Cinta Kirana

Cinta Kirana
Cinta enam


__ADS_3

...HAPPY READING...


Jam weker Kirana berbunyi.


Tapi Kirana tak kunjung bangun.


"Aduh!!mataku serasa ada lem nya,ngantuk banget!"


Kirana berusaha untuk bangun.


Tapi matanya susah untuk terbuka.


"Badanku rasanya capek banget,apa hari ini aku ijin saja ya?"


"Tak apalah hanya sehari,Bu Bos pasti mengerti" Kata Kirana sambil mengambil ponselnya dan mengirim kabar pada perusahaan.


Hari ini Kirana ingin mengambil cuti sehari.


Badannya rasanya sangat sakit dan matanya sangat mengantuk.


"Huh!hari ini aku mau rebahan saja di kamar"


Kata Kirana sambil menarik selimutnya kembali.


Sudah hampir tengah hari.


Tapi Kirana tak kunjung bangun.


Kring! Kriing!


Ponsel Kirana berbunyi.


Kirana terbangun dari tidurnya.


Tangannya berusaha meraih ponselnya yang dia letakan di meja.


"Iya,halo" Sapa Kirana.


"Na!!kau kenapa tidak masuk?kau sakit?" Cecar orang di seberang telfon.


"Iis?nggak pa pa koq,cuma kecapekan aja" Balas Kirana.


"Na,nanti malam aku kerumahmu ya?" Kata Iis.


"Aku mau kenalin kamu dengan Candra" Kata Iis semangat.


Mata Kirana langsung terbelalak.


Ngantuk nya sekejap hilang.


Bahkan jantungnya malah menjadi berdegup kencang.


"Jangan!!kau gila!" Balas Kirana histeris.


Iis yang mendengar itu menjadi terheran.


"Kau kenapa sich?kenapa histeris begitu?" Balas Iis.


[ Ya Tuhan! Apa yang kulakukan? ]


"Maaf,bukan begitu maksudku"


"Aku hanya tidak terbiasa menerima tamu seorang cowok! Nanti kalau kita di grebek satpam bagaimana?kan bisa kacau!" Kata Kirana menakut nakuti Iis.


"Apa iya?" Balas Iis tidak percaya.


"Iya Iis sayang,kalau kau nekad!aku tidak bertanggung jawab ya!" Kata Kirana.


"Iya deh,aku datang sendiri saja,kau jangan kemana mana ya! Nanti malam aku kesitu" Kata Iis.


[ Huh! Lega,akhirnya dia percaya ]


"Iya Iis cayang,aku tunggu ya he..,he" Kata Kirana.


"Dasar!!huh selamat,apa sih maksut Iis? Kenapa harus memperkenalkan segala!dia tidak tahu kalau aku sudah mengenalnya!" Gumam Kirana kesal.


Kirana bangun dari tidurnya.


Dia bergegas untuk mandi.


"Heh!aku tidur lama sekali ternyata,seperti putri tidur saja" Gumam Kirana.


Setelah mandi,Kirana kembali ke kamarnya.


Hari ini dia benar benar ingin berteman dengan bantal dan guling nya.


"Semoga saja Iis tidak bersikap bodoh dan nekad membawa Candra kemari!" Gumam Kirana.


Jujur,Kirana tidak percaya seratus persen pada Iis.

__ADS_1


Dia sangat khawatir kalau Iis benar benar nekat.


Sementara itu di rumah Iis.


Dia tengah bersiap siap untuk pergi ke rumah Kirana.


Iis pergi ke rumah Kirana dengan berjalan kaki.


Dia menyusuri perkampungan yang menghubungkan kampung nya dengan kampung Kirana.


Namun di tengah jalan dia bertemu Candra.


"Iis,mau kemana malam malam begini?" Tanya Candra.


"Aku mau ke..." Iis tidak meneruskan kalimatnya.


Tiba tiba dia ingat akan perkataan Kirana.


[ Kalau aku bilang mau ke rumah Kirana, terus dia ikut bagaimana? ]


"Mau kemana?" Tanya Candra lagi.


"Aku ada perlu,e..,tidak usah diantar aku bisa pergi sendiri! Permisi" Kata Iis gugup dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Candra.


"Huh!!semoga dia tidak mengikutiku!" Gumam Iis sambil mempercepat langkahnya.


Tapi sikap Iis yang seperti itu, malah membuat Candra curiga.


Akhirnya diam diam Candra mengikuti Iis.


"Jalan ini kan menuju rumah Kirana? Apa dia mau kerumah Kirana?" Gumam Candra sambil terus mengikuti Iis.


Iis yang merasa aman.


Tidak menyadari kalau dia tengah di ikuti oleh Candra.


Kirana yang sedari tadi tengah khawatir mondar mandir di teras menunggu Iis.


Setelah melihat Iis akhirnya terjawab.


"Hai!" Sapa Iis.


Kirana menatap curiga pada Iis.


Dan celingukan kesana kemari seperti tengah mencari sesuatu.


"Kau datang sendiri kan?" Selidik Kirana.


"Iya lah! Kau kan sudah lihat aku datang sendiri!" Balas Iis.


Setelah merasa yakin kalau Iis tidak membohongi dirinya.


Akhirnya mereka masuk dan melanjutkan berbincang di ruang tamu.


Tak berapa lama mereka berbincang.


Tiba tiba ada suara dari teras rumah Kirana.


Kirana yang penasaran segera melihat keluar untuk mengetahui siapa tamu yang datang.


Betapa terkejutnya Kirana, karena tamu itu adalah Candra dan Catur.


"Astaga! Mau apa mereka?" Gumam Kirana.


Kirana langsung melirik Iis dengan tatapan marah.


"Apa maksutku?heh!" Tanya Kirana ketus.


"Apa sich?" Balas Iis.


"Kau sengaja kan mengajak mereka kemari?" Ketus Kirana.


"Mereka siapa?" Tanya Iis sambil ikut melihat keluar.


"Ya ampun!kenapa mereka ikut kesini sich?" Kata Iis ikut kaget.


"Sumpah!beneran aku tidak memberitahu mereka kalau aku mau kesini!" Kata Iis.


Kirana masih tidak percaya pada Iis.


Dia merasa sebal karena telah di bohongi.


"Kau harus bertanggung jawab!sana keluar!ajak mereka pulang!" Ketus Kirana marah.


"Kau mengusirku?" Balas Iis.


"Iya!memang kenapa?aku kan sudah bilang dari awal padamu kan?" Balas Kirana.


"Cepat sana keluar!" Perintah Kirana.

__ADS_1


Melihat Kirana yang begitu marah.


Akhirnya ia pun keluar.


Belum hilang rasa kesalnya pada Iis, Catur tiba tiba masuk.


"Catur!kau ini apa apan sih?" Kata Kirana kaget.


"Aku mau bertamu masak nggak boleh?" Kata Catur.


"Awas ya kalau sekali lagi kau membahas Candra!" Kata Kirana.


Kirana mengintip dari jendela.


Terlihat Candra dan Iis masih di luar.


"Kalau kau mau main ke sini!suruh mereka pulang!" Kata Kirana pada Catur.


"Mereka ada urusan sendiri!sudah abaikan saja!yang penting kita di dalam kan?" Kata Catur.


Kali ini Kirana percaya dengan ucapan Catur.


Mereka pun melanjutkan obrolan.


"Na"


"Hem"


"Kau benar benar tidak mau memaafkan Candra?" Kata Catur


"Tu kan mulai!kau mau aku usir?heh?" Balas Kirana.


"Ck! Kau ini jangan keras kepala begitu! Nanti tua lho" Kata Catur.


Kirana tidak menjawab apapun.


Tangannya sibuk memainkan ponselnya.


Ingin rasanya menyumpat telinga nya supaya tidak mendengar ocehan Catur yang terus menerus membahas Candra.


"Na!" Pekik Catur sambil mencubit tangan Kirana.


"Aduh!sakit Catur!" Pekik Kirana.


"Kau ini kenapa sih?sudah jangan ribut!kalau mereka dengar bisa bisa mereka ikut masuk kesini!" Kata Kirana sambil kembali mengintip dari jendela.


"Eh Catur!itu Iis kenapa pergi?" Kata Kirana.


Catur diam tak menjawab.


Seperti nya dia tahu apa yang terjadi.


Tiba tiba Candra ikut masuk ke dalam.


Kirana yang terkejut menjadi salah tingkah.


[ Dia ini kenapa sih?mau apa lagi datang kemari? ]


"Na" Sapa Candra.


"Kalian ngobrol saja di dalam,aku mau keluar sebentar!anggap saja rumah sendiri" Kata Kirana sambil beranjak pergi.


Kirana keluar dan duduk di teras.


Dia benar benar tidak mau melihat Candra.


"Mereka pasti sudah bekerja sama untuk ini!" Gumam Kirana kesal.


Kirana duduk di teras sambil memainkan ponselnya.


Tak lama Candra ikut keluar dan menghampiri Kirana.


Dia memberanikan diri untuk duduk di samping Kirana.


Kirana langsung gerak cepat berdiri untuk menghindari Candra.


Tapi tangan Candra dengan cepat meraih tangan Kirana.


"Aku mohon tetaplah disini,sebentar saja kumohon" Pinta Candra.


[ Ya Tuhan mau apa lagi sih dia? ]


Jantung Kirana tak berhenti berdegup.


Tubuhnya gemetar.


[ Ya Tuhan memalukan sekali kalau sampai Candra tau kalau tanganku gemetar begini ]


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2