
...HAPPY READING...
Sore ini Kirana akan bertemu seseorang pria yang akan menjadi teman di malam melewati pergantian tahun.
Kirana telah mempersiapkan semuanya agar terlihat sempurna.
Bahkan cara dia berpakaian pun berbeda.
Kirana yang biasanya memakai celana kulot atau jeans, kini ia memakai setelah drees berwana marun.
"Baju ini nggak begitu buruk" Kirana berputar putar di depan cermin sambil tersenyum sendiri.
Bahkan kali ini, dia pun mem makeup wajah nya dengan bedak dan menghias bibirnya dengan lipstik.
"Sebenarnya aku tidak suka ini,tapi mau bagaimana lagi? Aku harus bisa tampil cantik di depannya nanti" Kirana benar benar berubah menjadi orang lain.
Setelah merasa semua sudah sempurna.
Kirana pun bergegas menuju ke tempat dimana dia dan temannya sepakati untuk bertemu.
Kirana sudah berada di tempat di mana yang telah di janjikan.
Tapi temannya belum terlihat di sana.
"Dia mana sih, kenapa belum datang juga?" Kirana celingukan kesana kemari menanti seseorang.
"Hai Na, lama menunggu?" sapa teman Kirana yang tiba tiba muncul.
Terlihat di samping nya berdiri seorang pria yang berperawakan sedang, memakai celana jeans dan kaos di rangkap sebuah jaket biru.
"Iya, aku juga baru sampai koq" jawab Kirana
"Silahkan duduk" kata Kirana
Mereka berdua pun duduk.
Kirana merasa canggung karena memang bukan kebiasaanya berdandan seperti ini.
Apa lagi harus bertemu seorang pria yang sama sekali tidak dia kenal.
"O iya Na, kenalkan.., ini jimy" kata teman Kirana memperkenalkan pria itu.
Kirana menyambutnya dengan senyum.
Begitu juga pria itu.
"Hai, salam kenal" kata Kirana
[ Astaga!! Dandanan nya seperti anak band saja, apa dia pria yang baik? ]
Kirana selalu menduga duga apabila bertemu dengan pria asing.
Baginya, tak ada pria yang baik.
Semua pria menyakitkan, tapi mau bagaimana lagi? Dia terpaksa harus melakukan ini demi menghindari Candra.
"Aku harap kalian bisa jadi pasangan yang serasi ya" kata teman Kirana
Mereka bertiga pun terlibat obrolan yang menarik.
Hingga waktu pun semakin larut.
"Sudah malam, kurasa sampai disini dulu perjumpaan kita. Sampai jumpa lagi esok saat malam pergantian tahun tiba" kata Kirana mengakhiri obrolan.
"Senang bertemu denganmu" kata Jimy sambil menyalami tangan Kirana.
"Egh..,iya aku juga" kata Kirana gugup
"Sudah larut malam, apa nggak pa pa kamu pulang sendiri?" tanya Jimy
"Heh..,nggak pa pa koq, aku sudah terbiasa" jawab Kirana
[ Yang benar saja! Apa kau mau mengantarku? Mau mencari kesempatan dalam kesempitan? Huh!! Kalau bukan karena misiku, aku nggak bakal mau kayak gini ]
"Aku permisi" kata Kirana sambil berlalu pergi
Kirana mengambil ponselnya dari dalam tas nya.
Dia berniat memesan ojek online.
__ADS_1
Karena tidak mungkin jam segini ada angkot yang lewat.
Tak berapa lama, ojek online pun datang.
Dengan pakai nya yang seperti itu, membuat Kirana sedikit kerepotan.
"Astaga!! Pakaian ini benar benar merepotkan ku! Untung saja aku pakai celana rangkap leging, jadi posisi seperti ini tidak lah terlalu buruk" Kirana menjinjing drees nya lalu membonceng seperti biasanya.
Sopir ojek online itu pun ikut tertawa geli setengah canggung melihat tingkah Kirana.
Pakaian yang sebelumnya terlihat anggun, harus dia jinjing sampai atas karena naik ojek online.
Tak berapa lama, Kirana pun sampai di depan rumahnya.
Setelah dia membayar ongkosnya, Kirana pun masuk ke rumahnya.
Tling,,
Terdengar pean masuk di ponsel Kirana.
"Sudah sampai rumah?"
Tertulis pesan masuk dari nomor baru yang Kirana tidak mengenalnya.
"Nomor siapa sih ini? Kenapa dia bisa tau kalau aku baru sampai rumah?" Kirana sendiri tidak tahu nomor siapa itu.
"Iya, ini siapa ya?" Kirana membalas pesan itu.
"Aku Jimy, maaf ya..,aku dapat nomormu dari dia" Balas orang itu
"Astaga! Orang ini benar benar berani ya!! Padahal kan baru kenal, tapi dia sudah sok akrab begini" Kirana bergumam sendiri. Dan tidak membalas kembali pesan itu.
Kirana pun langsung menelfon temannya yang telah mengenalkannya dengan Jimy.
Tutt..,
"Iya Na, ada apa?" sapa teman Kirana
"Kau sudah menjelaskan pada Jimy kan kenapa kau kenalkan aku dengan ya?" tanya Kirana
"Iya, aku sudah memberitahu nya. Memang kenapa?" tanya teman Kirana
"Ya maklum lah Na, dia kan cowok kamu kan cewek, wajarkan kalau dia tertarik denganmu" kata teman Kirana datar
"Aihh!!! Apa maksutku sih? Awas ya! Kita sudah sepakat kan! Tidak lebih hanya sekedar teman melewati malam pergantian tahun!" ketus Kirana kesal
"Iya.., iya! Tenang kan pikiranmu Na!" balas teman Kirana
"Aku peringatkan ya! Jangan lebih dari apa yang kita sepakati!" kata Kirana sembari menutup telfonnya.
"Huh! Apa apaan sih dia?" Kirana terlihat sangat kesal.
Dia pun menghamburkan tubuhnya ke ranjang tempat tidurnya.
Pikirannya melayang tertuju pada Candra.
Rasa bersalah nya muncul karena telah ingin membohongi Candra.
"Sebenarnya dia itu baik, dia bahkan sudah bersabar saat aku terus saja memaki dan menghindarinya. Apa yang aku lakukan ini nggak keterlaluan?" tiba tiba Kirana merasa bersalah pada Candra.
"Ya Tuhan!! Maafkan aku"
****
Pagi ini seperti biasanya, Kirana tengah bersiap untuk berangkat kerja.
Setelah mempersiapkan semuanya.
Kirana pun pergi menyusuri gang rumahnya menuju perempatan jalan untuk mencari angkot.
"Na!! Tunggu!" panggil Catur saat Kirana melintas di depan rumahnya.
"Hei..,Catur..,ada apa?" tanya Kirana
"Maaf sebelumnya, kemarin aku tidak sengaja melihatmu bersama seorang pria dan seorang wanita. Siapa mereka?" tanya Catur
"Kau mengikutiku?" tanya Kirana
"Tidak begitu,aku hanya khawatir padamu" jawab Catur
__ADS_1
"Kau kenal pria itu?" tanya Catur lagi
"Tentu saja aku mengenalnya" jawab Kirana
"Siapa? Kalau kau mengenalnya, siapa dia?" tanya Catur
Kirana tak tau apa maksud Catur berbicara seperti itu.
"Dia itu mantan kekasihnya Vita! Dia bukan laki laki yang baik! Dia bahkan mencoba melecehkan Vita,makanya Vita memutuskan hubungannya dengan pria itu!" Catur menggebu gebu menjelaskan semua nya dengan Kirana
Kirana syok mendengar ucapan Catur.
Tapi dengan pintar dia menyembunyikan nya.
"Kau seperti ini demi Candra kan? Sudahlah! Aku sudah terlambat kerja,permisi" kata Kirana sembari meninggalkan Catur
"Apa yang di katakan Catur tadi? Pantas saja aku merasa ada yang tidak beres dengan pria itu! Baru pertama kali bertemu saja sudah berani menghubungi aku" Kirana terus bergumam sendiri.
"Aku sudah terlanjur membuat janji pada nya, bagaimana ini?" Kirana mulai cemas, dia pun sebenarnya takut menghadapi pria br**** seperti itu.
Tak lama angkot pun datang.
Sambil terus bergumam, Kirana naik kedalam angkot.
Perkataan Catur tadi benar benar menggangu pikiran Kirana.
Hingga sampai di kantor pun, Kirana masih memikirkan itu.
"Apa aku batalkan saja ya" gumam Kirana
"Agh.., nggak boleh! Ini kan hanya semalam, nggak mungkin dia berani macam macam padaku" Kirana terus memikirkan itu.
Kirana melihat jam tangannya.
Kurang beberapa jam lagi menuju malam pergantian tahun.
Tapi pikiran Kirana semakin tidak karuan.
Dia mendadak ragu mau melakukan rencananya.
Sementara itu,
Catur sendiri juga merasa khawatir pada Kirana.
"Kirana itu gadis yang polos, bahkan Vita saja bisa di lecehkan! Bagaiamana nanti dengan Kirana?"
"Apa aku katakan ini pada Candra saja ya, barangkali dia bisa membantu menghentikan Kirana" Catur pun pergi menemui Candra
Candra terheran melihat Catur yang datang dengan tergesa gesa.
"Kau ini kenapa? Seperti di kejar hantu saja" kata Candra
"Ugh!! Sebentar! Biarkan aku bernafas dulu" Catur terengah engah mengatur nafasnya.
"Ini minumlah dulu, nafasmu seperti hampir habis seperti itu" kata Candra sambil memberikan segelas air untuk Catur.
Catur segera meminum air yang di berikan Candra.
"Heh..," Catur mulai mengatur nafasnya.
"Sudah? Sekarang cerita padaku apa yang terjadi" tanya Candra
"Gawat Can, Kirana..," Catur menghentikan ucapannya.
"Kirana kenapa? Kau ini kalau cerita jangan setengah setengah" Candra menjadi penasaran saat Catur menyebut tentang Kirana.
"Nanti malam, Kirana mau pergi bersama seorang pria br*****! Dia mantan kekasih Vita yang dulu di putuskan Vita karena hampir melecehkan nya!" Catur dengan lancar menceritakan semuanya pada Candra.
"Siapa?" tanya Candra
"Jimy! Namanya Jimy! Tolong selamatkan Kirana dari Jimy! Kau kan mencintainya kan? Inilah waktunya kamu membuktikan ketulusan mu pada Kirana!" kata Catur
"Tapi bagaimana caranya? Apa mau Kirana mendengarkan ku?" kata Candra
"Terserah bagaiaman caranya, sebelum Jimy datang menjemput Kirana, bawalah Kirana pergi! Nanti aku akan membantumu" kata Catur.
Saat itu juga, Candra dan Catur merencanakan sesuatu.
Bagaiamana caranya supaya Kirana tidak pergi dengan Jimy.
__ADS_1