Cinta Kirana

Cinta Kirana
Cinta empat


__ADS_3

...HAPPY READING...


Pertama dan terakhir.


Kebodohan dan kepolosan nya membawanya dalam kehancuran.


"Aku benar benar bodoh! Kenapa aku tidak menyadari nya dari awal!hiks"


"Aku berjanji,ini adalah kali pertama dan terakhir aku jatuh cinta dan hancur!"


Kirana sangat sangat kecewa dan marah.


Dia tidak pernah menduga,Kalau seorang Candra yang dia kenal begitu baik,telah tega bersikap seperti ini.


"Aku membencimu Candra! Aku berjanji tidak akan memaafkanmu!"


[ Oh Tuhan, bantu aku melupakan orang sejahat dia! ]


Hari hari Kirana kembali seperti dulu.


Dia kembali menjadi gadis tomboy yang pendiam.


Dia bahkan kembali membenci wanita yang centil.


Hari hari nya kini lebih ia habiskan di luar bersama teman teman kerja nya.


Dia tidak ingin terlalu sering di rumah.


Karena akan semakin membuatnya kembali mengingat Candra.


Kirana berusaha menghindari apapun yang berhubungan dengan Candra.


Dia bahkan menghindari jalan yang dulu pernah ia lewati bersama Candra.


Kirana lebih memilih memutar jauh,dari pada harus kembali mengingat Candra.


"Na, malam nanti kau ada acara tidak?" Tanya teman kerja Kirana.


"Tidak,aku tidak ada acara" Jawab Kirana.


"Kita jalan ya,nanti aku kenalin kamu pada temanku,yakin deh!dia pasti bisa membuatmu moveon" Kata teman Kirana.


"Oke" Jawab Kirana.


Mungkin dengan selalu sibuk Kirana bisa melupakan semua kenangan tentang Candra.


Sepulang kerja,Kirana langsung pergi bersama teman nya.


"Kau pasti sangat senang bertemu teman temanku!" Kata teman Kirana.


Kirana hanya tersenyum.


Dia tak perduli, karena Kirana hanya menganggap ini sebagai pelarian saja.


Setelah beberapa menit perjalanan.


Akhirnya mereka sampai di suatu tempat.


Tapi Kirana merasa aneh dengan tempat itu.


[ Sebuah gedung kosong? ]


"Kau tidak salah tempat kan?" Tanya Kirana ragu.


"Tidak lah! Teman temanku ada di dalam,ayo!" Kata temannya sambil menarik tangan Kirana.


Kirana pun masuk.


Sebuah pemandangan yang menyeramkan di lihatnya.


Banyak para cewek dan cowok di situ.


Di samping mereka banyak sekali minuman keras.


"Ya ampun! Apa ini?" Gumam Kirana ketakutan.


"Di sini kamu bisa melupakan semua masalah mu!" Kata teman nya.


Tiba tiba salah seorang mereka berdiri dan menghampiri Kirana.


Dia menarik tangan Kirana seakan ingin memeluk Kirana.


"Eh! Lepaskan! Kau mau apa?" Pekik Kirana.


Kirana mendorong tubung orang itu,dan pergi menjauh.


"Hei Na! Kau mau kemana ?" Teriak teman Kirana.


Kirana berusaha lari semampunya menjauh dari tempat itu.


Nafas nya terengah engah kelelahan.


"Dasara gila! Tempat apa itu? Kenapa dia menyebutnya tempat yang mengasyikan? Bahkan terlihat sangat seram!" Gumam Kirana sambil terengah engah kelelahan berlari.


[ Ya Tuhan tolong aku! ]


Setelah di rasa sudah aman,Kirana pun berhenti sejenak dan beristirahat.


Dia duduk di pinggir jalan dengan nafas yang masih terengah engah dan tubuh yang gemetar.


[ Bodohnya aku! Kenapa bisa tertipu lagi? ]


Kirana terperanjak dengan kata katanya sendiri.


"Lagi?"


Ya,untuk kedua kalinya dia tertipu oleh seseorang yang dia anggap baik.


"Dasar kalian penipu semua!hiks" Pekik Kirana.

__ADS_1


"Aku benci kalian!" Geram Kirana merasa sangat marah.


Dengan sisa tenaganya,dia berusaha mencari angkot untuk pulang.


Tenaga dan pikirannya terkuras habis.


Dia merasa sangat lelah.


Saat sampai di rumah, Kirana langsung mandi dan beristirahat.


"Kalau aku bisa meminta,aku ingin kau mencabut ingatanku ya Tuhan!hiks"


Malam ini Kirana larut dalam tangisnya.


Dia merasa tidak ada lagi seseorang yang dapat dia percaya.


"Tidurlah wahai raga yang tersakiti! Dan esok bangunlah dengan bahagia dan melupakan semua"


******


Kirana merasa malas untuk berangkat kerja.


Dia malas karena dia tau kalau nanti di tempat kerja pasti akan bertemu dengan penipu yang telah semalam hampir mencelakai nya.


Tapi lagi lagi.


Kirana adalah gadis yang bertanggung jawab.


Dia tidak mau mencampur adukan masalah pribadi nya dengan pekerjaannya.


"Huh! Aku harus bisa"


"Semangat!"


Kirana berangkat ke tempat kerja dengan memantapkan hati nya.


"Hidupku harus terus berjalan, aku tidak mau hanya karena orang orang munafik yang jahat padaku menghancurkan nya begitu saja"


Kirana duduk di bangku kerja nya.


Tiba tiba datang teman Kirana yang kemarin mengajaknya pergi.


"An" Sapa nya.


"Aku minta maaf atas kejadian semalam" Kata nya lagi.


"Aku tidak me per masalah kan nya,tapi mulai hari ini kumohon jauhi aku!" Ketus Kirana.


Kirana benar benar tidak mau ber urusan dengan orang orang seperti mereka.


Itu hanya akan membuat hidupnya menjadi hitam kelam.


"Stt..,stt..Kirana!" Tiba tiba terdengar suara memanggil nya.


Kirana menoleh ke arah suara itu.


"Nanti makan siang bareng ya" Kata Iis teman kerja Kirana.


"Oke,baiklah" Balas Kirana.


Kirana lalu kembali ke pekerjaan ya.


Dia tau, untuk masuk di perusahaan ini sangat lah sulit.


Maka dari itu dia tidak akan menyia nyiakan nya hanya karena mereka orang orang munafik.


Jam makan siang pun tiba.


Kirana dan Iis pergi ke kantin kantor untuk makan siang bersama.


"Tumben,kenapa?heh?" Tanya Kirana.


"Tadi dia kenapa?kenapa aku melihat tadi dia seperti minta maaf padamu" Tanya Iis.


"Oh,tadi?nggak pa pa koq" Jawab Kirana sambil menikmati makan siangnya.


"Kau ini selalu seperti itu ya! Apa apa selalu di sembunyikan!sebal!" Ketus Iis.


"Kalau itu tidak ada hubungannya denganmu,kenapa kau harus tau" Jawab Kirana sambil tersenyum.


[ Kirana! Kau memang seperti itu! Selalu saja semua di hadapi sendiri. Kau memang wanita kuat ]


"Kau mengajaku makan siang bersama hanya ingin menanyakan itu ?" Tanya Kirana.


"O iya,aku sampai lupa!" Pekik Iis sambil tertawa.


"Aku mau curhat padamu" Kata Iis.


"Tentang apa?kau sudah punya pacar baru?" Tanya Kirana.


"Ya ampun,kau seperti peramal ya! Aku bahkan belum cerita tapi kau sudah tau!" Pekik Iis.


"Memang apa masalah terhebohmu selain masalah cowok?" Ejek Kirana.


"Beberapa hari yang lalu aku di kenalkan oleh seorang cowok! Dia sangat manis dan baik" Iis mulai bercerita.


"Siapa?" Tanya Kirana.


"Aku tidak tau apa maksutnya,tapi dia mengajaku berkencan! Padahal kami baru saja berkenalan" Jawab Iis.


"Apa dia mau menembaku ya? kirana bantu aku ya" Rengek Iis.


"Bantu apa? Kau bahkan belum menjawab pertanyaanku" Jawab Kirana.


"Siapa namanya?" Tanya Kirana.


"Namanya Candra!" Jawab Iis semangat.


Hukk..,hukk!!

__ADS_1


Kirana,mendadak tersedak mendengar Iis menyebut nama itu.


"Na,kau kenapa?ini minum dulu" Kata Iis panik.


Kirana mengambil nafas panjang.


Hatinya kembali merasa sesak.


[ Kalau tidak salah dengar,kemarin Catur bilang kalau Candra tengah sibuk dengan urusannya mendekati gadis di kampung sebelah. Apa itu Iis ? ]


Kirana mencoba menebak nebak apa yang sebenarnya terjadi.


"Apa Candramu seperti ini ?" Tanya Kirana sambil memperlihatkan foto profil dari nomor Candra.


"Kau? Kau kenapa punya nomor nya?" Pekik Iis.


[ Benarkan dugaanku! ]


Kirana hanya tersenyum pura pura tidak tau.


"Dia..,aku tidak kenal! Aku pergi dulu! Jam makan siang sudah habis!" Kata Kirana sambil berlalu pergi meninggalkan Iis.


Kirana merasa di permainkan oleh nasib.


Bagaimana tidak?


Selama ini dia berusaha melupakan kepahitan tentang nya.


Tapi saat semua mulai normal.


Dia kembali muncul.


Parahnya,dia kini mendekati temanku.


"Dasar gila! Apa belum puas dia menyakitiku?"


"Masalah dia kan awalnya dengan Vita, kenapa aku yang menjadi sasaran"


Kirana merasa sangat marah.


Dia merasa tengah di teror Candra.


Sementara itu, Iis yang tengah bingung dengan kelakuan Kirana masih tidak mengerti.


"Dia kenapa sih?" Gumam Iis.


Sejak saat itu, Kirana merasa risih bila dekat dengan Iis.


Bagaimana tidak?


Setiap kali bertemu dengan Kirana, Iis selalu bercerita tentang Candra.


Ingin sekali Kirana menutup telinganya.


[ Ujian apa ini Tuhan? ]


Kirana berusaha menghindari Iis.


Tapi sering kali masih saja bertemu.


Kirana khawatir,kalau Iis akan bernasib sama seperti nya.


Mendengar cerita Iis yang hanya bercerita tentang kedekatannya saja.


Tapi belum pernah Iis bercerita kalau dia sudah berpacaran.


Kirana merasa iba.


Sakit yang dia rasakan bahkan belum hilang sampai sekarang.


Kirana berjalan sambil termenung.


Tiba tiba


Plak!!


"Hei!!jangan melamun!" Tegur Catur tiba tiba datang dan menepuk bahunya.


"Kau ini selalu mengagetkanku!" Ketus Kirana.


"Heee,maaf" Jawab Catur.


"Kau masih memikirkan Candra?" Tanya Catur.


"Tidak!untuk apa aku memikirkannya?" Ketus Kirana.


"Sebenarnya kemarin aku bertemu Candra,dan dia bertanya tentang keadaanmu" Kata Catur.


"Dia khawatir kau akan sedih saat dia meninggalkanmu" Kata Catur.


"Huh! Memangnya dia siapa?! Sampai aku harus meratapinya!" Kata Kirana.


"Kalau kau bertemu dengannya lagi, tolong sampaikan padanya! Katakan kalau aku tidak lagi membutuhkannya! Dan aku telah menganggapnya mati! Sehingga tidak perlu bagiku untuk memikirkannya lagi!" Cecar Kirana geram dan pergi meninggalkan Catur.


Catur tercengah melihat Kirana marah.


"Kenapa aku yang di maki?"


"Dasar Kirana! Aku kan hanya menyampaikan pesan" Gumam Catur.


Kirana benar benar tidak mengerti pada sikap Candra.


"Kenapa dia menerorku seperti ini?"


"Kalau dia memang sudah meninggalkanku,ya sudah pergi saja yang jauh! Kenapa sampai sekarang aku merasa dia terus ada di sekelilingku"


[ Oh Tuhan, jika memang dia bukan takdir ku. Maka tolong jauhkan aku dari segala apapun tentangnya. Biarkan aku menjalani hidupku dengan normal ]


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2