkau tak membiarkan aku melupakannya?
Apa ini jawaban dari doa ku?
Aku meminta agar Kau jauhkan dia dari ku bila memang bukan jodohku!
Tapi sekarang Kau malah membiarkannya datang kembali!
Aku harus bagaimana?
*****
Hari ini Kirana bangun pagi sekali.
Hampir semalaman dia tidak bisa tidur.
Kepalanya terasa sangat pening.
"Bagai mimpi buruk saja!"
"Betapa lemahnya aku,kenapa aku memaafkan nya?apa yang aku lakukan!"
Kirana kembali mengingat kejadian semalam.
Dia sendiri kecewa pada dirinya sendiri.
Susah payah bisa melupakan,kenapa begitu mudahnya menerimanya kembali?
Kirana menutup wajahnya.
Sesekali ia mengetuk ngetuk kepalanya.
"Bodohnya aku! Kenapa aku menjadi begitu lemah saat bersamanya!"
"Ya Tuhan!apa yang akan kulakukan sekarang?"
"Aku tidak boleh menyerah begitu saja padanya! Walaupun aku sudah memaafkan nya,tapi aku tidak ingin menjalin hubungan lagi dengannya!huh!"
Kirana larut dalam gumamnya sendiri di kamar.
Rasa takut bercampur khawatir menjadi satu di pikirannya.
Takut kalau dia akan lemah saat menghadapi Candra.
Khawatir kalau kalau hatinya akan kembali terjebak.
"Walaupun aku sudah memaafkan nya, tapi aku akan tetap menganggapnya sebagai musuhku! Ya..,hanya untuk berjaga jaga saja! Supaya aku tidak terpengaruh pada kata manisnya!"
Setelah bergumam sendiri dengan hati dan pikirannya.
Kirana bergegas bangun untuk mandi.
Walaupun dalam keadaan yang tidak baik.
Tapi dia harus profesional.
Kirana akan bergegas pergi bekerja.
Tapi betapa terkejutnya dia,karena di depan rumahnya sudah ada Candra yang menunggu bersama motornya.
[ Astaga! Apa yang dia lakukan di sini?!huh! ]
Kirana di buat kaget dan berdebar karena keberadaan Candra yang tiba tiba.
"Selamat pagi Na" sapa Candra.
"Karena kebetulan tempat kerjaku juga searah dengan tempat kerjamu,jadi aku ingin mengajakmu untuk berangkat bareng"
[ Mati aku! Apa yang harus aku katakan! ]
Kirana segera memutar otaknya untuk menghindari Candra.
Setelah diam sesaat.
Dia pun mendapatkan alasan yang ampuh.
"Maaf Candra,tapi aku sudah ada janji dengan seseorang. Kau berangkat saja sendiri" jawab Kirana.
Tidak semudah itu ternyata membohongi Candra.
Dia merasa kalau Kirana hanya beralasan saja.
"Dengan siapa? Nggak ada orang disini" kata Candra sambil menoleh kesana kemari.
[ Kau ini! Apa kau tidak tau kalau aku menolakmu! ]
Kirana kesal sekali karena usahanya tidak mempan.
Kirana mulai berfikir lagi.
Dan saat melihat salah seorang tetangganya yang tengah lewat, dia pun mulai berdalih.
"Siapa bilang tidak ada orang! Itu dia sudah datang!" Kata Kirana langsung menstop pemuda yang kebetulan adalah tetangganya itu.
"Kamu! Akhirnya kamu datang juga" kata Kirana sambil mengedipkan mata memberi kode kepada pemuda itu.
"Sudah lama menunggu,ayo kita berangkat! Aku sudah terlambat!" kata Kirana sambil duduk membonceng dengan pemuda itu.
Lalu memberi kode agar segera menjalankan motornya.
Tak lupa Kirana pun berpura pura memeluk pemuda itu supaya lebih meyakinkan.
Pemuda itu terus mengikuti drama yang di buat Kirana.
Walaupun dia sendiri bingung apa yang sebenarnya terjadi.
Setelah dirasa sudah cukup aman dari Candra.
Kirana pun meminta pemuda itu untuk berhenti.
"Stop!stop! Stop di sini saja" Kata Kirana sambil menepuk nepuk punggung pemuda itu.
Dan dia pun berhenti.
Kirana segera turun dari motor dan langsung meminta maaf.
"Aku minta maaf ya,kau pasti bingung. Maaf ya" kata Kirana meminta maaf.
Sepertinya pemuda itu sudah tau apa yang terjadi.
"Kau ini merepotkan ku saja!" kata pemuda itu sambil berlalu pergi.
Setelah pemuda itu pergi.
__ADS_1
Tak berapa lama sebuah angkot pun lewat.
Kirana melanjutkan perjalanannya ke tempat kerja menaiki angkot.
Sementara di tempat lain.
Ternyata Candra masih penasaran dengan pemuda yang terlihat dekat dengan Kirana itu.
Dia pun mengikuti pemuda itu yang kebetulan bertemu lagi saat pemuda itu kembali datang tapi tidak dengan Kirana.
Din! Dinn!
Suara klakson Candra mengkode supaya pemuda di depannya itu menghentikan motornya.
"Hei!berhenti! Tolong berhenti sebentar!" teriak Candra.
Karena merasa ada yang memanggil dirinya.
Akhirnya pemuda itu pun berhenti.
Candra langsung mensejajarkan motornya di samping motor pemuda itu.
Lalu turun dari motornya dan menghampiri nya.
"Maaf sebelumnya, perkenalkan namaku Candra" kata Candra memperkenalkan diri.
"Iya aku ingat kau!kau teman Kirana kan?" balas pemuda itu.
"Dasar! Temanmu itu aneh,tiba tiba membonceng dan memeluku!setelah itu menyuruhku berhenti dan menyuruhku pergi naik angkot! Katakan padanya jangan merepotkan ku!aku sudah di tunggu istriku di rumah untuk sarapan! Gara gara dia aku jadi terlambat! Sekarang kau juga ikut ikutan ingin merepotkan ku?!" tetar Pemuda itu.
"Kau bukannya pacar Kirana?" tanya Candra.
"Pacar darimana?dia hanya tetanggaku,lagi pula aku sudah punya istri!sembarangan saja!" ketus pemuda itu.
Candra berfikir sejenak.
Mencoba mencerna maksud dari perkataan pemuda itu.
"Hei!kau ada apa menghentikan ku?aku sudah terlambat ini!kalau tidak ada perlu aku akan pergi!" kata pemuda itu.
"Eh iya maaf sudah menggangu waktumu!" jawab Candra.
Lalu pemuda iti pun pergi.
Candra sekarang tau apa yang sedang Kirana lakukan.
"Ternyata kau bohong! Apa ini untuk membuatku pergi dan menjauhimu? Tidak!kau salah Na!"
"Kita lihat saja siapa yang akan menyerah!aku yang akan menyerah kembali mengejarmu?atau kau yang akan menyerah dan menerimaku kembali!"
Candra mencoba mengerti alasan apa yang membuat Kirana membohonginya.
Sehingga membuat drama seperti ini.
"Dia hanya ingin melindungi hatinya"
"Aku tau,aku sudah membuatmu menjadi trauma. Tapi aku janji untuk menebus kesalahanku, aku akan kembali membuatmu nyaman bersamaku"
****
Sementara itu Kirana sudah sampai di kantor dengan selamat.
"Huh! Dasar muna! Aku tidak akan bisa menipuku lagi dengan perhatian palsumu itu!"
Sampai sekarang,Kirana masih menganggap kalau Candra itu sebuah kepalsuan.
Apa pun yang akan Candra lakukan.
Kirana tidak ingin memperdulikannya.
Kirana mengusir semua masalahnya.
Dan mencoba untuk fokus pada pekerjaan ya.
"Na" sapa Iis mengejutkan Kirana.
"Iis,ada apa?" jawab Kirana berhati hati.
Kirana sendiri merasa tidak enak dengan Iis.
Setelah kejadian malam itu.
Mungkin Iis sudah tau tentang hubungannya sebelumnya dengan Candra.
"Kau, apa sudah jadian dengan Candra?" tanya Iis.
Kirana di buat terkejut dengan pertanyaan Iis.
"Kenapa kau tanya hal itu?" balas Kirana.
"Aku sudah tau tentang hubungannya dengan Candra. Aku juga tau kalau Candra mencintaimu"
"Kau pasti juga taukan kalau Candra sama sekali tidak mencintaiku?"
Serbuan pertanyaan dari Iis membuat Kirana sangat sedih.
Semua seperti terbalik dari apa yang dia fikirkan selama ini.
Kirana juga merasa kasihan pada Iis.
Dia tau betul bagaimana rasa nya cinta bertepuk sebelah tangan.
Sungguh sangat sakit.
Kirana menghela nafas panjang sebelum menjelaskannya pada Iis.
"Apa yang kau fikirkan? Kenapa aku harus jadian dengan Candra?"
"Aku membencinya dan selamanya akan membencinya! Meskipun kuakui dulu aku pernah mencintainya"
"Itu karena aku bodoh! Dan sekarang,aku tidak ingin melihat hal yang sama terjadi denganmu! Jangan siksa dirimu hanya untuk mencintai orang seperti nya,dia tidak pantas untuk kau cintai"
"Cinta mu terlalu berharga untuk orang yang tidak berperasaan seperti nya,jadi kumohon jangan buat dirimu menderita karenanya"
"Anggap saja,dia adalah sebuah kebahagiaan sesaat atau sebuah mimpi indah mu. Tapi kini kau sudah terbangun,jadi kau tidak perlu memikirkan mimpi itu lagi"
Kirana berusaha menjelaskan semua nya dengan lembut.
Dia tidak ingin melukai temannya.
Dia juga tidak ingin Iis menaruh harapan pada Candra.
Dia itu playboy!
Dia tidak pantas di cintai dengan tulus.
Iis menangis di samping Kirana.
Kirana tau betul apa yang dirasakan Iis.
Sama persis seperti dia dulu.
Bedanya,Iis punya Kirana yang menghiburnya.
Sedangkan dulu Kirana berjuang seorang diri untuk menyembuhkan lukanya.
Cinta memang tak harus memiliki.
Tapi jangan menjadi bodoh.
Untuk tetap mencintai seseorang yang sama sekali tidak ingin dimiliki.
__ADS_1
...TBC...