Cinta Kirana

Cinta Kirana
Cinta lima


__ADS_3

...HAPPY READING...


Kirana duduk termenung meratapi nasib nya.


Awal kisah nya di mulai saat dia membantu Vita menutupi semua kebohongannya.


Hingga dia menjadi bodoh saat Candra datang kembali padanya.


"Candra!Aku ingin membenci mu!aku ingin melupakanmu!tapi kenapa kau selalu muncul!"


Kirana merasa benar benar marah.


"Mengenalmu adalah suatu kesalahan!"


Kirana terisak dalam kamarnya.


Dia harus menanggung semuanya sendiri.


Rasa cinta nya pada Candra,membuat nya kini menjadi tersiksa.


"Tuhan! Sebenarnya apa yang ingin kau tunjukan padaku! Aku sungguh sudah lelah!aku ingin pergi dari bayangan Candra!kumohon!dengarkan aku!hiks"


Malam ini Kirana kembali larut dalam tangisnya.


Lelah menangis hingga ia pun tertidur lelap.


Gadis polos yang malang.


Bahkan sedikit pun dia tidak pernah berprasangka buruk pada Candra.


Tetapi sebaliknya,Candra begitu tega padanya.


****


Kring!!!!


"Ya ampun aku terlambat!"


Kirana tunggang langgang bangun dari tidurnya,ketika mendengar jam weker nya berbunyi tepat pukul 7.45


"Kenapa bisa ceroboh begini sih!aku bahkan tidak pernah terlambat sebelumnya!"


Kirana bergegas mandi dan merapikan pakaiannya.


Lalu dengan tergesa gesa dia berangkat.


"Ya Tuhan,kenapa angkot juga nggak ada yang lewat sich!" Kirana benar benar panik sekarang.


"Apa aku jalan kaki saja ya?tapi?ah sudahlah!sementara menunggu angkot lewat,aku berjalan saja!"


Kirana nekat untuk berangkat kerja dengan berjalan kaki.


"Ini lebih baik daripada hanya diam menunggu angkot yang tak kunjung lewat!bagai di php mantan saja!"


Kirana berjalan sambil mengomel.


Hingga dia tidak terasa kalau telah sampai di tempat kerja nya.


"Huh!aku benar benar gila!aku mampu berjalan sejauh itu!huh" Gumam Kirana tak percaya dengan kemampuannya sendiri.


Tak tau kekuatan itu dari mana?


Tapi rasa lelahnya mampu membuat hatinya merasa lebih baik.


"Berarti aku harus membuat diriku sibuk! Agar tidak ada tempat di pikiran dan hatiku untuk meratapi atau mengingat cowok tak ber perasaan itu!"


Kirana merasa telah menemukan solusi terbaik.


Supaya hidupnya bisa kembali normal.


"Mulai sekarang aku harus membuat jadwal kegiatan ku setiap hari,dari senin sampai minggu.supaya aku bisa sibuk!"


Kirana mulai menyusun semua jadwal kegiatannya.


Dari bangun tidur sampai tidur lagi.


Dari senin sampai minggu.


Bahkan dari yang sebelumnya tidak Kirana ingin lakukan.


Kini akan mulai dia lakukan.


Sampai naik gunung dan camping pun masuk dalam jadwalnya.


[ Kirana..,Kirana!niat banget sih ]


****


"Jadwal yang padat memang melelahkan"


Kirana merebahkan tubuhnya ke ranjang tempat tidurnya.


Tubuhnya terasa sangat lelah.


Tak biasa dia melakukan banyak hal seperti ini.


"Semoga semua ini segera cepat berlalu!aku bisa jadi tua kalau terus menerus capek begini!"


Tling,


Bunyi pesan masuk di ponsel Kirana membuat nya terkejut.


Kirana meraih ponsel nya.


"Aku menunggumu di luar,kau segera keluar!"


Tertulis pesan dari Catur.


"Huh!mau apalagi sih dia kemari?jangan bilang kalau ingin membahas nya!"


Kirana benar benar seperti parno ketika nama cowok itu di sebut.


"Ada apa kemari?aku capek sekali hari ini"


"Kau ini,tega sekali padaku!bahkan setelah memakiku kemarin apa kau tidak ingin meminta maaf padaku?" Kata Catur.


"Eh,soal kemarin ya?maaf aku tidak sengaja. Aku tidak sengaja memakimu,maaf ya" Balas Kirana sambil tersenyum.


"Tidak bisa begitu!tidak bisa hanya dengan meminta maaf! Malam ini kau harus temani aku duduk mengobrol di sini" Kata Catur.


"Idih!kau ini! Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan" Balas Kirana.


"Iya oke special untuk sahabatku" Kata Kirana.


Kirana lalu duduk di sebelah Catur.


"Oke,sekarang apa?katanya mau aku menemanimu mengobrol" Kata Kirana.


Catur hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya yang sudah mulai bisa melucu.


Itu artinya Kirana sudah mulai bisa hidup normal tanpa kesedihan.


"Na,kau benar benar sudah kuat ya" Kata Catur.


"Kuat?apa maksutku?" Balas Kirana.


"Iya,aku pikir kau sudah tidak sedih lagi karena Ca.."


"Stop!!jangan teruskan!"


Belum selesai berbicara Kirana tiba tiba memotong kalimat Catur.


"Kalau kau ingin aku tetap jadi temanmu,tolong jangan pernah sebut nama itu!"


[ Nama itu sudah jadi momok yang menakutkan bagiku ]


"Kenapa?sampai kapan kau akan menghindarinya?" Balas Catur.

__ADS_1


"Kalau kau ingin bisa melupakannya, kau harus bisa terbiasa mendengar namanya!dan jangan menghindar!" Kata Catur.


Catur berusaha membantu sahabatnya untuk bisa hidup normal.


Tidak bersembunyi seperti ini dan lari dari kenyataan.


"Kau ini! Kalau hanya teori memang mudah!tapi disini aku yang menjalani nya!" Ketus Kirana.


"Pokoknya aku nggak mau mendengar apapun tentang nya titik!"


"Dasar keras kepala!" Balas Catur.


"Biarin!" Ketus Kirana.


Catur hanya bisa pasrah.


Yang penting sebagai seorang sahabat dia sudah memberi nasehat yang terbaik.


"Na"


"Hemm"


"Kemarin aku bertemu lagi dengannya,dia lagi lagi menanyakan tentang keadaanmu" Kata Catur pelan.


"Tuh kan lagi! Aku kan sudah bilang jangan bahas dia lagi! Dia itu jahat!" Ketus Kirana terlihat marah.


"Entahlah,tapi aku melihat dia merasa bersalah padamu" Kata Catur.


"Sudahlah Catur, kumohon jangan bahas dia lagi! Aku sudah tidak percaya dengan apapun yang dia katakan!" Balas Kirana.


"Aku sudah bertekad untuk membuang semua kenangan tentang nya,hati ku sudah terlalu sakit!" Kirana tidak sanggup lagi menahan sakit hati nya.


"Maafkan aku ya" Balas Catur.


Catur mengerti apa yang di rasakan Kirana.


Rasa sakit karena telah di permainkan dan di buang begitu saja.


Memang tidak mudah melalui nya.


Dan tidak seharusnya dia ikut campur terlaku jauh.


****


Weekeand ini Kirana berencana untuk pergi mendaki gunung bersama teman nya.


"Selama hidupku aku belum pernah sama sekali mendaki gunung! Apa saja yang perlu di bawa?"


Kirana celingukan kesana kemari sibuk mempersiapkan semua keperluan yang harus dia bawa.


"Aduh!!bagaimana ini?ah aku cari di internet saja,pasti ketemu"


Kirana mengotak atik ponselnya.


Dia mengumpulkan semua informasi tentang mendaki gunung.


Tentang peralatan dan hal hal yang perlu dia lakukan.


Semua bisa di pahami oleh Kirana dengan mudah.


Satu bag besar sudah terisi penuh semua keperluan yang dia butuhkan.


Semuanya,termasuk makanan kecil dan obat obatan.


Setelah menyiapkan semuanya yang di rasa cukup.


Kirana pun pergi beristirahat.


Dia membayangkan hal hal yang akan dia lakukan saat mendaki gunung.


Dia pun membayangkan hal apa saja yang akan dia temui besok.


"Kata Maya di gunung terdapat air terjun,aku akan bawa pakaian ganti.besok aku akan benar benar menikmati nya"


Maya, teman Kirana yang akan mengajak nya untuk mendaki.


Itulah salah satu hal yang menarik perhatian Kirana untuk setuju ikut dengan Maya mendaki.


Keesokan hari nya>>>


Kirana bangun pagi sekali.


Dia telah membuat janji dengan Maya untuk berangkat subuh.


Supaya tidak kemalaman saat sampai ke puncak gunung.


Kirana sangat bersemangat sekali.


Sampai sepertinya, dia lupa dengan semua masalahnya.


Setelah berkemas,Kirana pun pergi.


Dia membuat janji dengan Maya untuk bertemu di pertigaan jalan***


Setelah beberapa menit.


Akhirnya Kirana bertemu dengan Maya.


Teman main Kirana yang sama tomboy nya dengan dia.


"Kau bawa apa saja Na?besar sekali tas mu!" Tanya Maya sambil tertawa geli.


"Aku bawa semua yang ku perlu kan!aku tidak mau terlantar selama kita di gunung!" Balas Kirana.


Jawaban Kirana benar benar membuat Maya menjadi tertawa geli.


"Memang kita akan berapa hari di gunung?heh?kita kan hanya wisata sehari saja,kenapa seperti mau pergi untuk beberpa hari saja!"


Balas Maya.


Mereka berdua pergi dengan berboncengan menaiki motor.


Setelah beberapa jam perjalanan.


Akhirnya mereka pun sampai di tempat tujuan.


Mereka segera memarkir motor nya.


Dan segera masuk ke lokasi.


Kirana terlihat sangat senang.


Dia tidak menyangka kalau banyak sekali orang yang akan ikut mendaki.


Karena sebelumnya dia mengira cuma dia dan Maya yang akan mendaki.


"Ini pasti akan sangat mengasyikan!" Pekik Kirana senang.


Kirana,Maya dan semua rombongan akhirnya memulai perjalanan setelah mendapat pengarahan dari pemandu jalan.


Sepanjang perjalanan, Kirana di buat takjub dengan pemandangan yang ada.


Di tambah udara yang sangat sejuk,membuat hati dan pikirannya benar benar terhibur.


"Andai setiap hari aku bisa menikmati suasana seperti ini,pasti akan awet muda!" Kata Kirana sambil tertawa.


Maya yang mendengar ocehan Kirana hanya tersenyum geli.


Dia tau semua masalah yang akhir akhir ini menggangu Kirana.


Maya berharap dengan mengajaknya pergi ke tempat seperti ini akan membuat Kirana menjadi lebih baik.


Matahari mulai mencapai puncak.


Tapi sama sekali tidak terasa panas.


Karena hutan yang sangat rimbun dengan pepohonan.

__ADS_1


Sehingga matahari tidak begitu banyak menembusnya.


"Kita Istirahat dulu di sini" Kata pemandu.


Semua rombongan mencari tempat untuk duduk sebentar sambil menikmati makanan yang mereka bawa.


"Kau capek?" Tanya Maya pada Kirana.


"Iya,tapi sedikit" Balas Kirana sambil tersenyum nyengir.


"Bagaimana menurutmu?apa sudah merasa menyerah?" Tanya Maya.


"Jalan menuju air terjun masih jauh lho!"


Maya mulai menggoda Kirana.


"Tidak aku masih kuat koq,setelah makan energi ku akan banyak" Kata Kirana semangat.


Setelah beristirahat sejenak.


Semua rombongan melanjutkan perjalanan.


Dan tak berapa menit, akhirnya mereka sampai pada tempat yang di nanti nanti.


Sebuah air terjun dengan air yang sangat jernih nampak di depan mata.


Kirana di buat takjub dengan pemandangan di depan matanya.


"Seumur hidupku baru pertama kali ini aku melihat air terjun secara langsung!" Pekik Kirana senang.


"Wah sejuk sekali!"


Seperti yang lainnya.


Kirana pun langsung mengabadikan moment ini dengan kamera ponselnya.


Puas dengan berfoto foto.


Kirana lalu menceburkan dirinya ke dalam kolam air terjun.


Maya,Kirana dan yang lainnya benar benar sangat menikmati nya.


Tidak rugi setelah beberapa jam perjalanan yang melelahkan.


Waktu menunjukan sudah hampir gelap.


Pemandu mulai mengajak rombongan untuk kembali turun gunung sebelum maghrib.


Mereka semua pun akhirnya pergi meninggalkan alam asri yang begitu indah.


Kirana sangat puas bisa ikut perjalanan ini.


Walaupun capek luar biasa,tapi hati nya merasa sangat puas.


Maya mengantar Kirana pulang.


Maya senang karena hari ini bisa membuat temannya itu benar benar bahagia.


"Sudah sampai sini saja" Kata Kirana.


Maya mengantar Kirana sampai pertigaan jalan.


Dan Kirana melanjutkan berjalan kaki masuk ke gang rumahnya.


"Badanku seperti habis jungkir balik!terasa sakit semua!" Gumam Kirana.


"Setelah sampai di rumah,aku akan mandi air hangat dan tidur!huh capeknya!"


Kirana berjalan menyusuri gang gang menuju rumahnya.


Saat sampai di depan rumah Catur, Kirana tak sengaja melihat Candra ada di rumah Catur.


Mereka seperti tengah mengobrol.


Kirana yang melihat itu,segera mempercepat langkahnya sambil menunduk.


Dia benar benar tidak mau bertemu Candra.


"Na!"


[ Ya Tuhan! Itu suara Catur! jangan sekarang kumohon ]


Kirana tidak mempedulikan panggilan itu.


Dia terus mempercepat langkahnya.


Tapi usahanya pun gagal.


Karena gerak Catur menghampirinya lebih cepat dari langkah Kirana.


"Na!berhenti!" Kata Catur sambil menarik tas punggung Kirana.


Hingga membuat Kirana hampir terjatuh.


"Apa sih!astaga Catur! Aku capek,aku mau segera istirahat!" Ketus Kirana sambil memasang muka melas.


"Disana ada.."


Belum sampai selesai Catur bicara,Kirana sudah memotong nya.


"Sudah!" Teriak Kirana.


"Stop!jangan memaksaku!kumohon aku capek,jangan memaksaku" Ketus Kirana.


[ Apa apaan ini?Setelah satu hari berusaha keras mencari suasana baru,Kenapa pada akhirnya harus melihat nya lagi ]


Melihat Kirana yang begitu histeris.


Akhirnya Catur melepaskannya.


Dia juga tidak tega melihat Kirana seperti itu.


Catur tau,pasti sangat sulit bagi Kirana untuk memaafkan Candra.


Setelah apa yang telah Candra lakukan padanya.


Tampak dari teras rumah Catur.


Candra terus menatap Kirana.


Entah apa yang sedang dia fikirkan.


Atau rencana apa lagi yang tengah ia susun.


Begitu misterius.


Setelah terlepas dari Catur.


Kirana bergegas masuk ke rumahnya dan langsung mengunci pintu.


"Hari ini aku tidak menerima tamu!" Gumam Kirana sambil menutup rapat pintu dan jendelanya.


Bagi Kirana melihat Candra, bagai melihat sesuatu yang mengerikan.


[ Tenang Kirana,tenang! ]


Kirana berusaha menguasai hatinya.


Dia tidak mau terpengaruh lagi oleh Candra.


Susah payah dia melupakan.


Dengan seenaknya dia datang kembali.


"Kau adalah orang jahat! Dan aku membencimu!"


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2